Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Sabotase dan Mimpi Buruk


__ADS_3

Saat saat yang dinantikan akhirnya telah tiba, Anna berpapasan dengan lawan lawannya.


hal ini dipilih secara acak dan akan melawan satu sama lain sebelum masuk ke babak male rumble.


Namun saat itulah sesuatu yang aneh terjadi, kabut hitam menyelimuti seluruh Sophia Kingdom termasuk Colloseum tempat Anna sekarang berada.


Seluruh orang yang berada didalam Colloseum berteriak dan panik. beberapa dari mereka terjun bebas dari kursi penonton ke dalam arena dan tewas seketika.


Para penyihir ahli telah menggunakan kemampuan mereka untuk mengusir atau menetralkan kabut hitam, namun sebagian dari mereka gagal dan panik,sebagian dari mereka tetap tenang dan mencoba mengerahkan kemampuan mereka.


"A-apa yang terjadi!"


ucap Turin yang kini nadanya terdengar panik.


"Tetap jadi cincin Turin, kita tidak tau ini apa"


ucap Anna dan perlahan lahan berjalan ke depan.


"Ai chan aku butuh bantuanmu"


ucap Anna lagi, kali ini kepada Ai chan yang diperintahkan langsung dari pikiran Anna.


"Mode Eagle Sharp Eye diaktifkan"


ucap Ai chan yang tiba tiba mengeluarkan sebuah data, membuat pandangan Anna berubah seketika, ini seperti Anna menjadi kamera cctv pada malam hari,namun yang ini lebih jelas, Anna dapat melihat sekeliling.


"Ai chan sejak kapan"


ucap Anna didalam pikiran nya untuk berkomunikasi kepada Ai chan.


"Tidak bisa menjelaskan untuk sekarang, tapi bisa dikatakan itu seperti Vision"


Ucap Ai chan membalas kata kata Anna.


Anna kemudian berhenti melangkah kan kakinya dan melihat beberapa mayat, diantaranya adalah Lily dan komplotannya.


Anna membelalakkan matanya ketika melihat anggota Zodiac memiliki luka fatal,luka yang cukup fatal hingga dapat menyebabkan kematian. setidaknya kemungkinan seperti itu yang dilihat Anna.


Anna berlari kedalam Colloseum dan saat didalam lorong menuju kursi penonton, Anna melihat Yuxuan terluka, tetapi tidak fatal dan masih hidup. Tak jauh dari Yuxuan yang merupakan teman Zodiac nya yang masih hidup, ada Wendy dan Irish.


"I-itu tadi apa...k-kenapa bisa begini"


ucap Irish dengan terbata bata yang diselimuti oleh rasa takut, beberapa luka cakar telah tergores ditubuhnya.


"ughh kaki ku, kakiku patah. aku tidak mau mati disini"


ucap Wendy yang meringis kesakitan dan secara perlahan mengeluarkan air mata.


Anna tidak tau apa yang terjadi, dipikirkan Anna masih hitam tidak tau apapun apa yang terjadi.


"Yuxuan"


ucap Anna yang langsung berlari dan berjongkok disamping Yuxuan yang tengah memegang lukanya.


"A-anna..."


ucap Yuxuan dengan nafas yang terengah engah. Tangan Yuxuan memegang pipi Anna yang sudah terisi air mata. Air mata yang dapat dipahami Yuxuan adalah rasa takut.


Yuxuan merogoh kantung bajunya yang lebar dan memberikan sebuah kalung kepada Anna.


kalung dengan simbol dari tetra tersebut dipasangkan langsung ke leher Anna.


Anna semakin gemetar melihat luka Yuxuan ternyata sangat parah,hampir setengah dari tubuhnya terbelah namun dia tetap bertahan.


"Anna,bawalah Irish. dia kakakku"


ucap Yuxuan, menarik nafas dengan berat.


"Aku sudah membuka portal untuk kalian ber-"


"Aku juga ikut!"


Sebelum Yuxuan melengkapi kalimat nya, Wendy berseru ingin ikut. Hal tersebut mendapat respon bagus dari Yuxuan karena Yuxuan mengangguk.


"baiklah, kalian bertiga."


Yuxuan kini tersenyum, mendekat kan wajahnya ke wajah Anna.


Anna hanya terdiam ketika bibir Anna dicium oleh Yuxuan. Anna jadi teringat kejadian saat dia hidup menjadi Yuri Heisenberg. ingat jika orang yang ia sayangi harus mati ditangan mafia, termasuk orang tuanya yang telah mati karena ledakan dan hanya yuri yang berhasil selamat dan bereinkarnasi menjadi Anna Broadway.


"..!! Yuxuan!!"


seru Anna ketika Yuxuan melepaskan kecupannya dan jatuh dipelukan Anna.


Anna merasakan detak jantung Yuxuan telah berhenti. dengan segera dan dengan perasaan berat hati, Anna melepaskan pelukan Yuxuan dan membaringkan Yuxuan.


"Semoga kamu tenang di alam sana"


ucap Anna dan menutup mata Yuxuan.


"Irish, Wendy. ayo kita berangkat"


ucap Anna dan kemudian berdiri, mengambil sebuah potion dan melemparkannya kepada Irish.


Irish yang melihat Anna dan sangat tanggap menangkap lemparan Anna.

__ADS_1


"ini apa"


Tanya Irish kepada Anna.


"Minumlah, itu akan menyembuhkan luka luka mu, luka cakar nya tidak terlalu besar"


jawab Anna dan kemudian perlahan mengangkat Wendy dan menggendong Wendy ke punggung Anna.


"ouchh sakit"


Wendy mengerang kesakitan ketika Anna memegang paha Wendy untuk mengencangkan posisi gendongan.


Irish tak lama kemudian dengan perlahan bangkit dari tempatnya dan menyentuh dinding yang ada di lorong tersebut.


"aku akan membalaskan dendamku adik"


ucap Irish dengan mengepalkan tangannya


~Kabooommmm~


suara ledakan pun terjadi dan Colloseum tempat Anna dan lainnya berada bergetar hebat. Sontak Anna dan yang lain terkejut dengan adanya suara tersebut.


"Aahh!! dindingnya mau runtuh!! cepat, cepat!!"


Seru Wendy dengan panik dan memukul pelan bahu Anna.


Irish dan Anna mengangguk dan kemudian berlari. Anna mengikuti Irish karena Anna tau Irish mengetahui dimana keberadaan portal teleportasi Yuxuan.


~ Kaboommmm ~


Ledakan sihir kemudian datang kembali, kali ini sangat dekat dengan mereka saat Anna dan yang lainnya sudah berada didalam ruang makan agung, tempatnya sangat besar.


"Terus berlari!!"


Seru Irish dan kemudian didepan jalan mereka terhalang oleh monster.


"Giant Slime..."


Ucap Anna dan kemudian dengan mengatur posisi gendonganny, Anna mengeluarkan energi sihir Api dan Tanah yang digabungkan lalu energi tersebut mengecil.


~ Suara jentikan jari tangan ~


setelah menjentikkan jarinya energi sihir kecil yang berada di telapak tangan kanan Anna menghilang dan memunculkan sebuah serangan beruntun kearah Giant slime tersebut.


Giant slime tersebut menjerit sebelum akhirnya meleleh menjadi cairan korosi, membuat area sekelilingnya berlubang dan terlihat sangat panas.


"Freeze!!"


seru Irish dan kemudian melesatkan sihir es yang sangat dingin dari tangannya dan menyelimuti setiap cairan yang ada di tempat mereka berada hingga akhirnya benar benar dingin dan jauh dari zat korosi.


ucap Anna dengan pelan, terlukis senyuman di bibir Anna.


Mereka bertiga pun lanjut lari menuju ke arah pintu belakang, dimana merupakan salah satu pintu keluar menuju alun alun.


Saat sudah keluar dari pintu, Langkah kaki Anna, Wendy dan Irish pun terhenti. didepan mereka banyak sekali Ghoul yang datang perlahan di hadapan mereka.


"nghh!!"


Wendy menggertakkan giginya, keringat bercucuran tak ada hentinya ketika mereka sudah terperangkap.


Goblin, Ghoul dan Orc mengelilingi mereka bertiga.


"ini aneh, perasaanku ghoul tidak memandang ras dan mereka akan memakan apapun seperti kanibal"


ucap Irish yang kini telah mempersiapkan diri untuk memberikan beberapa serangan.


"Mungkin aku bisa membantu sedikit"


Ucap Wendy yang membuat Anna dan Irish penasaran.


"Ah benar kamu adalah murid dari Lu woh"


ucap Irish sembari menghembuskan nafasnya dengan berat.


"Irish jaga jarak"


ucap Wendy kepada Irish yang kemudian mengangguk.


"Kak Anna, tolong arahkan posisi ku ke ghoul"


Pinta Wendy dan Anna pun mengangguk, menggeser posisi nya dengan segera.


dengan segera Wendy menarik nafas dalam dalam, seketika Magic Circle yang berelemen Angin muncul didepan mereka. Angin tersebut cukup kencang dan berhasil membuat musuh musuh nya terdiam.


"vortex of the wind dragon"


Ucap Wendy sambil mengeluarkan hembusan sihir anginnya melalui Magic Circle tersebut kearah Ghoul.


Suara angin yang sangat mengintimidasi dan sangat kuat, menjatuhkan para ghoul secara instant dan membuat jalan lebar untuk mereka kabur hingga akhirnya Wendy meredakan sihirnya dan dengan otomatis tak sadarkan diri karena kehabisan tenaga dan sihir.


"Bagus ini kesempatan kita!"


seru Irish dan kemudian menciptakan sihir es untuk membekukan para orc dan goblin yang hampir sedikit lagi mendekati Anna,Wendy dan Irish.


Anna yang masih menggendong Wendy dan Irish pun dengan segera masuk menerobos ke pintu gerbang depan alun alun.

__ADS_1


Mereka berdua serentak bersembunyi dibalik Patung besar ketika melihat pertarungan sengit. pertarungan antar 2 individu, Anna dan Irish hanya mengenali Lu woh dan tidak mengenal seseorang yang sangat misterius.


Sepertinya orang tersebut adalah seorang pria, pria yang memakai jubah serba hitam disertai dengan hoodie yang menutupi kepalanya.


Lu woh dan pria jubah hitam tersebut terlihat bertarung dengan sangat sengit.


"Sudah saya bilang,saya tidak ingin memberikan 2 harta berharga itu kepada mu!!"


Seru Lu woh yang kini mencakar pria jubah hitam dengan tenaga yang sangat besar dan sangat cepat. sangking cepatnya hingga kali ini pria jubah hitam tersebut terpaksa mundur kebelakang dan jubah hitamnya robek.


"Hehehe hahahaha, cuma segini saja?"


Pria tersebut tertawa lepas, nadanya seperti seorang psikopat namun sadis dengan lantang menantang sang naga Lu woh.


"Aku tidak mau karena kekuatanku, dunia yang kami jaga akan hancur hanya melawanmu dan armadamu"


ucap Lu Woh yang kini terlihat menggertakkan giginya.


dan sekali lagi mereka pun beradu cakar dan hantaman tinju mereka yang sangat diluar nalar. Angin berhembus sangat kencang setiap kali mereka beradu tinju atau cakar.


"sniff sniff...."


Lu woh mencium bau bau yang sangat aneh dan dengan segera mengetahui bahwa Anna, Irish dan Wendy berada di alun alun.


"Aku masih disini!!!"


ucap pria jubah hitam tersebut dan berhasil memukul telak Lu Woh dan membuat Lu woh terpental sangat jauh dan setiap mengenai tembok akan muncul energi ledakan sihir.


Tak lama setelah itu, pria berjubah tersebut diam sejenak. hal tersebut membuat Anna dan Irish tak menyadari keberadaan pria tersebut sudah berada di belakang mereka.


~ Crasshhh Bummmmm~


Dengan segera pria jubah hitam tersebut mengerahkan tinjunya dan melesatkan ke arah Anna dan Irish.


dengan reflek yang bagus Anna dan Irish berhasil menghindari serangan pria jubah hitam tersebut.


"Turin, berubah jadi bentuk asalmu dan bawalah Wendy"


ucap Anna kepada Turin yang dari tadi diam ketakutan.


"Ba-baik Anna"


Anna pun kemudian melepaskan cincinnya dan melemparkannya kesamping kanan, tak lama cincin tersebut berubah menjadi Cobbala, Makhluk dengan tubuh manusia tetapi kuping dan ekor nya adalah kuda.


Anna kemudian menyerahkan tubuh Wendy yang masih tak sadarkan diri ke punggung Turin. Anna menyadari tindakannya membuat Irish kaget akan kehadiran Cobbala yang jarang menampakkan dirinya.


"Turin pergi agak jauh dari sini, jaga Wendy sampai kami balik"


ucap Anna dan tersenyum kepada Turin.


Turin mengangguk dan mulai berlari kencang menjauh dari Anna.


" Anna!!! Awas!!" seru Irish


Anna sontak kaget melihat pria jubah tersebut menyergap ke arah Anna, sebelum Anna bisa bereaksi, Anna didorong oleh sesuatu dengan sangat keras dan menjatuhkan Wendy yang masih tak sadarkan diri. kemudian Anna dililit oleh ekor. ekor yang sangat licin dan sangat tidak asing adalah ekor ular.


"...!!!"


Anna mengerang kesakitan ketika dirinya dililit sangat keras.


Demikian juga dengan Irish yang bernasib sama dengan Anna.


"Hahaha, manusia sangat mudah untuk di bohongi"


ucap pria jubah hitam tersebut setelah tertawa sangat lepas.


Pria jubah tersebut akhirnya menampakkan dirinya setelah membuka jubah nya.


Pria yang tadinya berjubah kini Anna melihat sangat jelas. Berkulit sangat putih,berambut pirang, kuping agak lancip dan matanya berwarna merah dengan bola mata yang berbentuk seperti mata ular.


Pria tersebut pun mendekati Anna duluan merobek lengan baju Anna dan menampakkan logo Virgo yang terlihat sangat jelas.


"Kau tau, orang seperti mu akan membuatku kesusahan. Zodiak sangat meresahkan"


Ucap pria tersebut lalu memukul Anna tepat di wajah. Anna meringis kesakitan setelah terkena serangan dari Pria tersebut.


"bereskan mereka, aku akan melanjutkan bisnis ku ke Lu Woh"


ucap Pria tersebut lalu badannya kemudian melebur menjadi asap hitam kecil dan menghilang dari hadapan Anna dan Irish.


Bersamaan dengan perginya Pria itu, Anna dan Irish merasakan bahwa energi sihir mereka diserap oleh ular ular ini dan semakin lama lilitannya semakin kuat yang membuat Anna susah bernafas dan mulai kehilangan keseimbangan.


"Hufftt.... hahhh...hahhh"


Anna terlihat sangat berat nafasnya sehingga semakin lama semakin tak beraturan.


Anna kemudian melihat Irish dengan penglihatan mata nya yang mulai buram, Irish tak sadarkan diri lalu Anna juga ikut tak sadarkan diri.


beberapa menit kemudian, kesadaran Anna melihat sebuah cahaya kecil yang semakin lama semakin bersinar, Anna menutup matanya agar tidak terbutakan oleh cahaya tersebut.


"Apakah aku akan kesurga?, apakah ini berakhir?"


Batin Anna dan hanya mematung, melindungi mata dari cahaya yang semakin lama semakin terang dan menutupi dunia tempat Anna berpijak. tempat yang tadinya gelap sekarang dipenuhi oleh cahaya.


(Sorry For Long Hiatus secara tiba tiba. Auth nya mulai persiapan diri untuk magang, for update maybe akan random lah ya biar jelas saja. Btw Minal Aidzin Wal Faidzin mohon maaf lahir batin, happy eid Mubarak 🙏👍🏻)

__ADS_1


__ADS_2