
...27 February C2...
......Kantor Enforcer of The Piece......
Lima hari telah berlalu, setelah mencoba temuan Tesla, Edison dan Newton. Mereka bertiga akan melakukan penelitian akbar di Sophia Collaboration Lab, ini sudah hari ke tiga mereka belum kunjung pulang.
Meskipun banyak Peneliti atau Profesor atau Dokter disini, tetap saja sepi karena tidak ada Tesla, Edison dan Newton bagi Yuri.
Bahkan Mont, Percival, Gilbert dan para eksekutor pergi menjalankan misi baru atau panggilan baru.
Yuri hanya duduk bosan di ruangannya, ruangan direktur pertama yang bertugas dan bertanggung jawab untuk melihat kinerja para sekretaris di ETP.
Kongming sendiri pergi bersama Gen baru lainnya untuk mengajarkan apa yang Kongming sudah alami dan menjaga area sekitar ETP, tepatnya bagian belakang.
Ngomong-ngomong soal Gen, ternyata Tesla menciptakan tiga Gen yaitu Ashley Topush, Marintopia dan Mitsunari. Sebenarnya Yuri agak penasaran sama ketiga gen baru Tesla ini.
Tapi ngomong-ngomong, jika dipikirkan lagi, apa tujuan ia datang ke dunia ini, bereinkarnasi di dunia ini. Entahlah, Yuri tidak tau, yang ia ingat dulu ia sangat ingin menjadi penyihir terhebat.
Tapi, dia bahkan berat melawan prototype Akuji. Mempunyai kekuatan tanpa memiliki tujuan seperti memiliki sesuatu tapi ia tak tau cara memakainya atau kegunaannya.
Semua lamunan Yuri terpecahkan ketika ia mendengar suara ketukan dan tanpa bergerak Yuri menekan tombol hijau didekatnya dan sosok Anastasya muncul, perlahan memasuki ruangan.
"Ada yang ingin aku bicarakan, ini serius, ayo ikuti aku... " Ucapnya.
Yuri menaikkan alis keatas, memasang wajah bingung.
"Baiklah..." Ucap Yuri.
Yuri berdiri dari kursinya dan berjalan mengikuti Anastasya, Yuri hanya terdiam ketika mereka memasuki ruang ganti, disana ada tiga pelayan yang langsung menggiring Yuri, Yuri yang pasrah karena telat bergerak pun hanya bisa menjerit pelan.
Tak lama kemudian ia didandani dengan cantik, memakai gaun indah berwarna putih.Gaun bukan sembarang gaun, gaun ini tidak di desain untuk pernikahan ataupun pesta dansa, gaun ini terlihat aneh, apapun itu Yuri cuma berfikir aneh.
"Hey... Ini ada apa... " Ucap Yuri bingung.
"Kita akan ke Kastil Sophia dan bertemu raja Alfred Greenwood dan ratu Phonalia Greenwood... " Balas Anastasya.
Alfred dan Phonalia, jadi mereka adalah penguasa baru di Sophia, Sophia sendiri memiliki sistem pemerintahan yang bisa dikatakan kritis, mereka selalu terhentikan oleh bangsawan lain.
Keturunan asli Sophia konon katanya sudah di bantai habis-habisan oleh seorang Assassin dari Iwakani, salah satu dari negara dua bagian dari Hanamura.
Tesla sudah mengungkapkan sedikit siapa pembunuh itu, dia adalah Yoshitsune Sakai. Clan Sakai di Hanamura adalah Clan yang paling ditakuti disana, bahkan negara seperti noma harus berhati-hati dengan klan tersebut.
Tesla membuat teori bahwa Yoshitsune Sakai bekerja di bawah kepemimpinan Iwakani, tapi Tesla hanya menjelaskan sampai disitu, ia tidak ingin membuat kesalahan apapun.
Yoshitsune Sakai sudah lama tiada karena kejadian tersebut terjadi pada 300 tahun lalu. Anak-anak cucunya sekarang sudah mengikuti jejaknya menjadi assassin yang ditakuti.
__ADS_1
Bahkan sempat terjadi perbedaan pendapat, Clan Sakai ini memecah dirinya menjadi 2 bagian, Pemahaman assassin dan pemahaman ninja..
"Direktur Pertama, pakai topeng anda... " Ucap Anastasya.
Yuri mulai memakai Topengnya, walaupun hanya menutupi sekitar mata sampai batas batang hidung, Yuri merasa seperti bukan seorang penyihir atau emang persepsinya tentang penyihir salah.
Yang jelas ketika pakai, ia merasa tidak nyaman dan aneh,anastasya hanya bisa tersenyum dan tertawa sedikit.
"Kau terlihat cantik... " Ucap Anastasya lagi.
"Terimakasih... Walau aku masih belum terbiasa. " Balas Yuri.
"Tenang, kamu akan terbiasa Direktur Yuri.. " Ucap Anastasya.
Tak lama setelah perbincangan mereka, suara pesawat bergemuruh.
"Jendral Sophia Alphard Theplane sepertinya sudah tiba. " Ucap Anastasya.
Mereka pun bergerak ke lantai atas dan tidak ada siapa-siapa dimata Yuri kecuali seorang pemuda berkulit putih dan berambut hitam, mempunyai perangai yang bagus.
Anastasya pun memeluk Alphard dan mereka mengecup satu sama lain, sangat mengejutkan Yuri ternyata mereka adalah sepasang kekasih dan untuk menjaga privasi Yuri mengalihkan pandangannya.
Setelah selesai, Anastasya memperkenalkan Yuri, namun Alphard sudah kenal dari yang Anastasya pikirkan, tentu saja ia bakal ingat, mungkin di dalam ajaran kemiliteran, mereka menyebut nama Yuri dan yang lain sebagai panutan semangat mereka.
"Aku bisa memberikan tumpangan menuju Sophia kalau begitu... " Ucap Alphard.
Namun, di luar nalar Yuri, ternyata Alphard memiliki kemampuan dalam sihir dan bukan main-main. Ia dapat mengubah dirinya menjadi pesawat pribadi, semua didalamnya persis.
".... Oke ini seperti Beast Magic atau mantra pengubah... tapi baiklah aku tidak masalah... Asal tidak lengket.. " Ucap Yuri.
"Hahaha, tidak bakal Direktur, kau ditangan orang yang tepat... Sekarang, ayo naik dan kencangkan sabuk pengaman mu. " Balas Alphard.
Yuri mengangguk dan mulai menaikinya, seperti nyata atau memang nyata. Inilah pertama kali Yuri naik pesawat dalam hidupnya sebelumnya juga pernah, namun tidak berada di posisi pilot.
"Jangan khawatir, itu hanya hiasan, satu-satunya yang bisa di pakai adalah kontrol menyerang.. Sudah aku modifikasi untuk dirimu Direktur." Ucap Alphard.
Pintu atas sudah ditutup, Yuri sudah mengencangkan sabuk pengaman dan mereka sudah lepas landas, untung saja gedung kantor ini tidak terlalu kecil untuk proses lepas landas.
Awalnya jantung Yuri berdetag kencang karena kecepatan pesawat ini tiba-tiba berubah dan Yuri sempat menjerit. Namun, dengan cepat Yuri mulai membiasakan diri dan Yuri mensyukuri hal tersebut.
...27 February C2...
...Sophia Selfport...
Tak butuh waktu lama mereka sampai, namun Alphard harus memarkirkan dirinya ke bandara khusus didekat kastil Sophia ini. Atau setidaknya bisa dikatakan, bandara khusus milik kastil Sophia.
__ADS_1
Setelah mendarat, Yuri turun dari pesawat dan Alphard kembali kebentuk asalnya.
"Ayo, aku tunjukkan jalannya. " Ucap Alphard.
Yuri mengangguk lalu mereka mulai berjalan mengikuti Alphard
...27 February C2...
...Ruang Takhta...
Setelah sekian lama mengikuti Alphard, akhirnya mereka sudah berada di ruangan Takhta, namun satu orang tiba-tiba mendekati mereka dari depan dan Yuri kaget bukan main.
"Selamat datang, selamat datang tamu terhormat...hahaha, maaf membuatmu terkejut. " Ucap seorang wanita berambut hitam indah dan ia terlihat anggun walau memakai baju zirah putih.
"Ah, Rea sudah lama tidak berjumpa... " Ucap Alphard.
"Ohhh, halo playboy.. Bagaimana kencanmu dengan Anastasya? " Balas wanita ini.
"Ekhem.. Anu, aku Yuri Heisenberg.. " Ucap Yuri.
Wanita tersebut menoleh kearah Yuri dan tersenyum lebar.
"Apa pria ini tidak menggodamu kan pahlawan? " Ucap nya.
Yuri menggelengkan kepala, Yuri juga melihat ruang takhta masih kosong, Yuri terheran-heran kenapa belum ada dan disitulah akhirnya wanita ini melanjutkan omongannya.
"Perkenalkan aku Reavanena Iceberg, aku adalah jenderal ke dua setelah pria playboy ini.." Ucapnya.
"Ah dan para keluarga kerajaan disini masih bersiap-siap, mungkin sebentar lagi mereka akan datang.." Lanjutnya.
Sedikit jeda, Rea seperti nya ingin berfikir dulu dan akhirnya ia bicara.
"Ngomong-ngomong Alphard,kemanakah Richard Trainchase? " Tanya Rea.
Alphard menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak tau, tapi yang jelas terakhir kali aku lihat... Dia minum-minum di Softia Bar, dia sering sekali meminun arak disana.. " Balas Alphard.
Rea memijat keningnya yang ia kerutkan, pusing melihat Alphard yang sepertinya kurang tegas kepada rekannya sendiri.
"Bahkan.. Albedo Rainheart dan Erwin Wiesbrave tidak hadir... Kecuali jendral lainnya yang memang pergi menjalankan misi. " Ucap Rea yang masih memijat dahinya.
"MAAF SUDAH MENUNGGU KALIAN... " Kata-kata yang tegas tiba-tiba menggema ruangan takhta.
Semua orang yang ada di ruangan itu reflek untuk melihat kearah sumber suara.
__ADS_1
...~To Be Continued~...