
Di bawah langit yang sudah berantakan entah keberapa kalinya, sang dalang akhirnya keluar dari sarangnya, membuka warna asli dalam dirinya dan juga mengaku bahwa ia telah mengubah segalanya.
Segalanya disamping untuk melihat perkembangan Yuri, ia juga melakukan tindakan tersebut untuk menguasai kehidupan lain diluar dari dunia ini.
Suara dentangan baja, suara gemuruh petir dan ledakan kuat menggelegar, mengguncang dunia ini dengan hebat. Terra yang Yuri tempati adalah dunia terakhir yang dapat diciptakan Cosmos agar dapat mempertahankan batang kehidupan Yggdrasil dan tentu saja ia bersama dengan Ai, Charlotte dan Wolfram.
"Armageddon.."
Mata kanan dari Yuchai menjadi aktif dan berwarna merah, menatap Monologia yang sudah siap bertahan dari segala jenis serangan apapun. Monologia tidak tau jika Yuchai menggunakan Armageddon, kekuatan yang dahsyat dan tidak terlihat.
Kekuatan pertahanan Monologia pecah begitu saja karena tak mampu menampung kekuatan yang besar tersebut yang membuat tubuh Monologia terbagi menjadi dua bagian.
"Khh... Nghh.. Khehe.. Khehehehe.."
Monologia terkekeh dan ia langsung tertawa lepas, tubuh nya yang terbelah sama sekali tidak jatuh, layaknya magnet tubuh tersebut tersambung kembali. Ai sudah menduga hal ini terjadi di masa yang akan datang, maka dari itu Ai sedikit mengambil alih gerakan Yuchai untuk memanggil satu robot mecha tipe bertahan.
"Drill Shockwave.." Ucap Monologia.
Kekuatan hitam besar muncul ditangannya dan ia menghantam tangannya yang telah di selimuti kegelapan ketanah dengan sangat kuat. Akibat nya ia memunculkan gundukan tanah yang menjulang keatas, tanah tersebut saat hendak menjulang keatas secara bertubi-tubi kearah mech yang melindungi Yuchai, tanah tersebut berubah menjadi besi yang tajam.
"Sudah hentikan ini Monologia, Streologia..!." Seru Yuchai.
Memasang kuda-kuda dan ikut menghantam tanah yang kemudian Yuchai menarik energi tanah tersebut menjadi sebuah perisai tebal berbentuk persegi, disalah satu jari Yuchai cahaya kuning bersinar.
*CRACK... CRASSHHH!..*
Pelindung pecah dari Mech tersebut kemudian meledak menjadi berkeping-keping, tetap melesat maju hingga akhirnya benar-benar terhenti disaat menyentuh perisai persegi dengan kuat.
Yuchai memainkan jarinya dengan pelan dan tiga batu besar muncul diatas Monologia dan melesat dengan cepat kearah Monologia. Hening, hanya ada pertarungan antar robot dan monster juga dark matter yang menghiasi dunia ini dan asap akibat tubrukan kuat yang di akibatkan oleh Yuchai.
Asap mulai menghilang, sebuah siluet hitam tampak sedang duduk diantara pecahan-pecahan batu tersebut. Tubuhnya terus saja berevolusi setiap waktu, entah kapan waktunya akan berevolusi, maka saat waktunya tiba tubuhnya akan berganti lagi dan tampak segar.
"Kau tau Yuri, kamu semakin lama semakin kuat saja. Spiritual mu juga sudah setara dengan para dewa." Ucap Monologia yang memuji Yuri.
Yuchai kemudian tersenyum, Yuri sementara mengambil seluruh kesadaran untuk berbicara kepada Monologia.
"Mungkin berkat latihan di dunia HOR yang meningkatkan kualitas spiritual ku." Balas Yuchai dengan tenang.
__ADS_1
"Begitu.." -Monologia
Monologia kemudian mulai berdiri dan gerakannya langsung terbaca oleh Yuchai dan pecahan batu tersebut bersinar yang kemudian meledak, membuat Monologia terhempas dan ia kaget dengan serangan tersebut.
"Apa yang kamu dapat setelah mengalahkan ku hm? menjadi dewa? berkuasa?. "
Monologia meninggikan suaranya, ia juga meninggikan intonasi dari pertanyaannya.
"Mengalahkan mu dan mengembalikan dia.. Meskipun mustahil dan mencegah mu menguasai semesta ini dimulai dari Terra.. " Balas Yuchai.
Yuchai tau bahwa waktu mereka tidak banyak, mereka akan terpisah menjadi individu lagi. Itulah sebabnya Yuchai mengangkat kedua tangannya keatas dan ia mulai memusatkan energi ke kedua telapak tangannya.
"Teknik ini... Milik Cosmos.. " Lirih Monologia.
Ia melihat bola tersebut semakin besar, bola energi itu ialah bola yang dipakai Cosmos untuk memghukum dirinya karena Monologia melanggar keputusan dalam keseimbangan dunia dan juga ketahuan karena selama ini dialah yang menjadi biang dari permasalahan yang terus terulang pada Terra.
"Tidak untuk kedua kalinya...Haaaaaaa..." Ucap Monologia.
Monologia memusatkan energi pada telapak tangannya di sebelah kanan dan kirinya. Pijakan Monologia menjadi retak parah dan ia merasakan dirinya seperti gravitasi yang sangat berat hingga tanah nya menjadi retak.
Energi hitam dan kehampaan berada di telapak tangannya, ia kemudian memutar kedua lengannya satu sama lain ia putar saat energi sudah terbentuk dan saling menyatu.
Ia dengan santai menembakkan kekuatan besarnya kearah Yuchai, Yuchai yang sudah selesai menyelesaikan energi sihirnya nya kini melemparkannya kearah Monologia dan kedua kekuatan besar itu saling beradu satu sama lain.
Serangan dari Yuchai sangat berat, namun Monologia dapat menahannya dengan energi kegelapan dan kehampaan miliknya.
"Kenapa berhenti bicara, ahh biar aku bantu."
Aksesoris yang ada di dahi Yuchai kini bercahaya dan mengeluarkan aura sihir mistis. Kekuatan tersebut melesat bagaikan sinar laser kearah serangan Yuchai yang masih beradu dengan serangan Monologia. Sihir mistis yang dikeluarkan membuat berat dari energi milik Yuchai semakin berat dan kuat, membuat Monologia kesusahan.
"Kalian jangan meremehkan ku...JANGAN MEREMEHKAN KAMI, ARK...!! " Seru Monologia.
Tubuh mereka untuk terakhir kalinya berubah menjadi final form yang bernama Ark. Monologia kemudian meredakan kekuatan sihirnya dan mulai menangkap serangan bolan energi tersebut dan membelah nya dengan sekuat tenaga.
"Checkmate.. "
Yuchai yang sedari tadi sudah memegang pangkal pedangnya kini melakukan dua belas ribu tebasan dengan kecepatan cahaya kepada Monologia dan serangan mereka sendiri.
__ADS_1
Akhirnya tubuh Monologia terbelah dan bola energi Yuchai meledak secara bersamaan. Monologia menjerit histeris hingga ajal menjemputnya.
Wujud Yuchai sudah usai, mereka kembali ke individu masing-masing. Yuri dan kedua anaknya baik-baik saja, tapi, Ai.. Tubuh Ai rusak parah, selama ini yang membadani serangan melalui miasma yang dikeluarkan Monologia membuat tubuh Ai mengalami kegagalan fungsi.
"Ughh... "
Yuri yang melihat Ai tergeletak tak berdaya kini langsung beranjak dari tempatnya dan memaksa tubuh nya yang sakit akibat penggabungan untuk bergerak.
"Ai... Ai.. " Yuri memanggil namanya, tapi kesadaran Ai sudah tidak ada.
Gauntlet milik Yuri sudah lepas secara otomatis dan ia merasakan didalam kepalanya sudah hilang sama sekali keberadaan Ai.
Sekali lagi, Yuri menepuk pipi Ai berulang kali dan menyebut namanya.
"Bangun...!!.. Ai..!! Kita menang... Ai... "
Yuri melihat ke sekeliling nya dan hanya ada dirinya, Charlotte dan Ai. Charlotte masih duduk di sebuah batu dan Wolfram masih ada pada gendongan Yuri. Yuri mengeluarkan air matanya, pengetahuan dan kenangan ada pada Ai dan ia harus kehilangan Ai.
"Yuri Heisenberg, kamu berhasil.. Kamu menyelamatkan Terra."
Suara Ai terdengar tak lama setelah Yuri menutup matanya sambil memegang telapak tangan Ai dan menyenderkan kepalanya ke telapak tangan milik Ai.
Yuri menggeser kepalanya dan melihat Ai sudah terbangun, mungkin ia sudah tidak lama lagi hidup dan memaksakan diri untuk sadar. Ai hanya tersenyum, suara mesin rusak terdengar makin parah didalam tubuh Ai.
"Tidak.. Kita yang berhasil.. Ini semua berkat kamu.. " Balas Yuri.
Yuri memeluk Ai dengan erat, walau tau Ai sudah tiada lagi, Ai tidak bisa menjawab balasan Yuri lagi. Tapi Yuri bisa merasakan Ai masih ada didalam dirinya.
Yuri kemudian berdiri setelah sekian lama dan ia berbalik untuk menatap anaknya, Charlotte. Yuri berjalan kearah Charlotte yang sudah berdiri dan memeluk anaknya tersebut. Dalam kediaman kehangatan pelukan, Cosmos berbicara pada Yuri didalam pikirannya.
"Karena kamu sudah mengalahkan Versalite, maka Terra ada di tanganmu. Terra akan pulih oleh perbaikan alam 10 tahun lagi, jadi apa kamu ingin menciptakan Terra baru atau menunggu 10 tahun lamanya. "
Yuri melepaskan pelukan nya dan melihat Charlotte, Yuri ingin melihat anaknya bahagia dan menjalani kehidupan normal.
"Aku, Yuri Heisenberg.. Sebagai Ratu dari para zodiac,Dewi Saint sekaligus dewi baru, Dewi Terra akan memilih membuat Terra baru, atas izinmu akun akan membuatnya berdasarkan keinginanku. " Balas Yuri dalam hati.
"Baiklah, kalau begitu silahkan masuk ke pintu cahaya disana. " Ucap Cosmos.
__ADS_1
Sebuah pintu beneran muncul dan Yuri langsung mengambil tangan Charlotte dan menarik pelan anaknya tersebut untuk berjalan masuk kedalam cahaya menuju ketempat apa yang Yuri dambakan. Mungkin untuk saat ini ketenangan yang terasa abadi akan terjadi.
...-Tamat-...