
Kumbara(Babi) ,Vajra(Anjing) ,Mekira(Ayam),Anthira(Monyet),Anila(Domba) ,Shandila(Kuda) ,Rindala(Ular) ,Haira(Naga) ,Makira(Kelinci),Cidala(Macan),Shotola(Lembu), dan Vikala(Tikus). Mereka semua hadir hari ini, mungkin karena mereka merasakan hawa kedatangan dari Monologia yang merupakan Versalite yang baru atau mereka tidak tau Monologia adalah Versalite.
Yuri hanya bisa menatap, tujuan mereka tidak tau pasti apa, namun saat ini mereka malah berbisik satu sama lain. Meskipun sebenarnya Yuri bisa mendengar percakapan mereka, tapi Yuri mencoba menutup pembicaraan penting yang menjadi inti apa yang akan mereka sampaikan.
"Yuri Heisenberg..." Ucap salah satu Heavy General berbalik badan, dia adalah Shotola. Entah kenapa di pikiran dan ingatan Yuri, namanya adalah Shotola dan seolah-olah ingatan yang pernah ada didalam Yuri menjadi samar-samar bahkan tidak tersisa sama sekali.
"Iya benar, namaku Yuri Heisenberg." Balas Yuri.
Vajra kemudian melangkahkan kakinya, ia dengan sedikit lembut mengambil pedang Yuri dan membakar nya dengan tangannya sendiri sampai hangus.
Awalnya Yuri ingin protes, namun Vajra berkonsentrasi dan memanggil sebuah pedang yang awalnya merupakan guntur yang turun tepat ditangannya.
Guntur tersebut dengan sekejap memunculkan pedang dan Vajra memegangnya erat yang kemudian menyerahkannya kepada Yuri.
"Yuri, aku tau ini adalah keputusan mendadak.. Tapi yang jelas ini ada urusannya dengan nyawa makhluk hidup, aku menggabungkan kemampuan pedang yang ada padamu dan senjata ku." Jelas Vajra.
Yuri menelan ludahnya, ia kemudian mengambil nya dengan sedikit ragu hingga akhirnya ia benar-benar memegang senjata tersebut. Guntur berwarna biru muncul di sekitar Yuri dan berkumpul tepat dibelakang Yuri, guntur tersebut berevolusi menjadi tengkorak yang tangannya mampu memeluk Yuri atau bahkan menutupi Yuri sangking besar dan panjang.
Disalah satu tangan tengkorak tersebut memegang sebuah senjata, mirip seperti punya Yuri tapi versi lebih besar dan terlihat kokoh. Hingga akhirnya tengkorak tersebut berevolusi lagi menjadi banteng dengan armor pada bagian tubuh dan tangannya.
Ini seperti bayangan,namun sangat hidup. Yuri sedikit mempraktikkan gerakan, ia juga dapat memberikan serangan ayunan kombinasi antara dirinya dengan bayangan miliknya.
"Aku sudah menduga kamu akan bisa menguasainya." Ucap Kumbara.
"Hehe, bersiaplah mencapai tahap transformasi Yuri, kamu akan menjadi sempurna.." Imbuh Vikala.
Kemudian, General Anila melemparkan sebuah Crystal keatas tepatnya saat diatas kepala Yuri, para General menggunakan aura kekuatan mereka kepada Crystal tersebut.
"Kamu memiliki keraguan, namun disitu kamu memiliki keberanian.. Sungguh aku menyukai kemampuan itu." -Kumbara.
"Rasa sakit, memanglah ada. Setiap makhluk hidup memiliki rasa sakit, apalagi kehilangan sesorang, kemampuan yang ada di dirimu itulah yang membuatku takjub." -Mekira.
"Berjiwa petualang, kamu punya.. Aku suka, ya cuma itu saja sih..Intinya kamu berani." -Anthira.
__ADS_1
"Kelembutan hatimu dari awal adalah kelebihanmu, ingatlah.. Ingatlah selalu dan jangan lupa, setiap kelembutan ada dosisnya, jangan biarkan kelembutan bulu membuat serigala terpesona ingin memburumu lebih keji kalau bisa kamu jadilah domba yang galak." -Anila.
"Cepat dan kuat, sepertinya aku tidak perlu jelasin ya. Aku sudah dengar cerita dari Cosmos jika petualangan mu bersama Athenia." -Shandila.
"Rindala adalah namaku, yaa.. Jadilah rimba yang licik, gesit dan licin." -Rindala.
"Hati yang kuat? boleh namun lemah sekali, ingatlah jangan lupakan fisik mu.. Jadilah sempurna, bakar semua yang ada, bunuh semua yang ada, jangan biarkan musuhmu bernafas." -Haira.
*Makira terlihat malu-malu namun ia masih menyalurkan aura kekuatannya ke Crystal.*
"Dengar perkataan mangsa-mangsa tadi? tanamkan itu didalam dirimu, maka keraguan dan keputusasaan akan sirna jika rasa itu masuk kedalam dirimu." -Cidala
"Kapan-kapan minum susu bareng lagi." -Shotola.
"Bergerak dalam kegelapan, jika dibutuhkan.. Tapi, Yang seperti mu sudah setara dengan Yintophia didalam diriku." -Vikala.
"Ini yang terakhir, semua kekuatan kita dan jati diri kita akan bersamamu, kamu adalah orang yang terpilih untuk menjadi pemimpin di dua jenis Zodiac, kamulah ratu zodiac, juga dewi baru yang akan memegang Terra dan menyelamatkan Terra dari kehancuran." -Vajra.
Charlotte hanya takjub melihat apa yang terjadi pada ibunya, ia hanya bisa melihat hingga tidak sadar bahwa serpihan dari masing-masing Heavy General juga masuk kedalam tubuhnya.
Setelah masuk semua, penampilan tubuh Yuri berubah dan penampilan juga berubah. Jika prima nya dia memiliki rambut pirang pasir, maka di wujud prima milik Yuri, rambutnya menjadi berkilau seperti emas. Pernak-pernik di pakaiannya muncul, pernak-pernik yang terlihat seperti detak jantung planet.
Tak hanya itu juga, mata milik Yuri berubah menjadi kuning keemasan. Bayangan Yuri, banteng juga memiliki perubahan warna dan armor yang makin tebal dan lebih mengintimidasi.
Yuri sendiri merasakan kekuatannya sangat tinggi dan sejujurnya, level spiritual nya sangat lemah jika menahan kekuatan besar seperti ini. Tapi ia juga merasa ringan, rasa ringan tersebut sedikit demi sedikit terasa didalam tubuhnya.
Dipikirannya, apa yang ia lihat sekejap. Berbentuk Crystal tapi para General memberikan kekuatan penuh mereka terhadap Crystal tersebut.
Saint Goddess, itulah yang Yuri rasakan saat Crystal sudah sepenuhnya masuk kedalam dirinya. Tulisan Saint Goddess sudah seperti penyimpanan otomatis didalam pikirannya, apakah dirinya sanggup menahan bahkan menyandang gelar itu Yuri tidak tau.
Hal terakhir adalah disekitar leher Yuri tercipta bulu lembut, bulu tersebut adalah bagian dari jugah yang tercipta, jubah nya berkilau seperti emas.
Setelah semua proses, Yuri membuka matanya dan ia melihat Thor, Ebisuhime, Utone bahkan dewa-dewi yang belum Yuri temui seperti Shiva,Osiris,Icarus dan Amaterasu juga hadir.
__ADS_1
"Kalian.." -Yuri.
"Kami akan membantu mu untuk menjatuhkan Monologia,aku sudah dengar dari Cosmos bahwa Monologia memiliki kembaran yaitu Streologia." Ucap Ebisuhime.
Yuri menganggukkan kepalanya, ia kemudian melirik Shiva, Osiris, Icarus dan Amaterasu dengan perlahan.
"Primal-God, jika kamu penasaran." Ucap Shiva.
Yuri sekali lagi menganggukkan kepalanya, ia melihat dan merasakan kemampuan baik Primal-God maupun dewa yang menjaga wilayah kekuasaan suatu benua ini memiliki kemampuan yang luar biasa.
Salah satunya Thor, ia pernah merasakan kehebatan yang ia rasakan.
"Hmm... "
Shiva yang awalnya melihat Yuri kini beralih kearah Charlotte, Shiva kemudian berjalan kearah nya dan dengan lembut memegang lengan Charlotte dan mengangkat sedikit keatas hanya untuk melihat sebuah tanda yang terukir di dekat area dengkul lengan yang ada pada Charlotte.
"Dalam satu hari tercipta dua dewi, Cosmos tidak memberitahu hal ini." Ucap Shiva dan ia melepaskan pegangannya dan berbalik menghadap ke dewa-dewi lainnya.
"Star Goddess dan Saint Goddess, perasaan tidak ada yang aneh dan pernah terjadi." Jawab Amaterasu.
Alisnya diangkat satu keatas, ia melihat Shiva seolah tidak setuju sama pendapat nya.
"Terlepas dari itu, mereka tetaplah dewi yang baru, kita tidak punya banyak waktu." Osiris yang selalu menutup matanya itu membuka mulutnya, mencegah setidaknya apapun yang terjadi.
"Yuri, Charlotte. Kalian berdua, pergilah ke reruntuhan Nevada, kemungkinan yang tersisa hidup hanyalah kita dan kita harus mengembalikan mereka."
Layaknya mempunyai rencana besar, Amaterasu memberikan perintah untuk Yuri dan Charlotte bergegas ke Nevada yang kini menjadi reruntuhan.
Dan dari ucapan Amaterasu, ini merupakan masalah besar bahkan adalah sebuah bencana raya. Monologia sepertinya tidak main-main soal dia ingin menjadikan semesta ini menjadi miliknya.
Jika Monologia berhasil mengambil batang tubuh Yggdrasil, maka Monologia bakan menjadi The Emperor dan tingkat kesulitannya akan sangat berbeda.
...-Bersambung-...
__ADS_1