
...12 February C2...
...Taman Raksasa Sophia...
Berkat informasi dari Tesla, Yuri beserta Kongming kini telah bergerak menuju Stellata sekaligus melumpuhkan robot-robot penghasil misil berbahaya.
Robot-robot ini tidak ada habis-habisnya, penyerangan ini termasuk penyerangan besar dan termasuk peperangan antara Sophia, ETP dengan Sharping tech, Heirzen Family.
"Humphh..!!! "
Bertarung secara jarak dekat dengan baik, Yuri melihat Kongming secara lihai menaklukkan robot-robot disekitarnya. Untuk menghemat energi Yuri sendiri, Yuri mengambil senjata api miliknya dan menembak dengan tepat sasaran kearah robot yang kali ini terlihat kecil namun berbahaya, karena tiap Yuri menembak mereka, mereka langsung meledak.
"Lance... Trust...!!! "
Yuri menciptakan replika tombak lalu dengan lihai menghindari serangan robot yang ada dibelakangnya dengan berguling kekanan, Yuri menyadari dengan getaran sihirnya yang mendeteksi ada yang mendekatinya.
Setelah berguling dan berhenti dengan posisi setengah jongkok menghadap robot tersebut dan menghunuskan tombaknya yang membuat robot kepala tersebut hancur dan terjatuh ke belakang.
"Tepat ada didepan....Commander, musuh mengerahkan Android dan beberapa drone.. "
Setelah Kongming memperingatkan Yuri, Yuri hampir tidak terdengar karena kebisingan suara senjata api dan suara dentingan baja.
Yuri melihat pasukan android dengan mata yang tertutup oleh besi selayaknya seorang pendekar yang buta. Masing-masing dari mereka mengambil posisi, pintar sekali..
"Baiklah...kalian yang memaksanya.. " Ucap Yuri.
Yuri meredakan sihir replikanya dan mengambil salah satu belati dari sekian belati yang tersimpan di sarungnya tepatnya sarung tersebut ada di paha Yuri.
Yuri mengalirkan sihir api dan cahaya di belati tersebut dan melemparkan nya kearah para pasukan android mumpung mereka tidak mendekat lebih jauh lagi.
Disaat berada di pertengahan pasukan tersebut yang berhasil menghindari belati Yuri, sekejap mereka seperti meremehkan Yuri, namun saat belati itu menjadi Kabooomm... Meledak dengan ledakan yang lumayan dan saat meledak mengeluarkan energi api dan cahaya di hiasi oleh besi dari belati tersebut terpecah di mana-mana tetapi terarah dengan baik dan kena sasaran.
Pasukan tersebut seketika lenyap saat setelah ledakan, tubuh android tersebut terseret masuk seperti magnet dan sekali lagi mereka diledakkan menjadi berkeping-keping.
__ADS_1
Saat Yuri melenyapkan para android, Kongming melakukan proses hacking yang membuat android musuh jadi kendali milik Kongming dan juga Yuri jadi tak ada satupun yang tersisa. Para robot kelihatan nya mundur saat para android dihancurkan dan drone telah di hack.
Mereka juga bersyukur setelah melawan musuh, mereka menemukan speedy moto , menyimpan senjata apinya kembali dan memakai Speedy moto untuk melesat menuju Stellata.
...12 February C2...
...Stellata, South Sophia....
"Jangan gentar....!!! kita akan menang kali ini.."
Disisi Anastasya, Anastasya sedang unggul melawan para robot yang berdatangan secara terus menerus, Anastasya dengan pedang besarnya menebas musuh, tiap tebasan nya menghasilkan petir yang amat sangat kuat.
Robot yang setelah kena serangan menjadi konslet dan tidak lagi berbentuk alias hancur.
Anastasya ditemani oleh Kotone Kameko, seorang eksekutor yang menghilang namun ditemukan Yuri babak belur saat melakukan misi pengambilan Demon Sword yang gagal diambil.
Tepat waktu disaat situasi hampir berubah, Yuri menabrak para android yang baru saja datang untuk membalikkan keadaan agar Anastasya kalah.
Kongming melakukan tugasnya untuk menyerang dari belakang dengan pedangnya dan misil sihir yang telah menjadi fiturnya.
Setelah misil habis, Yuri kembali ke posisi Anastasya bersama Kongming.
"Kalian... Kenapa kalian disini...? " Ucap Anastasya dengan bingung.
"Penyelamat ku, terimakasih sudah menyelamatkan ku dikala itu.. pastinya aku akan mati dilahap oleh Akuji... " Ucap Kotone memotong pembicaraan.
"Itu bukan apa-apa, hanya kebetulan dan dokter... bukan... Profesor Tesla mengirimkan aku kemari... " Jelas Yuri.
Setelah Yuri menjawab, sepertinya Anastasya tidak punya banyak pilihan.. Gadis muda, modern necromancer tersebut terlihat masih khawatir namun Yuri memberikan tatapan semua akan baik-baik saja.
Apapun itu, Yuri harus menahan dirinya untuk tidak menggunakan seluruh kekuatannya, Yuri harus mengikuti apa yang harusnya cocok dengan situasi di zaman ini.
Maka dari itu Yuri mengambil senjata apinya dari sarungnya lalu menerima pedang yang ternyata Kotone sudah mengerahkan pedang unik kepada Yuri.. Yuri sebenar nya ingin memakai replika dari senjata sihir Yuri namun karena tidak enak, Yuri menerima pedang tersebut.
__ADS_1
"Senang jika kau adalah bagian dari kami.... Commander... " Ucap Kotone.
Commander.. Tunggu dulu, Yuri belum siap untuk menjadi seorang Commander di ETP. Hatinya belum siap, karena sejatinya Yuri hanyalah penyihir zodiac yang memiliki kemampuan luar biasa. Namun, Yuri harus banyak masuk kedalam dunia pertempuran seperti ini.
"Eksekutor Yuni dan Eksekutor Louis sepertinya berhasil mengusir musuh bersama Mont. " Ujar Anastasya.
"Kalau begitu kita bereskan saja ini.. " Tambahnya.
Yuri mengangguk lalu, memberikan opening dengan menurunkan hujan batu setelah menciptakan magic circle yang lumayan besar diatas mereka.
Hujan batu tersebut ternyata berhasil memporak-porandakan musuh, bagian tubuh android dan robot menjadi compang-camping, sungguh kekuatan luar biasa dan akhirnya Yuri meredakan kekuatannya dan menunjuk dengan jarinya kearah musuh.
"Sekarang...!!! " Seru Yuri.
Semuanya berseru, membuat formasi baru, para penembak dan pemanah mulai menyerang dengan semangat dan di garda terdepan terdapat robot dari ETP yang menjadi tameng dan penyerang.
Anastasya,Kongming dan Kotone bahkan ikut terjun dalam garda terdepan. peperangan ini jelas dimenangkan oleh mereka atau musuh punya rencana lain.
"Fire orb.. "
Tak tinggal diam, Yuri membacakan mantra dan beberapa robot dan android yang terkena serangan Yuri kini terkurung dalam gelembung api. Membakar robot dan android tersebut hingga mereka meleleh setelah itu api yang menjadi orb tersebut dikendalikan lagi oleh Yuri dan membentuk pedang besar api raksasa dan karena Yuri merasakan firasat bahwa ada sesuatu diatas, Yuri melesatkan pedang tersebut dan benar saja pedang tersebut menancap oleh sesuatu.
Tak lama pesawat raksasa, sangat besar menunjukkan jati dirinya dan jatuh ketika tertancap dan di potong oleh Yuri seperti memotong daging.
Tiap bagian pesawat yang telah di potong jatuh kearah yang berbeda. Setelah kejadian tersebut para robot dan android kelihatan kehilangan energi dan seketika sistem mereka shutdown dengan sendirinya.
"Ah ternyata aku hoki juga, firasat ku betul. " Batin Yuri dengan bangga.
"Mode bertarung, Semi Active... Apa yang terjadi disini... Apa kita berhasil direktur Anastasya...? " Tanya Kongming.
"Seperti nya begitu.." Balas Anastasya.
Serentak, semua yang ada disini bersorak dan mengerumuni para prajurit tersisa yang terlihat lari terbirit-birit, mundur dengan panik dan menaiki kendaraan mereka.
__ADS_1
Ini adalah awal kemenangan namun ini juga masalah, masalah nya adalah bangkai pesawat yang masih segar terpisah di beda wilayah. Harus Investigasi sesegera mungkin, itulah yang akan ETP biasanya lakukan dan harus begitu demi keamanan Sophia.
...~To Be Continued~...