
Suara yang paling menghanyutkan hati adalah suara lautan,hujan maupun suara kesendirian diatas bukit yang memiliki pemandangan indah. Namun, yang kini menjadi objek keindahan adalah suara ombak pantai.
Suara para awak-awak kapal Huang dan awak kapal yang lainnya sedang menggelinding tong yang yuri mencium aromanya adalah bubuk mesiu sampai wangi makanan.
Tidak heran kenapa Meda menjadi negara yang bertetangga sangat dekat dengan hutan tropis. Udara disini juga sejuk, yang membuat Yuri saat turun dari geladak menuju ke dalam keramaian dimana orang-orang membeli dan menjual ikan segar dari laut.
"Permisi tuan, apakah anda menjual ikan tuna hari ini?"
Terlihat seorang anak remaja seusianya sedang membeli ikan, ikan tuna, yang cita rasa dagingnya sangat-sangat enak dan Yuri menyukainya.
"Ahaha, tentu ada" Balas pria dewasa berjanggut tebal berawrna merah berkepala botak alias plontos.
Si pria botak membuka sebuah peti yang berisikan stok ikan segar yang di berikan es didalamnya. Pria botak tersebut mengambil dengan pelan hingga meletakkannya didekat meja seorang remaja tersebut.
"Harganya 100 Coin Mieda" Lanjutnya.
Seorang remaja tersebut mengangguk, mengeluarkan sekantung kecil berisikan coin dan memberikannya kepada sang pria botak, pria botak itu menggoncang kan sedikit kantung kecil tersebut dan terdengar suara khas dari coin. Pria botak tersebut juga membuka bagian atas kantung dan melihat isinya yang kemudian tersenyum dan menyimpannya.
"Mau aku potong atau tidak?" Ucap si botak.
Remaja tersebut mengangguk dan si botak langsung memulai keahlian skillnya dalam memotong ikan. Disitulah Yuri mendatangi toko ikan tersebut dan melihat lihat menu yang ada terpampang didepannya.
"Ahh nona muda, silahkan dilihat-lihat ikannya, segar-segar loh."
Yuri mengangguk dan mengeluarkan sekantung kecil berisikan 50 coin mieda di meja sang pria botak.
"Aku dengar disini ada informasi tentang Michelle atau Dewi Sylph, Roh penyembuh, Dewi Udara, dan Ratu Dewi peri. " Ucap Yuri.
Pria berkepala botak tersebut sudah siap membungkus ikan yang di potong dan memberikannya kepada seorang anak remaja yang sudah membayar, anak remaja tersebut langsung saja pergi.
Pria berkepala plontos tersebut kemudian mengalihkan pandangannya kearah Yuri, tertarik akan ucapannya.
"Ahh kamu adalah pendatang baru.. Dan tidak hanya itu, Sylph sempat memberikan kami obat bernama Oceansoul. " Balasnya.
"Oceansoul? " spontan Yuri mengatakan hal tersebut.
Pria berjanggut merah tebal dan berkepala plontos tersebut tertawa terbahak-bahak. Suara serak dan khas seperti viking, tak hanya itu saja perawakan dari pria dewasa ini terlihat kuat secara fisik.
"Ahh sungguh tidak sopan diriku kepada customer baruku,Namaku Ewald Fergie dan aku adalah seorang nelayan disini" Ucap Ewald.
"Namaku Yuri Heisenberg" Balasnya.
Mendengar ucapan Yuri, Ewald langsung merubah ekspresi nya.
"Jadi kamu adalah pahlawan yang ada di cerita para pujangga akhir-akhir ini " Balas pria tersebut.
__ADS_1
Orang yang ada disekeliling mereka yang tak sengaja mendengar percakapan Yuri dan Ewald kini berkumpul mengerumuni Yuri.
"Apa benar... Kamu adalah pahlawan yang bertarung bersama keturunan Merlin?"
"Woohh, ada apa gerangan sampai-sampai pahlawan Terra datang kemari..!!??"
Mendengar satu persatu ucapan dan pertanyaan mereka, Yuri mau tidak mau menjawabnya dan mengobrol dengan para warga di Meda. Sangat ramai suasananya hingga akhirnya para penjaga datang dan melihat apa yang terjadi sehingga ada keramaian.
Dan saat mereka tau bahwa Yuri lah yang menyebabkan hal tersebut. Setelah satu jam tiga puluh menitan berlalu, suasana kembali normal, tentu dibantu oleh para penjaga yang baik hati.
"Terimakasih atas bantuannya bapak penjaga" Ucap Yuri dengan nada yang tulus.
"Demi keamanan dan tentu saja kamu adalah idola kami dan penyemangat akan kisahmu dengan Almita bertarung bersama dewi melawan dewi jahat dan para iblis dan monster lainnya "
Dengan antusias penjaga tersebut melihat Yuri dengan senyuman lebar.
"Ahh iya benar.. Karena keramaian tadi, kamu dipanggil raja" Ucap penjaga tersebut.
Yuri mengangguk paham, Yuri merasa tidak enak juga jika harus menyelinap ke rumah orang, terkesan tidak beretika.
Para penjaga tersebut pergi bersama Yuri menuju kedalam kastil yang indah dan sangat hidup, menyeimbangkan kehidupan tumbuhan dengan kehidupan kastil ini.
Sesampainya di ruangan raja, Yuri melihat raja sudah duduk di takhtanya beserta ratu dan para pangeran dan putri.
Yuri dengan sopan memberikan hormat kepada sang raja, sang raja tersenyum begitu juga Yuri melihat sang pangeran tersenyum dan sepertinya tertarik kepada perawakan Yuri.
"Aku sesungguhnya tidak sehebat itu yang mulia" ucap Balas Yuri.
"Sungguh mulia hati, meskipun dirimu sudah menyelamatkan kerajaan Mourne dari krisis negri mereka. "
Mendengar perkataan tersebut, membuat pipi Yuri merah karena malu.
"Ayah, berhenti menjahili nya." Ucap anaknya.
Sang raja tertawa dan sang ratu hanya bisa tersenyum manis.
"Ah benar, aku adalah Jailen Joseph Mieda, raja dari Meda dan kami menjadi kan dewi Sylph sebagai penuntun kami. " Ucap sang raja.
"Dan ini adalah istriku Noya Yara Mieda, putra pertamaku Harry Mieda , anak kedua ku Abel Reagan Mieda dan yang terakhir adalah Prisha Mieda."
Mendengar perkenalan sang raja, Yuri tidak bisa menyembunyikan rasa ketakjubannya hingga akhir nya Yuri berdeham dan mulai memperkenalkan dirinya.
"Hmm, Enforcer Of The Piece. Sepertinya akan menjadi agenda baru untuk melakukan perdagangan." Ucap sang raja.
Yuri mengangguk dan mengatakan.
__ADS_1
"Jika itu akan membuat ikatan pertemanan dalam hal bisnis, maka tidak akan ada salahnya"
Sekali lagi, raja memasang wajah ketertarikannya, didalam lubuk hatinya Yuri akan menjadi kandidat istri yang bagus untuk putra sulungnya, Harry.
"Kalau begitu, aku rasa sudah kelar pertemuannya. Harry, tolong antarkan Yuri ke kamar khusus untuk nya" Ucap raja.
"..! Ba-baik ayah"
Kaget dan terbata-bata, Harry dengan segera berdiri dari kursinya dan dengan segera membimbing Yuri, sosok kedua orang tersebut akhirnya hilang dari pandangan raja dan lainnya.
"Aku lihat dari ekspresi mu, kamu sudah menemukan kandidat yang tepat untuk putra kita" Ucap sang ratu.
Jailen mengangguk setuju.
"Benar sekali, Harry adalah anak yang kuat, bijaksana dan pemberani meskipun sifat pemalu nya terlalu besar" Balas Jailen.
"Ayah, apa Prisha akan mendapatkan kakak baru?" Ucap Prisha.
Sang raja tertawa melihat putrinya dan mengangguk.
"Anggap saja begitu.. Jika Harry tidak dapat, maka Abel yang akan dapat." Lanjut sang raja.
"Gadis itu juga meskipun muda, namun dia sepertinya sudah siap secara mental." Ucap sang ratu yang bernama Noya Yara.
Oh ya hampir saja lupa, Mieda adalah nama garis keturunan dari Meda. Menurut bahasa Terra, Mieda adalah seseorang yang berani namun tetap rendah hati seperti Garuda.
Sebenarnya juga adalah Meda adalah negera yang luas kedua setelah Sophia yang mana jika di posisi ketiga dipegang oleh Hanamura.
Balik di sudut pandang Yuri, Yuri dan Harry dengan cepat sudah mengobrol saat tengah di perjalanan. Bahkan sedikit curhat karena kehilangan seseorang yang ia cintai, yaitu Yuxuan.
Dengan perasaan simpatinya, Harry menepuk pelan bahu Yuri. Yuri pun berhenti berjalan setelah Harry berhenti berjalan juga.
"Dan sudah sampai...Ini kuncinya."
Harry menunjukkan pintu yang ada didekatnya dan memberikannya kepada Yuri, Yuri mengangguk dan mereka berdua pun berpisah.
"Akhirnya bisa istirahat dan menenangkan diri."
Yuri menghembuskan nafas lega setelah ia sudah masuk kedalam ruangannya, ruangan yang sangat-sangat bertemakan bangsawan namun masih menunjukkan sifat alami dari Meda, segar dan sejuk.
Untuk sebuah kamar, ini sangat besar bahkan ada satu pohon apel terpampang jelas diruangan ini.
"Ruangan ini lebih seperti rumah kecil." Batin Yuri.
...~To Be Continued ~...
__ADS_1