
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam, akhirnya mobil kijang di tumpangi Andreas memasuki gerbang berkarat dengan rumah berlumut.
“Kita sudah sampai,” ucap salah satu supir melirik ke kaca spion tengah.
“Kerja yang bagus,” puji Andreas lalu membuka pintu mobil.
Andreas pun turun dari dalam mobil, kedua kakinya terus melangkah masuk ke dalam rumah kosong tua itu. Di dalam rumah kosong tersebut ternyata sudah bertumpuk koper berisi baju dan beberapa dokumen penting miliknya.
“Dengan sisa uang yang ada, aku harus segera melakukan operasi wajah, merubah semua identitasku. Aku juga harus membuka bisnis baru. Lalu, aku akan merebut kembali Siska dari pria miskin itu!” gumam Andreas berencana merubah wajahnya dan identitas barunya.
Belum lagi siap ia bergumam dengan rencana-rencana barunya. Dari arah belakang terdengar suara tepuk tangan dari seorang pria dan wanita berjalan di belakangnya.
Prok prok prok!
“Wah, wah, wah! Mau operasi wajah agar mirip bintang K-pop korea, atau mau mirip bintang artis Pakistan?” tanya seorang pria tak lain adalah Daniel.
“Ka-kamu!” Andreas sontak saja terkejut melihat Daniel bisa berada di tempat persembunyiannya.
“Iya, aku, Daniel suami barunya Siska dan calon Papa dari ketiga anak kembarku,” sahut Daniel memberitahu.
“A-anak kembar tiga! Ka-kamu pasti bercanda. Saya sangat yakin jika saat ini Siska pasti sedang menangis meratapi kesedihan karena telah kehilangan calon bayinya. Saya juga sangat yakin jika saat ini dia juga pasti sedang menangisi dirinya yang kemungkinan tidak akan bisa lagi mengandung setelah mendapatkan luka tusuk dari saya,” celetuk Andreas dengan bangganya.
“Oh ya! Kamu memang benar jika Siska sempat menangis. Tapi, tangisan itu adalah tangisan kebahagian buat kami semua,” ucap Daniel menghentikan langkahnya di samping Andreas, satu tangannya menekan sebelah bahu Andreas, dan satu tangannya lagi sedang menggenggam pergelangan tangan seorang wanita, yaitu Anissa.
Lagi dan lagi Andreas kembali terkejut melihat ini. Bola matanya terus membulat sempurna seakan ingin lepas dari tempatnya. Daniel sendiri mengulas senyuman tipis di raut wajah gagahnya itu.
“Apakah kamu terkejut bukan main saat ini?” tanya Daniel sembari mendorong tubuh Anissa hingga jatuh ke dalam pelukan Andreas.
__ADS_1
“Akh! Kau memang lelaki yang kasar,” celetuk Anissa melepaskan dirinya dari pelukan Andreas.
“Ba-bagaimana bisa kamu bersama dengan Anissa? Apakah semua ini termasuk permainan kamu juga?” tanya Andreas di sela kebingungannya.
“Oh, tentu saja. Kau pikir aku tidak melihat gerak-gerik yang kau timbulkan waktu aku datang ke ruangan interogasi? Kau pikir aku adalah lelaki yang bodoh seperti yang kau pikirkan selama ini? Hahaha, kau salah tuan Andreas. Aku ini adalah lelaki yang paling licik dan jahat sedunia. Bahkan tingkat kejahatanku tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Termasuk, Fransiska!” ucap Daniel membuat Andreas dan Anissa terkejut.
“Ba-bagaimana jika suatu hari Siska mengetahui jika kau adalah orang yang paling jahat di dunia ini?” tanya Andreas di sela ketakutannya.
“Mungkin setelah hari ini aku akan jujur padanya tentang siapa aku. Dan…hem, memang sudah semestisnya aku tidak menutupi apa pun dari Siska,” sahut Daniel tenang.
“Emang kamu siapa sebenanrya, dan kenapa waktu itu kamu berpura-pura menjadi seorang pengusaha yang tidak kaya raya?” tanya Anissa penasaran.
“Aku bukan siapa-siapa. Aku hanya seorang pebisnis yang paling licik di muka bumi ini. Bukan seperti seorang pria hidung belang yang tidak tahu bagaimana menghargai seorang wanita,” sahut Daniel menyindir Andreas.
“Saya akan katakan kepada Siska jika kau bukanlah pria yang baik,” ancam Andreas serius.
Daniel mengambil ponselnya, menekan nomor Siska, lalu mengulurkan ponselnya sedang melakukan panggilan telepon ke hadapan Andreas.
Sejenak Andreas mengernyitkan dahinya menatap sejenak layar ponsel sedang melakukan panggilan telepon, lalu menatap wajah tenang Daniel masih terus menatapnya. Detik selanjutnya Fransiska mengangkat panggilan telepon Daniel.
📲 [“Halo, ada apa?”] tanya Fransiska dengan nada suara lembutnya.
📲 [“Apa kamu sudah makan dan minum obat?”] sahut Daniel balik bertanya, bola matanya melirik penuh arti ke raut wajah Andreas terlihat bingung.
📲 [“Sudah, baru saja. Kamu lagi di mana?”]
Setelah bergelut cukup lama dengan pikirannya sendiri, Andreas merampas ponsel dari tangan Daniel, kemudian mengadu semuanya kepada Fransiska tentang siapa Daniel sebenarnya.
__ADS_1
📲 [“Halo, ini saya, Andreas!”] sela Andreas dengan nafas tersengal-sengal, lirikan mata ketakutan mengarah ke wajah datar Daniel.
📲 [“Iya, ada apa, ya?”] sahut Fransiska menyapa dengan ramah. Meski Fransiska tahu siapa dalang di balik penusukan dirinya.
📲 [“Saya kasih tahu ke kamu, jika suami kamu ini bukanlah lelaki yang baik. Saat ini dia telah menyekap saya dan Anissa. Kemungkinan besar pria ini akan membunuh kami berdua. Siska, saya mohon tolong telepon pihak berwajib, suruh mereka datang ke rumah tua di Tembung, gang, Rahayu. Saya mohon!”] celetuk Andreas minta tolong kepada Fransiska.
📲 [“Maaf, aku tidak bisa membantu kalian berdua. Aku dan kalian berdua sudah tidak memiliki hubungan apa pun. Jadi, apa pun yang akan Daniel lakukan kepada kalian berdua itu urusan kalian, bukan urusanku. Maaf, aku harus mematikan telepon karena dokter baru saja sampai ke ruanganku, dan aku harus melakukan pemeriksaan.”] tolak Fransiska lembut lalu menutup panggilan teleponnya setelah mengucapkan salam penutup.
Ucapan Fransiska sontak saja membuat Andreas dan Anissa terdiam. Mereka berdua tak percaya dengan sebuah alasan halus dari Fransiska. Tidak memiliki harapan untuk bisa kabur dari Daniel. Andreas berbuat alasan dengan cara mencari muka kepada Daniel.
“Tu-tuan, saya mohon jangan lakukan hal kejam kepada saya. Sa-saya akan melakukan apa saja, asal tuan bisa melepaskan saya!” ungkap Andreas sambil berlutut, menyembah kedua ujung sepatu mengkilap Daniel.
Tak ingin kalah dari Andreas. Anissa juga melakukan hal sama, bersujud dengan derai air mata di kaki Daniel.
“Da-Daniel, aku mohon maafkan aku. Aku bisa melakukan apa saja untuk kamu. Jadi budak pemuas nafsu kamu juga aku tidak keberatan asal kamu bisa melepaskanku!” celetuk Anissa menawarkan dirinya. Lirikan tajam mengarah ke sisi kiri, dimana Andreas masih bersujud di hadapannya. “Dan, kamu jangan percaya dengan ucapan lelaki ini! Dia adalah seorang pria yang paling buruk. Bibirnya penuh dengan racun yang tak bisa di sembuhkan!” lanjut Anissa mengungkap keburukan Andreas.
“Kamu! Berani sekali kamu mengatakan hal itu tentang diri saya kepada Daniel? Apa kamu pikir kamu adalah wanita yang baik? Tidak Anissa, kau adalah wanita yang buruk yang pernah aku jumpai. Siska, hanya Siska wanita yang memiliki hati seperti berlian putih. Sadar diri sebelum membicarakan orang lain!” sela Andreas membela dirinya dan membalikkan semua ucapan Anissa.
Terusik dengan pertengkaran dan akting di buat-buat Anissa dan Andreas. Daniel perlahan melangkah pergi mendekati beberapa bodyguardnya termasuk kedua supir yang ternyata adalah anak buahnya suruhannya.
“Bereskan mereka berdua tanpa sisa!” tegas Daniel memberi perintah.
“Siap tuan!”
Daniel pun terus melangkah keluar dari rumah tua itu, membiarkan Anissa dan Andreas di habisi oleh beberapa anak buahnya.
.
__ADS_1
.
Bersambung....