
...Pam Library...
...4 October...
Heavenly General arc, Phase 1.
Satu hari telah berlalu, tentu saja membawa oleh-oleh yang tidak biasa. Mahaprapta, guan adalah nama yang asing di telinga Yuri hingga saat ini masih kepikiran.
Tentu saja karena rasa penasaran nya itu Yuri pergi ke perpustakaan Pam, tempatnya tidak besar dan tidakalah kecil, bisa dikatakan ini adalah perpustakaan yang berada pada pertengahan permintaan standar.
Tempat ini berada di wilayah timur laut di wilayah kota Vermilion, tentu saja Yuri diperbolehkan untuk pergi karena ia sudah menyelesaikan pekerjaan nya sebagai Empress.
"Hmm..Heavenly General kalau tidak salah mereka mempunyai keahlian khusus dan unik tiap anggotanya. " Batin Yuri.
Ia terus mencari dan mencari sebuah buku tentang Heavenly General, hingga sangking fokusnya ia mencari, hingga ia tanpa sadar menabrak sesuatu... Bukan sesuatu, tapi seseorang.
Yuri kaget dan langsung reflek melihat apa dan siapa yang berada disampingnya.
Ia melihat seorang gadis kecil berambut abu-abu, bertelinga layaknya anjing dan juga memakai seperti....kimono?. Gadis kecil ini memiliki ekor juga seperti seekor anjing.
"Aduh kepalaku... Rasanya mau mati saja. " Ucap gadis itu.
Yuri langsung membantu gadis kecil ini berdiri sambil meminta maaf berkali-kali tanpa henti dan gadis itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa...Ini salahku sih harusnya aku tidak nabrak. " Balas gadis itu.
Gadis itu pun berdiri dan Ia kemudian duduk di salah satu kursi didekat mereka. Tersenyum ketika ia melihat pedang yang ada di pinggang Yuri, ia seperti mengingat sesuatu.
"Ternyata benar. " Lirihnya.
"Benar kenapa? " Balas Yuri.
Gadis itu menggelengkan kepalanya sekali lagi lalu mendongak keatas sekejap lalu ia kembali menolehkan pandangannya kearah Yuri.
"Ah ya kamu sudah bertemu Daiyu? " Tanya gadis ini.
Yuri tidak menanggapi perkataan dari gadis ini dan malah menatap tajam. Bagaimana ia mengetahui bahwa Yuri menemui Daiyu? ya walaupun cuma membeli niatnya.
"Santai dong liatnya, aku cuma anak kecil. " Imbuhnya.
Yuri akhirnya menghela nafas panjang dan ia mengangguk, menceritakan apa yang terjadi kemaren saat bersama Daiyu.
__ADS_1
"Daiyu adalah temanku, dia itu suka ngomong tanpa henti.. Tapi ia juga bisa diam tanpa seribu kata. " Ucap gadis ini.
"Ah ya, tidak sopan.. Namaku Vajra dan aku melihat kamu cocok sekali memegang Ryuusei no Ikari " Imbuh gadis ini.
Sorotan matanya tertuju pada pedang milik Yuri, bukan.. Bukan pedang, tapi katana dan rasanya aneh bagi Yuri karena kemaren yang ia lihat itu hanyalah longsword dengan kekuatan yang luar biasa.
"Aku bisa bayangin kamu tertipu yang awalnya hanya pedang biasa. " Ucap Vajra.
Yuri kaget dan ia langsung bertanya-tanya, hingga sebelum ia membuka mulutnya, Vajra sudah berdiri dan memegang gagang katana itu. Katana itupun bereaksi, angin disekitar Yuri dan Vajra meningkat drastis walaupun cuma sebentar saja.
"Temui aku di padang rumput.. " Ucap Vajra.
Setelah ia mengucapkan kata-kata itu, ia pun menghilang layaknya petir. Mirip seperti Charlotte, namun gadis ini memiliki aura petir biru dan juga merah.
Ryuusei no Ikari? bukannya Daiyu berkata bahwa pedang ini adalah pendekar merah apalah itu.
Seperti itulah yang ada si pikiran Yuri saat ini, bingung.
Ia kemudian bergegas melangkahkan kakinya dan menuju kearah yang disebutkan oleh Vajra.
...Utama Meadow...
...4 October...
Padang rumput ini sepi, ia melihat kekanan dan kekiri mengamati, menyisir area bahkan wilayah yang ada. Hingga akhirnya Yuri melihat sosok Vajra yang muncul diatas batuan besar yang tingginya udah seperti pohon saja.
"Persiapkan dirimu.. Karena, aku akan menguji kemampuan mu dengan pedang itu. " Ucap Vajra dengan suara kuat.
Yuri melihat Vajra sudah mengeluarkan senjatanya, senjata itu adalah katana juga dan senjata itu mirip dengan punya Yuri yang bila Vajra katakan adalah Ryuusei no Ikari.
Sosok Vajra kini hilang dan Yuri langsung memegang gagang katananya dan mengeluarkan katananya tepat disaat Vajra muncul dari samping kanan Yuri. Serangan yang cukup besar dan juga kuat, tetapi Yuri menahan serangan itu dengan Ryuusei no Ikari.
"Aku ingatkan...Pertama dalam pertarungan atau pertandingan.. Kau harus fokus. " Ucap Vajra.
Vajra dengan cepat sudah menunduk dan berjongkok, entah bagaimana ia bisa melakukan hal itu hingga ia melakukan tendangan sapuan yang membuat pijakan Yuri menjadi rapuh dan terjatuh.
Apa dia di uji atau ini beneran ujian? Yuri merasakan sakit saat dirinya menyentuh keras tanah yang di lapisi rumput ini, Yuri berdiri sambil meringis ke sakitan.
"Kedua, perhatikan sekeliling mu. " Ucap Vajra.
Vajra kemudian bergerak secepat kilat dan hanya dengan kedipan mata ia sudah berada di belakang Yuri, Yuri reflek menggunakan selendang libra untuk melindungi nya. Selendang yang tajam layaknya pedang.
Yuri langsung berbalik sambil melakukan ayunan kuat untuk melakukan tebasan. Namun gagal, tebasan itu malah mengenai batu-batuan raksasa yang ada di sekitar mereka dan batu itu langsung terpotong menjadi serpihan-serpihan.
__ADS_1
"Kekuatan seperti apa ini..!! " Serunya dalam hati.
Vajra berhasil melakukan tangkisan dengan mudahnya, mengarahkan serangan Yuri ke sebuah bebatuan besar. Itu sangatlah mustahil dan Yuri tidak percaya itu.
"Jangan memberikan kesempatan musuh untuk melakukan serangan. " Ucapnya.
Tiba-tiba saja gadis kecil ini muncul didepan Yuri dan melakukan sebuah uppercut dengan kasar dan tentu saja ia melakukan uppercut menggunakan gagang katana miliknya.
Yuri langsung terpental dan terjatuh kedalam kubangan air yang membasahi pakaian serta tubuh Yuri.
".... Nghh.. "
Yuri menarik nafas dalam-dalam, ia terlalu banyak berfikir. Mungkin inilah sebabnya ia selalu kalah dalam pertarungan, ia bahkan hanya mengandalkan kekuatan nya saja.
"Jadi kamu masih ingin Heavenly General melatihmu setelah semua ini?, reflek mu sangat payah. " Ucap Vajra.
Vajra menatap Yuri dengan dingin, perawakannya di perpustakaan sangat jauh sekali, saat berada di pertempuran ini Vajra seperti menjadi orang lain dan lebih disiplin.
"Aku ragu... Apakah kau adalah orang yang cocok menggunakan Ryuusei no Ikari. " Imbuhnya.
"Sudahlah Mahaprapta, jangan terlalu keras padanya. Dia masih banyak pertanyaan untukmu. "
Suara yang tak asing bagi Yuri, Ia segera berdiri dan melihat sosok Daiyu datang kepada mereka.
Ia memanggil Vajra dengan Mahaprapta, membuat jantung Yuri berdebar-debar, Mahaprapta adalah pemimpin dari Heavenly General sekaligus Zodiac dari negeri luar.
Vajra menghembuskan nafasnya panjang-panjang dan kelihatannya dia nurut oleh Daiyu.
"Ah kamu udah bertemu dengannya ya, dia ini Daiyu, mantan Heavenly General dari kuil Tikus.. Dan aku adalah Vajra, seorang Heavenly General dari kuil anjing. " Jelas Vajra.
"Dengan kata lain, Daiyu adalah senior bagi kami karena cuma dialah yang masih hidup. " Imbuh Vajra.
Daiyu sedikit malu-malu saat di puji oleh Vajra atau setidaknya Daiyu merasa ia di puji.
"Aih, bisa aja kamu Vajra. " Balas Daiyu.
Yuri hanya menatap mereka berdua, baru Yuri sadari dengan Ai gadget miliknya kekuatan yang luar biasa. Daiyu katanya adalah mantan Heavenly General Kuil Tikus tapi Daiyu masih memiliki energi yang cukup besar bahkan mengimbangi dirinya ketika memasuki mode Zodiac:Semi-prima.
Dan Vajra memiliki kekuatan yang jauh lebih besar dari Yuri, meskipun dari segi kekuatan Yuri menang sedikit.
Apa yang tertinggal? sepertinya banyak, banyak sekali. Ia harus belajar lagi, walaupun sekarang Yuri sudah babak belur karena dihajar oleh Vajra.
...~To be continued~...
__ADS_1