
~Jdarrr!~
Itulah yang pertama kali didengar oleh Anna,Yuri,dan Turin. Pintu yang di buka oleh mereka kini tertutup sendiri dengan kuat, mengagetkan mereka bertiga.
"Ini... gudang cermin?" Kata Yuri.
Yuri melihat didepan matanya adalah sebuah ruangan yang dipenuhi oleh cermin, bahkan dinding nya saja dilapisi dengan kaca cermin.
Yuri membuka Ai chan pedia miliknya dan tertulis bahwa ruangan ini adalah peninggalan dari seorang bangsawan untuk menghukum seorang pembohong.
orang yang pintar bersilat lidah akan dimasukkan disini. Dikurung sampai setengah tahun. Entah mantra apa yang ada disini hingga ketika orang tersebut bebas dari penjara, tingkah nya menjadi aneh.
"Seperti otaknya dicuci oleh sesuatu" Gumam Yuri.
Yuri mengarahkan pandangannya kearah Anna dan Turin yang sudah ada disamping kiri dan kanannya. Mereka bertiga berada di labirin Cermin Seribu Bahasa.
Anna kemudian mengambil langkah pertama, ia melihat dirinya di cermin tersebut dan cermin tersebut menampakkan sosok dirinya yang lain. Anna terkejut sambil mundur beberapa langkah.
"Anna, kamu tidak apa-apa?" Tanya Yuri yang kini menghampiri Anna yang kini memegang kepalanya.
"Tidak apa-apa, hanya saja. Hanya saja aku melihat diriku yang luluh lantak" Balas Anna.
"Kalau begitu ini gawat. Kita tidak bisa lewat kalau tidak melihat. Jika kita melihat, tak sengaja kita melihat cermin kaca itu." Jelas Turin.
"Kamu adalah ras yang sangat payah, kamu dan rasmu adalah alat bagi manusia terra dan manusia yang ada di bumi"
"...!"
Turin mendengar dirinya dibisik oleh sesuatu, namun ia tidak bisa melihat. Turin menjatuhkan tombaknya dan menutup telinganya serta berjongkok.
Turin berjongkok seperti orang yang ketakutan.
"Berhenti..Kumohon itu tidak benar!" Kata Turin dengan teriak.
"Turin.. ugh kurasa inilah alasannya" Kata Yuri.
Yuri kemudian berjalan kearah Turin, mengambil botol minuman nya yang terbuat dari bahan yang aman dan tidak pecah lalu menggetuk kepala Turin dengan botol minuman tersebut.
Turin yang dipukul oleh Yuri pun terkejut lalu sadar kembali. Turin dengan perasaan bingung perlahan berdiri dengan wajah takut di wajahnya.
Setelah tenang, Turin dengan kesal mengambil tombak nya dan mulai menyerang tusukan pertama ke cermin tersebut. Namun sayangnya, Turin terpental dan untung saja ditangkap oleh Anna yang juga sudah menjernihkan pikiran nya.
"Tempat ini berbahaya, ayo kita segera bergegas" Ujar Anna.
Mereka bertiga mulai melangkah kan kaki mereka, lapisan demi lapisan dilalui. Dengan arah yang tidak pasti. namun, berkat sistem baru Ai chan yaitu Ai Positioning Magic System Guide (APOMASIG).
Namun, aneh nya mereka tidak sampai-sampai ketujuan, seperti terperangkap di dalam time loop. Mereka bertiga telah sampai lagi dan lagi ketempat yang sangat acak, lalu kembali lagi ke tempat mereka semula memulai langkah kaki mereka.
"Ini gila.. apa cermin-cermin ini tidak memperbolehkan kita semua lewat?" Gumam Yuri.
Yuri bertanya-tanya kepada dirinya sendiri, semua ini seperti tipuan dan ilusi. Tapi, mereka tertipu oleh Cermin Seribu Bahasa ini?.
"Tidak..Kita tidak boleh berada disini terlalu lama." Kata Yuri.
__ADS_1
Anna dan Turin melihat kearah Yuri lalu menepuk pundak Yuri.
"Ngh. Anna, Turin. Aku..."
Yuri kehilangan kata-kata, namun Anna tersenyum dan terlihat di wajahnya sebuah ide. Ide yang Yuri tidak suka, pastinya itu yang ada si pikiran Anna.
"Yuri, kamu dan Turin berdua tetap bersama. Aku akan mencar, jika kita bertemu di titik yan-"
"Tidak!!"
Sebelum Anna melengkapi kata-katanya, Yuri dengan spontan membentak Anna walau hanya dengan satu kata yaitu "Tidak".
Anna terdiam setelah Yuri secara spontan membentak nya, lalu Yuri memegang kepalanya.
"Maaf Anna. Atmosfir kali ini sangat tidak baik-baik saja" Kata Yuri.
Yuri menghembuskan nafasnya dengan berat lalu memeluk erat Anna lalu melepaskan pelukannya.
"Lalu kita harus bagaimana?" Tanya Turin.
Yuri tidak tau bagaimana, biasanya dalam situasi berat Yuri mengandalkan Ai Chan yang dulu. Tapi yang sekarang Yuri tidak cukup mampu untuk sampai ke tahap itu.
~Crackk~
Terdengar suara retakan saat Yuri tidak sengaja bersandar disalah satu cermin dan membuat Yuri kaget. tidak lama setelah itu Yuri mendengar suara bisikan ditelinganya.
"Kamu ingin tau, bagaimana cara untuk keluar dari sini?"
"Haha, kamu pasti tidak akan menyesal dan segera keluar dari sini. Tujuanmu mudah, akhiri hidup kedua temanmu itu"
Yuri menggeleng kepalanya dengan sangat keras dan memukul dahinya lagi dan lagi.
"Tidak, aku tau ini hanya tipuan. Aku tidak akan mendengar mu, camkan kata-kataku" Kata Yuri.
Waktu terasa seperti dipermainkan, Yuri melihat teman-temannya tidak bergerak atau emang Yuri sedang halusinasi. Dengan rasa kaget, Yuri memegang pipi Anna dan kemudian Turin.
"Permainan apakah ini yang kau lakukan Cermin Seribu Bahasa. Apa yang kau inginkan!!" Kata Yuri.
Yuri membesarkan volume suaranya, suara kaca retak terdengar diseluruh ruangan yang berisikan labirin ini. Lalu Yuri seperti terjatuh ketika kaca tersebut benar-benar pecah.
Yuri terombang-ambing di dalam kegelapan begitu juga perasaan Yuri yang kini sudah tidak enak.
"Uhuk!!"
Yuri pun kembali lagi kedalam ruang kaca tersebut dengan sangat kasar, dirinya terpental keras dan akibat rasa sakitnya air liur secara spontan keluar.
"ngh!"
Yuri kini melihat dirinya sudah sendirian, tidak ada Turin maupun Anna. Yuri mencoba mengontrol dirinya agar tidak takut dan memasang mantra pelindung selain Aries.
"Buat apa kamu berusaha namun akan berakhir sama. Itu akan menghabiskan waktu mu,semua yang kamu inginkan itu hanyalah angan biasa"
Bisikan yang muncul di kuping Yuri terus saja muncul lagi dan lagi. Yuri juga tidak sengaja menatap cermin yang ada tepat didepannya.
__ADS_1
"..!"
Dengan perasaan kaget, bayangan Yuri yang awalnya normal kini tersenyum dengan menakutkan. Bayangan tersebut memegang leher Yuri lalu mencengkeram nya dan menariknya kedalam cermin.
"Aku... Aku akan menjadi penyihir terhebat.. Aku tidak ingin berakhir disini!" Seru Yuri.
Yuri memaksa untuk berbicara walaupun lehernya sudah digenggam erat oleh bayangannya sendiri, atau mungkin bukan bayangannya.
"Flame" Gumam Yuri.
Yuri bergumam, merapalkan mantra saat bayangannya tersebut tertawa kecil tetapi terasa jahat kepada Yuri. Bayangan tersebut kaget ketika api menjalar dari tangannya yang berada di leher Yuri.
"Uhuk...Uhukk"
Yuri terbatuk-batuk disaat bayangan tersebut melepaskan cengkraman nya. Yuri menarik nafas dengan sesak dan masih terbatuk.
Yuri mengambil pisau kecilnya dengan sesegera mungkin, lalu berlari kearah bayangan nya sendiri lalu menikam nya. Meskipun Yuri terkena api nya sendiri namun Yuri memaksimalkan kecepatan nya agar tidak menyebar ke Yuri sendiri.
"Uwoooo.. kau akan menyesali setiap pilihan yang kamu lakukan!"
Dengan rasa kesakitan dan jeritan yang sangat memekikkan telinga dari bayangan tersebut. Akhir nya bayangan Yuri tersenyum termakan oleh api. Menyisakan Yuri seorang didalam kaca ini.
"Apa ini" Kata Yuri.
Yuri melihat sebuah ornamen aneh saat berhasil mengalahkan bayangannya sendiri. Dunia tempat Yuri berada pun menjadi gelap gulita.
Tak lama kemudian Yuri kembali ketempat yang seperti nya bukan dunia ilusi dari cermin. Turin dan Anna memeluk Yuri dengan erat, setidaknya dari rambut mereka.
Namun anehnya Anna dan Turin kali ini tidak berbicara sepatah katapun. Yuri menelan ludahnya dan berpura-pura seolah ia tak tahu, dengan segera Yuri melepaskan pelukan Anna dan Turin.
"...!! Menyingkirlah!!" Seru Yuri.
Yuri melihat wajah depan Turin dan Anna. Wajah? Yuri tidak melihatnya. Yang dilihat Yuri kali ini adalah makhluk yang mirip dengan Anna dan Turin yang tanpa wajah.
Dengan pisau yang masih ada ditangan Yuri, Yuri pun mendekati kedua makhluk tersebut dan mengayunkan pisaunya.
"Apa kamu berani melukai temanmu sendiri Yurii!!" Seru kata-kata yang kini masuk kedalam pikiran Yuri.
Membuat ayunannya gagal lalu memegang kepalanya yang sakit. Bagaimana jika mereka ini adalah Anna dan Turin. Bagaimana jika ia dihasut agar dapat membunuh makhluk ini yang ternyata adalah temannya sendiri.
"Sialan kau cermin pengecut!"
Yuri kini mulai bingung dan terlihat stress dengan apa yang ia lalui. Lalu ia kaget saat kedua pundaknya di pegang, Yuri melihat kearah yang memegang pundaknya tersebut lalu melihat penampilan orang tuanya namun tanpa wajah.
"..!! Flameee!!"
Yuri pun membakar replika yang sangat mirip tersebut lalu menebas dengan pisunya kearah Anna dan Turin yang tanpa wajah tersebut. Mau tidak mau Yuri harus menerima resikonya.
"Aaaaaahh"
saat Yuri berhasil menghabisi makhluk-makhluk tersebut, suara seorang wanita tertawa muncul setelah Yuri mendengar suara wanita yang sangat kesakitan.
Pada akhirnya, dunia Tempat Yuri berada sekarang mulai seperti terhisap kecuali Yuri Sendiri. Yuri kemudian mendongak keatas melihat sesosok makhluk seperti nya mulai menunjukkan dirinya.
__ADS_1
"Hehehehe,Hahahah"
Tawa suara wanita tersebut. Bulu tangan Yuri yang masih kecil tersebut berdiri, merinding namun Yuri harus bisa membela dirinya. Yuri harus mengakhiri nya bersama atau tanpa Anna dan Turin.