Queen Of The Zodiac

Queen Of The Zodiac
Pertarungan Terakhir


__ADS_3

Didalam markas The Great Demon Amanda, Enyo bersama dengan Abisk dengan bangga menyapa pasukan-pasukan nya dengan membusungkan dadanya.


Merasa bangga karena bisa berjalan bersampingan dengan Dewi Penghancur,Enyo.


Prajurit seperti goblin dan makhluk lainnya menunduk memberikan rasa hormat, setelah sekian tahun Enyo telah tertidur untuk memulihkan dirinya dan sekarang telah terbangun.


"Seperti biasa tidak ada perubahan disini" ucap Enyo dengan nada tenang.


"Heh, mungkin tidak ada perubahan. Tapi kekuatan prajurit kami sudah setara dengan para magus dan The Watcher" Balas Abisk dengan cepat.


Enyo , tersenyum lalu tertawa kecil. Kemudian Enyo teringat akan sesuatu yang membuat nya mendengus.


"Serangga-serangga tersebut bikin resah saja" Ucap Enyo.


"Ahh, maaf kalau saya lancang, tapi apakah anda terpikir oleh Sylvia dari negeri Hanamura?" Tanya Abisk.


Enyo mengangguk dan mengepalkan jarinya.


"Baba Momoe dan Koda Katsuro. Dewi Guntur dan Dewa Kedisiplinan, juga seorang petualang yang bernama Sylvia."


Beberapa juta tahun yang lalu, sebelum Enyo tertidur untuk memulihkan dirinya terjadi perang antara Six Dragon,Hanamura dan Enyo beserta pasukannya.


Setelah Enyo berhasil mengalahkan Archangel, tak lama Sylvia yang menjadi pahlawan di seluruh dunia menentang Enyo dan menyelamatkan keseimbangan Terra.


Setelah Enyo dikalahkan, Six Dragon menjadi pengganti dari Archangel yang sudah dilenyapkan oleh Enyo. Hanamura adalah negara tertua, setelah perang, Sylvia dan beberapa orang yang mengikutinya pergi untuk menjelajahi dunia dan menemukan sebuah desa Sofi, desa yang awalnya tempat berkumpulnya para mafia yang menjajah penduduk asli, kini berubah drastis menjadi Kerajaan Sophia, tentu saja semua sudah ditumpas oleh Sylvia.


Setelah itu lahirlah Merlin, anak dari Sylvia dan seorang yang berasal dari Sophia, penduduk asli Sofi yang tidak disebut namanya. Merlin menjadi pengganti ibunya yang pemberani.


Merlin dengan kepintaran diluar nalar manusia sempat memimpin Sophia kingdom dan berhasil membuat aliansi Hanamura dan Sophia menjadi erat.


Merlin juga merupakan pendiri dari negara Noma, disana muncullah Galdeo, Dewa Tanah dan Kekuatan yang bersemayam di tempat itu. Merlin dengan gagah mencegah terjadinya kecurangan ekonomi dan para mafia yang pada waktu itu krisis.


Banyak aksi heroik dari Merlin dan kini Merlin memiliki keturunan bernama Almita, Merlin telah meninggal karena penyakit jantung. Sangat disayangkan, Almita ditinggal Merlin saat umur 5 tahun tepat dihari ulang tahun Almita.


Semua itu telah dilihat Enyo dan membuat Enyo murka, tubuhnya tertidur namun tidak dengan Vision yang dapat melihat makhluk dari zaman ke zaman.


Kekuatan Six Dragon semakin lama semakin terkikis, membuat Enyo berfikir bahwa inilah saatnya membalas dendam. Enyo dengan sengaja menabrak dirinya menyatu dengan jiwa Yuri agar dapat mewujudkan aksinya.


Dan hari itu telah terwujud walau separuh. Enyo kini tersenyum karena sampai hari ini dia masih memiliki pengikut. Dan juga rencana yang tidak terduga, rencana yang sangat licik.


Rencana ini harus dilakukan karena Enyo dapat memprediksi dengan baik bahwa saat bintang fajar bersinar terang, Almita, anak dari Merlin dan generasi dari Slyvia akan datang mendobrak kembali.

__ADS_1


Mereka akhirnya sampai di ruang takhta Amanda dan Belial. Sontak Belial dan Amanda berdiri dari kursinya dan terkejut melihat kedatangan Enyo.


"N-nyonya Enyo..." Ucap Amanda.


Amanda dan Belial bersujud sampai Enyo sudah dekat dengan mereka semua. Chaos Bringer masih berdiri tak jauh dari mereka, Chaos Bringer hanya cuma bisa mendecih kemudian pergi dari mereka dengan kekuatannya melakukan teleport ketempat lain.


Di sisi markas yang baru di bangun, Alliance of Evil Punisher . Six Dragon,Glory Bringer, Almita Pahlawan Namo,Ratu Helena dan bahkan kini seluruh kerajaan ikut terlibat dalam aliansi ini.


Markas yang dibangun dalam sekejap, salah satu keagungan dari Lu Woh kini dipenuhi oleh para prajurit pemberani, mulai dari garda terdepan hingga pasukan elit.


"Regu Chavalier siap!" Ucap pemimpin dari regu Chavalier.


Regu Chavalier, regu yang dilengkapi oleh persenjataan khusus. Pasukan Penyihir,bahkan yang lainnya juga melakukan hal yang sama.


Almita adalah pemimpin utama dari pasukan tersebut.


Almita, pahlawan dari Noma, memberikan sebuah pidato mereka sebelum meluncur ke medan perang. Dengan gagah berani disertai armor khasnya berwarna silver,kini dengan gagah bersinar diantara para prajurit.


Six Dragon, Haax dan Ratu Helena takjub melihat pidato Almita, seketika moral dari para prajurit naik secara drastis. Suara bergejolak berkumandang.


"Yuri... Aku akan menyelamatkan mu, jika aku mati setidaknya kamu bisa hidup tenang tanpa gangguan dari Enyo" Batin Almita.


Almita, adalah generasi terakhir dari Sylvia. Seorang pahlawan yang telah membuat banyak sejarah. Jika Almita mati, maka sejarah baru dan pahlawan baru akan diberikan oleh seseorang yang diharapkan.


"Sepertinya semua telah direncanakan" Sapa pria yang memakai helm dengan tanduk yang menyerupai banteng.


"Ehtana, The Last Barbarian. Terimakasih telah datang" Ucap Almita dengan ramah.


Ehtana mengangguk pelan dengan ekspresi mukanya yang terlihat keji.


Mereka semua tak lama bergerak ke markas Amanda, tempat Enyo berdiam diri disana juga.


saat pasukan Almita sudah hampir dekat dengan markas. Almita membelalakkan matanya, dengan segera Almita menghentikan pergerakan pasukannya.


"...!! Makhluk apa itu!!" Ucap salah satu prajurit.


Suara prajurit tersebut terdengar ketakutan,lalu Almita tanpa melihat kebelakang sedikit mendengus.


"Jika kamu takut, silahkan pulang. Disini hanya hati pemberani yang dapat bertahan" ucap Almita.


"Yuri"

__ADS_1


Di salah satu barisan prajurit, muncullah seseorang yang mereka langsung kenal.


Althenia, ternyata ikut bersama rombongan Almita.


Almita tak ingin berdebat soal itu dan masih menatap kearah makhluk yang kini berukuran 40 meter menatap kemereka, beberapa prajurit tanpa sebab langsung saja dilahap oleh api yang entah darimana menggerogoti diri mereka.


Api biru, menggerogoti mereka sampai tak tersisa. Pemandangan yang Almita yakin akan menurunkan moral dari prajurit nya.


"Jangan gentar prajurit! Hidup mati di peperangan sudah biasa! Jika kalian mati, kalian akan mati secara terhormat!" Seru Almita.


Dan kelihatan nya seruan Almita mengubah tingkat moral prajurit nya lagi. Almita menatap Althenia dengan tatapan tolong pinjamkan aku kekuatanmy Dewi Aegis.


Althenia mengangguk.


"Archer! Mage! keluarkan serangan terbaik kalian!!"


Seru Almita. Almita, Althenia dan para prajurit maju tak gentar sambil bersorak, mengeluarkan gigi mereka untuk melumpuhkan moral lawan-lawan mereka berupa goblin yang kini menghalang mereka.


Orc,Goblin,Cyclop,Orc,Batzy,Slime, dan makhluk lainnya di basmi oleh senjata mereka. Bahkan para bandit sekalipun tiada ampun di tumpas oleh mereka, para werewolf.


Ketika makhluk besar tersebut mulai menyerang dengan sebuah tombak raksasa kearah Almita, sebuah belati petir raksasa menghantam tombak tersebut, membuat raksasa itu terjatuh dan membuat markas Amanda roboh.


"Cukup! Yuri! Bangunlah!! lawan Enyo didalam dirimu"


Ucap Ashura yang kini datang dengan ombak yang terbang hanya menghantam raksasa tersebut.


Didalam raksasa tersebut bersemayam raga Yuri yang dikendalikan oleh Enyo.


"Hahaha, Yuri sudah tidak ada. Aku adalah Yuri. Yuri adalah aku" Balas Enyo.


Enyo tertawa, tawaannya serta perkataan nya berguncang. Raksasa tersebut kini merubah dirinya menjadi wujud Enyo versi raksasa atau setidaknya Enyo yang asli mengambil alih.


Enyo terbangun dari jatuhnya melepaskan kepalan tangannya, menjatuhkan beberapa makhluk yang mereka kenal adalah Abisk, Belial dan Amanda.


Ashura tak tau apa yang dilakukan Enyo tapi kelihatannya tidak ada tanda kehidupan dari Amanda dan Belial. Bahkan detak sihir tidak kerasa, malahan energi mereka terasa sangat pekat di raksasa ini.


"Ashura , aku ingat wajahmu. Kau,Sylvia dan Lu Woh telah membuatku marah"


Ucap Enyo dengan nada pelan hingga akhirnya Enyo menghantamkan kakinya ke tanah, seketika gelombang tanah menjulang keatas menuju kearah prajurit Almita.


Almita dengan sigap menghindari serangan tersebut begitu juga Ehtana dan yang lain walaupun beberapa prajurit ada yang terkena serangan fatal tersebut.

__ADS_1


"Hahaha, aku... adalah Enyo. Dewi yang harusnya kalian agungkan"


Enyo kini tertawa lagi, lalu diluar dugaan dirinya melihat tiba-tiba api besar datang kepadanya dan menghantam dirinya.


__ADS_2