Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Berhasil Mengusir Chaos Bringer dan Belial


__ADS_3

"Heaaaaahh!!! "


Yuri menggeram saat mengayunkan pedang yang ia pegang sekarang, setiap tebasan memiliki energi sihir yang luar biasa. Yuri tidak menyangka kehidupan penyihir baginya sekarang itu seperti saat ini, Yuri mengira kehidupan nya bakal mirip Harry Potter, Film Favorit nya saat masih hidup di bumi dimasa depan.


Persaingan akan pertempuran yang amat sengit antara Yuri dan Turin melawan Belial dan Chaos Bringer.


"Heheheheh!!! "


Belial hanya bisa menangkis, menghindar dan menepis serangan Yuri. Dengan tertawa kecil, Belial mengeluarkan sihir nya, berbentuk tangan ada banyak tangan. Tangan tersebut menahan kaki Yuri dan mencengkeram nya dengan kuat.


"Aghh!! "


Merasa kesakitan Yuri sedikit menjerit kemudian Yuri menghunus pedangnya ketanah dan pedang tersebut bercahaya terang. Membuat tangan-tangan tersebut sirna dari pandangan Yuri.


"Dasar Licik" Ucap Yuri dengan kesal.


"Haha, tidak ada aturan untuk tidak boleh bermain kotor" Balas Belial.


"Yuri, aku merasakan suhu tubuhmu sudah mulai melemah, kamu kelelahan. Biarkan aku yang menggantikan mu"


Kata Glory Bringer yang hanya bisa didengar oleh Yuri saja.


"Tidak... Aku harus berjuang, aku tidak bisa membiarkan..."


Ucapan Yuri terbata-bata ,lalu kata-katanya terhenti ketika pandangan Yuri mulai pudar. Sudah berapa lama dia bertarung, 2 jam? 3 jam? Yuri penasaran.


Yuri kini menggelengkan kepalanya dengan keras berkali-kali, Yuri berhasil mendapat kan kesadaran nya dan kini mulai melakukan kuda-kuda untuk menyerang.


"Tetapi aku beruntung membawa ini" Gumam Yuri.


Yuri mengambil sebuah roti dibalik pakaiannya lalu memakannya, aroma nya masih terasa fresh. Yuri sengaja membawa makanan darurat seperti itu untuk mengatasi hal-hal yang Yuri alami sekarang.


"Oy kau masih didalam peperangan malah menyempatkan diri untuk makan!" Kata Belial.


Tak terima dengan kelakuan Yuri, Belial merasa Yuri hanya bermain-main dengannya saja.


"Terror Ascend! "


Empat energi hitam besar berbentuk bola muncul disekitar Yuri, energi hitam tersebut tak lama menyembur dengan bentuk ular, masing-masing ular mencoba menggigit Yuri.


~Swisshhh, Zrakkk!!!~


~Sssssshaaaaaa~


Yuri berhasil menebas setiap energi hitam berbentuk ular yang melesat kerahnya. Setelah terpotong energi hitam yang berbentuk ular tersebut menggeliat hingga akhirnya menghilang.


Disisi Anna dan Yuxuan. Mereka berhasil untuk menjumpai Sara. Sara seperti nya sudah selesai untuk mengobati Wendy, benar-benar kekuatan sihir medis luar biasa, Wendy yang sudah lama sadar kini mencoba untuk berdiri.


"Ini.. bagaimana bisa" Kata Wendy.


Wendy tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa kagum dengan kemampuan Sarah. Secara energi sihir, Wendy memang belum pulih sepenuhnya.


Tak lama ketika Yuxuan dan Anna memutuskan untuk mencari Asterion, Asterion muncul didepan mereka dengan luka hebat di sekujur tubuhnya. Dengan sigap Sara langsung berlari kearah Asterion dan memberikan pertolongan pertama.


~Duaaaarrrrr~


Dari kejauhan, tepatnya arah tempat Yuri bertempur terdengar ledakan yang sangat besar. Meskipun mereka sangat jauh dengan Yuri sekarang, angin disekitar mereka sangat kencang hembusannya.


"...!! Apakah yang bertarung itu Six Dragon?! "


Mencoba untuk berlari, Wendy malah terjatuh. Yuxuan dengan segera menolong Wendy agar berdiri lalu merangkulnya.


"Bukan.. Itu adalah Yuri" Balas Anna.


Dari sekian dari mereka, dalam bidang merasakan Mana Yuri, cuma Anna yang dapat merasakannya. Mana Yuri yang tiba-tiba unlimited, ini tentu tidak baik bagi Yuri.


Cahaya hangat itu, masih terasa di benak Anna.


"Yuxuan, maafkan aku... tapi Irish-- "


Wendy kini memasang wajah murung, wajah yang Yuxuan tidak sangka dan terima. Wendy menunjukkan arah dimana Irish tergeletak, dengan segera Yuxuan pergi menuju kearah Irish.


"Wendy.... apa yang kamu tau lagi dalam 6 hari ini?" Ucap Anna


"Enam hari kalian melakukan sabotase didalam ruangan bawah tanah, banyak hal terjadi--"

__ADS_1


" Tidak ada lagi akademi yang tersisa, profesor mengorbankan diri mereka"


"Bangunan masing-masing akademi hancur.."


"Semua berlalu, sangat cepat. The Great Demon Amanda sangat kuat"


Wendy kini mengusap air mata nya yang keluar saat dia menjelaskan apa yang terjadi selama enam hari.


"Yang pasti anggota zodiak yang tersisa. Aku,Asterion,Anna,Sara dan Yuri"


Ucap Yuxuan yang kini dengan ekspresi sedih, dia sudah kehilangan kakak perempuan nya.


"Maafkan aku, andai saja ak-"


"Sshhhh"


Yuxuan menempelkan jari telunjuknya ke bibir Wendy dan Wendy mengangguk.


"Bukan salahmu, kakakku selalu saja ceroboh dan tidak mementingkan nyawanya sendiri" Lanjut Yuxuan.


Yuxuan mengepalkan tangannya yang satu lagi, didalam hati Yuxuan akan membalas apa yang diperbuat oleh para iblis-iblis jahat tersebut.


Yuxuan kemudian memeluk Wendy untuk menenangkan nya, Wendy yang tidak tahan kini mengeluarkan air matanya. Rasa takut dan rasa kehilangan kini berkumpul.


"Bagaimana setelah semua ini berlalu, kita membentuk sebuah Guild" Usul Anna.


"Guild?!"


Yuxuan tampak terkejut dengan keputusan Anna.


"Benar, Guild. Didalam guild kita akan membentuk tim Zodiac kembali! , setelah itu-"


"Setelah itu kita bisa melakukan komisi sebagai pekerjaan kita biar dapat duid"


Anna kini yang mendapat ide aneh tersebut membuat dirinya harus digetuk oleh Yuxuan yang sudah melepaskan pelukannya ke Wendy.


"Ouchh!! Heyy!!"


Tak terima dan mengelus kepalanya yang sakit digetuk oleh Yuxuan. Anna kini memasang wajah cemberut.


"Salah sendiri karena idenya kamu sangat aneh" Celetuk Yuxuan.


Wendy tersenyum manis dan sedikit terhibur dengan kelakuan Yuxuan dan Anna.


"Hoi, Yuxuan. Dimana Yuri"


Saat Yuxuan,Anna dan Wendy sedang bergurau. Asterion datang memecah suasana,Asterion kini masih di rangkul oleh Sara.


Yuxuan hanya terdiam, namun Asterion tau dimana Yuri berada ditambah suara ledakan muncul lagi, suara ledakan yang hampir terasa dekat padahal sangat jauh dari mereka.


"Kurang ajar.. Kenapa kamu membiarkan Yuri bertarung dengan kedua makhluk terkuat setara Amanda ! "


Emosi, Asterion kini dengan sigap melepaskan rangkulan Sara dan kini berjalan kearah Yuxuan dan mencengkeram erat kerah pakaiannya.


"Itu...Yuri memaksa kami untuk tidak membantu nya dan pergi membantu yang lain" Sahut Anna.


"Bagus.. Yuri akan mati, sudah terjamin. Bahkan dia bersama teman barunya ras Cobbala itu"


Asterion kini melepaskan cengkeraman nya dengan kasar lalu, sedikit menjauh dari mereka sambil mengucapkan kata umpatan.


Kembali kesisi Yuri dan Turin. Mereka berdua dengan sekuat tenaga berhasil menahan Belial dan Chaos Bringer. Yuri dan Turin kelihatan kelelahan, namun tidak menutup kemungkinan Belial dan Chaos Bringer juga merasakan hal yang sama.


Lingkungan bertarung disekitar mereka sudah hancur parah.


"Hahhh..Haahhh..Hahhh , kheheh, kalian lawan yang sangat menyenangkan"


Belial kini mundur beberapa langkah, begitu juga Chaos Bringer. Saling bertatapan, Belial dan Chaos Bringer pun menghilang dari pandangan mereka.


Tidak ada aura sihir kegelapan yang amat besar lagi disekitar Yuri dan Turin. Yuri kini menancapkan pedangnya ketanah lalu berlutut. Walaupun Yuri tidak bisa melenyapkan Chaos Bringer dan Belial atau menyegel mereka, namun setidaknya Yuri berhasil mengusir mereka berdua.


Yuri sudah menghabiskan tenaganya berkat Mana Yuri yang tiba-tiba tidak ada habis-habisnya.


"Sudah berakhir?"


Suara yang tadi muncul di benak Yuri kini akhirnya muncul didepan Yuri. Pria dengan berpenampilan jubah putih, rambut pirang pasir dan matanya berwarna biru muda.

__ADS_1


"Maafkan kelancanganku memakai tubuh mu untuk bersembunyi. Namaku Haax, Aku adalah seorang Glory Bringer"


Haax kini memegang otot tangan Yuri dan mencoba membuat Yuri berdiri.


"Tidak apa-apa, terimakasih sudah membantu ku" Ucap Yuri.


Yuri memberikan pedang Durandal milik Haax dengan segera lalu Haax mengambil pedang tersebut dengan sopan.


"Akibat keberanian mu dan membantuku. Aku akan memberikan hadiah untukmu"


Dengan senyuman, Glory Bringer, Haax memanggil suatu benda. Awalnya bercahaya , lama kelamaan berbentuk menjadi sebuah tongkat.


Tongkat sihir, namun tongkat ini sangat aneh bentuknya. Haax langsung menyodorkan Tongkat tersebut kepada Yuri. Yuri mengambil tongkat tersebut, saat memegang tongkat tersebut, Yuri merasakan beberapa elemen merasuki tubuhnya.


Seperti nya begitu, elemen ini mencoba untuk menyatu dengn Yuri. Dengan segera Yuri mengangkat tongkat tersebut keatas.


"Cobalah untuk mengetik tongkat sihirmu satu kali" Kata Haax.


Yuri mengangguk dan melakukan apa yang diperintahkan Haax, tongkat Yuri setelah mengetukkan tongkatnya kebawah mulai seperti berganti/berubah menjadi bentuk tongkat yang kini agak lebih besar dari sebelumnya.


Tongkat ini kini hampir seperti tongkat namun juga bisa berubah menjadi kapak, karena memiliki unsur tajam disekitar ujung tongkat tersebut yang bentuknya mirip dengan kapak. energi yang dihasilkan lumayan besar dari sebelumnya.


"Bagus, sekarang ketuk dua kali ke tanah"


Lanjut Haax dan Yuri mengangguk. Yuri mengetuk tongkat nya dan kini berubah menjadi sabir besar, setara dengan sabit milik Belial yang lumayan besar dari ukuran tubuh Yuri.


"Bagus, kau juga bisa menahan berat tongkat nya" Kata Haax


Haax kini bertepuk tangan dengan gembira ketika mengetahui Yuri dapat mengoperasikan senjata tersebut.


"Kemampuan bertarungmu unik, setahuku di bumi tidak ada orang yang seperti dirimu" Lanjut Haax.


Turin yang dari tadi melihat dari kejauhan akhirnya bergabung dengan pembicaraan Yuri dan juga Haax.


"Oh hai, aku tebak kau pasti teman gadis ini"


Dengan lancar Haax menyapa Turin dengan senyuman, Turin membalasnya dengan mengangguk lalu melihat kearah senjata yang Yuri pegang.


"Aku tau apa yang kamu pikirkan" Ucap Haax.


Haax melihat wajah Turin yang mengerti senjata ini. Turin mengangguk dan kini menghadap kearah Haax.


"Aku tau senjata ini, dulunya dipakai oleh seorang penyihir berjiwa pemberani" Balas Turin.


Turin kemudian senjata yang dipegang Turin kini bercahaya hijau dan merah akhirnya hilang dari pandangan.


"Ahh, kau paham rupanya" Kata Haax.


Haax mengangguk, lalu melihat kearah senjata yang Yuri pegang.


Tanpa disadari oleh Yuri dan Turin, sebuah bola api melesat kearah Glory Bringer, dengan mudah Glory Bringer menangkap bola api tersebut lalu bola api tersebut lenyap dari pegangannya.


"Yurii!!!"


Yuri dan Turin mendengar beberapa suara yang mereka kenali, Yuri dan Turin pun berbalik untuk melihat kearah sumber suara, begitu juga Glory Bringer, Haax.


"Kau monster, pergilah dari Yuri!"


Ucap Yuxuan yang kini hampir mendekati mereka, Yuxuan terlihat sudah menyiapkan senjatanya, Yuri dengan segera menonaktifkan senjata barunya dan bergerak ke depan Haax untuk melindungi Haax dan menengahi suatu kemungkinan yang jika tidak Yuri tengahi akan menjadi kesalahpahaman.


"Tunggu!! dia bukan orang yang yang kalian lihat sebelumnya!"


Yuri berseru, membesarkan suaranya dengan keras. Yuxuan berhenti, begitu juga Asterion yang terlihat sudah mempersiapkan diri untuk mantra sihirnya.


"Aku tidak percaya, lihatlah jubah itu. Aku tahu sama persis" Cela Yuxuan.


"Kurasa beberapa orang tidak mengenalku ketimbang saudaraku sendiri" Kata Haax dengan tenang.


"Yuri, aku serahkan senjata itu padamu. Pergunakanlah dengan baik" Lanjut Haax.


Haax pun menghilang melebur menjadi cahaya hingga eksistensi dirinya didepan Yuri dan lainnya pun sirna.


Yuri menutup matanya lalu menghembuskan nafasnya dengan berat. Namun, Turin kini memegang bahu Yuri dan mencoba menenangkan Yuri.


Setelah kejadian itu. Yuri dan komplotan nya pergi ke sebuah gedung yang tidak terpakai, sangat tersembunyi juga dan bakal aman untuk dipakai beristirahat sebentar.

__ADS_1


Yuri menjelaskan apa yang terjadi, semuanya yang dia dan Turin alami. Turin juga membantu Yuri meyakinkan Yuxuan dan lainnya. Asterion yang mengetahui nya terlihat kesal dan dengan reflek pergi ke lantai dua, gedung yang mereka tempati saat ini juga.


Didalam hati Yuxuan saat Yuri mencoba melindungi Haax dan sangat dekat dengan Haax, Yuxuan merasakan perasaan janggal dihatinya. Perasaan yang sedikit aneh dan agak sakit, Yuxuan tidak tau itu perasaan apa. Namun Yuxuan tidak suka perasaan nya saat ini.


__ADS_2