Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Terimakasih dan sampai jumpa


__ADS_3

Yuri melihat kanan dan kiri, para warga pada kebingungan mereka kenapa dan bagaimana bisa pakaian mereka jadi lusuh begitu.


Para anak-anak seperti nya dikurung di tiap ruangan agar tidak terpengaruh wabah ini kini keluar dan bersorak senang. Mereka tidak menyadari kesenangan mereka karena sosok Yuri, Yuri hanya berjalan dengan capek dan tentu saja haus meskipun semalam Yuri sudah minum cukup banyak.


Dari kejauhan Yuri melihat sosok Ixaha II,Justin, Hans dan Stephen sudah ada dan menghadap kepada Yuri.


Yuri tidak tau apa yang harus dikatakan hanya bisa tersenyum tanpa sebab saat sudah dekat dengan Stephen,Hans,Ixaha II dan juga Justin.


"Aku tidak tau hal apa yang ada diluar sana, tapi itu berbahaya" Ucap Stephen dengan khawatir.


"Tolong jangan lakukan itu lagi, Direktur " Tambah nya.


Yuri mengangguk, meminta maaf atas tindakan nya, Ixaha II hanya bisa tersenyum, begitu pula Justin yang berdiri disampingnya raja Ixaha II.


"Tapi, hei setidaknya kamu menyelamatkan negri kecil ini" ucap Justin.


Seperti nya Justin mencoba menyemangati Yuri, Yuri hanya bisa tersenyum dan memberikan Ixaha II dan yang lain tentang apa yang terjadi.


"Kamu bisa mengusir Chaos Bringer dari sini!? aku yakin kamu bukan orang biasa, mungkin kamu adalah reinkarnasi dari pahlawan yang telah berpetualang seperti Merlin" Jelas Ixaha II.


Mendengar ucapan Ixaha II yang jauh melenceng dari apa yang ada didalam diri Yuri, Yuri menggelengkan kepalanya.


"Tidak Yang Mulia, anda mungkin salah" Balas Yuri.


Ixaha II malah tertawa lalu melihat sebagian rambut Yuri sudah agak memutih, bukan putih karena menua, hal ini lain. Rambut Yuri mulai memutih seperti salju.


"Eh.. Direktur? mungkin kamu perlu mengganti pakaianmu" Ucap Stephen.


Yuri melihat penampilan dirinya, rupanya sudah kotor dan terlihat kumuh. Ixaha II langsung memanggil kedua maid kerajaan untuk menggiring Yuri menuju ruang pemandian dan tentu saja membersihkan pakaian Yuri.


Setelah beberapa lama, Yuri sudah berada diruangan nya, masih memakai handuk dan ia lihat ke cermin kaca.



(Source : Pinterest)


Dengan kaget kulit Yuri agak sedikit pucat dan rambutnya yang awalnya merah kini menjadi putih, sekilas terlihat rambut Yuri seperti wanita berambut pirang pasir, nyatanya ini tidak seperti itu.


"Wajahku... Rambutku..." Ucap Yuri.


Yuri meraba-raba rambutnya, tapi menurut Ai-chan ini adalah perubahan dari seorang penyihir yang memiliki kekuatan sihir diluar dari kemampuan aslinya, ada yang mengatakan ini kutukan iblis, ada yang mengatakan ini anugrah dari para dewa.


Yuri tidak tau, saat itu juga di perubahan pada dirinya adalah awal dari keabadian Yuri. Keabadian yang tidak pernah menua dan tidak akan pernah mati karena penuaan, bahkan ia bisa hidup kembali jika ia mati.


Suara ketukan pintu terdengar dan Yuri sudah lama tidak mendengar suara seorang pria yang ia kenal, Sora Yuyama yang katanya seorang pendatang dari Hanamura.

__ADS_1


"Direktur Yuri, permisi saya ingin mengumumkan sesuatu" Ucap Sora dengan suara keras agar terdengar.


"Sebentar ya!" balas Yuri.


Yuri dengan cepat memakai pakaiannya, sudah terlatih untuk cepat memakai pakaian sehingga dalam keadaan ini, Yuri dapat memaksimalkan waktu seperti seorang pria yang dengan mudahnya dan dengan cepat berdandan. Mungkin seperti itu di pikirannya Yuri.


Setelah 15 menit kemudian, Yuri membukakan pintu, kaget karena Sora dengan setia menunggu Yuri. Sora memberikan sebuah surat dari raja Ixaha II.


Surat yang berisi, setelah merayakan hilangnya wabah dari Mourne sekaligus rasa terimakasih kepada Yuri, Yuri tidak akan berlayar bersama Stephen dan Hans, seperti nya ini adalah kabar buruk karena Stephen dan Hans harus segera hadir di pelabuhan ETP ASAP.


Yuri juga membaca isi surat bahwa ada pergantian kapal ETP dan Yuri kali ini akan pergi dengan kapal yang bernama Feng Shui, dikemudian oleh kapten Huang dan perwiranya Yu jie, hal ini langsung datang oleh perintah Wendy sendiri.


"Jadi.. Ini adalah hari terakhirku bersama kru Calibri"


Merasa kenangan singkat terukir, Yuri merasa kan sebuah kerinduan di kapal Calibri , tapi tidak perlu bersedih karena Yuri tau selagi Yuri masih ada untuk ETP maka Yuri akan terus bertemu dengan Stephen.


"Direktur? Yuri?"


Lamunan Yuri dibangunkan oleh Sora, Yuri agak kaget lalu dengan cepat mencoba menyeimbangkan pikirannya.


"Ahh, iya Sora? apa cuma ini?"


Sora mengangguk, Yuri melihat mata Sora yang ramah namun Yuri sedikit mundur kebelakang dan mengucapkan rasa terima kasih dan berpamitan menutup pintunya sebelum Sora yang tadinya perlahan-lahan dekat dengan Yuri.


Sora sepertinya sedih karena ia tidak dapat mendapatkan Yuri, Yuri tidak tau raut wajah itu dan Sora segera pergi dari tempatnya menuju ketempat yang biasa ia pergi, dimana lagi yaitu dapur.


"Ahh.. Orang-orang ini" Ucap Yuri.


Yuri menggeledah tas besar miliknya atau tas punggung untuk mencari buku yang ia pinjam dari perpustakaan sophia tentang sihir dan cara melawan nya.


Yuri menaruh buku tersebut ke meja didekat kasur nya dan duduk dengan nyaman di kursi dan Yuri juga mulai membuka halaman satu persatu melihat cara menangani sihir charm.


"Izmir... Counter-charm yang paling ampuh, langkah-langkah...."


Yuri membaca penjelasan tentang melawan charm dari seseorang kini mengangguk paham, ada tiga cara melawan, yaitu metode sihir Izmir, Metode Sihir Azhtama dan terakhir The Instant.


Tetapi bagi Yuri yang paling simpel dan akurat adalah Izmir, dengan menguasai sihir dasar es Yuri dapat menggunakan mantra ini untuk memecah Charm Magic dari seseorang yang bisa saja ingin mencelakakan Yuri.


"Sihir es... tapi bagaimana" ucap Yuri.


Akhirnya setelah beberapa jam, mungkin dua jam, masih cukup waktu untuk datang ke festival perayaan dari Raja Ixaha II. Yuri berhasil menguasai teknik dasar sihir es, dengan percobaan pertama Yuri mencoba melakukan teknik untuk pelindung Charm Magic. Keberuntungan masih dipihak Yuri, dengan mudahnya Yuri dapat menguasai teknik pelindung Charm ini atau setidaknya mantra pelawan.


"Dengan begini... setidaknya aku akan aman dari charm di negeri ini"


Yuri menghembuskan nafasnya, hampir lupa bahwa negri ini adalah negri dimana beberapa orang-orang nya mahir memikat lawan jenis mereka. Tapi tidak, tidak untuk Yuri yang masih berharap kepada Yuxuan walau Yuri tau takdir sudah didepan mata, kecuali jika Versalite berkehendak.

__ADS_1


"Setidaknya... Aku masih disini dengan tujuanku yang sebenarnya."


Yuri meyakinkan dirinya untuk beberapa saat sebelum akhirnya dia pergi keluar dengan peralatan nya dan ia juga tak lupa membawa tas punggung nya serta tas pinggang nya.


Yuri berada diluar ruangan tepat saat Raja Ixaha II memulai pidatonya. Pidato yang berisi bahwa wabah berakhir dan hal lainnya, Yuri hanya duduk paling belakang dari kerumunan orang banyak.


"Jangan lupa, kita berterimakasih kepada Yuri Heisenberg yang telah membebaskan kita dari mimpi buruk ini" Ucap Sang Raja.


Yuri terkesiap ketika beberapa anak-anak berlari kearah Yuri setelah raja Ixaha II menunjuk kearah Yuri. Semua orang yang ada disini menepuk tangan kepada Yuri serta memuji Yuri setelah berbalik untuk melihat Yuri yang duduk sendirian tepat dibelakang mereka


"Kakak, kakak... Terimakasih sudah menyelamatkan kami"


"Terimakasih, pahlawan kami. Jasamu bakal kami ingat."


Semua pujian ini, membuat pipi Yuri merah karena malu, Yuri hanya bisa tersenyum. Beberapa anak-anak memberikan Yuri kue buatan mereka sendiri,tentu nya atas arahan dari orang tua mereka.


"Ouuu.. Kuee!! apakah aku boleh?"


Tanya Yuri dan dijawab positif oleh anak-anak dengan antusias, Yuri satu persatu langsung memakan kue buatan mereka dan ada juga roti. Terlalu banyak sehingga Yuri agak bingung dengan hal tersebut.


Para warga hanya bisa tertawa bahagia, lalu sang raja memerintahkan agar perayaan sarapan agung dengan warga tentunya. Tempat ini langsung disuguhkan oleh meja yang panjang, banyak meja, banyak kursi, orang menari-nari, orang bernyanyi, suara alunan musik, semua disini adalah hadiah untuk Yuri.


Yuri juga ikut menari, tapi kali ini atas ajakan dari Justin Lumycase, mentri pertahanan yang ada di Mourne, sebelum menari dengan Justin, Yuri diajarkan gerakan basic secara langsung oleh Justin dan Yuri langsung paham.


"Hey, gerakanmu boleh juga. Kamu hapal setelah aku mengajarkan sekali.. Kamu benar-benar orang berbakat" Ucapnya.


"Haha, sebenarnya ini aku agak kaku dalam hal ini" Balas Yuri.


"Tenang, tidak akan ada seorang pro tanpa adanya seorang amatir" Ucap Justin.


Yuri hanya bisa tersenyum dan masih menari bersama hingga akhirnya beberapa waktu kemudian Yuri melakukan sarapan setelah semua letih dalam menari. Yuri juga mendapat kan hadiah oleh-oleh berupa kalung dari seorang gadis kecil bernama Ruby dan anting-anting dari seorang remaja seusia Yuri yang bernama Ashley.


Acara masih berlanjut dan Yuri sepertinya melihat seorang pria dan wanita yang baru ia lihat datang menghampirinya.


"Tuan Yuri, maaf mengganggu, inilah saatnya kita pergi" Ucap seorang wanita berambut hitam.


"Ah, sudah ingin pergi? jangan lupa datang kemari lagi" Ucap Justin.


"Pahlawan Mourne, semoga perjalanan mu aman di perjalanan, kami Mourne akan menjadi aliansi barumu dan teman barumu" Sambung Ixaha II.


"Kakak..Kakak sudah mau pergi?" Ucap anak kecil yang memberikan Yuri kalung.


Sebelum berangkat, Yuri memeluk beberapa anak-anak yang mengerumuni nya dan berjanji bahwa Yuri akan datang lagi jika Yuri ada waktu.


Semua nya mengucap kan sampai jumpa kepada Yuri dan rasa terimakasih yang berulang-ulang saat Yuri sudah berada di geladak kapal Feng Shui. Perjalanan menuju Meda akhirnya berlanjut kembali, tinggal sedikit lagi, Yuri akan membebaskan Sylph dan mencari tau kenapa Enyo menyuruh Yuri untuk melakukan hal itu.

__ADS_1


~ To Be Continued ~


__ADS_2