Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Batu Gunting Kertas


__ADS_3

Yuri terus bertarung dan bertarung sambil melihat sebuah holo yang memperlihatkan bahwa Althenia telah dikalahkan. Yuri melihat darah yang terus mengalir pada tubuh Althenia.


~DORR! DUARR!~


Holo tersebut mati ketika Enyo menembak source holo tersebut dengan replika handgun yang ia buat melalui sihir angin Enyo.


Yuri kemudian mendengar suara jeritan dan amarah dari seorang wanita yang Yuri tidak kenal, namun sepertinya Enyo tidak akan membiarkan durasi istirahat Yuri lebih lama karena Enyo sudah melancarkan serangan nya dengan sihir berelemen Soil.


Yuri menghindar dengan lincah dari batu-batu besar yang tiba-tiba mencuat dari bawah satu persatu, saat sudah menghindari batu terakhir yang sangat besar, Yuri kemudian menebas batu-batu tersebut dengan kuat hingga terbelah menjadi dua.


"Ilmu yang bagus, aku akan mengambilnya darimu" Ucap Enyo.


Enyo kini sudah berada di belakang Yuri. Kaget, Yuri berbalik namun sayang Yuri terkena sihir ruang dan terpental, tubuh Yuri kemudian seperti terhenti secara tiba-tiba dan tertarik dengan keras dan sangat kaget ketika leher Yuri di cengkram dan kemudian melempar Yuri ke arah belakang Enyo.


Yuri dapat mengendalikan situasi tersebut kini mendarat dengan aman tanpa terjatuh. Yuri menarik nafasnya dengan terengah-engah sambil menatap Enyo yang kebingungan.


"Kenapa aku tidak bisa mengambilnya, kenapa aku tidak bisa mengambil kemampuan itu"


Frustasi, Enyo menatap Yuri dengan tatapan tajam dan kemudian tertawa.


"Permainan apa yang kau lakukan sekarang Yuri, kau sudah berani mempermainkan ku?"


Tanpa basa-basi, Enyo kini sudah berada disamping kiri Yuri dan sambil memegang senjatanya, yaitu The Vortex, sebuah tombak yang bahkan sanggup menelan banyak elemen.


Enyo kemudian menarik sedikit tangannya kebelakang untuk melakukan tusukan.


~SRINGG!!~


Dengan reflek yang kuat Yuri kini menjadi waspada dan berhasil menahan The Vortex , dengan cepat Yuri berhasil menepis senjata milik Enyo setelah menahannya.


~BANGG!!!~


Yuri kini berhasil menabok wajah Enyo dengan sangat kuat dengan Shield nya, kecil namun mempunyai daya tahan dan daya untuk melakukan serangan tabokan.


"Aaaaahh, sialan kau manusia"


Enyo terhuyung mundur, memegang mukanya yang kini langsung lebam karena pukulan kuat dari Yuri. Enyo merasakan hidungnya seperti mau patah.


Enyo mengumpat beberapa kata kasar lalu menarik tangannya yang masih memegang tombak, muka merahnya menjelaskan betapa marah Enyo sekarang.


Sebuah energi sangat besar muncul, Yuri terasa dirinya akan terseret oleh energi sihir tersebut. Mengingat dirinya kini melawan dewi jahat , Yuri berhati-hati dan dengan cepat melihat ke perlengkapan nya.


Benar saja dan tidak ada bedanya, perlengkapan Yuri masih ada disini, Yuri dengan segera mengambil botol mini dan meminum isinya setelah membuka penyumbat moncong botol tersebut.


Setelah meneguk sampai habis, Yuri melempar botol tersebut kearah Enyo, namun tak ada yang terjadi, botol tersebut langsung mejadi serpihan halus.

__ADS_1


Tubuh Yuri kini terasa berat namun bisa jadi ringan. Itu karena Yuri telah meminum potion Heavy Wings, sebuah potion khusus anti gravitasi dan juga bisa mengatur gravitasi pada dirinya sendiri untuk beberapa saat.


"Cuma segitu manusia?"


Ucap Enyo, lalu energi yang terkumpul kini ia lepaskan melalui tusukan dari The Vortex miliknya.


Di sisi Almita, keunggulan berpihak kepada Almita, tak peduli apapun zaman berganti, generasi Sylvia selalu unggul melawan Enyo.


Bedanya kini Enyo sudah semakin sulit untuk ditaklukkan.


Almita kini terlihat seperti Archangel. Sayap 4 putih, berzirah emas sampai zirah kaki dan sepatu zirah. Mata Almita juga berubah menjadi cahaya kuning emas, tanda simbol Crysta muncul di dahinya.


Enyo tidak melihat tanda-tanda bahwa Almita mencapai batasnya dan hal tersebut membuat Enyo jengkel. Enyo kini sudah berpenampilan berbeda, sayap enam hitam dengan masing-masing ujung sayap berbeda warna karena mengikuti beberapa element yang ada di tubuh Yuri.


Kepala Enyo juga sudah berubah separuh seperti demon dan yang satu adalah bentuk asli Enyo.


Enyo mengetahui bahwa dirinya akan di gebuk habis-habisan oleh Almita kini mencoba kabur dengan cara terbang ke atas, namun sayang tanpa bergerak sekalipun Almita dapat menjatuhkan Enyo.


"ughh!! darimana dia dapat sihir ruang"


Merasakan sakit saat terjatuh, kini Enyo berbalik badan dan dengan tepat waktu menahan tebasan Almita dengan tombak Enyo.


Akibat tenaga dewi dan dengan tenaga Almita yang setara dengan dewa dewi tersebut membuat tanah di dimensi Althenia kini semakin hancur dan rusak.


Lubang besar dan semua nya rata, penampakan gunung dengan kota-kota kini berubah menjadi lapangan padang pasir dengan pemandangan alam berwarna merah akibat energi dari Enyo.


Dengan amarah yang memuncak, Enyo sangat terdesak. Namun Enyo menyadari sesuatu lalu tersenyum licik.


"Kalau begitu, silahkan akhiri hidupku, maka kau akan mengakhiri hidup anak ini" Ucap Enyo.


Mendengar perkataan Enyo, Almita tersadar namun juga menunjukkan kelemahannya, dengan licik dan bermain kotor Enyo meludah ke wajah Almita dan menendang area fatal Almita yang membuat Almita terpental karena langkah Enyo selanjutnya adalah mengeluarkan energi ruangnya untuk mementalkan Almita setelah melakukan tindakan kotor tersebut.


"...!!! NGHHH... aaaaghh"


Setelah terpental, senjata Almita secara otomatis terjatuh, meringis dan Almita menjerit merasakan sakit.


"Hahaha, kau tidak bisa mengalahkan ku sekalipun kau kuat"


Ucap Enyo sambil berusaha berdiri, melihat Almita dengan tatapan rendah lalu mencoba mengambil pedang milik Almita.


~Bzzzt~


Saat tangan Enyo sudah berada di gagang pedang Enyo, sebuah energi kuat mementalkan tangan Enyo dan menyetrum dengan kekuatan yang sangat dahsyat.


"Nghh, kauu!!"

__ADS_1


Enyo merasakan tangannya mati rasa, rasanya seperti memegang sebuah hukuman dari dewa dewa lainnya. Enyo meringis dan menggertakkan giginya, melihat Almita yang kini mulai mencoba berdiri dengan susah payah.


"Nghh.. ahhh... kau, bermain kotor.. seperti pecundang Enyo" Ucap Almita.


Dengan tubuh gemetaran, mencoba memaksakan diri untuk mengambil pedangnya. Tubuh Almita kemudian bersinar cahaya emas, seluruh memar yang ada di tubuh Almita hilang, dan Almita tidak merasakan rasa sakit pada anggota tubuh nya.


"Heh~hahahaha, sekarang aku jadi yakin Sylvia tidak menikah dengan manusia biasa, tapi dewa"


"Titisan Dewa Ymir, saudara kembar dari Versalite"


Enyo kini tertawa semakin lama semakin kencang.


"Benar juga aku belum mengeluarkan kekuatan ku yang sebenarnya, Goddess of Destructio ada bukan tanpa alasan" Ucap Enyo.


"Heh, keluarkan juga jurus pamungkas mu, kekuatan dari Belial yang kau ambil" Balas Almita memprovokasi Enyo.


"Ahh ide bagus, mengingat Belial adalah Raja Demon dan pemimpin dari Fallen Angel"


~CRINGGGG, SREEKK~


Sebuah cahaya gelap melesat cepat dan kini datang seperti memotong Enyo, namun Enyo menghindari serangan tersebut dengan refleks yang sangat bagus.


Almita yang melihat hal tersebut kaget, bagaimana bisa ada seseorang atau makhluk yang bisa ketempat Althenia.


Almita membelalakkan matanya, yang ia liat adalah seorang Fallen Angel, terlihat seperti perempuan berambut merah dengan tatapan seperti umur 22 tahun.


Memiliki enam sayap, lalu memakai topeng sebelah, topeng yang Almita ingat dia adalah Fallen Angel Wrath and Vengeance,Felia, Fallen Angel yang tidak memihak kegelapan atau cahaya kebenaran, Felia adalah tipe mengikuti tuannya.


"Dan tuannya adalah Belial, pantas saja Felia mengamuk" Gumam Almita.


"Heh-hahahaha akhirnya , lawan yang menarik. dua kekuatan besar yang akan menjadi santapan"


Mendengar ucapan Enyo, Felia seperti tanpa bergerak menebas Enyo, namun gagal karena Enyo dapat menahan tiap tebasan.


"ENYO AKU DISINI UNTUK BALAS DENDAM!"


Bentak Felia.


...~To Be Continue~...


Catatan :


- Ymir adalah Dewa Kehidupan dan dapat dipanggil The Dusk God atau Twilight God. Dewa yang mengatur kehidupan bersama dengan saudara nya Versalite.


Rumor mengatakan Ymir adalah saudara tertua dari Versalite.

__ADS_1


-


__ADS_2