Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Memulai Kembali


__ADS_3

Rasanya seperti masuk kedalam loop time, itulah yang dirasakan Yuri ketika ia sudah berada di waktu saat Yuri berhasil mengalahkan Catherine.


Para penonton bersorak gembira, namun Yuri merasa ada hal yang aneh. Gelang yang ia pakai tidak ada lagi.


Yuri kemudian berjalan ke luar dari arena dengan perasaan yang aneh, sesampai di lorong Yuri mendengar namanya sendiri dipanggil dan Yuri dipeluk erat oleh seorang gadis.


gadis yang Yuri sendiri kenal siapa dia.


"T-turin aku tidak bisa bernafas"


Ucap Yuri lalu dengan segera Turin melepaskan pelukannya.


"Yuri!! kamu tadi di arena sangat luar biasa!!"


Seru Turin dengan sikap Hyperaktifnya, lalu diam sejenak saat Turin melihat ekspresi wajah Yuri yang bengong dan terdiam.


"Yuri?? kamu tak apa?" kata Turin dengan cemas. "Tidak biasanya kamu begini, aku khawatir kamu sakit akibat melakukan kultivasi saat malam hari"


Yuri mendongak keatas lalu melihat kearah Turin.


"Turin apakah kamu mengenal Anna Broadway?" tanya Yuri kepada Turin. rasa penasaran yang memuncak dalam diri Yuri tak terbendung lagi.


Dengan senyuman yang terlukis di wajah Turin, Yuri jadi berfikir apakah dirinya akan di cap gila karena menanyakan hal yang seharusnya tidak ada.


Bukankah seorang Yuri sudah menghapus cerita dari perjalanan Anna Broadway? bukankah awal Yuri kesini dari tubuh Anna Broadway yang sudah mati digebug oleh Lily?.


Lalu semua hal itu di pecahkan oleh ucapan Turin yang membuat Yuri tak percaya.


"Kau lupa? setelah kau menyelamatkan aku, kamu juga menyelamatkan Anna Broadway dari kematian" kata Turin. lalu tak terduga ada langkah kaki yang datang berjalan menuju mereka berdua.


Dengan serentak Yuri dan Turin memfokuskan pandangan mereka kearah orang yang berjalan ke tempat mereka.


"Yuri, selamat atas kemenangan kamu melawan Catherine ya!!"


seru seorang gadis yang Yuri sangat kenal adalah Anna Broadway. Alangkah terkejutnya Yuri didalam hatinya, namun Yuri dapat membuat expresi nya menjadi senyum hangat dan memeluk Anna.


"Kita hanya tidak bertemu satu tahun karena fokus pada tujuan kita padahal"


ucap Anna yang tidak tau bahwa sebelum nya, Anna telah mati dan tubuhnya menjadi wadah reinkarnasi dari Yuri.


"Ah, bagaimana kalau kita makan siang dulu"


Kata Turin. Yuri mengangguk lalu melepaskan pelukannya, didalam hati Turin sudah berkali kali meminta maaf kepada Anna Broadway.


Yuri, Turin dan Anna menuju ke ruang makan dimana ruangan ini tidak ada yang tidak tersedia soal makanan.


Masing masing dari mereka bertiga mengambil makanan kesukaan mereka dan memutuskan untuk duduk bersama di kursi yang berwarna abu abu.

__ADS_1


Meskipun matahari sudah berada di puncak nya, Namun suhu ditempat mereka makan sangat adem ditemani oleh angin sepoi sepoi bertiup dari jendela yang megah nan indah.


"Ahh, Turin. kamu kan ras Cobbala, aku takut mereka akan menyadari keberadaan kamu dan memburumu" kata Anna yang kini membenahi posisi poni rambutnya yang berwarna pirang pasir.


"Mungkin setelah ini.. ah, Yuri apa kamu tidak nambah?" Kata Turin menawarkan makanan tambahan untuk Yuri.


"Tidak Turin, aku harus menjaga berat badanku agar tetap ideal"


Yuri menggeleng kepalanya dan meminta izin untuk pergi duluan ke dalam ruangan Yuri sendiri.


"Aku ikut kalau begitu" Kata Turin lalu mengubah dirinya menjadi cincin dan Yuri memasang cincin tersebut di jari manisnya.


sesaat sudah berada di dalam ruangan, Yuri tak sengaja terjatuh dan membuka mekanisme ruangan yang Yuri tidak tau sebelumnya.


"Sebaiknya kita periksa tempat ini, akan bahaya bagimu kalau ada orang jahat menguntit mu dari ruang rahasia ini" Tanggap Turin.


Yuri mengangguk lalu memasang mantra Cahaya untuk menerangi jalan mereka.


"Sungguh, ini sangat bau sekali" Kata Yuri saat udah berada di dalam ruangan tersebut. wangi bangkai langsung merambat masuk ke dalam lubang hidung Yuri.


Yuri menutup lubang hidungnya dengan jarinya.


~Crackk~


Yuri dan Turin kaget saat mendengar suara benda patah yang bergema di ruangan ini. langkah kaki Yuri pun terhenti.


"Saranku kamu gunakan sihir api" Saran Turin kepada Yuri.


lalu Yuri meredakan sihir cahaya miliknya lalu mengganti nya dengan kobaran api yang muncul ditangannya.


~wushhh~


Dengan gabungan sihir angin, Yuri menempelkan tangannya yang berbalut api ke dinding, membuat ruangan ini terbakar untuk sementara agar Yuri mendapatkan penerangan walau sementara.


"..!! Giant Slime?!!" Ucap Yuri dengan ras terkejut saat Giant Slime melewati mereka.


Sebelum dunia di reset oleh Versalite, makhluk ini adalah salah satu makhluk yang menyerang pada saat itu.


"Pasti ada sesuatu yang menjadi halte dari monster monster ini" ucap Yuri.


Yuri kemudian berlari kencang ke arah belakang Giant Slime.


"Javelin : Throw!!"


"Fire,Soil,Water,Wind.. Engange!!"


Yuri dengan segera memberikan 4 tusukan tombak dengan elemen yang berbeda kepada Giant Slime tersebut.

__ADS_1


~Groaaarr~


Giant slime tersebut meraung kesakitan saat terkena serangan tombak Yuri yang berukuran lumayan besar.


Tak lama setelah itu Yuri mengumpulkan Energy Magic yang berisikan 4 elemen tersebut dalam kedua telapak tangannya.


"True Strike!!"


Yuri berhenti berlari lalu berseru beriringan dengan kedua tangannya yang di luruskan kearah Giant Slime.


1 Magic Circle, 2 Magic Circle datang saat serangan Yuri melesat kearah Giant slime yang membuat serangan Yuri semakin besar seukuran Giant Slime tersebut.


~Bummm, Crackkk~


Serangan Yuri berhasil mengenai Giant Slime tersebut dan membuat Giant Slime tersebut hancur terpecah menjadi cairan hijau yang sangat panas.


"Elemental Phalanx!"


Saat cairan panas tersebut muncrat kearah Yuri, Yuri sudah mengeluarkan mantra sihir pertahanan untuk melindungi Yuri dari cairan tersebut.


Ada yang aneh didalam diri Yuri, sekali lagi Yuri merasakannya, sekan-akan dirinya sudah tidak lagi berada didunia yang sedikit memakai unsur yang sering Yuri temui di game Mmorpg yang pernah ia mainkan.


"Tapi bukan itu yang harusnya di pikiranmu"


Pikir Yuri. lagi dan lagi Yuri mengulangi kata itu di pikirannya hingga akhirnya Yuri tenang.


Dan dengan segera Yuri melanjutkan langkahnya, Turin masih terdiam dan Yuri menyadari hal itu. Yuri pasti sudah membuat Turin terbebani oleh Yuri yang terlalu realistis.


"Fiuh ini pekerjaan yang sangat berat, tapi kita berhasil memanggil portal terkutuk ini"


"HAHAHA, The Great Demon Amanda akan senang kepada kita."


Yuri mendengar dua suara pria menggema di ruangan ini dan langsung memasang posisi siaga sembari mengikuti arah suara tersebut dari arah lain.


"Pastinya, aku berharap The Great Demon Amanda mau kuajak bermalam setelah ini"


"Ah kamu berlebihan. paling paling nanti dikasih duid yang banyak, kita bisa jadi orang terkaya dan para gadis bakal nempel sama kita"


Suara tersebut semakin terdengar sangat keras menandakan semakin dekat. dan akhirnya Yuri mendapatkan dirinya sedang mengintip ditempat yang paling aman.


Yuri melihat 2 pria berambut coklat dan berjanggut, salah satu pria tersebut memiliki telinga yang lancip. raut wajah mereka berdua terlihat seperti seorang penggoda di kedai bar.


"Untuk saat ini kita mundur saja ya, akan terlalu beresiko jika kita meneruskan" Ujar Turin dengan suara pelan agar tidak berisik.


Yuri mengangguk setuju dan mulai merangkak mundur dengan perlahan agar dapat berlari dengan mudah tanpa ketahuan.


~Crackkk~

__ADS_1


Suara patah yang menggema di ruangan ini mengagetkan 2 pria tersebut. tanpa basa basi dengan perasaan takut ketahuan, Yuri berlari sambil meminum ramuan tidak terlihat yang dibawa oleh Yuri Sendiri, Yuri selalu sedia membawa potion darurat jika dirinya dalam bahaya atau bertemu dengan posisi yang seperti ini.


Saat meminum dan tepat waktu efeknya bekerja saat 2 pria tersebut sudah melihat ketempat awal Yuri mengintip. kedua pria tersebut memandang satu sama lain dengan perasaan bingung dan merasa bahwa itu semua hanya perasaan mereka berdua saja.


__ADS_2