
Walaupun ini adalah sebuah peperangan liar, namun Yuri dan lainnya harus beristirahat untuk memulihkan diri. Ditambah ditempat mereka sudah malam hari, meskipun Yuri menyadari bahwa langit malam di Terra hari ini sangat tidak biasa.
Warna merah adalah warna yang terlukis di langit, Yuri melihat pemandangan tersebut dari lantai dua di gedung sepi ini. Sambil memegang tongkatnya, Yuri mengambil nafas dalam-dalam lalu mengeluarkan nya.
"Ahh, kamu disini rupanya "
Yuri yang sedang asik sendiri di lantai dua kini di pecahkan oleh Turin yang kini sudah menghampiri Yuri dan ikut memandang langit merah.
"Bloody Night" Kata Turin.
Yuri melihat kembali langit merah di dunia Terra ini, apa yang Turin katakan benar dan tidak salah, Fenomena ini selalu ada. Atau emang karena pengaruh energi jahat.
"Aku penasaran jika kamu kembali kebumi, ke planet bimasakti apakah aku boleh ikut denganmu" Kata Turin.
Suasana yang tadinya hanya memandang langit kini dipecahkan oleh Turin. Yuri kemudian tersenyum dan memegang pundak Turin.
"Tentu saja, kau bisa. Aku sudah menganggap mu sebagai bagian dari keluargaku" Balas Yuri.
Turin kemudian menggelengkan kepalanya dengan perlahan lalu, melihat kearah langit.
"Sepertinya tidak bisa, ras ku. Rasku akan menjadi permasalahan di bumi"
Turin kini menghirup nafas dan membuangnya perlahan.
"Orang bumi bakal kebingungan dan mungkin akan menganggap ras seperti ku adalah siluman atau iblis" Kata Turin.
Yuri tidak bisa berkata apa-apa, yang dia bilang benar. Hanya keluarganya yang mengetahui jal itu dan beberapa orang kecil tahu dan mereka merahasiakan nya. Diingatan Yuri sekarang, orang-orang akan menyerang makhluk yang dianggap astral bagi mereka.
Memanggil mereka sebagai Witch, monster dan sebutan tidak enak lainnya. Padahal makhluk tersebut tidak menyakiti warga bumi.
"Baiklah, aku paham. Mungkin kita akan membahasnya setelah ini selesai" Balas Yuri.
Yuri kemudian teringat, ketika ia merapalkan mantra Aegis, tubuh Turin mengeluarkan aura sihir yang sama dengan sihir Aegis nya. Walau cuma sepintas Yuri melihat, namun Yuri masih kepikiran.
"Turin.. Apakah kamu benar-benar seorang Cobbala?"
Itulah yang diucapkan oleh Yuri setelah membahas bumi, Turin kaget namun tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya.
"Kamu mungkin salah lihat, atau emang itu kebetulan saja" Balas Turin.
Yuri menaikkan alisnya setengah lalu menutup matanya dan memasang ekspresi lelah.
"Entahlah, tapi aku yakin.. Aku yakin kamu memiliki sesuatu yang kamu sembunyikan" Kata Yuri.
Mendengar perkataan Yuri, menutup matanya lalu membukanya perlahan.
"Mungkin bukan sekarang Yuri" Balas Turin singkat.
Turin kini pergi meninggalkan Yuri, Yuri memasang ekspresi lesu sekarang. Saat Turin meninggal kan Yuri dan pergi kelantai bawah, Sosok Yuxuan muncul dari tangga tersebut, naik dan menghampiri Yuri.
Yuxuan membawa dua roti dan dua coklat hangat. Sambil tersenyum hangat, Yuxuan kini duduk di samping Yuri dan meletakkan gelas berisi minuman hangat tersebut dengan hati-hati.
"Ayo duduk, aku bawakan sesuatu nih" Kata Yuxuan.
__ADS_1
Yuxuan kini mendongak melihat kearah Yuri yang murung yang akhirnya duduk bersama dengan Yuxuan.
"eh, tampilan ini mirip dengan coklat hangat yang ada dibumi"
Yuri sepertinya terkejut karena menyadari apa yang dilihatnya mirip dengan hidangan minuman yang disediakan di kampung halaman pamannya di Italia.
"Kamu lupa? aku pernah ke bumi untuk melihat sentra kuliner di bumi" Kata Yuxuan.
Ucapan Yuxuan, membuat Yuri gregetan ingin mencubit pipi Yuxuan dengan keras
"Ah kamu tidak menceritakan apapun dalam hal itu" Balas Yuri.
Yuri pun meletakkan tongkatnya tak jauh darinya dan mengambil salah satu roti dan memakannya dengan perlahan, tidak lupa juga minum coklat hangat yang Yuxuan antarkan ke Yuri.
Yuxuan juga melakukan hal yang sama, mereka berdua diam menikmati makanan dan minuman mereka. Saling tersenyum dan tertawa ketika Yuxuan maupun Yuri mendapatkan kejanggalan saat meminum coklat hangat atau memakan roti mereka.
"Hey, ngomong-ngomong, jika di area peperangan ini hanya sedikit orang tersisa, apakah para bangsawan dan keluarga kerajaan selamat?"
Setelah menghabiskan makanan dan minumannya, Yuri mengajak Yuxuan untuk membahas topik yang Yuri tidak tau. Keburu Wendy sudah tidur setelah bercerita kepada Yuxuan.
"Semuanya selamat, warga juga berhasil di evakuasi. walau ada 5 atau 10 orang terluka parah atau bahkan tidak bernyawa" Balas Yuxuan.
Yuxuan, adalah seorang penyihir yang sangat kuat. Selalu diandalkan oleh Zodiac, aura sihirnya juga kuat. Tapi ntah kenapa Yuri merasa Yuxuan yang sekarang aura sihirnya makin hari makin melemah.
Yuri bisa merasakan Mana Yuxuan terasa sangat tipis, bukan karena sering dipakai. Namun, kapasitas Mananya seperti merosot.
"Masa depan yang tidak akan berubah" Gumam Yuri.
Yuri teringat atau setidaknya sebuah memory muncul pada dirinya, bahwa seseorang pernah berkata. ada masa depan yang tidak bisa ia ubah. Apakah itu Yuxuan? atau bahkan Yuri sendiri.
Itulah yang Yuri takutkan. Kata-kata menyakitkan yang diucapkan, ketika Yuri mengucapkan kenapa Yuxuan semakin melemah.
Ketika suasana tenang dan sunyi, sebuah pintu ruangan terbuka dan Asterion muncul, menutup pintu tersebut dengan pelan.
Dilihat dari raut wajahnya, Asterion kini terlihat tenang. Asterion kini turun kebawah tangga, lalu tak lama Asterion naik tangga dan berjalan kearah mereka.
"Baiklah, sepasang kekasih. Sara sedang tidur dan Wendy juga, aku ingin besok kita akan melumpuhkan pertahanan musuh" Kata Asterion.
Yuxuan sedikit terkejut, mengerutkan dahinya mencoba berfikir lalu mulai menggeser dimana ia duduk.
"Lanjutkan" Pinta Yuri.
"Terimakasih Yuri" Balas Asterion.
Dan Asterion mulai memberitahu rencana yang akan mereka lakukan untuk melumpuhkan pertahanan dari pasukan Amanda yang kini tersisa sedikit.
Yang jelas, kali ini Yuri,Anna, Wendy dan Turin akan satu tim, sedangkan Yuxuan akan bersama Asterion dan Sara. Yuri akan menyerang dari arah Timur sedangkan Yuxuan akan menyerang dari arah Utara karena diarah Utara terdapat markas Amanda, markas besar miliknya.
Hal yang Asterion pikirkan adalah Belial dan Chaos Bringer akan hadir dalam pasukan pertahanan mereka. Ada hal lain yaitu Letnan Mughal si Ogre perkasa dan Jendral Abhisk yang identitasnya belum diketahui dengan jelas.
Saat matahari mulai menampakkan dirinya, Yuri dan lainnya mulai mempersiapkan diri, mulai dari perlengkapan darurat hingga persenjataan dan mantra sihir.
Akhirnya berada disisi Amanda, Amanda kini melempar gelas kaca berisi darah ke dinding.
__ADS_1
Gelas tersebut pecah berkeping-keping, begitu juga hati Amanda yang kini tersulut dalam dirinya.
Setelah mengetahui bahwa Glory Bringer masih hidup dan bersembunyi dan mengetahui bahwa Belial dan Chaos Bringer kesulitan untuk memusnahkan Yuri.
Chaos Bringer juga memberi tahu Amanda bahwa, ras Cobbala yang bernama Turin tersebut memiliki aura sihir yang aneh, aura sihir yang hanya dimiliki oleh satu dewi, dewi Aegis. Yaitu Althenia.
"Pasukan kita tersisa pasukan pertahanan, pasukan penyerang kita telah berhasil dikalahkan Six Dragon di sisi barat,timur dan utara" Ucap pria tua berjanggut lebat.
Amanda kini berada dimasa sulit, semua penyerangan ini tidak akan rusak kalau saja Yuri dan teman temannya tidak menyabotase proses pemanggilan armada.
Bahkan jikapun armada Amanda sudah sepenuhnya keluar dari portal, mereka satu persatu akan dihabisi Yuri dan teman-teman nya. Hal ini membuat Amanda menggerakkan giginya.
Bahkan Cermin Seribu Bahasa yang menjadi perangkap sempurna bagi Amanda juga dihancurkan oleh Yuri,Anna dan Turin.
"Mughal , Abhisk" Panggil Amanda.
Mughal dan Abhisk pun muncul dan menghadap kearah Amanda sambil memberikan hormat.
"Yes, Your Excellency?" Ucap Abhisk.
" Aku perintahkan Mughal untuk menjaga pertahanan menuju arah selatan dimana mereka pasti akan menyerang pertahanan utara ku" Kata Amanda.
Mughal kini lebih sedikit membungkuk.
"Siap, Yang mulia"
Mughal berdiri, lalu mulai berjalan meninggalkan ruangan besar tersebut, ruangan khusus dimana raja dan ratu duduk di takhta mereka.
"Abhisk, kamu tau apa yang akan kamu lakukan kan?" Tanya Amanda.
"Saya mengerti dan saya akan kerjakan" Balas Abhisk.
Amanda mengangguk, lalu Abhisk juga meninggalkan ruangan takhta milik Amanda dan Belial.
Chaos Bringer pun pergi melebur menjadi cahaya kegelapan dan menghilang dari pandangan Belial dan Amanda.
"Apa dia masih menagih?" Tanya Amanda kepada Belial.
"Lebih dari menagih dan lebih dari yang kamu pikirkan sayang " Balas Belial.
Amanda pun tersenyum tipis, berdiri dari kursinya dan kini sudah berhadapan dengan Belial.
"Sebelum kita memberikan kekuatan terbesar raja dan ratu dari para iblis"
Amanda kini memasang wajah menggoda di hadapan Belial, tentu saja Belial tergoda dan mereka melakukan romansa mereka sendiri diruangan takhta yang terbilang remang-remang dan sepi.
Di sisi Yuri dan regunya, saat berada di titik untuk berpencar, Asterion memberikan sebuah gelang kepada Yuri. Gelang ini tidak memiliki nama, namun akan memberikan bantuan saat Yuri dalam kesulitan.
Setelah beberapa persiapan tambahan, Yuri memeluk Yuxuan untuk sementara, lalu mereka pun berpencar untuk melakukan rencana penyerangan.
sekarang dan saat ini juga, mereka akan mengakhiri kekejaman peperangan yang dilakukan oleh Amanda.
Waktunya melumpuhkan pertahanan musuh, misi dimulai.
__ADS_1
...~ To Be Continued ~...