Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Sifat Gegabah?


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang panjang bagi Yuri, siapa sangka akan jadi selama ini hanya untuk pergi ke Kerajaan Meda. Yuri juga sudah menerima pesan dari Wendy.


Sejak absen tiga hari, Wendy mengganti posisinya sementara waktu. Menuju ke Kerajaan Meda ternyata membutuhkan waktu berhari-hari, ditambah diperjalanan Yuri bertemu beberapa bandit dan yah begitulah.


Yuri yang kini berada di sebuah ruangan kamar yang lumayan lebar, menulis sebuah pesan disurat untuk diberikan ke Wendy. Secepatnya Yuri akan kembali dan Yuri meminta maaf kepada Wendy didalam surat tersebut.


~Cit, Cit, Cuit, Cuit~


Burung kecil didekat Yuri dengan setia menanti Yuri, Yuri melipat kertas hingga menjadi kecil dan mengikatkan kertas tersebut ke kaki burung tersebut. Lipatan yang sangat rapi sehingga muat disamping kaki burung tersebut.


Burung itu kemudian berjalan dengan sendirinya menuju jari telunjuk Yuri dan Yuri berjalan dengan pelan kearah jendela, kemudian sedikit memberikan dorongan kepada burung tersebut yang akhirnya burung itu terbang, dengan membawa pesan dari Yuri.


Sebelumnya, Yuri tidak pernah menggunakan alat komunikasi seperti ini, sangat jadul. Namun, apa boleh buat, di dunianya teknologi canggih sudah ada, Yuri juga sempat menggunakan handphone android sebelum akhirnya insiden itu terjadi.


Yuri menghembuskan nafasnya dengan berat. Menutup matanya, melepaskan apa yang terjadi. Semuanya, terasa begitu cepat, kehilangan orang-orang yang ia sayangi dan cintai.


Kehilangan Turin yang menjadi partner nya, Yuri tidak menyangka akan menjadi seperti ini. Apalagi Yuxuan, orang terkasih bagi Yuri, orang pertama yang membuat Yuri merasakan surga dunia.


Tapi, semua itu cuma bagian dari sejarah. Semua, lamunan itu dipecahkan oleh suara ketukan pelan dan terdengar suara yang tidak asing. Benar sekali, orang itu adalah si pelayan yang Yuri temui saat pertama kali masuk kedalam mansion raja Ixaha.


Yuri sudah bertemu dengan raja Ixaha dan mengobrol dengannya. Namun, raja hari ini sedang memiliki jadwal padat jadi Yuri diperbolehkan untuk keliling kerajaan Mourne dan membeli sesuka hati.


Tentu saja, Mansion ini di jaga oleh ratusan prajurit elit. Tak hanya itu, orang yang Yuri temui saat dikapal. Justin, juga menjaga tempat ini.


Yuri membuka pintu dengan perlahan dan melihat lagi seorang pelayan pria dengan seragam khas pelayan tingkat atas. Gaya dan gerak tubuhnya sangat elegan, apalagi posenya, rambut pirang pasir. Yuri sempat kagum oleh pelayan ini.


"Ah permisi, Lady Yuri. Anda di panggil oleh raja untuk makan malam bersama" Ucap Pria tersebut.


"Ah, siapa namamu jika aku boleh mengetahui nya?" Tanya Yuri.


Pria tersebut tersenyum dan memberikan Yuri sebuah peralatan mungkin adalah peralatan makan? tapi untuk apa? Yuri kemudian menerima benda tersebut.


"Namaku adalah Sora, Sora Yuyama. Aku disini hanyalah pendatang yang mencari pekerjaan." Balasnya.


Yuri mengangguk, paham bahwa Sora datang dari negeri jauh, Hanamura. Yuri dan Sora kemudian mengakhiri pembicaraan mereka dan masing-masing kembali ke kehidupan mereka kembali.


Yuri mempersiapkan diri, menambahkan sebuah alat baru untuk membawa beberapa barang kecil. Tentu, dengan sihir dan modul Ai-Chan semua terkendali dan mulus.


Setelah semua selesai, Yuri mengunjungi tempat dimana raja Ixaha II menunggu. Tentu saja bakal ramai karena ada Stephen, Hans dan beberapa tamu lainnya.


Semua berjalan mulus, tidak ada percakapan yang janggal atau yang dapat memicu perkelahian dan peperangan. Di usianya sekarang, Yuri diantara yang lain, hanya Yuri yang paling muda disini.


"Ah aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku adalah Torres Rohanfa dan Senor disampingnya saya ini adalah tuan Koba Hunchman" Ucap pria yang disapa Torres ini.


Torres, jika Yuri scan profilnya lewat Ai-chan adalah salah satu petinggi Ixaha II, Koba Hunchman adalah seorang petinggi juga sekaligus gladiator.

__ADS_1


Terlihat dari otot-otot tubuhnya yang kelihatan dibalik jas formal nya. Torres berusia 43 tahun dan Koba 35 tahun. Sungguh orang-orang zaman dahulu pinter menjaga tubuhnya agar layaknya anak muda.


"Senang berkenalan denganmu, Yuri. Direktor Enforcer of The Piece dan seorang pahlawan Terra" Ucap Koba.


Yuri tidak terkejut jika ia dikenali, rumor sudah melebar dengan cepat. Torres,Koba dan Ixaha II yang tertawa saat melihat ekspresi Yuri saat ini.


"Jika kamu berkenan apakah aku boleh bertanya, Yuri?" Ucap Torres.


Yuri mengangguk iya dan tak lama para pelayan masuk dan memberikan minuman dan makanan tambahan.


"Yuri, kamu suka anggur?" Ucap Koba.


Tampaknya mereka menawarkan dan mempertanyakan Yuri, apakah Yuri minum bahkan suka minum minuman alkohol? jawabannya tentu tidak.


Yuri menggelengkan kepalanya, Yuri memilih untuk mengambil gelas yang berisikan limun.


"Ahh begitu, aku lupa." Ucap Torres.


Mereka semua akhirnya bersulang dan minum, orang-orang sepertinya terlalu bersemangat, Yuri yang menghindari suasana panas akhirnya meminta izin untuk masuk ke ruangannya.


Raja Ixaha II mengangguk dan Yuri dengan segera kembali keruangannya. Didalam ruangan, Yuri menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya.


Baginya seorang wanita harus menjaga dirinya dan tau tempat mana yang cocok buat seorang gadis seperti nya maupun bukan. Ia bahkan tidak bisa berfikir lagi jika ada sesuatu terjadi diluar keinginan Yuri.


Tapi yang jelas Yuri sempat berfikir dan teringat bahwa suasana disini mengingat kan Yuri pada rekan lamanya, kawan lamanya. Yuri tidak ingat namun ingat akan kenangan itu, yang Yuri ingat hanyalah Yuxuan dan Sara.


Yuri tidak lagi bersedih atau setidaknya jangan bersedih, namun kini ia hanya bisa tersenyum masam dan tidak bisa lepas dari ingatan itu.


Ingatan terakhir kalinya Yuri melihat diri Yuxuan untuk terakhir kali.


"Yuri, ini hanya cobaan. Mencapai impian tidak mudah, walaupun kamu mendapat kan seorang kekasih dan kehilangannya"


Yuri meyakinkan dirinya dan kemudian mengambil sebuah surat kecil di kantung bajunya lalu membukanya. Isinya terdapat permohonan dan bantuan jika Yuri ingin, jika tidak ia tidak masalah untuk keluar dari Mourne.


"Mourne, kerajaan yang diserang oleh wabah misterius eh.." Batin Yuri.


Yuri sempat meniatkan diri untuk melakukan penjelajahan, namun sekarang waktu menunjukkan jam 12 malam. Beberapa menit lagi bakal berganti hari, Yuri membuka busananya dan menyelimuti dirinya dengan selimut tebal yang tersedia dikamar lalu pergi tidur.


Wabah, Mourne. Yuri tidak bisa tidur, gelisah, bukan karena kepanasan atau gerah, namun karena kepikiran untuk menolong Mourne. Tapi, Yuri terpikir oleh kata-kata itu.


"Jangan percaya terhadap Mourne direktur, mereka sangat licik"


Yuri tidak tau yang mana yang benar dan salah.


Semua di pikiran Yuri bercampur aduk, jika benar yang di katakan Mourne, maka Yuri sebagai direktur ETP merasa gagal.

__ADS_1


Beberapa waktu kemudian saat di jam 01:12, Yuri mengganti pakaiannya, menciptakan potion di meja khusus, juga barang+barangnya yang diperlukan Yuri bawa.


Dengan hati-hati, Yuri menyelinap untuk keluar dari Mansion yang bernama Queen Anne Square ini. Yuri tentu saja keluar dari jendela, walaupun tidak bisa melakukan parkour, Yuri mencoba untuk turun dengan perlahan, untung saja Mansion ini punya banyak lekukan-lekukan kasar dimana ia dapat memijakkan kakinya untuk turun.


Beberapa menit setelah turun, Yuri menyelinap melewati beberapa post penjaga, sangat intens dan sangat dekat. Untung saja Yuri kali ini memakai baju Night Stealth, anggap saja ini adalah teknologi sihir Yuri yang baru.


Masih dalam uji coba, ternyata berhasil. Yuri keluar dari Mansion dengan mulus, Yuri kemudian beranjak dari tempatnya, berlari menuju lapangan liar yang harus melewati kota di kerajaan Mourne ini.


Banyak suara batuk di kota ini, Yuri memasang masker mulutnya yang sudah tersedia dan mengaktifkan fitur defense khusus untuk menghalau berbagai macam udara yang terkontaminasi oleh virus.


"Kota ini jika malam ternyata seram juga" ucap Yuri.


Yuri melihat kesekeliling, Yuri bukanlah penyihir biasa sehingga ia dapat merasakan kekuatan sihir atau kehadiran seseorang yang mempunyai tingkat bahaya lebih rendah. Mungkin itu adalah orang yang jahat, membuntuti Yuri.


Yuri menggunakan salah satu dari beberapa Vision nya, mereka semua rata-rata berumur 30 an. Dengan vision ini Yuri dapat mendengar apa yang mereka rencanakan dan pikirkan.


Tentu saja, tindakan hak asusila dan ingin menjual Yuri. Tapi, mereka tidak pernah mikur bahwa mereka salah orang.


"Burn: Square"


Ucap Yuri, lalu Yuri berhenti, api bermunculan di sekitar Yuri yang membentuk sebuah kotak persegi, tak lama Yuri berbalik dan melihat sebuah sosok orang yang sangat mencurigakan.


"Aku tau kalian punya niat jahat denganku, kemarilah dan akan kuberikan sesuatu yang manis" Ucap Yuri.


Tak lama setelah itu, muncul sekitar sepuluh orang. Tak peduli jika suit stealth Yuri masih tebal, namun masih saja bisa memancing birahi orang nakal.


"Heh, kau ternyata penyihir. Tapi tenang, satu melawan sepuluh, kamu akan menjadi milik kami dalam sekejap" Ucap salah satu pria.


"Mengganggu saja" Balas Yuri.


Meskipun Yuri kini terkepung, Yuri memerintahkan apinya dengan menghentikan jarinya, api-api itu menyembur dengan sangat deras secara tiba-tiba. Membakar para bandit- bandit berfikiran senonoh, mereka tentu kaget dan berteriak lalu Yuri membentuk simbol dijarinya dan api tersebut hilang.


"Jadi masih mau dan ingin berbuat aneh-aneh dengan ku?" Ucap Yuri.


Yuri menatap dingin ke sepuluh bandit, yang tadinya meremehkan Yuri dan memandang tubuh Yuri kini mereka lebih ketakutan dan mati rasa.


"L-lupakan gadis ini, kita tidak bisa menjualnya. Dia--Dia monster!! Aaaahhh~"


Para bandit tersebut lari terbirit-birit, ketakutan hingga tidak merasakan rasa sakit sehabis terbakar. Yuri meredakan sihirnya yang ia ciptakan disekelilingnya dan melanjutkan perjalanan, perjalanan menuju tempat dimana GPS Ai-chan arahkan.


Menuju sebuah tempat rahasia didalam hutan, Mourne Forest ada tempat yang menurut Ai-chan adalah sebuah reruntuhan dari kerajaan pertama dari Ixaha pertama.


Di dalam reruntuhan tersebut juga terdapat sebuah gua, gua tambang emas yang diberi nama ALHAYAA. Gua terbengkalai dan banyak orang menghilang ketika mereka memasuki gua tersebut dan tidak bisa kembali lagi.


Entahlah, ini adalah hal gegabah atau bukan,yang pasti Yuri ingin melihat apa yang menyebabkan ini terjadi.

__ADS_1


...~To Be Continued~...


__ADS_2