Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Di antara duka ada mimpi buruk datang menghampiri


__ADS_3

...Pemakaman Keluarga Besar Kerajaan...


...38 February C2...


Perang telah berakhir, siapa sangka peperangan dengan dark matter memakan waktu lumayan lama, belum lagi efek dari Dark matter harus segera di bersihkan dan pemakaman harus diadakan.


Sebelum diadakannya pemakaman, hilangnya Phonalia dan Alfred pada saat itu membuat satu kerajaan ketar-ketir dan mereka mencari mantan ratu dan raja mereka.


Setelah diteliti oleh Tesla yang membantu, Phonalia dan Alfred sudah tidak bernyawa di aula sophia yang tidak terpakai, disitu juga ada sarung pedang yang terlihat seperti dari Kerajaan Noma.


Tidak ingin mempublikasikan kebenaran, Tesla hanya mengucapkannya kepada Rain dan Yuri saja. Rain dan Yuri terpaksa membuat keputusan bahwa Phonalia dan Alfred telah berpulang karena di buat gugur oleh para bandit.


Yuri dan Rain kemudian memberikan info kepada rakyat Sophia setelah membahas enaknya bagaimana mereka memberitahu kan hal tersebut yang tentunya dibantu oleh Tesla.


Rakyat yang percaya kini merasa perasaan duka mereka seperti hal nya yang dirasakan para bangsawan di sophia.


Upacara pemakaman pun di mulai,Alfred dan Phonalia di kebumikan dan tentu saja hal ini diketahui oleh rakyat Sophia yang melihat siaran langsung.


Dari sini Yuri berfikir, apa yang terjadi pada mantan raja dan ratu Sophia sebenar nya. Ia ingin tau apakah sarung itu benar-benar dipakai oleh orang-orang Noma.


Menurut Yuri sendiri, Noma adalah kota pahlawan dan awal terbentuknya Sophia dari pahlawan di Noma.


Ia tetap menyimpan apa yang ia rasakan dan pikirkan hingga akhirnya Rain menatapnya diam-diam.


Acara pemakaman berjalan lancar hingga akhirnya semua orang meninggalkan pemakaman satu persatu termasuk Yuri dan Rain yang menjadi pengunjung terakhir.


...Kantor Jendral Reavanena Iceberg...


...... 38 February C2......


Setelah mengunjungi pemakaman Phonalia dan Alfred, Rain mengajak Yuri untuk mengunjungi kantor jendral ke dua, yaitu Reavanena Iceberg.


Saat mereka sudah sampai agak jauh didepan pintu kantor Reavanena, mereka berdua melihat sang jendral ternyata lebih dahulu menunggu mereka berdua dan mengisyaratkan agar mereka berdua masuk kedalam kantor.


Yuri dan Rain menatap satu sama lain dan mengangguk yang kemudian melanjutkan langkah mereka masuk kedalam kantor Reavanena.


"Aku senang kalian sudah datang...Rain, Di-maksudku Ratu.." Gurau Rea.


Yuri yang mendengar gurauan Rea langsung sedikit tersipu malu, bagaimanapun Yuri mencoba untuk tidak malu-malu tanpa sebab, tapi Reavanena mahir dalam hal tersebut.


Reavanena akhirnya tertawa kemudian tersenyum lebar-lebar.


"Rain, kenapa kamu tidak cerita tentang hubungan status kita. " Ucap Rea.


Rain mengangguk lalu menoleh kearah Yuri yang sebenarnya bingung kenapa Rain dan Rea sangat akrab dan tidak memakai bahasa formal.


"Dia sebenarnya adalah temen masa kecilku." Ucap Rain.


Rain menceritakan awal mereka ketemu dan Rain juga Rea menjadi sahabat yang saling tolong menolong. Bahkan, mereka bersumpah saling melindungi yang nampaknya pembuktian saling melindungi tersebut tidak terlalu terealisasikan menurut pandangan Yuri.

__ADS_1


Perbincangan akan hal basa-basi terus berlanjut dengan suasana yang sangat akrab pun diakhiri dengan Rea menjentikkan jarinya, raut wajahnya teringat akan sesuatu lalu ia seperti merogoh sesuatu dari kantung jaket tebalnya yang ia kenakan karena ia harus menyesuaikan dengan armor nya.


Rupany Rea mengambil sebuah kertas, terlihat seperti slip keberuntungan. Atau cuma terlihat seperti slip keberuntungan, namun setelah Rea melemparkan slip tersebut keatas, slip tersebut melebur dan menjadi sebuah Holo Map.





...


"Jadi ini Holo Map yang kamu maksud Rea?. " Tanya Rain.


Rea mengangguk lalu dengan jari telunjuknya, Rea menunjuk angka 14.


"Karena kita secara ga sengaja melindungi Kerajaan Frainzun dari kerusakan benua dandelion, Frainzun mengirimkan dua Ksatria Elite mereka datang ke festival sambil membawa hadiah permintaan maaf dan permintaan rasa terimakasih. " Jelas Rea.


Rain terlihat berfikir, Frainzun adalah negara kerajaan yang menganut ajaran Gildeo dan memiliki keyakinan akan paham komunis.


Ia takut jika saat festival, secara diam-diam Frainzun akan mengeliminasi mereka semua.


Melihat Rain berfikir, Yuri menggenggam tangan Rain.


Rain langsung terlihat tenang ketika Yuri menggenggam tangan Rain dan menghembus nafas panjangnya.


Rea mengangguk paham, Rea kemudian mengirimkan Holo Map ke Yuri dan Rain agar mereka dapat mengetahui dan mengakses peta yang di update secara berkala.


"Ah, kami juga mau kembali ke kastil. Yuri terlihat cape sekali hari ini. " Imbuh Rain.


Rain yang merasa agak canggung karena ia terus berfikir akhirnya meminta izin untuk pamitan dengan Rea, Rea dengan biasanya menyambut bahkan memberikan senyuman hangat saat ketika tamunya pergi.


...Kamar Raja...


...Kastil Sophia...


...38 February C2...


Malam sudah tiba dan satu harian ini Rain terlihat berfikir, meskipun begitu Yuri selalu menemani Rain dan memberikannya minum air putih.


Rain bertanya ke Yuri dan Yuri menjawab pertanyaan Rain, begitulah disaat Rain sudah gelisah, ia ingin jawaban dari Yuri. Dan untungnya Yuri pandai dalam menghibur Rain.


Rain kini akhirnya terlihat lega, setelah Rain mengucapkan "Apakah Yuri Menyayanginya", Yuri sempat bingung mau jawab apa, mungkin Rain takut keputusan nya akan membuat dirinya dibuang oleh rakyatnya sendiri.


" Jangan khawatir Rain, semua akan baik-baik saja...Frainzun, mungkin punya niat baik.. " Ucap Yuri.


Yuri kemudian meminun air putih sebelum akhirnya pintu kamar mereka diketuk dan suara Giselle terdengar.


"Masuk aja Giselle.. " Sahut Yuri.

__ADS_1


Pintu itu pun dibuka dan Giselle masuk ruangan dengan riang gembira sambil menunjukkan gambarannya.


"Kakak, lihat ini... Kakak lihat ini!!. " Seru Giselle.


Yuri langsung melihat gambaran Giselle yang Giselle tunjukkan langsung kepada nya dan Rain,Rain kemudian tersenyum lalu mengusap rambut Giselle.


"Makin hari adikku ini semakin jago gambar ya. " Ucap nya.


"Iyaloh, dek Giselle bisa gambar gini.. Kakak aja ga bisa. " Sambung Yuri.


Giselle cekikikan dan malu-malu karena dipuji, terlihat kegirangan dan betul adanya gambaran Giselle sangat bagus. Untuk anak seusianya menggambar orang dengan sangat detail itu sangat jarang ditemukan disini.


Giselle melukis Yuri dan Rain yang lagi menggendong Giselle. Imajinasi anak-anak juga biasanya kuat, sekuat dengan ingatannya.


"Giselle kalau sudah tumbuh dewasa ingin jadi kak Yuri. Ratu yang cantik dan mempunyai kekuatan yang gede, untuk menyelamatkan orang seperti kakak menyelamatkan Giselle. " Ungkapnya.


Yuri dan Rain terhibur dan tertawa melihat kelakuan Giselle.


"Nah makanya Giselle tidur, biar cepat gede jangan lupa makannya teratur. " Balas Rain.


Giselle langsung berkacak pinggang dan membusungkan dadanya.


"Giselle akan menuruti kata kak Rain dan kak Yuri dan saat Giselle sudah dewasa, giliran Giselle yang akan melindungi kak Rain dan kak Yuri. " Jelas nya.


Giselle kemudian berlari kencang keluar dari kamar dan menutup pintu dengan pelan.


Sisa-sisa hiburan masih melekat di hati Yuri dan Rain, atmosfir disini tiba-tiba hangat.


"Dasar anak-anak, tau saja membuat orang seperti kita terhibur. " Ucap Rain.


"Begitulah daya tarik seorang anak, terkadang mereka nyebelin tapi lebih banyak jika mereka menghibur sih, itu pun jika dididik benar. Balas Yuri.


Ada kesenjangan di malam ini, Rain seperti nya merasa kesepian dan Yuri ingin memberikan Rain waktu-waktu malam pertama, namun Yuri tidak bisa karena ia harus setia dengan Yuxuan.


Ia juga memikirkan Charlotte lebih banyak saat Charlotte mendatanginya di alam mimpi.


Yuri terlalu berat memikirkan hal tersebut hingga akhirnya Yuri minta ditemani tidur oleh Rain.


Rain mengangguk, ia juga mengantuk dan bohong jika Rain berkata ia tidak mengantuk.


Mereka akhirnya berbaring bersama di temani oleh selimut dan kecupan hangat, setidaknya itu yang hanya bisa mereka lakukan.


Yuri menutup matanya dan ia bermimpi aneh sekali. Bukan aneh lagi tapi menakutkan...


Ia melihat sosok Yuxuan dimakan oleh sesuatu, tubuh rohnya hancur dan beberapa teman-temannya hancur, tetapi ia tidak bisa melihat Anna..... Bahkan ia tidak bisa melihat Charlotte..


Yuri seperti kamera yang dipaksa melihat adegan pembantaian, Hingga mimpi itu berakhir ketika Yuri terbangun sambil berteriak, air mata mengalir hingga ke pipinya.


...~To Be Continued~...

__ADS_1


__ADS_2