Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Hari yang panjang di Mourne


__ADS_3

Yuri menikmati indahnya laut, dirinya sudah dilengkapi oleh pedang besi biasa, Matic Gun, bahkan sudah mempersiapkan mantra apa aja yang akan di keluarkan nantinya.


Tidak lama lagi, sekitar 200 meter akan mendekati wilayah musuh, dari kejauhan Yuri melihat melalui fitur Ai Chan terbaru, yaitu Zoom Vision, dengan penglihatan yang cuma sebentar tersebut dapat melihat pandangan sejauh 400 meter tanpa memakai alat bantu manual, hanya sihir dan Ai Chan.


Bahkan spesialnya lagi, Yuri dapat melihat barang-barang apa yang ada didalam kapal serta dapat melihat berapa jumlah awak didalam.


Namun, dalam hal ini untuk menghargai para awak yang bekerja di bidang navigasi, pengawas dan lainnya. Yuri akan menggunakan keahlian ini untuk dirinya sendiri.


"Stephen.." Panggil Yuri.


Stephen mengangguk lalu sang kapten yang tadinya berada di bagian layar kapal kini bergerak menuju Yuri.


"Iya direktur?" Balas Stephen.


"Aku akan membuat serangan pembuka dari sini, persiapkan awak mu, untuk yang menjaga diatas tiang tolong beri aku informasi keadaan disekeliling" Ucap Yuri.


"Direktur, apa kamu yakin ini sudah saatnya?"


Tanya Stephen.


Yuri mengangguk, lalu memberikan potion kecil bertuliskan penyembuhan darurat.


"Ini, mungkin ini dibutuhkan. Kita tidak ada yang tau, kemungkinan ada penyihir seperti ku disana"


Jelas Yuri, Stephen mengangguk paham. Stephen juga merasa bahwa musuh jika sudah terang-terangan berkata menunggu kru nya, pastinya ada kejutan besar. Stephen juga tidaj lupa di Terra ini meskipun dunia ini punya banyak profesi dan bidang. Tapi untuk profesi penyihir, paling banyak bahkan dominan dikuasai di Terra.


"Baiklah, direktur. Aku butuh bantuannya dan aku percaya karena kamu juga adalah pahlawan Terra" Ucap Stephen.


Stephen pergi dan mulai memerintah para awaknya untuk melakukan pergantian mekanik.


Yuri kini mengeluarkan energi sihirnya, gelombang ombak-ombak kini berubah, mungkin hanya disekitar mereka saja. Di sebelah kiri kapal muncul 4 lingkaran sihir yang berwarna biru. Di sebelah kanan berwarna merah.


Empat lingkaran kiri dan Empat lingkaran yang ada di kanan kini berjejer, Yuri merasakan alunan kapal tidak terlalu secepat tadi. Yuri mulai memfokuskan dirinya untuk membuat masing-masing lingkaran sihir semakin besar dan kini setara dengan besar nya kapal mereka sendiri.


Tentu agar tidak kena dorongan tenaga setelah nanti di luncurkan, dari awal awal menciptakan sihirnya, Yuri memunculkan nya tepat diatas, cukup aman agar tidak menjadi senjata makan tuan.


"Ahh, pahlawan. Aku rasa, tidak peduli seberapa besar usahaku untuk menyelamatkan dunia, tetap masih ada orang jahat didunia" Batin Yuri.


Yuri menggerakkan tangannya dengan lembut lalu menjadi cepat dan keras, sehingga lingkaran tersebut kini semakin lama semakin berbentuk menjadi anak panah.


Masing-masing anak panah raksasa satu persatu bercahaya sesuai dengan warna mereka.


Para awak yang melihat nya terpukau, bahkan Stephen dan Hans mengagumi nya.


"Aye, sir musuh dengan 50 kapal datang kemari ! "


Orang yang berada diatas tiang kini berseru, Stephen mengangguk. Menyuruh para awaknya untuk mengambil setiap senjata, sepertinya itu bukanlah seluruh dari kapal yang ada.


Menurut para kapten yang menjadi tahanan, yang bekerja sama dengan para kerajaan mourne, ada dua kapal besar yang akan bergerak jika mereka sudah mengalahkan 50 kapal tersebut.


"Unwordly Unknown Shot!"


Setelah Yuri berseru mengucapkan mantra sihirnya, anak panah raksasa tersebut pun menuju kearah 50 kapal tersebut dan ketika saat di pertengahan jalan, anak panah raksasa tersebut berevolusi menjadi ribuan bahkan jutaan Missil yang datang menghantam dan menghancurkan kapal-kapal tersebut.

__ADS_1


Yuri mendengar suara teriakan dari kejauhan, suara orang yang frustasi dan tentu saja suara kobaran api dan ledakan.


Entah kenapa ini bukanlah gaya hidup seorang Yuri, Yuri merasa tidak enak dan merasa bahwa ini semua akan membawakan sesuatu yang buruk.


Yuri adalah seorang penyihir. Lebih tepatnya saat ini Yuri sudah berada di level paling tertinggi, yaitu Zodiac. Namun, Yuri masih belum mencapai puncak Zodiac tertinggi. Ia harus menguasai teknik petir dan teknik es.


"Salah satu kapal yang berkamuflase! persiapkan diri kalian!"


Seru salah satu awak, mereka melihat disebelah kiri terdapat kapal yang begitu besar dan nampak elegan. Kapal yang satunya terlihat dari kejauhan seperti nya sedang menuju ke arah Callibri.


~Whooshhh~


Ketika awak kapal musuh siap melakukan aksinya, Yuri dengan mudah membalikkan kapal tersebut dengan sihir angin Yuri yang Yuri hembuskan begitu kencang.


Beberapa ada yang selamat dan masuk ke dalam lantai kapal Calibri dan para anggota kru beserta Stephen dengan berani melakukan sebuah penyerangan.


"Ada...ada Witch!! ternyata ada penyihir wanita gila disini!"


Ucap seorang awak musuh yang panik ketika berpapasan secara tidak sengaja dengan Yuri dan Yuri memasang ekspresi dingin.


Bandit tersebut terlihat lari menjauh dari Yuri, namun insiden tidak diinginkan terjadi dan bandit tersebut kehilangan nyawanya.


"Sepertinya dikapal ini tidak punya kapten, atau cuma perasaan ku saja?"


Gumam Yuri.


Tak lama beberapa jam kemudian, waktu berpihak kepada Yuri dan kru Stephen. Dengan lega dan sorak kemenangan, namun semua itu harus berakhir begitu cepat ketika sebuah panah melesat dari atas menuju mereka.


"Heavenly Gravity.."


Beberapa anak panah terhenti dan malah berbalik arah dan melesat kearah tempat asalnya.


"Kalian disini pasti ingin mencari harta itu kan?"


Ucap salah satu bandit yang kelihatan unik, matanya berwarna kuning dan Yuri tidak bisa melihat rambutnya karena ditutupi oleh Helm yang begitu tebal.


"Apa maksudnya? harta? kami tidak mencari itu"


Balas Yuri dan ketika orang tersebut dengan cepat melesat kearah Yuri sambil mengayunkan pedangnya, Yuri menyelimuti seluruh telapak tangannya depan belakang dengan batu-batu seperti tangan golem dan kemudian menahan serangan bandit tersebut, menepisnya lalu dengan tangan yang satunya Yuri melakukan sihir ruang yang berasal dari sihir Enyo untuk mementalkan bandit tersebut.


"ugh.."


Bandit tersebut memang terpental namun ia dapat mengendalikan tubuhnya agar tidak terjatuh, seperti seorang ahli akrobat.


"Bohong! Kalian para pendatang luar selalu bilang begitu, Nyatanya"


Bandit tersebut mengeluarkan sihir nya dan seketika lantai kapal membeku dan menjalar kearah Yuri, Yuri dengan segera menciptakan lingkaran tanah yang dilapisi dengan panasnya api, membuat Yuri tidak terkena serangan dari bandit tersebut.


"Nyatanya kalian, malah ingin mengambilnya dan merebutnya dari kami!"


Seru bandit itu, Yuri dengan segera melompat tinggi dibantu dengan hembusan angin dan mendarat diatas atap dari geladak kapal menuju atap ruang investigasi khusus.


Dan yang benar saja, saat Yuri melompat, es-es tersebut membentuk sebuah kerucut yang tajam dan seperti hendak menggigit Yuri.

__ADS_1


"Kami benar-benar tidak minat dengan harta kalian, kami ingin melewati agar bisa menuju Kerajaan Meda." Balas Yuri.


"Buat apa, kalian ke Kerajaan Meda,hah!"


Ucap bandit tersebut menggeram, bandit tersebut mengancam Yuri dengan mengarahkan pedangnya ke arah Yuri.


"Jawab atau ini adalah kuburan bagimu, aku tidak peduli kau seorang pahlawan"


Ucapnya lagi.


Yuri berhenti sejenak, mengumpulkan kata-kata yang bagus dan tidak membuat hari ini lebih dari sekedar hari yang panjang. Yuri mengerutkan dahinya lalu mulai berbicara.


"Aku... Aku ingin membuka segel.. Segel dari Sylph" Balas Yuri.


Sejenak, dari mata bandit tersebut penuh dengan pertimbangan dan kecurigaan. Namun, beberapa waktu kemudian bandit tersebut mengangkat tangannya lalu para awak musuh berhenti menyerang.


"Apa kamu barusan bilang ingin membuka segel Sylph?" Ucap bandit tersebut.


Yuri mengangguk, setelah itu bandit tersebut memberikan Yuri aba-aba untuk mendekatinya.


Yuri tetap waspada walaupun pada akhirnya tetap turun dengan senjata masih ditangannya.


"Sylph, adalah dewi penyembuh bagi kami. Warga dari kerajaan Mourne sangat kritis hari ini.. Kritis karena wabah" Ucap pria tersebut.


"Direktur, kau tidak apa-apa?" ucap Stephen. Berlari kearah Yuri.


Yuri mengangguk, mengatakan dari matanya bahwa dia baik-baik saja. Yuri, kini memberikan sebuah surat amplop, replika surat amplop dari surat amplop resmi kepada bandit tersebut.


Setelah mengambil dan membacanya, bandit tersebut mengangguk dan menyimpannya dikantungnya.


"Aye, sepertinya aku pernah mendengar nama ETP, kalau tidak salah, seorang Deputy bernama Wendy membantu kami dalam bahan pangan dan utusan dari medis ETP memberikan kami obat-obatan herbal"


Jelas bandit tersebut. Dan bandit tersebut membuka helm nya, terlihat rambut putih yang masih bersinar.


"Namaku, Justin. Justin Lumycase. Aku adalah mentri pertahanan dari kerajaan Mourne."


Tanpa berjabat tangan, pria bernama Justin ini memperkenalkan dirinya dan Yuri mengangguk.


"Namaku Yuri, aku adalah direktur dari ETP. Kami hanya ingin pergi ke kerajaan Meda" Balas Yuri.


Justin dan Yuri akhirnya berjabat tangan dan memberitahu Yuri bahwa dia masih belum percaya karena beberapa waktu lalu sebelum kedatangan Yuri, kerajaan Mourne diserang oleh orang yang model kapalnya mirip dengan punya Yuri.


Justin juga menyarankan agar menghadap Raja Ixaha II , ketika semua sepakat, mereka mulai berlayar untuk memarkirkan kapal mereka. Stephen sempat berkata kepada Yuri bahwa jangan percaya pada kaum Mourne karena mereka licik.


Apalagi Raja Ixaha sebelum Ixaha II naik takhta, Raja Ixaha pertama dikenal dengan scandal dan perbuatan keji lainnya, banyak anak muda disini tumbuh dari keturunan raja sebab hubungan yang tidak normal.


Setiap gadis ditangkap dan diperlakukan tidak baik, bahkan membungkam orang tua mereka berdalih dengan kata keamanan negara. Namun, semua berlalu. Semua berlalu karena raja Ixaha pertama di lenyapkan oleh anaknya sendiri Ixaha II, lantas karena Raja Ixaha pertama membuat istri dari Ixaha II hamil.


Itu adalah pengalaman buruk dari Kerajaan Mourne.


Calibri kini sudah parkir disebuah pelabuhan yang terlihat indah, dari geladak, Yuri melihat banyak para nelayan yang sudah menangkap ikan, melihat para nelayan berjualan langsung dengan pembeli, mungkin saja pembelinya tidak sabaran.


Yuri melihat Mourne yang didalam adalah sebuah kerajaan yang memegang penuh atas ekonomi laut, mungkin.. Dan Yuri juga melihat seorang Lumberjack sedang bertransaksi dengan seorang nelayan.

__ADS_1


Negeri ini sebenarnya ga terlalu buruk.


...~To Be Continued~...


__ADS_2