Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Tidak ada rasa penyesalan


__ADS_3

"Starling Star!"


Dengan pedang ganda milik Felia yang bernama The Wrath dan The Vengeance. Felia mengeluarkan tebasan dengan energi sihir yang sangat besar, Enyo terdesak atas serangan dari Felia tersebut.


Dalam pertarungan sengit antara Felia dan Enyo, akhirnya Enyo berhasil melakukan goresan terhadap lengan kiri Felia.


"Nghh.. ini tidak seberapa!"


Dengan gesit, Felia melakukan dash untuk dapat melakukan serangan tusukan, namun gagal, Enyo mengubah gravitasi yang ada di sekitar Felia.


"..!!"


Tidak bisa bergerak, Felia hanya meronta-ronta. Namun tak lama Felia dapat bergerak kembali, Enyo kaget dan melihat Almita tidak berdiam diri saja.


"Lusion Fo"


Ucap Almita dan kini mereka bertiga kini kembali ke Terra. Almita ternyata tidak sanggup menahan dunia milik Althenia, sangatlah berat baginya.


Melihat Almita sudah mulai berjalan krarah Enyo, Felia melakukan sebuah simbol gerakan agar Almita berhenti.


"Jangan ikut campur dengan uru-"


Belum juga sempat mengucapkan sesuatu, Felia kini terhantam oleh tinju milik Enyo, tangan Enyo kini terbalut oleh batu yang sangat keras seperti golem.


Mata Felia seperti berkunang-kunang dan sempat terjatuh karena kurangnya keseimbangan, melihat Felia lengah Enyo mencoba untuk menerjang Felia, namun terpental karena dorongan besar milik Almita.


Dari kejauhan, Caliery salah satu dari six dragon hanya bisa melihat pertarungan tersebut. Glory Bringer dan Sisa dari Six Dragon harus menahan para kroco yang terus saja berdatangan dan sekaligus harus melawan Letnan Mughal yang masih selamat dan Chaos Bringer.


"Sudah kubilang, jangan sok jago. Enyo tidak bisa dikalahkan hanya untuk satu orang saja"


Almita kini menyerang Enyo yang kini posisi mereka bertiga sama-sama unggul, lalu Almita mempunyai rencana besar ketika berhasil membuat Enyo mundur karena serangan dari Almita sendiri dan efek dari serangan Felia yang tiba-tiba meledak.


Sedangkan di dalam alam bawah sadar Yuri, Yuri berhasil menebas dengan pedangnya dan memukul dengan shieldnya. Dengan memanfaatkan kemampuan berpedang hasil latihan bela diri, Yuri dapat bertahan walaupun tidak bisa memakai sihir.


"Ghuhk"


Terhuyung mundur, Enyo hanya bisa membuang ludahnya yang tercampur dengan darah. Kemudian menatap Yuri dengan tatapan kebencian.


"Kenapa, Anak manusia. Kenapa kau tidak bisa melihat, aku ingin Remeline kembali... Inti dari Terra adalah solusinya"


"Heh-haha, membuat dunia baru di Terra setelah aku menghancurkan nya. Dengan inti dari Terra aku akan menghidupkan kembali anakku"


Setelah mengoceh dan jalan dengan sempoyongan, Enyo menggelengkan kepalanya dengan keras agar kesadarannya pulih.


"Kau punya Ibu, kenapa kau tidak bisa memahami perasaan ku, YURI!!" Bentak Enyo.


Enyo kini melemparkan tombaknya kearah Yuri dan Yuri berhasil menepisnya, Yuri kini menahan tebasan dari Enyo yang bergerak sangat cepat dengan pedangnya setelah melempar tombaknya.

__ADS_1


"Kau gila. Aku tau, itu tidak dimaafkan, aku tau Althenia salah dan terlalu gegabah, tapi tidak bisakah kau melihat dia terpaksa melakukan nya"


Yuri mendorong Enyo dengan sekuat tenaga melalui pedangnya yang menahan pedang dari Enyo.


"Sangat Naif, itulah sifat manusia seperti dirimu yang tidak akan mengerti"


Dengan agresif, Enyo melakukan serangan terhadap Yuri dengan pedangnya yang membuat Yuri kesulitan bahkan kini kalah cepat dan kemudian Enyo menjatuhkan Yuri dengan menendang pergelangan kaki Yuri.


"Aghh...!!!"


Yuri merasakan sakit pada tubuhnya lalu dengan cepat menggerakkan kepalanya kekanan ketika pedang dari Enyo menusuk ke arah tempat kepala Yuri berada sebelumnya.


Hampir saja tertusuk, Yuri merasakan maut hampir menjemputnya, adrenalin nya memuncak. Lalu menatap Enyo yang kini tubuhnya sudah bertransformasi menjadi bentuk aneh dimatanya.


Yuri tidak tau apa yang terjadi tapi, melihat kondisi Enyo, Yuri merasa bahwa Yuxuan,Anna dan Wendy pasti datang menolongnya bersama dengan para Six Dragon.


Tapi Yuri tidak semudah itu berharap karena Enyo walaupun sudah melemah, dia tetaplah dewi. Lalu Yuri punya rencana yang ia tidak tau ini bagus atau tidak.


"Enyo, aku paham perasaan mu"


Yuri mengucapkan kata-kata yang membuat gerakan Enyo berhenti , hampir saja kepala Yuri pecah karena kini tangan Enyo yang tadinya melesat kearah Yuri diselimuti oleh tangan batu, kemungkinan Mini Earth Golem.


Dengan keringat dingin,mata Yuri dilanda dengan ketegangan dan adrenalin Yuri semakin memuncak. Yuri bahkan sulit menarik nafasnya pada saat ini.


"Apa aku tidak salah dengar?" Ucap Enyo.


Enyo kemudian berdiri dan menjauh sedikit dari Yuri.


"Terkadang kita harus melakukan ini secara terpaksa Yuri, orang baik bisa saja jahat."


Enyo kini menghirup dalam-dalam seolah-olah disini adalah sebuah alam luar yang indah penuh dengan pepohonan.


"Tapi aku senang pada akhirnya kamu paham, kamu paham apa yang aku inginkan"


Enyo memejamkan matanya, satu persatu air mata keluar dari matanya saat mata itu terpejam. Enyo kemudian melihat Yuri yang susah payah berdiri, tersenyum lembut seperti seorang ibu, Enyo kini menawarkan pelukan untuk Yuri.


"Maafkan ibu sudah menyakiti Yuri, hanya saja aku ingin kamu mengerti, Anakku" Ucap Enyo.


Yuri yang melihat penampilan Enyo kembali seperti semula, kini tersenyum, Yuri pun kebingungan dan sontak jari Yuri menunjuk diri Yuri sendiri.


"Apa.. Aku jadi anakmu?"


Ucap Yuri dengan gugup, Yuri sudah memasang elemen kejutan untuk Enyo sepertinya Enyo tidak mengetahui nya dikarenakan ekspresi Yuri kali ini sudah tidak bisa berubah cepat karena rasa capek melanda.


"Baiklah, Ibu." Ucap Yuri dengan Canggung.


Yuri dengan perlahan berjalan kearah Enyo, kedua tangannya mengikuti alur dari Enyo untuk mendapatkan sebuah pelukan. Enyo tersenyum manis dan dengan air mata yang masih mengalir.

__ADS_1


Bagi Enyo Yuri sudah sadar sepenuhnya akan dirinya Enyo dan Enyo sangat lega. Enyo menyeriusi tanggapan dari Yuri sehingga meskipun Yuri berkhianat, Enyo tetap mempercayai Yuri.


Akhirnya Yuri memeluk Enyo, tubuh Enyo terasa berat. Yuri seketika melihat memori dari Enyo, seluruh memori yang menyiksa dirinya. Enyo tersenyum karena Yuri kini di kelilingi oleh ingatan dari Enyo.


Yuri berusaha melepaskan pelukannya dihalang oleh Enyo yang kini memeluk erat Yuri, tenaga Yuri tidak bisa melawan Enyo.


Yuri kemudian menusuk Enyo dari belakang setelah Yuri menggunakan salah satu dari peralatan daruratnya, pedang yang dihunuskan juga mengenai Yuri.


Enyo yang terkejut merasakan ada yang menembus dirinya.


Yuri melepaskan tusukannya dan melempar peralatannya tersebut kesamping kiri. Kedua nya sama-sama terbatuk dan memuntahkan darah, meringis kesakitan dan akhirnya keduanya terbaring ditempat dan arah yang berbeda.


"Heh-haha.. Uhuk Uhuk.. Apakah ini jalan yang kamu inginkan Yuri?"


Dengan suara serak, Enyo memberikan pertanyaan kepada Yuri.


"Sebenarnya aku takut. Aku takut aku akan berakhir seperti ini dan takut akan berakhir seperti mu"


"Tapi jika semua ini ditakdirkan begini, aku terima, asal aku ikut berpartisipasi mencegahmu walau ini alam bawah sadar"


Yuri menjawab pertanyaan tersebut pun kemudian terbatuk dengan keras.


"Tapi. Aku sudah membunuh kekasihmu"


Sejenak antara Yuri dan Enyo hening, tidak berbicara. Di hati Yuri terasa sakit, sangat sakit karena Enyo jika berbicara soal kematian tidak pernah berbohong baginya.


"Aku membunuh teman-teman mu" Tambah Enyo.


Yuri merasakan tidak mau mendengar hal tersebut hanya bisa pasrah dan menahan tangisnya. Ia memegang perut nya sendiri, lalu terbayang dibenaknya sesuatu yang ia takutkan walaupun itu berdampak sedang.


"Karena aku mengakui tekadmu, aku akan menggunakan kekuatanku yang tersisa. Kuberikan padamu" Ucap Enyo


Seluruh tubuh dari Enyo kini menjadi sekawanan kupu-kupu, sebagian kupu-kupu mengelilingi Yuri dan masuk kedalam Yuri, sebagian lagi menjadi serpihan-serpihan yang agak mirip seperti pasir.


Tubuh Yuri kemudian bercahaya dan ia merasakan rasa sakit yang telah hilang dari tubuhnya.


"Tidak ada rasa penyesalan bagiku, anakku. Sekarang, carilah kakak mu. Sylph, bangunkan dia, buka segelnya, dia ada di pulau terpencil bagian dari wilayah Kerajaan Meda"


Yuri mendengar ucapan dari Enyo terakhir kalinya dan tubuhnya berhenti bersinar dan Yuri melihat lubang tusukan di dadanya telah sembuh.


Di dunia alam bawah sadar Yuri bercahaya dan Yuri ikut bercahaya kembali, kemudian Yuri menutup matanya secara perlahan. Semua peperangan ini semoga berakhir.


Jikapun Yuri sebenarnya sudah mati, Yuri bersiap untuk dimarahi dan dihukum Versalite dan Six Dragon.


Tapi. Tapi yang dilihatnya berbeda dengan apa yang tejadi didalam pikiran nya, hal itu terbantahkan ketika Yuri mulai membuka matanya secara perlahan,merasakan dirinya masih berbaring namun sangat empuk.


Ternyata Yuri sudah berada di sebuah ruangan dimana ia melihat orang-orang yang ia tidak kenal kecuali Ashura,Lu woh, Wendy, Anna,Sara,dan tentu saja Ratu Helena.

__ADS_1


__ADS_2