
"Kalian tidak apa-apa?" Tanya Yuri.
Dengan nafas terengah-engah, Yuri juga merasa lega jika teman-teman nya tidak apa-apa.
"Nyebelin" Kata Turin.
Turin kemudian meninju perut Yuri dengan keras. Yuri pun kaget dan memegang perutnya dengan menahan rasa sakit.
"Kamu berkata begitu tapi kamu tidak lihat dirimu tengah babak belur" Lanjut Turin.
Turin memasang ekspresi yang tidak biasa ia tunjukkan, hal ini membuat Yuri tidak enak dengan apa yang terjadi dan sadar bahwa dirinya memang babak belur. Masih merasa sakit akibat di lempar berkali kali oleh The Dream Mirror.
"Maa-"
sebelum Yuri melengkapi kata-katanya, Turin dengan jari nya memberi tanda agar Yuri tidak memberikan sebuah kata ataupun komentar yang Turin sendiri tidak ingin dengar.
"Yah setidaknya kita berhasil selamat" Kata Anna.
Anna menghembuskan nafasnya dengan panjang, lalu melangkah kan kakinya ke pintu berikutnya.
"Apa kalian akan disini atau ikut denganku" Kata Anna.
Yuri dan Turin mengangguk lalu mengikuti Anna dari belakang.
~Jderrr..!!!~
Pintu keluar ruangan tersebut pun terbuka dengan sangat keras. Anna,Yuri dan Turin terkesiap dan dengan panik memasang pose untuk bertarung.
"Yuxuan?" Kata Yuri. Melihat yang membuka pintu adalah Kai Yuxuan.
Yuri berlari melewati Anna dan memeluk Yuxuan dengan erat.
"Kenapa kau lama sekali... Hikss ... Huaaaa"
Yuri kini menangis sambil memeluk Yuxuan yang kini tersenyum tipis melihat Yuri lalu balas memeluknya.
"Aku mendengar ada suara keributan disini dan ternyata itu kalian" Kata Yuxuan.
Anna pun menjelaskan apa yang terjadi pada mereka, lalu Yuri yang udah melepaskan pelukannya dan merasa tenang kini juga menceritakan apa yang terjadi. Begitu juga Turin.
"Baiklah-baiklah, yang terpenting kalian selamat. Aku sudah sangat lega" Kata Yuxuan.
Yuxuan pun membawa Anna,Yuri dan Turin kembali ke tempat Zodiac kini berada. Anggota Zodiac merasa kaget dan lega ketika Yuri dan Anna. Namun penasaran dengan adanya Turin yang baru mereka lihat.
"Sara, tolong obatin Yuri, Anna dan Turin di ruangan medis" Kata George.
George kini melihat Yuri babak belur sebelum diantar keruangan mini dan Yuxuan sudah menceritakan semua apa yang mereka alami.
"Jebakan eh, kurasa demon licik itu berusaha melenyapkan kita satu persatu" Kata George dengan geram.
"Dari dulu aku tidak suka demon. Mereka seperti kawanan anjing kelaparan yang haus akan kekuasaan dan kekuatan Terra" Kata Asterion.
__ADS_1
"Myeisha sudah masuk tahap pemulihan energi, kita akan berangkat sebentar lagi" Kata Sara.
Sara kini membalut luka Yuri, luka yang Yuri tidak sadari dirinya tertancap beberapa kaca.
"Kecepatan dari demon itu bukanlah kecepatan yang bisa para penyihir seperti kita lakukan" Kata Beatrix melanjutkan.
Beatrix kini tengah meminum, minuman kesukaannya yaitu susu kotak.
"Walau aku benci mengatakan hal ini. Tapi Kita ibarat langit dan bumi"
Asterion kini meninju dinding yang ada didekatnya.
"Hmm, menurut laporan Yuxuan. Keyoran Serpent Transformation milik Anna sudah sempurna, namun Anna sendiri masih tidak bisa mengatasi hal kecil salam penggunaan nya"
Terlihat George berfikir dengan langkah apa yang mereka lakukan selanjutnya.
"Tapi aku yakin dia bakal bisa menangani hal tersebut dari pengalaman dia sebelumnya"
George kini melihat kedalam ruang kecil yang dimana Yuri masih dalam proses pengobatan.
"Dan menurut teman temannya, Yuri berhasil masuk ketahap pemanasan dalam pematangan Tetra Element. Namun, Yuri tidak dapat mengendalikan dirinya lebih lama"
George kini melihat kearah Turin, makhluk langka yang bernama Cobbala ini terasa sangat aneh. Energi sihirnya sangat besar, seingat George sendiri bahkan ras elite Cobbala sendiri tidak dapat memiliki energi sekuat ini.
"George, aku sudah menggunakan sihir Necro untuk berpatroli dan semua nya aman. Walau tadi 2 atau 5 goblin yang datang tapi aku sudah membereskan nya."
Terlihat Yuxuan, sang necromancer sedang memberikan laporan nya, George sendiri juga tau dan merasakan ada Giant Slime yang dibangkitkan oleh Yuxuan untuk berpatroli.
Yuxuan mengangguk dan malam peristirahatan pun berlangsung, satu persatu para Zodiac berganti shift. Tak lama Yuri,Anna dan Turin pun dipanggil oleh George dan dengan segera ketiga gadis tersebut melangkahkan kakinya menuju tempat George.
"Yuri, bagaimana luka lebam dan luka tusukan kaca yang kamu miliki" Tanya Goerge.
"Ahh, sudah baikan. Rasa sakit nya hilang, terimakasih buat Sara dan kepedulian anda" Kata Yuri dengan bersemangat.
"Kamu, Anna, Turin, Yuxuan dan Sara. Kalian aku beri misi untuk melanjutkan menyabotase source dari kekuatan armada The Great Demon Amanda" Kata Goerge.
George menghisap batang rokok miliknya untuk terakhir kali, Menghembuskan nya dengan perlahan dan membuang batang rokok itu kebawah lalu menginjaknya.
"Aku dan sisanya akan pergi ke atas untuk membantu six dragon dan the watcher" Kata George.
"..!! sepertinya akan terjadi perang besok"
Gumam Yuri.
"Tenang, soal keselamatan para penonton. The Watcher sudah mengambil rencana, terimakasih atas informasi dari kalian berdua" Kata George.
George juga menyampaikan beberapa hal kepada Yuri,Turin dan Anna sebelum akhirnya perkumpulan itu dibubarkan oleh George sendiri. Ketiga gadis tersebut tidur ditempat yang sudah ditentukan.
****
Keesokan pagi nya, setelah Yuri terbangun tidurnya. Yuri melihat yang tersisa hanyalah dia, Anna,Turin,Yuxuan dan Sara.
__ADS_1
"Apa George sudah pergi bersama yang lainnya?" Tanya Yuri.
Sara mengangguk, sambil mempersiapkan snack untuk sarapan ditengah jalan dan Yuxuan menyusun buku nya. Turin dan Anna kelihatan nya sudah siap dan berbicara satu sama lain.
Yuri pun bangkit dari tempat dia tidur lalu mencuci mukanya memakai air yang sudah disediakan Sara.
"Kalau kamu butuh apa-apa, aku siap jadi doktermu" Kata Sara.
Mendengar kata-kata Sara, Yuri tersenyum dan mengangguk. Setelah Yuri,Anna,Turin,Yuxuan dan Sara mempersiapkan diri mereka, mereka pun melanjutkan perjalanan menuju titik vital dari musuh yang menyerang Terra.
****
"Project Missile"
~Shinggg...!!!!! Duarr duarr duarrrrrr kboomm~
Cahaya yang bersinar dan memunculkan sebuah beam yang mempunyai daya ledak dan sifat yang sama seperti misil. Itulah sihir Yuri yang Yuri gunakan sekarang.
Pasukan-pasukan monster itu pun mau tak mau harus kembali ke alamnya ketika terkena oleh serangan Yuri secara beruntun. Percikan api yang ada di dalam serangan Yuri pun kini mengenai orc dan goblin yang berada di garis belakang.
Api-api tersebut menjalar dengan cepat ketika Yuri menggunakan sihir anginnya untuk membuat api tersebut cepat menjalar keseluruhan tubuh.
"Pemanggilan Roh : Hydra!"
"GROOOAAAAAARRHHH"
Yuxuan kini menunjukkan salah satu kekuatannya, didepan mereka muncul monstwr yang besar yang tengah berhadap dengan monster yang lain.
Monster yang dipanggil Yuxuan tersebut mengamuk dan belari kedepan. Beberapa monster terkena pijakan dari Hydra tersebut, terkena pukulan dari ekor dan juga terkena semburan api yang menyebabkan pasukan monster tersebut terkuras sangat banyak.
"Ide yang bagus mengalahkan monster dengan monster" Kata Turin.
Turin dan Yuri dengan bersamaan menunjukkan jempol mereka yang membuat Yuxuan cengengesan.
"Ini tidak seberapa dengan kekuatan milik Yuri dan Anna bahkan dirimu Turin" Balas Yuxuan.
Ucapan Yuxuan membuat Turin menggaruk rambutnya lalu menonjok bahu Yuxuan.
~Bruk~
"Aduh.. Heyyy itu sakit tau!!" kata Yuxuan sambil memegang bahunya.
"Kau ini selalu merendah tapi dirimu memang hebat" Kata Turin dengan gemas.
...~GRROOOAARR~ ...
Tak lama kemudian mereka mendengar sesuatu yang besar, apakah itu Ghidorah? mereka tidak tau, rasanya pernah mendengar suara monster ini.
...•To be Continued•...
makasih dah datang, btw maaf ya kali ini singkat😂 lagi tidak enak badan
__ADS_1