Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Menangkap ikan langka 2 : Berburu Bonito


__ADS_3

Ikan langka yang ada di Terra, begitulah. Yuri tidak menyangka akan pergi menangkap ikan yang ternyata tubuhnya setara dengan ikan paus.


Mereka melihat banyak sekali Bonito yang tengah berkeliaran bermain kesana kemari, Yuri sebenarnya sudah siap. Namun, kata Huang untuk menangkap ikan tidak harus memakai sihir, karena akan dengan mudah menangkapnya, hal itu akan menjadi membosankan.


Namun, berbeda dengan pendapat Yu Jie, mereka harus memakai sihir secukupnya untuk melawan Bonito, jika ikan ini memiliki energi luar biasa barulah mereka mengerahkan kekuatan mereka.


~Srssshh~


Suara lonceng kapal dari kejauhan, suara burung dan suara ombak menemani aura kemunculan ikan tersebut.


Huang meminta Yuri untuk mengambil salah satu dari sekian tombak, Yuri mengangguk mengambil tombak khusus untuk berburu.


Yuri melihat Yu Jie melakukan hal yang sama, tombak tersebut sangat tajam, berkilau saat terkena matahari, mengingatkan Yuri pada masa sebelum adanya kehidupan seperti ini.


Yang mengingatkan Yuri adalah suasana nya, suasana yang sangat dekat dengan ingatan Yuri. Pada hari itu, saat itu juga.


(Flashback)


~Suara Lonceng dan suara pintu dibuka~


"Aku pulang"


Hari itu adalah dimalam hari, sebelum Yuri pergi bersama ayahnya untuk memancing,


Yuri yang masih berusia delapan tahun itu pun bersemangat ketika ayahnya pulang dan memeluk ayahnya erat-erat.


"Hahaha, ada anak ayah udah nunggu rupanya" Ucap Ayahnya Yuri.


"Ayah, kapan kamu mengajakku jalan-jalan lagi?" Tanya Yuri.


Ayahnya mengusap rambut Yuri lalu menggendong putri kesayangannya tersebut sambil bergurau canda tawa bersama anaknya, tak lama ibu nya Yuri datang, mengenakan pakaian yang rapi dengan bibir nya yang merah merona tersenyum kearah ayahnya Yuri.


"Alan, kamu sudah balik sayang."


"Haha, aku terlalu rajin, sehingga pekerjaan yang bertumpuk-tumpuk sekalipun dapat aku kerjakan sayang." Balas Ayahnya Yuri yang bernama Alan.


Ibu Yuri bernama Kaitlyn Broadway, ibunya juga bekerja sebagai peneliti suatu perusahaan ternama, sebenarnya Kaitlyn dan Alan bekerja di perusahaan yang sama.


"Kita beruntung punya mentor juga seorang asisten yang bisa membimbing kita, Alan"


Lalu Kaitlyn seperti lupa akan sesuatu menepuk pelan dahinya setelah Alan memberikan oleh-oleh untuk makan malam.


"Ah maafkan aku sayang, harusnya aku tanya dulu kamu mau makan apa hari ini" Lanjut nya.

__ADS_1


"Ayah, ibu.. Yuri mau makan juga." Ucap Yuri.


Mendengar hal tersebut Kaitlyn tersenyum, memanggil pembantu nya untuk menyuruh koki pribadi keluarga Broadway untuk memasakkan makanan yang enak untuk mereka setelah memberi pembantu tersebut sebuah totebag berisi makanan.


Setelah itu, Kaitlyn berjalan pergi meninggalkan Alan dan putrinya, Yuri.


"Ah iya, ayah. Yuri punya teman baru..'' Ucap Yuri.


"Oh ya? kalau begitu coba kenalkan ke Ayah."


Balas Alan.


Yuri tersenyum mengangguk, Alan menurunkan Yuri daru gendongannya dan melepaskan pelukannya.


"Tapi ayah belum menjawab ku" Ucap Yuri.


Melihat Yuri yang murung, Alan mengangguk berjanji akan mengajak Yuri jalan-jalan, kebetulan hari esok adalah awalan hari musim panas dan kebetulan juga Alan cuti beberapa hari mungkin satu bulan.


"Horeeee, jalan-jalan! apa kali ini kita jalan-jalan ke Museum Kereta Api ayah?" Ucap Yuri.


Alan memegang dagunya dan memasang ekspresi berfikir.


"Itu rahasia, tapi yang ini terjamin bagus." Balas Alan.


Makanan untuk makan malam pun telah tiba, banyak hidangan makanan mewah dan segar-segar terpampang jelas. Perut Yuri mulai keroncongan dan Alan mengambil garpu dan menusuk daging udang yang sudah tidak ada ekor dan kepalanya.


Alan kemudian menyuapi Yuri makan setelah Yuri dengan tanggap menerima suapan itu.


"Ahh benar juga sayang, kita sudah lama tidak ke Scarborough." Kata Kaitlyn.


Yuri yang bingung kini menepuk pelan pundak ayahnya dengan pelan.


"Ayah, Ibu.. Scarborough itu apa?" Tanya Yuri.


"Ahh, Scarborough itu sebuah kota yang dekat dengan pantai, Yuri mau pergi kesana?" Balas Kaitlyn dengan lembut.


Mendengar perkataan Kaitlyn Yuri menoleh kearah mamanya dengan anggukan dan dengan tatapan memohon.


Begitulah ingatan singkat dari Yuri dan kini Yuri menciptakan tombak sihirnya, bersiap untuk melakukan serangan kejutan atas arahan dari Huang.


"Sekarang!!" Seru Huang.


Yuri mengangguk dan melemparkannya kearah Bonito yang sebesar ikan paus dewasa. Merasa pusing, Bonito tersebut terdiam seketika dan tanpa basa-basi Huang dan Yu Jie melemparkan tombak mereka dan mengenai titik agar tidak mudah lepas dan titik imbang agar tidak mudah jatuh atau hal bahaya lainnya.

__ADS_1


Saat efek berakhir, Bonito tentu saja mulai merasakan sakit karena tertusuk oleh dua lembing/tombak tajam. Huang maupun Yu Jie sudah siap memegang tali dari tombak mereka dan kedua perahu tersebut pun tiba-tiba bergerak atas gerakan dari Bonito.


Gerak maju kedepan lalu berputar mencoba untuk lepas dari lembing, lembing kedua di lemparkan Huang dan Huang meminta tolong agar Yuri memegang tali dari lembing yang baru saja di lemparkan Huang dan terkena di bagian tubuh atas ikan itu.


Seperti bermain selancar, ikan tersebut masih melawan. Huang dan Yu Jie serta Yuri tak mau kalah, mereka menarik lembing yang sudah tertancap agar tidak lepas.


"Bagus-bagus, Hei kau tolong pegang ini"


Huang memberikan tali yang tadi ia pegang kepada satu anggotanya dan Huang dengan cekatan mengambil tombak khusus untuk melempar kearah ikan itu.


"Titik kelemahannya ada di tempat lembing Yuri!" Yu Jie berseru dan Huang mengangguk.


Dengan konsentrasi Huang melemparkan lembingnya dan gagal, lembing tersebut terpental setelah mengenai kulit sisik samping ikan tersebut.


"Hah, kamu menghindar nya boleh juga" Ucap Huang.


Huang melemparkan lembing nya lagi dan mengenai kelemahan ikan tersebut, seketika mereka seperti berselancar kembali namun lebih kencang dan lebih kuat.


"Hyaaahh!!"


Lembing kedua terkena di area kelemahan ikan tersebut lagi dan kali ini sepertinya agak melemah, Lembing ketiga malah lebih parah, Yuri hampir saja kecebur kedalam lautan ketika ikan tersebut mulai bermain kejut-kejutan.


Untungnya ada Huang menahan Yuri, namun jal itu tidak membuat ikan tersebut lepas. Akhirnya di lembing keempat yang mengenai bagian kelemahan ikan tersebut kini membuat ikan tersebut mulai melemah.


"Sekarang ini terakhir... Hyahhh!"


Huang mengerahkan tenaganya untuk serangan terakhir, serangan yang terlihat sangat berenergi dan tanpa ada nya sihir tercampur ikan tersebut sangat-sangat lemah dan seperti nya sekarat.


Semua orang yang ikut berburu tersebut mengeluarkan nafas lega dan Yuri merasakan telapak tangannya sangat merah, hingga ada yang sedikit.... Perlu di obati medis.


"Kerja bagus semuanya!" Ucap Huang.


Huang melepaskan pistol kecilnya dan menembakkan keudara, menciptakan ledakan indah seperti mercun/kembang api. Kenapa Huang melakukan hal tersebut, karena Yuri dan yang lainnya sudah berada cukup jauh dari kapal.


Beberapa saat kemudian, Feng Shui datang dan dengan mengerahkan segenap tenaga, menarik Bonito ke atas geladak. Tentu, Feng Shui memiliki fitur atau fasilitas untuk mengangkut ikan.


Setelah kejadian itu, Yuri sudah berada diatas geladak, memandangi Bonito yang tengah di potong daging nya untuk makan, Huang menyuruh Yuri untuk beristirahat dan langsung mengobati luka Yuri dengan perban dan alat medis lainnya.


Tapi, rasa adrenalin yang Yuri rasakan terasa bergetar hingga sekarang. Kehidupan diluar aktifitas penyihir Zodiac maupun jenis penyihir lainnya tidak pernah semenarik ini..


Yuri berbalik dan kembali ke ruangannya, Yuri merasakan seluruh anggota tubuhnya terasa sakit. Sepertinya Yuri terlalu kuat untuk menahannya bahkan melampaui tenaga Yuri, Yuri sadar karena energi nya lebih lemah daripada energi sihirnya atau bisa disebut MP.


Yuri tak lupa juga menulis jurnalnya dan membalas pesan dari Wendy yang ternyata sudah sampai ketempat Yuri.

__ADS_1


Hari ini.... Bersama kehidupan para pelaut..


...~To Be Continued ~...


__ADS_2