Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Harapan masih ada di Mourne


__ADS_3

Matahari sudah menampakkan sebagian dari dirinya, Yuri membuka matanya dan langsung bergerak untuk mengambil kristal yang ia bawa semalam.


Yuri menatap kristal itu dan bertanya kepada Ai-chan, Ai-chan menjawab bahwa kristal tersebut tidak ada didunia ini atau bisa dikatakan bukan dari dunia ini.


"hmm, tetapi kristal ini membuat para hewan bertindak aneh dan sebagian telah bermutasi" Batin Yuri.


Yuri mengerutkan dahinya lalu memijat dahinya dengan jarinya, Yuri kemudian mengganti pakaiannya menjadi pakaian yang biasa ia kenakan.


~Cranggg~


Yuri tiba-tiba mendengar suara kaca pecah dan mendengarkan suara teriakan dan juga suara monster mengaum. Langsung saja Yuri mengambil peralatan nya dan kemudian Yuri pergi kearah sumber suara.


Yang benar saja, saat Yuri sudah berada di ruang tamu dekat ruang menuju pintu keluar, sejauh yang Yuri lihat banyak darah dan korban berjatuhan.


Tapi Yuri tidak melihat adanya member dari ETP , Apakah ini penyerangan dari orang-orang jahat lagi? entahlah tapi yang jelas saat Yuri berpapasan dengan monster tanpa basa-basi Yuri menggunakan sihir api nya untuk membakar Monster tersebut.


"Stephen!! Hans! Yang Mulia!"


Seru Yuri, tidak ada satupun yang mendengar dan Yuri dengan segera berlari keruang Takhta melewati ruang bermain dan ruang pecah belah.


Merasa tidak enak, Yuri melihat langsung kearah belakang, yang benar saja Yuri melihat sekelompok masyarakat yang kulitnya pucat dan kelihatan tidak sehat.


"Prism Jail!"


Dengan menggabungkan elemen dasar, Yuri menciptakan pembatas berbentuk kurungan untuk menghalangi mereka. Yuri dengan bergegas melanjutkan langkah kakinya menjauhi kerumunan warga yang berkulit pucat.


"Psst, hey! Yuri!"


Seketika Yuri mendengar kan sebuah bisikan dan suara memanggil namanya. Dia adalah Stephen, Stephen yang kini memanggil Yuri dibalik pintu rahasia.


Yuri mengangguk dan berlari kearah tempat Stephen dan Stephen menutup pintu rahasia tersebut.


"Phew, hampir saja" Ucap Stephen.


Stephen terlihat berkeringat dingin dan menatap Yuri.


"Apa ini Stephen, mereka kenapa?" Tanya Yuri.


Stephen menghela nafasnya lalu berbalik, memberikan Yuri gerakan untuk mengikutinya dan mereka berjalan masuk kedalam ruangam tersembunyi ini.


Saat didalam ruangan tersembunyi yang ternyata besar ini Yuri melihat Hans, Raja Ixaha II dan Justin Lumycase dengan wajah tegang dan was was.


"Yuri, syukurlah kamu selamat." Ucap Ixaha II.


"Aku ingin tau, kenapa orang-orang disini semuanya pada bertingkah aneh" Tanya Yuri.


Ixaha II dan Justin saling tatap, mengangguk dan kemudian melihat kearah Yuri. Untuk Justin, dia pergi mendekat di dinding ruangan ini dan seperti nya Justin sedang mengintip situasi yang ada di luar.


"Aku bisa katakan mereka terkena Virus Biemoz , yang bisa kita kenal adalah wabah yang menyerang Mourne" Ucap Ixaha II.


Yuri berfikir, Virus Biemoz? bukankah kalau di bumi seperti Zombie? Appocalips? tetapi kenapa dunia fantasy ini malah ada?. Itulah yang Yuri pikirkan.

__ADS_1


Tapi Yuri melihat ini bukanlah virus biasa, bahkan mereka dengan liar memakan sampai habis bahkan untuk ke sesama virus itu sendiri.


"Ah, berbicara soal wabah."


Yuri mengambil kristal yang ia untung saja bawa, dan memberikannya kepada Raja Ixaha II, Yuri juga menceritakan apa yang terjadi dan sekaligus meminta maaf jika ia dengan nekat keluar tanpa sepengetahuan sang Raja.


"Tidak apa-apa jangan khawatir, kamu bebas disini ngapain aja" ucap Raja Ixaha II.


"Tapi, apakah kamu yakin ini penyebabnya?"


Tanya Stephen.


Yuri mengangguk, menatap Stephen yang kelihatan nya lebih was was.


"Tak hanya itu Yang Mulia, ada beberapa tanaman aneh tumbuh dan punya kristal dengan bentuk yang sama" Ucap Yuri.


"Aku hanya mau awak ku kembali, Yuri. Tidak, pahlawan Terra, aku mohon selesaikan masalah ini." Pinta Stephen.


Stephen juga cerita bahwa ada suatu gas aneh yang dengan cepat mengambil alih pikiran orang yang terkena gas itu. Seperti nya gas tersebut bukan gas biasa karena gas tersebut sangat dan terlihat hidup.


"Begitu, jadi aku tebak kalian berhasil menyelamatkan diri."


"Betul, Direktur "


Itu aneh, sebelum sampai ke ruangan ini dan pintu masuk menuju ruangan besar yang rahasia ini dan sebelum ruang pecah belah. Yuri mendobrak langsung gas-gas aneh tersebut dan tidak ada yang terjadi sedikit pun..


~Syutt~


Terlihat perempuan ini masih berusia 15 tahun, berpakaian ninja, pakaian nya khas dan berwarna hitam dan juga tak lupa rambut yang dia ikat dengan model Horsetail.


"Yang mulia, aku mendeteksi adanya anomali aneh yang menduduki tiap sudut ruangan besar." Ucap Gadis tersebut.


Yuri kaget, apakah Gadis ini bisa bernafas tanpa memiliki efek atau bukan.


"Tenang saja, aku memakai jurus anti udara yang artinya aku bisa tidak bernafas dalam 1 jam"


Yuri kaget mendengar kan jawaban yang diberikan gadis tersebut dan lebih terkejut nya lagi, gadis ini dapat melihat pikiran Yuri tanpa melihat atau menatap Yuri.


"Begitu. Baiklah Sternia terimakasih atas infonya, kamu bisa istirahat dan kembali untuk memeriksa apakah ada sesuatu yang lebih mencurigakan" Jelas Ixaha II.


Sternia tetap menunduk sambil mengindahkan perintah dari Ixaha II. Ixaha II mengangguk dan menatap Yuri.


"Apa kamu punya rencana, direktur ETP?"


Tanya Ixaha II.


Yuri menggelengkan kepalanya setelah mencoba untuk keras berfikir. Tapi, yang Yuri tau bagaimana untuk menghentikan ini adapah menghancurkan source nya.


"Hari makin hari semakin banyak saja yang berlalu lalang." Ucap Justin.


Yuri meskipun adalah seorang penyihir, bukan berarti dia mempunyai kekuatan seperti paladin ataupun pendeta yang dapat memurnikan jiwa gelap ataupun virus.

__ADS_1


Yuri juga mulai melangkahkan kakinya kearah tempat Justin berada, Justin melihat Yuri langsung memberikan sedikit jarak untuk Yuri bisa melihat apa yang ada di luar sana.


"Aku punya ide, tapi apakah kalian mau?" Ucap Sternia.


Setelah Sternia melakukan pertanyaan, keheningan terjadi, tampaknya rencana yang akan diberikan Sternia bakal tidak bisa diprediksi atau lebih parah dan hal itu memberikan Yuri ide.


Tak lama Yuri menggelengkan kepalanya, berbalik dan menatap Sternia yang sudah berdiri dan menatap satu persatu orang yang ada di ruangan ini.


"Tidak, aku yang akan pergi sendiri" ucap Yuri.


"Tidak direktur, kau disini" ucap Stephen.


Yuri menghiraukan perkataan dari Stephen, Yuri melangkahkan kakinya keluar. Namun apa terjadi selanjutnya adalah Yuri terhalang oleh Stephen dan Hans.


"Kalian.. Ayo menyingkir, jangan halangi jalanku" Ucap Yuri.


"Tidak. Kami tidak bisa Direktur, kami tidak bisa karena kami harus menjagamu tetap aman" Balas Stephen dan Hans bersamaan.


Yuri membersihkan kerah pakaiannya lalu menarik nafas dalam-dalam sebelum mengeluarkan nya.


Kemudian Yuri dengan gerakan diluar nalar kini sudah berada di belakang mereka berdua dan Yuri melakukan teknik akupuntur yang mana dapat melemahkan tubuh atau bisa dibilang melumpuhkan saraf tubuh agar tidak bisa bergerak.


"Maafkan aku, tapi tenang. Itu hanya berlaku dalam kurun waktu Enam puluh menit" Ucap Yuri.


Tentu saja Sternia,Justin dan Ixaha II kaget melihat gerakan Yuri tersebut. Yuri melihat yang paling kaget juga merasa terkesan itu adalah Sternia dan Justin.


"Yang mulia, aku akan mencoba masuk kedalam markas mereka" Ucap Yuri.


"Kamu tau tempatnya? bukankah ini berbahaya, walaupun kamu kebal dengan gas negatif tersebut?" Balas Ixaha II.


"Aku tau dan ini hidup atau mati, aku tetap menyelamatkan tempat ini" Ucap Yuri.


Raja Ixaha II tidak bisa berkata apa-apa. Pria tua berkumis putih karena uban dan juga rambut nya yang mulai berubah tersebut terlihat khawatir, namun Yuri hanya berikan tatapan hangat sebelum akhirnya keluar dari ruangan tersebut.


••••


"Soil Cage"


Setelah Yuri melapalkan mantranya, sebuah batu kini dengan cepat membentuk kurungan dan seperti magnet kurungan tersebut naik keatas langit-langit ruangan yang mengurung orang yang terkena virus dan orang yang sudah terkena mutasi.


Setiap ruangan Yuri hanya bisa melakukan sihir itu untuk mengurangi atau tidak menyakiti mereka yang terkena virus karena Yuri yakin bakal ada jalan penyembuhan nya.


Cahaya di kalung Yuri bersinar dan tau-tau kristal yang Yuri dapat dari tubuh Hound kini sudah muncul secara ajaib di telapak tangan Yuri, sengan segera Yuri menggenggam erat-erat kristal itu.


~KABOOOMM~


"Aaaaghh!"


Yuri yang lengah tidak sadar ada sesuatu yang mendekati nya dan membentuk ledakan. Ledakan yang misterius yang membuat Yuri terpelanting dan terguling bebas hingga tubuh bagian belakangnya menghantam keras salah satu pilar ruangan ini.


...~To Be Continue ~...

__ADS_1


(Sorry atas kendala nya 5 hari ini 🤗, masih belum bisa crazy up tapi aku usahain)


__ADS_2