RANJANG DUDA SEBELAH RUMAHKU

RANJANG DUDA SEBELAH RUMAHKU
BAB 23. APA SEBAIKNYA AKU KB AJA


__ADS_3

Pintu lift terbuka, terlihat langsung isi dalam dari ruangan itu. Ada tempat hiburan di mana Fransiska mungkin tidak pernah melihat dan mendatanginya. Di dalam ruangan itu ada sebuah karoeke, bar mini, bliar, bahkan ada ruang bioskop dengan hanya 2 kursi nyaman di dalamnya.


“I-ini kamu yang membuatnya?” Tanya Fransiska sembari melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift.


“Iya, aku buat agar kita bisa bertemu setiap saat di sini tanpa harus mengatur waktu untuk bersembunyi di tempat-tempat aneh,” sahut Daniel kini berdiri di samping Fransiska.


Terharu mendapat sebuah perbuatan spesial dari Daniel. Fransiska spontan memeluk dan mencium bibir Daniel. Daniel tidak menolak ciuman itu, ia malah membalas ciuman Fransiska dengan liar.


Habis sudah oksigen berada di paru-paru, Daniel dan Fransiska dengan terpaksa melepaskan ciuman mereka.


“Apa sebaiknya aku melakukan KB saja?” Tanya Fransiska mengejutkan Daniel.


“KB? Kenapa kamu ingin melakukan KB, apa kamu beneran tidak ingin memiliki anak?” Daniel balik bertanya.


“Bukan aku tidak ingin memiliki anak dari suamiku. Tapi…aku takut hamil saat kita terus melakukan hal itu,” ucap Fransiska malu-malu.


“Tenang saja, aku akan memakai pengaman saat melakukannya. Jika kamu hamil, bukannya itu bagus. Aku juga pasti akan senang dan langsung menikahi kamu,” sahut Daniel dengan entengnya.


“Hem, kamu ini ternyata memiliki pikiran mesum juga,” gumam Fransiska malu-malu.


Melihat Fransiska malu hingga wajah teduhnya memerah, Daniel tersenyum nakal, jari-jarinya perlahan menarik garis lurus di punggung mulus Fransiska dengan bagian baju terbuka lebar.


Fransiska spontan mengeluarkan suaranya dan merasakan aliran darahnya mengalir dengan cepat.


“Kenapa kamu harus memakai pakaian seperti ini keluar? Bukannya kecantikan dan lekukkan tubuhmu akan di nikmati banyak mata lelaki hidung belang di luar sana,” bisik Daniel sedikit protes.


“Apa kamu tidak suka dengan pakaianku?” Tanya Fransiska saat ini sedang berdiri tepat di hadapan Daniel dengan kedua tangannya di kalungkan ke leher Daniel.


“Tentu saja aku tidak suka melihat wanitaku berdiri dan berjalan dengan baju serba terbuka seperti ini. Aku hanya menginginkan wanitaku memakai baju seperti ini hanya di depan mataku, dan hanya aku saja yang bisa melihat lekukan tubuh mulus ini,” sahut Daniel berbisik di telinga Fransiska dan menghembuskan lubang telinga Fransiska hingga bulunya meremang.


“Kamu memang pria yang sangat berbeda dengan Mas Andreas. Terimakasih sudah mencoba menghargai ku,” ucap Fransiska kembali ingin mencium Daniel.


“Tunggu dulu,” tahan Daniel.


“Kenapa?” Tanya Fransiska mengernyitkan dahinya.


“Aku sebenarnya sudah membelikan baju khusus untuk kamu saat sedang bersama ku. Aku ingin kamu memakainya. Tapi sebelum kamu memakai baju khusus itu, aku ingin bertanya. Apa yang ingin kamu lakukan setelah ini?” Tanya Daniel serius.


“Ingin tidur dengan kamu,” sahut Fransiska tanpa pikir panjang.


“Apa tidak ada pilihan lain, seperti makan, nonton bioskop atau yang lain?” Tanya Daniel.

__ADS_1


Fransiska menggeleng manja.


“Kita baru saja melakukannya kemarin. Minta yang lain dong,” tawar Daniel mengalihkan keinginan Fransiska.


“Entah kenapa saat aku melihatmu, rasa haus akan belaianmu selalu muncul. Saat bersama dengan Mas Andreas, aku juga selalu mengingat sentuhan lembut dari tanganmu yang menyentuh kulitku. Ketika aku mengingat hal itu, pikiran dan hatiku menjadi gelisah tak karuan. Hasratku juga semakin meningkat hingga aku harus menahannya sampai suhu tubuh ini naik,” jelas Fransiska singkat dan jelas.


“Kamu ini, aku tidak menyangka jika kamu adalah wanita yang agresif,” ucap Daniel menggeleng dengan segaris senyum manis tercetak di wajah tampannya.


“Nasib seorang wanita yang tak pernah di sentuh selama 15 tahun menikah seperti ini lah, sekali dapat kepuasan dari seseorang yang tepat, mungkin wanita itu tidak akan bisa melepaskannya.”


“Sekalipun itu dosa besar?” Daniel menambahkan.


“Hem,” angguk Fransiska seolah tak takut terkena hukuman dari Sang Pencipta.


“Kalau gitu mari kita menuju ke lantai 1,” ajak Daniel kembali masuk ke dalam lift.


Sesampainya di lantai 1. Pintu lift terbuka dan langsung terlihat koridor gelap dan di sana hanya ada satu pintu terbuat dari besi begitu sangat aman karena handle pintu terpasang sebuah pin dan alarm.


Daniel menekan pin, pintu besi itu terbuka. Bola mata Fransiska membulat sempurna saat melihat kamar begitu luas dan sangat nyaman. Kaki Fransiska pun melangkah dengan sendirinya masuk ke dalam kamar, ia juga langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang begitu lembut, lebih lembut dari ranjang kamarnya.


“Apa kamu suka?” Tanya Daniel telah berdiri di samping ranjang.


Fransiska pun memperhatikan sekeliling dekorasi dinding kamar dan dekorasi lainnya, hingga tanpa sadar air matanya perlahan jatuh menetes di atas pangkuannya, membasahi rok gaun malamnya.


“Kamu kenapa menangis?” Tanya Daniel cemas.


“Aku pikir kamu lupa, ternyata kamu ingat semua ucapan dan keinginanku saat kita masih pacaran dulu,” ucap Fransiska mengingat kisah cintanya saat mereka masih SMA dulu.


“Bagaimana aku bisa melupakan setiap keinginan yang terlontar dari bibir seorang wanita yang aku cintai. Apa pun yang kamu inginkan pasti akan aku wujudkan, karena engkaulah wanitaku dan cintaku,” sahut Daniel tulus.


Meski cinta itu sudah lewat beberapa tahun lalu. Meski sepasang insan ini mulai tua dan berumur, jika salah satunya sangat mencintai bahkan rela mati demi pasangannya, sudah pasti semua ucapan itu akan di turuti. Begitu juga dengan ucapan keinginan Fransiska saat masih duduk di bangku SMA dulu.


Waktu itu Daniel dan Fransiska sedang duduk di bangku panjang depan kelas mereka. Fransiska terus memandang lurus ke lapangan basket dengan bibir terus mengeluarkan ucapan berangan-angan sempurna.


Namun, angan-angan Fransiska untuk menjadi istri Daniel setelah tamat SMA harus pupus saat Daniel mendadak pindah dan tak ada kabar. Sampailah mereka bertemu dengan masing-masing hati masih menaruh rasa.


Meski keinginan Fransiska sedikit terlambat di kabulkan, tapi Daniel tetap berusaha menjadi seorang pria yang di inginkan Fransiska.


Puas mereka mengenang masa indah saat percintaan di masa SMA, Fransiska tanpa sabar mulai menyerang Daniel. Daniel pun tidak menolaknya.


Kini 2 insan itu sedang beradu keahlian baru di atas ranjang begitu empuk hingga setiap goyangan mampu membuat mereka terombang-ambing seperti di laut lepas. Tak lupa, Daniel melakukannya dengan memakai sebuah pengaman dengan model unik sesuai permintaan Fransiska.

__ADS_1


2 jam sudah mereka melakukan pertempuran hingga beberapa karet pengaman dengan bentuk unik berserakan di lantai, barulah Daniel berhenti.


Baru saja hendak memeluk tubuh Daniel, ponsel di dalam tas tangan berbulu burung merak milik Fransiska berdering nyaring. Buru-buru ia mengambil ponsel miliknya, melihat siapa nama pemanggilnya.


“Mas Andreas,” gumam Fransiska melirik ke Daniel sedang membaringkan tubuhnya penuh dengan keringat dan nafas terlihat lelah.


“Angkat saja agar tidak curiga,” sahut Daniel menyuruh Fransiska untuk mengangkatnya.


“Baiklah,” sahut Fransiska menekan tombol hijau.


📲[“Halo Mas, ada apa ya?”] Tanya Fransiska setelah mengangkat panggilan telepon Andreas.


📲[“Sayang, apakah aku bisa melakukan video call? Aku ingin menunjukkan sebuah barang untuk kamu.”] pinta Andreas mengejutkan Fransiska.


Buru-buru ia melirik ke Daniel. Daniel pun dengan cepat mengambil baju Fransiska dan membantunya untuk memakainya.


📲 [“Sayang, sayang, kamu berada di mana dan kenapa berisik sekali?”] Tanya Andreas merasa terusik dengan gerakan dari suara di timbulkan oleh Fransiska.


📲 [“Mas, apa kamu lupa aku sedang dimana. Masa sih, kamu kembali menaruh curiga kepadaku. Ini gara-gara Mas telepon, aku sampai numpang di kamar milik Yessika.”] sahut Fransiska berbohong, ia langsung lompat dari ranjang dan sedikit menjauh dari Daniel.


📲 [“Ya ampun, kamu memang wanita yang sungguh baik. Baiklah, saya tidak akan melakukan panggilan video. Saya akan matikan teleponya dan akan memberikan oleh-oleh itu sendiri khusus untuk kamu. Udah dulu ya.”] ucap Andreas langsung mematikan sambungan teleponnya.


Fransiska pun merasa lega.


“Ternyata seperti ini rasanya jika kita melakukan perselingkuhan di belakang pasangan kita. Tidak akan pernah merasa nyaman dan selalu gelisah setiap mendapatkan sebuah telepon. Tapi…kenapa dulu Mas Andreas tidak merasakan hal yang sama hingga dirinya sampai punya anak,” gumam Fransiska lirih di dengar oleh Daniel.


“Itu berarti orang itu tidak memiliki hati dan perasaan nya sudah hilang,” sahut Daniel.


“Kamu benar. Lagian Mas Andreas hanya menganggapku sebagai istri bonekanya,” cetus Fransiska lirih mengingat dirinya hanya sebagai boneka.


“Maka aku akan membuatmu sebagai wanita yang selalu di butuhkan,” ucap Daniel membuat Fransiska merasa memiliki pasangan.


“Terimakasih,” peluk cium Fransiska.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2