
Sekali lagi, Yuri merasakan angin sejuk yang tiada duanya di geladak kapal, melihat para awak sedang bekerja keras, ada yang tengah beristirahat. Seperti yang Yuri lihat juga, kapal ini berbeda dengan Calibri, dan Yuri berdiri di geladak menunggu kapten kapal dan perwira nya kembali ke geladak untuk bergabung bersama Yuri.
"Huang dan Yu Jie" Gumam Yuri.
Yuri merasa tidak asing dengan nama yang seperti Yuxuan, tapi Yuri tidak tau kota seperti apa yang menjadi kampung halaman mereka, bahkan Yuri lupa menanyakan hal tersebut kepada Yuxuan. Tapi lebih tepatnya, Yuri tidak kepikiran dengan hal itu, jelas Terra dan Bumi memiliki banyak kesamaan walaupun banyak juga perbedaan.
"Tuan Yuri"
Ketika Yuri lagi asik menikmati indahnya lautan di pagi menjelang siang ini, seorang wanita menyebutkan namanya, membuat Yuri spontan berbalik dan melihat seorang wanita berambut hitam tadi, rambutnya diikat, mungkin disanggul.
Matanya berwarna biru cerah dan tak lupa juga Yuri melihat pakaiannya, sangat dan mirip persis dengan apa yang ada di bumi.
"Ehh.. Direktur Yuri?" Ucap wanita itu.
Yuri agak kaget dan hanya bisa tersenyum.
"Ah, iya maaf... Jika boleh tau, apakah kamu Huang?" Ucap Yuri.
"Aye, kamu benar direktur. Perkenalkan, aku adalah rekrutan baru berpengalaman, namaku Huang Li, Kapten kapal Feng Shui" Ucapnya.
Dengan semangat, Huang memperkenalkan dirinya, suaranya sangat berat untuk seorang wanita, tapi Yuri kagum dengan Huang, tubuhnya ideal dan jika Yuri tidak salah teliti Huang ini adalah wanita dewasa.
"Namaku... Yuri, Yuri Heisenberg, Direktur dari Enforcer of The Piece. Terimakasih, sudah rela mengantarkan ku" Balas Yuri.
Wanita itu tertawa dan memeluk erat Yuri, tanpa memandang sebuah kedudukan. Yuri sebenarnya juga ingin menolak pelukan nya, tetapi pelukan ini terasa hangat, Yuri terasa dipeluk oleh seorang kakak yang sangat sayang dengan adiknya.
Setelah memeluk erat Yuri, Yuri mengalihkan pandangannya karena tak lama, seseorang dengan pakaian berbeda, seorang wanita berambut pirang pasir, berjubah merah kecoklatan dan dengan tatapan yang sama seperti wanita berambut hitam.
"Yu Jie, aku sudah bilang jangan menjahili orang lain, apalagi Direktur" Ucap Wanita berambut pirang pasir.
"Oh ayolah Huang, aku tidak menyangka direktur kita adalah gadis delapan belas tahun"
Ucap wanita yang tadi mengaku sebagai Huang.
Melihat ekspresi Yuri yang kebingungan, wanita yang ternyata adalah Yu Jie itupun tertawa kencang.
"uhh... ehehe.. Sepertinya aku tertipu" gumam Yuri.
"Ahaha, maaf direktur. Sudah jadi kebiasaanku menjahili orang-orang" Ucap Yu Jie.
Yuri menggelengkan kepalanya, matanya Yuri mengatakan bahwa semua baik-baik saja, kelihatannya wanita berambut pirang yang pastinya adalah Huang mengangguk.
"Baiklah, seperti yang kamu tau, aku adalah Huang Li dan ini adalah perwira ku yang jahil, Yu Jie" Ucap Huang.
Yu Jie melambaikan tangannya dengan lambaian kecil sambil tersenyum.
"Ahaha benar, namaku Yu Jie, sekali lagi maaf jika menjahilimu" Ucap Yu Jie
Sekali lagi, Yuri melakukan gerakan yang sama.
"Aku Yuri Heisenberg, direktur dari ETP" ucap Yuri.
__ADS_1
"Kami sudah banyak mendengar tentangmu dan aku terkejut sebenarnya gadis remaja seperti mu bisa menyelamatkan Terra"
Pujian Huang membuat Yuri malu, tetapi Yuri menyembunyikan rasa malunya. Benar, karena dipikiran Yuri ada pertanyaan yang sekiranya bisa dijawab.
"Aku lihat, dari pakaian kalian. Kalian juga adalah seorang penyihir" Ucap Yuri.
Kedua wanita tersebut saling tatap sebelum akhirnya mengarahkan pandangannya kearah Yuri.
"Kami memang seperti penyihir, tetapi kami bukan" Ucap Huang.
"Aye, kami adalah seorang Petarung Penjelajah... Kamu bisa katakan kami adalah seorang Advanturer" Lanjutnya.
Melihat reaksi Yuri yang bingung, Huang mengajak Yuri masuk kedalam kabin kecil khusus untuk ruang pertemuan didekat ruang kapten sedangkan Yu Jie akan mengatur para awak agar tidak ada hal yang tidak diinginkan.
"Nah, dengan begini akan aman" Ucap Huang.
Huang melepaskan jubahnya dan menggantungkan nya di tempat penggantungan pakaian khusus, Huang memandu Yuri untuk duduk disebuah kursi kayu.
"Kamu mau minum apa direktur?" Tanya Huang.
Yuri memilih-milih rekomendasi yang diberi Huang, Yuri penasaran dengan tulisan Ale dan ada Ekas tetapi Huang menolak keras hal itu, Huang berkata bahwa Yuri tidak cukup umur meskipun berumur delapan belas tahun sekalipun.
"Baiklah, kalau begitu aku pilih minum teh dengan es" Ucap Yuri.
Huang mengangguk, membuatkan Yuri segelas teh. Segelas besar teh dengan gelas jumbo yang terlihat segar, Huang menambahkan sedikit gula kedalam teh tersebut.
"Ini direktur, dengan kadar gula rendah kamu bebas dari penyakit diabetes" Ucap Huang.
Yuri langsung meneguk sedikit es teh yang ada di gelasnya tersebut.
"Jadi, direktur.. Kamu benar-benar ingin tau dengan dimana kami berasal?" Ucap Huang.
Yuri mengangguk, lalu Huang duduk berlawanan arah dengan Yuri, tersenyum walaupun Yuri melihat tatapan matanya tidak cerah.
"Aku dan Yu Jie adalah saudara tetapi beda ibu, kami berasal dari Kong Kangjian, tempat dimana awalnya hanyalah suku Kangjian sebelum akhirnya Lu Woh, The Great Dragon yang mulia datang." Jelasnya.
Yuri mendengar cerita dari Huang sembari minum minumannya.
"Beberapa tahun kemudian, suku Kangjian terpecah menjadi dua. Kong dan Kangjian, Kong yang berarti mulia dan Kangjian yang berarti murah hati dan pemberani" Lanjutnya.
"Ah, alasan kenapa suku Kangjian terpecah karena apa?" Tanya Yuri.
Huang tersenyum sebelum melanjutkan ceritanya.
"Karena setelah Lu Woh menurunkan kitab suci Kemuliaan Hidup dan karena dulu adalah masa sulit suku Kangjian"
"Ah, kurasa kamu seperti melihatku berumur 35 tahun, tetapi aku masih 27 tahun, Yu Jie baru menginjak 25 tahun"
Setelah menjelaskan tentang dirinya, Yuri menjadi semakin kagum dan Yuri mengangkat tangannya dan memasang ekspresi ingin bertanya.
"Kalau begitu. Aku sedikit penasaran, jika kamu bukan penyihir, bagaimana kamu bisa bertarung?" Tanya Yuri.
__ADS_1
Huang terlihat berfikir, ingin memberikan jawaban yang tepat untuk Yuri hingga akhirnya wanita itu menjentikkan jarinya karena punya ide sebelum akhirnya mulai membalas pertanyaan Yuri.
"Walaupun kami bukan penyihir, tetapi kami bisa menggunakan sihir. Bisa dikatakan, kami tidak memilih untuk memiliki profesi menjadi penyihir" Balas Huang.
Huang kini berdiri dari kursinya dan pergi berjalan kearah sebuah lemari kecil, mengambil minuman botol dan duduk kembali seperti semula.
"Uh, apa itu minuman terlarang?" Ucap Yuri.
Huang menggelengkan kepalanya.
"Ini adalah sisa minum, minuman kelapa yang aku buat saat menuju ke Kerajaan Mourne" Balas Huang.
Yuri mengangguk paham juga Yuri mencium aroma dari botol itu tidak bau sesuatu yang asing bagi Yuri, Yuri melihat Huang sudah meminumnya dengan sangat lahap, setiap tetesan.
"Ahh, sampai dimana kita tadi?" ucap Huang.
"Umm, kalian bisa sihir tapi tidak memilih menjadi penyihir?" Balas Yuri.
Huang menjentikkan dirinya, sembari mengatakan kata yang sangat ditonjolkan.
"Aye! , atau kamu bisa katakan orang seperti kami tidak memiliki potensi menjadi penyihir" Ucap Huang.
"Jadi...."
Melihat Yuri bingung, Huang mengajak Yuri untuk keluar dari ruangan ini, setelah keluar, Yuri meluhat Huang menarik kedua bilah pedang miliknya dan pedang tersebut dapat membuat gelombang sihir api dan seketika gagang dan bentuk pedang tersebut berubah menjadi sosok benda yang menyeramkan.
Yuri merasa tertarik dan kagum dengan hal itu, Yuri tidak bisa melakukannya, jujur saja, itu adalah hal terunik yang pernah Yuri lihat. Yuri merasa melihat karakter keren dari sebuah video game.
"Kamu hebat!" Ucap Yuri.
Yuri menepuk tangannya, seluruh awak kapal yang melihatnya juga memuji kehebatan Huang, tak lama Yu Jie ikut didalam perkumpulan Yuri dan Huang tersebut.
"Bagaimana Huang? sudah berjalan mulus?" Ucap Yu Jie.
"Aman terkendali, aku yakin Direktur Yuri akan paham dan lebih paham setelah itu" Balas Huang.
Kedua wanita itu tersenyum dan tertawa kecil, melihat kearah lautan jauh disana.
"Bagaimana dengan keadaan diluar saat aku masih didalam?" Ucap Huang.
"Hmm, baik-baik saja. Cuma, besok seperti nya kita harus sedikit melenceng dari arah jalan untuk menangkap beberapa untuk stok makanan"
Yuri hanya bisa terdiam dan tersenyum melihat kedua wanita ini saling ngobrol. Hingga akhirnya Yuri izin untuk beristirahat, tentu Huang dan Yu Jie dengan berbaik hati menunjukkan jalan kepada Yuri menuju kamar khusus untuk Yuri.
Tak lupa Yuri mengucapkan terimakasih sebelum akhirnya Yuri pergi keruangannya.
...~To Be Continued~...
[Note\=
Kangjian: Murah hati dan pemberani
__ADS_1
Kong: Mulia]