
Yuri dan regu nya kini telah berhadapan dengan lelaki berjubah, mungkin bermantel juga dan memakai tudung. Dibalik tudung terdapat tatapan yang mengintimidasi, yang dapat membuat siapa saja yang melihatnya takut dan lari terbirit-birit.
"Belial... kau pembunuh" Kata Yuri.
Yuri mengepalkan tangannya, tatapan yang sangat jelas diwajahnya. Tatapan yang ia tidak tahan, di kehidupan sebelumnya saat menjadi Anna, Yuri hampir terbunuh oleh Belial.
Teman-teman Yuri menatap Yuri dengan perasaan bingung. Tak lama juga Yuxuan melihat Wendy bergerak sedikit, indra pendengaran Yuxuan sangat baik, ntah ini talenta yang ia miliki atau emang dia mempelajari nya.
"Sara, aku melihat Wendy masih bernafas, jadi berikan dia pertolongan pertama. Aku percayakan padamu" Perintah Yuxuan.
Sara mengangguk lalu pergi meninggalkan Yuri dan lainnya menuju ketempat Wendy sudah terbaring dan tidak bergerak.
"Aku paham, kau mengenalku. Yuri Heisenberg, putri dari Richard Heisenberg. Orang-orang Bumi~" Kata Belial.
Belial terlihat kalem sesaat sebelum akhirnya dia tertawa lalu tersenyum sinis. Tatapannya, tatapan itu dia melihat Yuri dengan teliti.
"Kenapa Amanda takut kepada gadis penyihir lemah.." Kata Belial lagi.
Belial kemudian berbalik dan kemudian sedikit menggerakkan kepalanya ke arah kanan.
~Whooosshhh~
"...!!!"
"Yuri!!!"
~Dhuaaaakkk..!!!~
Yuri tidak tau kapan datangnya serangan tersebut,tetapi Yuri tiba-tiba terpental sangat keras. Dirinya merasa di tinju oleh sesuatu yang sangat keras, membuatnya terpental sangat keras.
Yuri memanggil tombak sihirnya,menggenggam dengan erat dan menjadikan tombaknya sebagai penahan diri agar tidak jatuh ke jurang yang sangat dalam.
"Oho"
Merasa tertarik, Belial membalikkan badannya lagi dan kini menghadap kearah Yuri yang jauh didepan nya.
"Aku rasa kita bisa bermain-main sedikit lebih lama lagi. Hahahaha"
Belial tertawa lepas sambil mengulurkan satu tangannya kearah Yuri, mengarahkan telapak tangannya kearah Yuri. Yuri bersiaga, lalu mengecek apakah dirinya masih bisa mengakses memory tentang ingatan sebelumnya.
"Ai chan, buka ingatanku tentang buku berdebu yang aku baca di perpustakaan, ingatan tentang ingatan tentang pertahanan terkuat selain Aries"
Yuri melihat cahaya kegelapan muncul sedikit demi sedikit di tangan Belial. Membuat Yuri khawatir jika Aries akan gagal menahan serangan dari Belial.
"Ditemukan.. Di proses.. Tubuh akan dapat mempelajari sihir Aegis dengan singkat"
Ucap Ai-chan dan kini Ai-chan menampilkan memory baru yaitu sebuah bacaan mantra Aegis.
"Layak Di coba" Batin Yuri
~Nginggggg!! ZROOOSHHHHHHH!!~
Sebuah energi kegelapan yang sangat besar muncul dan melesat kearah Yuri. Teman-temannya langsung menghindari serangan tersebut agar tidak kena.
O'Great Althenia lend me your mighty power to protect me from every evil power "Aegis!!!"
Mencoba merapalkan mantra dan konsentrasi, Yuri berharap sihirnya yang pernah ia baca di kehidupan saat jadi Anna bekerja dengan baik.
Yuri beruntung jika kesadaran nya telah menyatu dengan Ai Chan, namun sedikit khawatir.
Yuri kemudian dikelilingi oleh cahaya biru, terdapat hampir seperti ilusi, sebuah tameng tak terlihat atau bisa dikatakan membaur dengan barier pertama. Barier itu, mirip sebuah tameng yang biasa dipakai Althenia.
Sepasang sayap putih bercampur dengan merah muncul di belakang berier Yuri. Barrier yang kelihatan besar dan tebal. Sayap tersebut menyelimuti Barrier Aegis Yuri. Hanya menyisakan sedikit penglihatan agar Yuri dapat melihat lawannya.
__ADS_1
~*****Brukkkk*****!!!~
Dengan kuat dan angin yang sangat kencang terjadi saat Barrier/tameng sihir milik Yuri menahan serangan Belial. Belial yang tertawa kini mencoba untuk membesarkan tenaganya, lebih besar lagi.
Yuri bakal mengira mantra pertahanannya bakal retak atau tidak tahan, namun Yuri merasakan bahwa aura dari mantra ini sangat hangat dan kuat.
"Sepertinya aku harus pake sihir yang cocok untuk pertarungan jarak dekat" Pikir Yuri.
Yuri mengulur kan tangannya dari arah kanan ke kiri dengan cepat.
~Ngingggg.... Pranggggg!!~
Suara nyaring berbunyi dan gelombang suara tersebut merambat hanya kearah Belial, tak lama juga terdengar suara piring pecah. Mantra Aegis Yuri sudah tidak ada lagi namun, serangan Belial tampaknya memantul kembali kearah Belial.
~ Syuuttt.. Tap.~
Belial dengan refleksi yang sangat bagus menghindari serangannya sendiri, mendarat dengan sempurna ke salah satu batu yang lumayan tinggi.
Lompatan para makhluk seperti Belial atau Amanda membuat Yuri tertarik untuk mempelajari nya. Namun, seperti nya mustahil bagi Yuri.
"Hmm, Aegis. Althanea. Darimana kau mempelajari sihir seperti itu"
Kini Belial melihat Yuri dengan tatapan serius, tatapan yang kini paham kenapa Amanda takut dengan Yuri. Walau Amanda pada awalnya membuat Yuri dan teman Zodiac nya kwalahan.
"Heh, kau penasaran? aku tidak mempelajari nya." Ucap Yuri dengan singkat.
Belial melihat pose tubuh Yuri dan nafasnya yang kini seperti terengah-engah membuat Belial tersenyum tipis. Namun, sedikit jengkel karena dimata Yuri, terdapat jiwa pemberani, tatapan serius Yuri..
"Sepertinya kau sudah menggunakan banyak Mana, hanya untuk satu serangan.. Sangat disayangkan"
Suara Belial kini tardengar seperti seseorang yang mengeluh fakta yang tidak sesuai harapan.
"Sekarang, berlutut lah dihadapan ku.. Serangga"
Ketika Belial ingin melancarkan serangan berikut nya, sebuah tangan memegang bahunya. Belial kini menutup matanya sambil menutup ekspresi ketidaksukaan nya.
Belial kini memajukan tubuhnya untuk menghindari bahunya agar tidak dipegang oleh seseorang yang juga memakai tudung, armor yang memiliki tudung dan juga hidung dan mulutnya ditutupi oleh masker yang warnanya sama dengan armornya, yaitu abu-abu.
"Aku menginginkan apa yang aku belum dapatkan, Belial" Ucap Chaos Bringer.
Belial menarik nafas dalam-dalam lalu mendengus, dengan gerakan tubuh yang sangat sombong atau setidaknya gerakan tubuh yang bisa saja membuat lawan bicaranya marah besar.
"Aku tau, kau tidak lihat aku sedang bermain-main?.. Berikan aku sedikit waktu" Balas Belial.
Belial kini menunjukkan arah dengan jarinya kepada Yuri. Chaos Bringer melihat kearah Yuri setelah Belial menunjukkan apa yang ia maksud, Chaos Bringer juga melihat kearah Yuxuan,Anna dan Turin.
Setelah melihat kearah Yuxuan, Anna dan Turin. Chaos Bringer melihat kembali kearah Yuri.
"Jadi dia adalah kandidat Glory Bringer yang dikatakan Amanda"
Ucap Chaos Bringer dengan mendengus.
"Kau takut sama dia? , Raja dari demon dan pemimpin dari Fallen Angel takut kepada manusia bumi rendahan seperti dia?"
Yuri tidak bisa apa-apa ketika Belial dan Chaos Bringer sedang berbincang dan berdebat. Yuri merasakan hal yang aneh pada dirinya, perlahan-lahan mendengar suara bisikan.
"Ah mungkin itu hanya perasaan ku saja" Batin Yuri.
"... Kau merasakan nya?" Ucap Belial.
"Benar" Sahut Chaos Bringer.
Keduanya bersamaan menatap Yuri yang masih melakukan posisi siaga.
__ADS_1
"Glory Bringer, tunjukkan dirimu yang sesungguhnya.. Aku hanya ingin permata yang ada pada dirimu" Kata Chaos Bringer.
~ xringgg~
Chaos Bringer yang tadinya hanya memiliki tangan kosong, kini lengannya sudah terselimuti oleh sesuatu yang tampaknya kini membentuk sebagai Claw.
Senjata yang mirip seperti sarung tangan atau tameng yang ada di pergelangan tangan.
"Yuri, tidak ada waktu untuk menjelaskan. Izinkan aku memberikanmu kekuatanku"
Suara yang tadinya terlihat samar-samar, sekarang terdengar sangat jelas. Tubuhnya seketika bercahaya dan perasaan Yuri menjadi aneh. Dirinya seperti dimasukin oleh sesuatu, Yuri hanya bisa menutup matanya.
"Cih, Cahaya ini"
Belial dan Chaos Bringer menghalangi silau dari mata mereka begitu juga Yuxuan dan lainnya.
Setelah bercahaya, Yuri tidak merasakan adanya perubahan dirinya setelah ia perlahan-lahan membuka matanya dan melihat kesekeliling tubuhnya yang ia bisa jangkau.
Didepan Yuri muncul sebuah cahaya yang tak lama membentuk seperti pedang. Pedang yang bagus dan terlihat antik, sangat cantik dan bagus. Yuri dengan segera memegang pedang tersebut.
"Itu adalah Durandal, pedang yang selalu aku pakai untuk melawan Chaos Bringer, pakailah dan tunjukkan kemampuan mu"
Suara itu muncul lagi, tapi kali ini muncul tak hanya di telinga, namun didalam hati Yuri.
Cahaya yang menyelimuti tubuh Yuri kini menghilang, penampilan tidak ada bedanya namun kali ini Yuri memegang pedang yang membuat Chaos Bringer menggertakkan giginya yang tersembunyi dibalik masker nya.
"Glory Bringer, apakah ini yang kau sebut bertarung sebagai seorang pria?"
"Meskipun kau pake wadah sekalipun, kau tetap akan kalah melawan kami berdua"
Ucap Chaos Bringer dengan panjang, hampir seperti orang yang mengomel. Belial pun tertawa kecil dan sedikit menutup mata kirinya sekaligus memasang ekspresi yang merendahkan Yuri.
"Yuri-"
Sebelum melanjutkan ucapannya Yuxuan. Yuri memberikan aba-aba tangan untuk diam.
"Yuxuan dan Anna, aku mohon kalian menjaga Sara dan temukan Asterion, biar aku dengan Turin akan melawan mereka"
Ucapan Yuri kali ini terdengar serius, Yuxuan walau sebenarnya menolak kini menuruti kata-kata Yuri, Yuxuan pun pergi meninggalkan pasangannya tersebut bersama dengan Anna.
Setelah Yuxuan dan Anna pergi, Yuri memasang kuda-kuda untuk melakukan pertarungan lebih serius.
"Ai Chan, aktifkan modul pertarungan jarak dekat sinkronisasi dengan teknik bela diriku"
Perintah Yuri langsung di proses oleh Ai Chan, Yuri kemudian mendapatkan sebuah Vision, sepertinya untuk pertarungan. Update terbaru Ai Chan yang Yuri tidak sangka akan secanggih ini.
Turin memanggil tombaknya dan kini memasang kuda-kuda untuk menghadapi lawannya yaitu Belial dan Chaos Bringer.
"Chaos Bringer, mau berbagi mangsa?"
Ucap Belial dengan senyum.
"Walau aku mengincar Glory Bringer, namun aku akan menghentikan teman serangganya terlebih dahulu" Balas Chaos Bringer.
Belial mengangguk dan segera memanggil sabitnya, sabit yang terlihat mencekam dan sangat tebal aura kegelapan didalam sabit tersebut.
"Jangan sampai kalah dengan seranggamu ya"
Goda belial, Chaos Bringer tak mendengar perkataan Belial dan langsung berlari kearah Turin, Belial juga menyusul untuk berlari kearah Yuri.
Didalam hati Yuri tidak gentar jika Yuri terbunuh lagi, apapun resikonya, Yuri akan bersikeras agar kejadian tidak akan terulang sekali lagi. Sebelumnya tidak ada yang berani melawan Chaos Bringer dan Belial.
Apalagi Chaos Bringer, pembawa kehancuran dan malapetaka. Orang yang tidak mengenali dia juga bakal bertekuk lutut dihadapan Chaos Bringer. Tidak ada kecuali Glory Bringer dan Six Dragon, namun kali ini ada Yuri dan Turin.
__ADS_1
Namun, akhir-akhir ini Yuri merasakan kejanggalan pada Turin. Yuri tidak tau tapi ntah mengapa sesuatu bakal terjadi, Yuri tidak tau itu baik atau buruk.
...~TO BE CONTINUED ~...