Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Ex-Chapter 10 : Anima-Animus


__ADS_3

...Empress Study Room...


...22 September...


Pagi telah tiba dan Yuri mulai membuka matanya,ia terbangun karena ada orang yang mengetuk pintu ruangannya dan mendengar suara Charlotte dan Grace dari balik pintu.


"Silahkan masuk.. " Ucap Yuri.


Pintu langsung dibuka dari luar dan Yuri melihat Grace membawakan sarapan pagi, padahal Yuri belum mandi ataupun cuci muka.


Tapi yasudahlah, mungkin mereka khawatir apalagi Charlotte yang kini masih ada disampingnya, dengan setia menemani ibunya sedangkan Grace meminta izin untuk kembali ke tempatnya.


Terkadang saat makan, ia memikirkan sesuatu. Salah satu dari sekian kegiatan relaksasi menurutnya adalah makan,ia memikirkan apa yang kurang darinya. Mengapa rasa ini terlalu monoton baginya, kekuatannya sudah sesuai harapan dan tujuannya semasa ia masih muda.


Lalu Yuri mulai menyadari bahwa yang kurang adalah pengendalian atas kekuatannya, ia terlalu sensitif akan beberapa hal dan membuat dirinya menjadi tidak jelas ingin kemana.


Tapi yang jelas bagi Yuri sekarang adalah, ia ingin masa depan anaknya lebih baik dari dirinya. Apapun itu, ia akan temukan caranya.


Charlotte melihat ibunya tengah makan sambil melamun, tidak bisa apa-apa... Tidak bisa apa-apa, itulah yang dilakukan Charlotte.


Charlotte kemudian mengubah pandangannya yang kini melihat tempat tidur bayi, ya benar itu adalah tempat tidur adiknya, Fram. Charlotte dengan segera berdiri dari tempat ia duduk, berjalan ke arah tempat tidur bayi dan melihat adik kecilnya tengah tidur dengan wajahnya yang sangat lucu.


Charlotte kemudian berbalik dan menatap ibunya yang kini sudah selesai makanannya dan menghelakan nafasnya.


"Ibu... " Kata Charlotte.


Yuri menoleh pelan kearah Charlotte dan tersenyum, setidaknya Yuri masih punya Charlotte dan hal itulah yang membuat dirinya mempunyai ide.


Ide tentang cara menetralisir energi negatif Anomali dan para penggunanya dapat menggunakan kekuatannya, yang Yuri butuh kan sekarang hanyalah biji besi dan juga kaca.


"Charlotte... Bisakah kamu membantuku mengumpulkan setidaknya dua biji besi dan sebuah kaca?. " Tanya Yuri.


Charlotte hanya mengangguk, lalu ia menghilang layaknya cahaya yang mudah datang mudah pergi. Yuri kemudian membaca kembali buku-bukunya lagi dan lagi.


"Ketidaklaziman, berarti ada unsur ketidakmurnian... Aku penasaran,bagaimana jika-"


Tak sempat melengkapi kalimat nya, kini Charlotte sudah kembali dengan bahan yang diminta oleh Yuri. Yuri merasakan bahwa bahan yang dibawakan Charlotte adalah bahan berkualitas paling tinggi dan sempat kaget,ia ingin menanyakan dimana ia mendapatkannya secepat ini.


Tapi ya menurutnya tidak menghargai apa yang dilakukan anaknya,maka dari itu Yuri hanya mengucapkan kata terimakasih sambil mengelus rambut anaknya.


Yuri kemudian mengambil barang tersebut dan memulai eksperimen nya, ia menyuruh Charlotte agar tidak terlalu dekat dengannya dan Charlotte menuruti perintah ibunya.


Kegiatan itu memerlukan waktu selama tiga jam tanpa henti. Dengan gigih, tekun dan ulet, akhirnya Yuri berhasil membuat sebuah benda yang terlihat seperti ornamen, benda bulat itu ia taruh kedalam sebuah wadah merah untuk menjalankan proses terakhir.


__ADS_1


Ia memasukkan segala unsur elemen yang ada kedalam benda lingkaran tersebut, atau Yuri menyebutnya adalah Anima-Animus.


Anima menurut buku yang ia baca adalah perpaduan antar elemen yang lebih dominan terpengaruh oleh energi cahaya, diantaranya adalah angin dan api.


Sedangkan Animus adalah kata lain dari Twilight di dunia Terra ini.


"Sedikit lagi. " Batin Yuri.


Yuri kemudian meneteskan sedikit sihir twilight miliknya yang membuat benda tersebut bercahaya, Yuri merasakan sedikit adanya penetrasi dalam eksperimen nya ini.


Hingga akhirnya Charlotte kini berada disampingnya dan menuangkan satu siraman kecil kepada Anima-Animus. Mereka berdua sama-sama mundur kebelakang setelah itu, melihat reaksi elemen dan proses pemurnian bersatu padu, hingga akhirnya Anima-Animus bercahaya sesuai elemen secara bergantian hingga akhirnya cahaya tersebut bersinar layaknya ia tidak memiliki elemen.


".... "


Yuri hanya terdiam, sejenak ia berfikir akan gagal, namun ketika ia melihat lebih dekat dan lebih jelas, proses pemurnian nya berhasil dan menghasilkan efek pemurnian yang kuat beserta elemen yang dikandung oleh Anima-Animus tertata rapi.


"Charlotte... Tadi air apa yang kamu siram. " Tanya Yuri.


"Ah, ini? ini adalah air suci ibu.. " Balas Charlotte.


Charlotte mengerikan wadah berisi air tersebut dan sedikit mengendusnya. Charlotte tidak berbohong sama sekali ketika ia selesai menghirup aromanya, air ini berasal dari dunia Hor.


"Sebenarnya ibu, alternatif lainnya masih ada tapi nanti akan aku jelasin. " Imbuh Charlotte.


Charlotte tau bahwa Yuri akan bertanya jika sudah habis apa yang ada di wadah minum tempat air suci ini, kemanakah mereka akan mencari pengganti nya.


Yuri sekarang sudah mencapai umur 5.120 tahun. Entah ini kutukan apa sebuah berkat, setidaknya ia masih menjalani hari-harinya. Sedangkan anaknya tak terasa sudah menginjak usia 120 tahun, jika dibandingkan dengan anak bungsunya sangat beda sekali jauhnya.


Baik Yuri maupun Charlotte diberkahi oleh sifat keabadian. Keberadaan mereka berdua tidak akan pernah terkikis,mungkin karena kuasa Cosmos.


Semenjak Versalite hilang, beberapa dunia menjadi kacau menurutnya. Menurut para Hor juga sebelum Versalite menghilang dan dunia Hor diterror oleh makhluk asing, Versalite sempat mengobrol dengan Cosmos dan sepertinya mereka berdua bertengkar.


"Charlotte..... Ayo kita pergi ke tempat gadis remaja itu.. " Ucap Yuri.


Charlotte mengangguk dan mereka berdua keluar dari Empress Study Room dengan membawa Anima-Animus yang sudah dibungkus oleh kain dan tujuan mereka adalah menuju ke kota Vermilion bagian timur.


...Rumah Gadis Remaja...


...22 September...


Terimakasih atas kemampuan Ai gadget nya yang masih bertahan hingga saat ini, ia dapat mengingat wajah gadis itu dan langsung mengetahui dimana ia tinggal.


Ketika mereka sudah sampai di kota Vermilion bagian timur, Yuri dan Charlotte berpapasan dengan seorang wanita berambut merah, tersenyum kepada Yuri. Gadis ini memiliki pakaian ala Hanamura atau jika di bumi bisa dikatakan ala jejepangan.


Sayang sekali, Terra tempat Yuri pertama kali reinkarnasi telah hancur dan langsung di hancurkan oleh Versalite karena ia tidak dapat menoleransi energi jahat atau setidaknya tidak membiarkan pasukan jahat menang ditambah lagi tidak ada lagi kehidupan setelah pembantaian.

__ADS_1


Terra kedua masih aman-aman saja dan menjadi Terra yang lebih modern yang menghadapi banyak krisis. Kedua Terra itu belum sempat Yuri jelajahi apalagi di bagian Hanamura, Yuri berharap di Terra ketiga ini ia tidak akan terlambat.


~TOK TOK TOK~


Yuri mengetuk sebuah pintu rumah yang terlihat sederhana dan sangat damai, pintu itu dibuka dan muncul seorang remaja yang dengan ekspresi senang menyambut Yuri dengan antusias.


"Silahkan masuk, Yang mulia ratu dan tuan putri. "



Dengan ramah remaja itu mempersilahkan Yuri dan Charlotte untuk masuk kedalam rumah gadis remaja tersebut, saat didalam rumah ini Yuri merasakan kehangatan dan ketentraman.


Dengan semangat gadis itu membawakan beberapa kue yang bertumpuk didalam satu keranjang setelah ia kembali dari dapurnya. Tentu saja tidak di tolak oleh Yuri dan Charlotte, selain untuk menghormati tuan rumah mereka juga tergoda oleh aroma lezat kue ini.


"Silahkan.. Silahkan, kalian pasti capek datang kemari.. Ah, aku lupa ya, namaku Lily Lyre. " Ucap gadis tersebut.


Yuri yang mendengarnya dan teringat akan masa lalunya langsung tersedak dan terbatuk-batuk. Untungnya Charlotte membawa wadah berisi air putih dan memberikannya kepada Yuri untuk diminum.


Lily kelihatannya panik namun menjadi lega karena sudah baikan.


"Aku tau... Kau pasti akan mengenaliku..Aku lupa memberitahukan mu bahwa Anomali akan bekerja pada outsider, dengan kata lain orang yang telah dibangkitkan lagi. " Lanjut gadis itu.


Tidak mungkin, jika tidak salah. Di dunia Terra awal ia reinkarnasi sebagai Anna,ia mendapati Anna sudah babak belur bahkan mati, ia menjelaskan hal itu kepada Lily langsung.


"Aku tau... Aku salah.... Kalau bukan karenaku,Harry dan Anna pasti akan masih hidup..."


Ia membalas perkataan Yuri, dengan isakan dan air mata serta nada penyesalan bahkan tertata rasa penyesalan di raut wajahnya membuat Yuri semakin yakin ada sesuatu yang terjadi.


"Ketika di nirwana, ada makhluk menyerang.... beberapa orang yang selamat dan kebanyakan dari mereka menjadi santapan makhluk itu... Aku selamat atas kejadian itu dan langsung dikirim oleh seorang dewi ke tempat ini.. " Jelas nya.


Yuri tersenyum, ia menepuk bahu Lily yang ada didekatnya sekarang.


"Setiap manusia mengalami yang namanya kekhilafan, jadi tak apa dan apa yang terjadi di Heaven Town bukan karena salahmu... " Balas Yuri.


Yuri kemudian seperti teringat sesuatu, ia membuka penutup tasnya dan merogoh tasnya, kemudian mengambil sebuah kain yang saat dibuka memancarkan energi yang menenangkan Lily..


"Ini... " -Lily


Yuri mengangguk perlahan.


"Ini adalah Anima-Animus, ciptaanku dan dengan bantuan anakku tentu saja. " Ucap Yuri.


Yuri kemudian menciptakan sesuatu sihirnya, terbuat dari batu yang berbentuk seperti gantungan kunci, atas kehendak Yuri batu itu bergerak layaknya sebuah gantungan kunci normal.


Setelah itu, ia menggantungkan Anima-Animus tepat ke salah satu aksesoris itu yang ada di pinggang Lily.

__ADS_1


Hasilnya sangat cocok dan Lily merasakan tubuhnya segar kembali, tak hanya itu ia juga merasakan bahwa tubuhnya menjadi lebih ringan dua kali lipat dari sebelumnya.


...~To Be Continued~...


__ADS_2