Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Akhir dari wabah


__ADS_3

"Hup!"


Yuri melompat dari satu batu ke batu yang lain, menghindari aliran air yang deras disungai yang jernih ini, air sungai di Mourne tidak lah terkenal, namun banyak khasiat yang terkandung didalamnya.


Meskipun begitu, Yuri tidak ingin berhenti untuk meminum nya karena situasi wabah yang menburuk. Yuri juga tidak ingin menunggu lebih lama karena sangat berbahaya jika ia terseret arus.


"Ah.. selesai, sekarang aku harus mencari arah"


Yuri memandang kesekeliling, tidak ada satupun makhluk hidup disini, sangat mencekam dan sangat mati. Apakah Mourne seperti ini atau ini karena wabah? Yuri tidak tau akan hal tersebut.


Yuri teringat akan sesuatu, tempat ini, meskipun terlihat horror, ia masih teringat saat ia masih kecil. Masih sangat kecil, bisa dikatakan 6 atau 7 tahun dan tersesat, Yuri begitu takut, meskipun begitu Yuri masih berani untuk berjalan mencari jalan keluar hingga akhirnya Yuri bertemu seseorang. Seorang lelaki berusia 26 tahun, bernama Ryan memegang kapak.


Yuri tidak tau bahwa Ryan adalah seorang penebang pohon dan untung saja Ryan adalah teman dekat dari ayah Yuri. Setelah mendengarkan kata Heisenberg, Ryan dengan sukarela mengantarkan Yuri kembali ke rumahnya.


~Snnnk, Brush, Snkk~


Ditengah rasa nostalgia nya Yuri dipecahkan oleh suara berisik dari semak-semak. Yuri dengan sigap memberikan posisi kuda-kuda dan memanggil salah satu tombak sihirnya.


"Siapapun itu, jika kamu orang jahat keluar dan serang aku, jika kau baik keluarlah aku tidak menyakiti mu" Ucap Yuri.


Yuri dengan perlahan mendekati semak-semak tersebut dan dikagetkan oleh kelinci yang keluar dari semak-semak dan melompat dengan cepat kembali ke sarang nya.


"Fiuh.. Aku kira sesuatu besar terjadi"


Yuri tertawa dalam hati dan tak lama dirinya melanjutkan perjalanan kearah barat, agak mengikuti arus air sungai ini.


...~Grrooarr~...


Di kejauhan, Yuri mendengar suara beruang yang menggema, Yuri terkesiap dengan hal itu dan melihat kesekeliling dengan seksama, tak lupa juga Yuri sekarang memiliki indra pendengaran yang lumayan oke untuk mendengarkan dari jarak jauh.


"Langkah kaki.. semakin dekat... Dan..."


Yuri dengan sekuat tenaga menghunuskan tombaknya kedepan dan langsung saja Yuri berhasil menusuk beruang yang mencoba untuk menyerangnya.


Setelah menancapkan tombak nya Yuri melompat kearah kiri, tombak yang Yuri tancapkan juga hilang, Yuri tidak ingin membunuh hewan jika Yuri tidak perlu untuk kebutuhan pangan.


Jadi Yuri membiarkan beruang tersebut meraung kesakitan dan memilih kabur menjauh dari beruang itu.


~Suara gledek~


Suara gledek telah datang dan Yuri merasakan hal yang tidak enak, Yuri melihat jam melalui Ai-chan sudah menunjukkan pukul 6 sore.


"Sebaiknya aku berteduh di suatu tempat yang sekiranya aman" Ucap Yuri.


Hujan mulai menunjukkan jati dirinya, satu persatu air telah keluar. Kejadian tak biasa bagi Yuri kali ini telah Yuri lalui sendirian. Yuri juga menemukan sebuah gua kecil tak lama setelah itu, Yuri memegang dinding gua ini dan menggabungkan sihir tanah dan api dan menjalar kedalam gua yang kecil ini.


Ia menggunakan teknik ini untuk mengecek apakah didalam gua ini sebenarnya adalah markas beruang atau pun buaya. Jelas Yuri tidak ingin dirinya dimakan hidup-hidup.


"Bagus, tidak ada sesuatu" ucap Yuri.

__ADS_1


Yuri juga menciptakan sebuah wadah untuk dirinya tidur dengan sihir tanahnya dan sebuah meja batu dan kursi batu untuk dirinya menulis sesuatu.


"Baiklah, sekarang aku akan mencari beberapa daun pisang untuk sebagai alas tidur"


Yuri pergi keluar dari goa kecil itu hanya untuk mencari daun pisang atau sejenisnya untuk digunakan tidur. Tak lama Yuri menemukan pohon pisang yang agak jauh dari goa kecil.


Yuri dengan segera memotong daun tersebut dan juga membawa beberapa pisang sebagai bonus untuk dimakan.


Yuri sudah sampai di goa dan melebarkan daun tersebut dan menaruhnya dengan rapih masuk ke wadah tempat untuk tidur. Yuri membuka tas pinggang nya yang agak berat lalu mengeluarkan suatu benda yang awalnya terlihat sangat kecil.


Yuri membuka lipatan benda itu dan terlihat lah benda itu membentuk sebuah sleeping bag. Terlihat seperti sihir jika dilipat dan bahkan muat didalam tas yang ga terlalu besar ini.


Yuri meletakkan sleeping bag miliknya kewadah yang sudah dilapisi daun pisang. Yuru juga membuka lapisan pisang setelah mengambil salah satu dari pisang yang ia bawa, menetralisir segala yang ada dengan ilmu Alchemist nya yang masih amatir.


Setelah itu karena hari semakin gelap, Yuri memutuskan untuk membuat api unggun yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Cukup untuk menghangatkan dirinya.


Kebetulan didekat Yuri terdapat ranting pohon yang banyak berserak akibat sudah tidak tahan oleh induknya, hehe setidaknya begitu.


Yuri dengan segera pergi memungut ranting tersebut, lumayan baginya karena tidak harus jauh-jauh untuk memungut bahkan tidak perlu untuk menebang satu pohon.


*****


Setelah membuat api unggun untuk menghangatkan diri, Yuri memasang kayu sisa yang terlihat sangat kokoh untuk dijadikan tripod di api unggun tersebut.


Mungkin begitu mungkin tidak, yang dipikiran Yuri saat ini adalah bagaimana untuk menyambung hidup sebelum mengakhiri semua ini.


Dalam hal makanan untuk situasi seperti ini, Yuri memilih makanan kaleng daripada berburu di hutan, atau berburu beruang tadi untuk dimakan dagingnya dan mengambil bulunya untuk membuat mantel khusus.


Setelah makan, Yuri melepaskan ikat pinggang yang berisikan tas-tas kecil, tas sedang khusus untuk bertahan hidup.


"Hoamm... Ah, aku hampir lupa" Ucap Yuri.


Yuri menepuk dahinya dan Yuri memulai melakukan mantra perlindungan agar hewan kecil berupa serangga maupun hewan buas besar lainnya.


Setelah melakukan hal itu, Yuri bergerak kearah sleeping bag nya dan tidur dengan sangat nyenyak.


****


Pagi telah tiba, atau setidaknya masih jam empat pagi dan Yuri sudah terbangun dari tidurnya, Yuri dengan segera bergerak keluar dari sleeping bag nya dan membereskan barang-barang nya dan melengkapi alat-alat nya.


Setelah semua sudah beres, Yuri mematikan api unggun yang ia buat. Yuri pun memulai kembali perjalanan nya, Yuri yakin, Mourne adalah tempat yang lumayan kecil, pasti ada sesuatu yang aneh bakal terjadi.


Dan yang benar saja, dugaan Yuri benar, setelah Yuri menelusuri jalan demi jalan hingga akhirnya Yuri menemukan jalan terbaik menuju jurang yang ada di Mourne. Yuri kaget melihat sesosok makhluk, bukan. Sebuah kristal raksasa menghiasi jurang ini, ini terlihat seperti neraka baginya.


Ketika kristal tersebut tiba-tiba mengeluarkan laser yang cukup cepat kearah Yuri, Yuri berhasil menghindari serangan tersebut dengan berguling kesamping kiri.


"Kristal... Ngh.. aku melihat ada 2 lapisan"


Dengan mata yang jeli, Yuri melihat bahwa kristal ini memiliki dua lapisan tebal dan dua lapisan tipis. Yuri yakin bahwa source negatif yang membawa kekacauan adalah yang berada ditengah.

__ADS_1


"Sepertinya aku melihat sesuatu didalam dirimu, aku akan menyelesaikan nya sekarang juga" Ucap Yuri.


Yuri menaikan kecepatan dirinya dengan sihir angin milik Turin alias Althenia, dengan tebasan bertubi-tubi Yuri melampiaskan energi serangannya yang membuat pecahan pertama kristal tersebut pecah.


"Weight!" Seru Yuri.


Setelah pecahan pertama terjadi kristal raksasa tersebut mengeluarkan aura hitam untuk membuat Yuri terpental, untungnya Yuri menggunakan sihir dasarnya yaitu Weight, ini adalah dasar yang sangat penting, jika kamu terpental kamu dapat menggunakan sihir ini untuk membuar badanmu terasa berat dan membatalkan dirimu untuk membuat tubrukan fatal.


Terimakasih kepada Almita karena mengajarkan sihir ini kepada Yuri. Yuri tersenyum tipis dan mengangkat tombaknya keatas,arah moncong tombak sihir Yuri mengarah ke kristal jahat tersebut dan Yuri melempar tombak tersebut dengan keras.


"Temoc!"


Satu persatu sebuah komet jatuh kearah kristal tersebut, setiap hantaman membuat kristal tersebut berubah warna dan terpecah lagi.


~Ngingg~


Kristal tersebut membuat suara yang sangat berisik, Yuri dengan segera menutup kupingnya walau sedikit mendengarkan suara nyaring tersebut.


"Hentikan!!" Seru Yuri.


Beberapa menit kemudian, semua kembali normal tetapi kristal tersebut seperti nya pulih kembali. Yuri kesal namun apa boleh buat, berarti Yuri harus menggunakan kekuatan nya dengan serius.


"FIRE FLY"


Yuri berseru dan menciptakan sebuah serangga terbuat dari api, ribuan serangga tersebut memergoti kristal jahat itu dengan secara langsung, setelah kristal tersebut di kerumuni serangga api itu, Yuri menjentikkan jarinya dan serangga tersebut meledak dengan ledakan yang besar.


"Ini dia! NILEVAJ LIOS!" Seru Yuri.


Ribuan bahkan ratusan ribu tombak berelemen soil tersebut menghujani inti kristal tersebut setelah Yuri melihat nya dan 100% Yuri tau bahwa kristal tersebut akan membuat suara yang akan memekakkan telinga dan bakal sembuh, pulih seperti sedia kala.


Hujan tombak tersebut lama kelamaan tercampur oleh elemen api yang ditambah oleh Yuri sendiri, Yuri juga membagi beberapa tombak sihir milik nya kepada monster-monster aneh yang ingin menyerang dirinya.


~Duaarr~


Sebuah ledakan terjadi setelah satu jam bergelut dengan kristal ini. Akhirnya hancur selayaknya cermin hancur berkeping-keping.


Kristal yang telah hancur tersebut meledakkan diri lagi menjadi cahaya terang yang Yuri terpaksa menutup matanya hingga akhirnya cahaya terang tersebut reda dan Yuri melihat kesekeliling Yuri.


Suara burung tiba-tiba saja muncul dan aura tempat ini menjadi sangat berbeda, walaupun ini adalah jurang dan jurang adalah tempat paling seram yang Yuri tahu tapi setidaknya lebih baik daripada yang tadi.


"Akhirnya... semua berakhir... Stephen"


Dengan segera Yuri bergegas berlari keluar dari jurang ini menuju kedalam Queen Anne Square. Tempat dimana Stephen berada.


Semoga kemenangan ini bisa membuat warga terbebas dari wabah dan menyelamatkan orang yang ada di wilayah ini.


...~To be Continued ~...


Thank you udah baca🙏

__ADS_1


__ADS_2