Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Strategi Penyerangan Di Dalam Kabut Asmara


__ADS_3

Setelah satu hari berlalu, Yuri mengistirahatkan dirinya di ruangannya sendiri. Tentu saja dirinya di jaga oleh Turin yang kini tidur di sofa panjang yang ada di ruangan itu.


Hari berikutnya pun tiba, ketika matahari menampakkan dirinya lagi,disitulah dunia menyambut pagi yang sangat acak ini.


Yuri terbangun dengan sendirinya, lalu menyemprotkan dirinya dengan Magic Bath Spray setelah Yuri membuka semua busananya.


Setelah menyemprotkan ke seluruh bagian tubuh yang dapat dijangkau Yuri, Yuri pun mengenakan busana nya kembali.


"Sepertinya aku harus memproduksi barang ini untuk keperluan darurat"


ucap Yuri kepada dirinya sendiri sambil melihat Magic Bath Spray yang ia pegang sekarang, lalu Magic Bath Spray tersebut Yuri taruh di meja kecil yang berada disamping kasurnya.


"Yaaaawwwn!!!"


Tepat ketika Yuri ingin membangunkan Turin, Turin duluan sudah bangun kemudian meregangkan tubuhnya.


"Selamat pagi putri, seperti nya kamu bakal lapar"


Ejek Yuri dan kemudian memberikan Turin dua buah apel yang merupakan makanan kesukaan Turin.


"Yumm.. Yumm.. kau tau cara membuat peliharaan mu senang ya"


Balas Turin dan kini mulai melahap makanannya hingga yang tersisa hanyalah biji nya saja, kemudian Turin membuang biji tersebut ke dalam tempat sampah yang sudah disediakan.


Setelah itu, Yuri juga menghabiskan 1 apel dan 1 roti tawar beserta 1 susu botol yang Yuri beli sebelum istirahat ke ruangannya, rasa nya segar dan nikmat. Yuri juga paling suka juga makan roti tawar.


~Tok Tok Tok~


"Yuri? kamu didalam kan?"


Pintu ruangan Yuri diketuk dan terdengar suara seseorang yang tidak asing baginya, itu suara Yuxuan. Dengan segera Yuri bergerak dari tempatnya dan membuka pintunya, Yuri kemudian mencium pipi Yuxuan.


"Oi itu untuk apa?" kata Yuxuan


Yuxuan kaget dan memegang pipinya, pipi yang sekarang mulai merah karena malu. Tentu saja Yuxuan tidak tau bahwa Yuri melakukan hal itu karena sebelum dunia terulang lagi, Yuxuan meninggal karena penyerangan brutal yang sangat mengerikan.


"Haha, tidak ada apa apa. Hanya kejutan saja"


balas Yuri.


Yuri tidak ingin menceritakan apa yang terjadi sebenarnya, Yuri takut hal ini akan membuat gerbang multiverse akan kacau ditambah Yuri berfikir seperti ini karena Yuri tidak tau cara kerja dunia multiverse itu sendiri.


"Ah iya aku disini karena permintaan leader zodiac kita sendiri, ketua menyebalkan itu mulai khawatir dengan mu"


Setelah mengusap pipinya, merah rona dipipinya juga makin lama makin pudar lalu pergi dengan sopan didepan Yuri dengan senyuman dibibirnya.


"Ah benar juga, aku melewatkan malam bersama para Zodiac"


Yuri menghembuskan nafas panjangnya dan kemudian mempersiapkan diri untuk pergi ke ruangan dimana tempat organisasi Zodiac ini berkumpul, tentu Seperti biasa Turin juga ikut menemani Yuri walaupun harus berganti wujud.


*****


"Ahh, akhirnya kamu datang juga" Kata George.


George terlihat sedang menuangkan minuman dari sebuah Poci atau Teko ke dalam gelas antik, setidaknya itulah yang dipikiran Yuri ketika melihat gelas dengan bentuk unik.


"Kami khawatir dengan kamu, karena kamu telah absen 2 hari. Aku kira kamu bakal mau keluar dari organisasi ini" Kata Beatrix


Yuri mendengar perkataan Beatrix lalu duduk di kursi kosong berdekatan dengan Yuxuan yang kini sudah duduk duluan.


"Ahh maaf, aku tidak bermaksud demikian. Namun, ada hal yang ingin aku katakan" Balas Yuri.


~Slurpp Ahhh~


Dengan lega, George minum minumannya sambil mendengarkan omongan Yuri.


"Aku tau.. kita akan bahas setelah semua personil kita datang semua ya" Kata George


George kini mengambil gelas kosong lalu mengisinya dengan minuman, lalu menyodorkannya kepada Yuri.


~Sniff~


aroma nya baru terasa ketika gelas sudah berada di depan mata, teh herbal. Teh herbal yang dapat membantu merelaksasi diri. Yuri dengan segera meminum nya dengan perlahan.


Tak lama kemudian, suara langkah kaki yang ramai menggema menuju ke arah mereka.


"Ahh kalian datang agak telat" Ucap George.

__ADS_1


"Maaf George, aku lagi mengurus beberapa hal pribadi, mungkin aku akan memberitahu setelah ini" Kata Risetta


"Ah kami juga sudah menemukan kandidat yang mungkin kamu bakal suka!" Kata Myeisha dengan gembira.


Myeisha kemudian menggandeng tangan seseorang yang tengah bersembunyi di balik pintu masuk ruangan ini.


Yuri kaget karena anggota Ophiuchus yang bakal bergabung adalah Anna Broadway.


"A-anna??"


itulah yang bisa Yuri katakan dengan pelan. Menunjukkan rasa terkejutnya dengan kehadiran Anna.


setelag sekian lama waktu berlalu dengan berdiam diri, ruangan ini sangat sepi, terlalu sepi bahkan jika ada jarum yang jatuh bakal kedengaran sangat jelas.


Namun, keheningan itu dipecah oleh George dengan wajah semangat nya.


"Ehh aku merasakan energi sihir warlock dalam dirimu, tetapi aku tidak melihat bahaya dari dalam dirimu. Baiklah kamu diterima!"


Seru George dengan senang, Anna yang mendengar nya juga senang. Leon sang Zodiac Leo sudah mempersiapkan diri dengan Magic Stamp khusus untuk pemberian tato logo.


"Kamu ingin ini ditaruh dimana?" Kata Leon.


Dengan segera Anna membuka jaketnya dan menyerahkan bahu kirinya untuk di beri Stamp.


setelah memberikan Stamp di bahu kiri Anna, seluruh anggota memberikan tepuk tangan yang meriah termasuk Yuri.


"Baiklah, Ai chan II kita coba kemampuan mu. Scan semua member yang ada di ruangan ini" perintah Yuri.


"Memproses. Menampilkan Source objek"


Zodiac Member


George: Capricorn (Zodiac)


Beatrix : Aquarius (Zodiac)


Risetta : Pisces (Pyromancer)


Myeisha : Aries (Elementalist)


Kiyan dan Vane : Gemini (Magus Putih Dan Magus hitam)


Kai Yuxuan : Cancer (Necromancer)


Leon : Leo ( Magus Putih )


Anna Broadway : Virgo (Zodiac)


Sara : Libra (Alchemist)


Kevin : Scorpio (Enchanter)


Asterion : Sagitarius(Magus putih)


Ophiuchus : Anna Broadway (Warlock)



(Source : Pinterest)


(Referensi yang kira kira ini adalah wujud dari Anna Broadway yang sekarang)


Anna memberi hormat seperti seorang bangsawan sambil mengucapkan terimakasih telah diterima, Anna pun berjalan ke arah Yuri.


Anna pun duduk didekat Beatrix setelah di tawar karena masih ada kursi kosong di ruangan ini.


"Di ruanganku ada mekanisme rahasia menuju lantai bawah"


Itulah yang Yuri katakan sebelum George sempat membahas lanjut apa yang ingin Yuri katakan.


"Lanjutkan" Kata George.


"aku mendapat kan diriku bertemu dengan Giant Slime dan berhasil menghancurkan nya" Balas Yuri.


"Dan aku melihat ada 2 lelaki yang menciptakan portal yang dapat memanggil dan mengeluarkan monster dari dalam portal" Kata Yuri.


"Ah ini seperti dalam mimpi buruk ku kemarin malam" Lanjut Anna.

__ADS_1


Semua anggota yang ada di dalam mendengarkan ucapan Yuri dan Anna dengan serius.


"Aku bermimpi ketika aku berada di arena, kabut asap datang dan semua orang secara instan mati mengenaskan" Kata Anna.


Anna kemudian menyentuh dada nya sendiri.


"Hati ku entah mengapa sangat sakit, terasa sangat asli"


...


Oh Anna maafkan aku, maafkan aku. Andai saja aku tidak panik, andai saja aku mengerahkan seluruh kekuatanku. Aku tidak akan mengganggu jiwamu yang sudah pergi.


itulah kata-kata yang ada di lubuk hati Yuri, semua mimpi itu. itu bukanlah mimpi, itu adalah ingatan Yuri sendiri saat masih menjadi Anna.


"Aku juga bermimpi sama" kata Yuri dengan berbohong.


"Tapi aku sudah dapat informasi dari seorang pengembara yang sudah mati, bahwa akan terjadi penyerangan atas siasat licik The Great Demon Amanda."


Ucapan Yuri membuat suasana yang menyentuh hati, menjadi suasana yang dipenuhi oleh kejutan.


"Baiklah. Aku percaya pada Yuri, Yuri tidak pernah mengecewakan ku"


Pria berambut pirang yang bernama George tersebut tampak berfikir, dibalik jubah Zodiac miliknya.


"Jika Observasi mu benar, berarti mimpi dari kalian bisa menjadi nyata dan akan membahayakan Terra" Kata George.


"Benar. Terra berhasil selamat dari tubrukan dengan Bumi akibat kesalahan fatal dari seorang Alchemist dan peperangan antar Archangel" Lanjut Beatrix.


"Kita tidak bisa melibatkan orang-orang bumi, kecuali kamu Yuri"


Yuxuan kini angkat bicara dan dia berdiri dari tempat duduknya, mengambil sebuah kertas yang ternyata adalah peta setelah Yuxuan menaruh peta tersebut di meja tempat ke 13 Zodiac saling bertatapan.


"Daripada bosan mari kita buat siasat yang bagus, kebetulan aku bisa melihat map dengan baik"


Ucapan Yuxuan membuat George dan yang lainnya setuju, masing masing mereka menunjukkan rencana mereka untuk penyerangan mengurangi dampak peperangan yang akan terjadi.


Yuxuan pun melihat Yuri dan memberikan pandangan yang Yuri sendiri mengangguk paham.


Tentu saja dalam rencana ini, para Zodiac akan bekerja sama langsung dengan Six Dragon dan The Watcher.


Sangat beruntung bahwa Six Dragon dan The Watcher setuju akan hal ini. Mereka siap atas rencana yang dibuat. Hingga akhirnya malam pun tiba.


Yuri kini di ruangannya menulis rencana yang akan dilakukan, Turin juga sudah tertidur sangat pulas.


~Tok.. Tok.. Tok~


Pintu diketuk dan Yuxuan datang keruangan Yuri. Pintunya langsung bisa dibuka karena Yuri tau bahwa Yuxuan bakal datang malam ini


"Aku membawa snack, apa kamu sudah siap untuk rencana besok?" kata Yuxuan


Yuxuan menutup pintu ruangan Yuri dan mengunci nya, melihat ke kertas-kertas yang berserakan.


"kamu sungguh orang yang rajin ya"


ucap Yuxuan dengan nada mengejek.


Refleks, Yuri memukul pundak Yuxuan.


"Aww, sakit loh" Kata Yuxuan sambil mengusap bahunya.


Yuxuan melihat-lihat kesekeliling ruangan ini dan menemukan Turin yang tengah tidur sangat pulas.


"Itu teman mu?"


Kata Yuxuan dan Yuri mengangguk.


"Ceritanya panjang" Balas Yuri.


Yuri kemudian berjalan kearah Yuxuan dan memegang kedua tangan Yuxuan.


"Yuxuan, Izinkan aku menjadi bulanmu dimalam ini saja. Menjadi bulan untuk hari esok yang berat"


Itulah yang terucap oleh Yuri, gadis yang sudah berusia 18, dimana Yuri baru menginjak masa dewasa berbarengan dengan masa remaja nya telah mulai berakhir.


"Jika kamu jadi bulan, maka aku akan jadi bintang yang akan menemanimu malam hari ini"


Yuxuan yang kini juga berusia 18 tahun mengangguk. Mereka berdua pun menikmati malam yang indah berdua, hari dimana ini adalah pertama kali Yuri merasakannya tanpa membangunkan Turin dari tidurnya yang sangat pulas mereka masih melakukannya hingga keduanya tertidur pulas karena lelah.

__ADS_1


__ADS_2