RANJANG DUDA SEBELAH RUMAHKU

RANJANG DUDA SEBELAH RUMAHKU
BAB 24. Daniel adalah seorang pria...?


__ADS_3

Setelah bercumbu sejenak dan melepaskan rindu sebelum Daniel berangkat ke kota S. Subuh itu, pukul 03:40 dini hari juga Daniel dan Fransiska pulang dengan beriringan. Namun, Daniel terlebih dulu masuk ke dalam rumah, 20 menit kemudian baru Fransiska.


Pintu rumah di buka oleh bibi selalu menunggu kepulangan nona muda nya.


“Selamat datang nona muda,” sambut bibi dengan wajahnya masih mengantuk.


“Bibi kenapa harus menungguku? Sebaiknya bibi tidur di kamar bibir aja,” ucap Fransiska lembut.


“Saya tidak tenang jika harus menunggu nona di dalam kamar. Lebih baik saya tidur di ruang tamu sambil nunggu nona daripada di dalam kamar tapi hati gelisah,” sahut bibi, raut wajah terlihat cemas.


“Terimakasih sudah mencemaskanku, bi,” makasih Fransiska tak lupa segaris senyum manis di wajah teduhnya ia tunjukkan untuk bibi.


“Kalau gitu bibi permisi, mau mandi dlu,” pamit bibi meninggalkan Fransiska setelah mendapatkan anggukan.


Fransiska melangkah menuju kamarnya, tangannya memijat bahunya terasa pegal. Belum lagi sampai di kamarnya, Anissa sudah menghadang jalannya di koridor menuju kamar milik Fransiska.


“Darimana saja kamu?” Tanya Anissa sewot.


“Tentu saja aku baru pulang berpesta dengan teman-temanku,” sahut Fransiska santai, ia pun mulai melangkah kembali menuju kamarnya. Namun, langkah Fransiska kembali terhenti saat mendengar Anissa berbicara dengan menyebut nama seseorang.


“Apa kamu kenal dengan Daniel?” Tanya Anissa menatap punggung Fransiska.


Fransiska sejenak menoleh, “Kenapa?” Fransiska balik bertanya.


“Bukannya dia dulu adalah mantan kekasihmu waktu SMA dulu?” Anissa kembali bertanya, mengungkit asmara Fransiska dan Daniel waktu itu.

__ADS_1


Fransiska berbalik, kedua kakinya melangkah mendekati Anissa, menatap nanar mata Anissa terlihat begitu penuh maksud.


“Kalau aku boleh tahu, kenapa kamu terus bertanya tentang Daniel? Apa kamu menginginkan dirinya selain suamiku, Andreas?” Tanya Fransiska datar.


“Oh, ha ha ha…buat apa aku menginginkan dirinya. Aku dulu juga pernah menikah dengannya. Tapi sungguh di sayangkan, lelaki itu adalah pria yang buruk. Kamu tahu? Dia itu adalah lelaki yang paling buruk yang ada di muka bumi ini. Bahkan dia adalah seorang penipu kelas rendah. Aku meninggalkannya karena dia sudah menipu banyak orang. Aku tak tahan setelah berumah tangga dengannya banyak penagih hutang yang mendatangiku,” Anissa mendekatkan bibirnya di daun telinga Fransiska, dan berbisik, “Aku kasih tahu sama kamu. Lebih baik menjauhinya daripada ia merebut harta yang kamu miliki. Oh, satu lagi. Lelaki itu juga seorang pria simpanan istri-istri konglomerat. Awas loh, nanti kamu di pepetnya dan dia pun mulai meniduri kamu, lalu diam-diam merekam aktivitas kalian, kemudian menyebarkannya. Wouw, membicarakan hal seperti itu saja sudah membuatku merinding,” lanjut Anissa berbicara akan kebohongan panjang lebar.


“Wiiihhh, takut sekali aku, bulu halusku semuanya langsung berdiri tegak seolah ada setan tengah berbisik kepadaku,” cetus Fransiska, kedua tangannya mengelus kedua lengannya, tak lupa bola mata indah memakai softlens membulat sempurna seolah benar-benar merasa ngeri.


“Ck, tidak percaya, ya udah!” celetuk Anissa, ia pun pergi meninggalkan Fransiska.


“Hei, jangan-jangan kamu sedang membicarakan diri kamu sendiri,” teriak Fransiska dengan suara lembutnya.


Anissa tidak menoleh, ia terus berjalan dengan wajah suram dan kesal. Anissa benar-benar kesal kepada Fransiska karena ucapannya tidak pernah membuat Fransiska menjadi takut atau tunduk kepadanya.


Hal itu benar-benar membuat ia sangat kesal hingga terkadang pikiran ingin mengakhiri hidup Fransiska terus terlintas di pikirannya.


.


.


Di dalam Fransiska.


Fransiska sedang membasuh wajahnya di wastafel, setelah wajahnya di keringkan, Fransiska menatap pantulan wajah teduh tanpa mack up terlihat sangat cantik seperti anak SMA pada umumnya.


“Apa benar yang dikatakan Anissa. Apa benar Daniel yang terlihat tulus dan baik kepadaku adalah seorang pria yang buruk bahkan menjadi simpanan seorang istri konglomerat. Bukannya itu sama sepertiku, aku merahasiakan hubungan terlarang kami?” Fransiska mendekatkan wajahnya ke pantulan cermin dirinya, “Bodoh, kenapa kamu percaya dengan ucapan wanita jahat itu. Bukannya kamu mengatakan jika Daniel itu adalah pria yang baik. Bukan hanya itu, Daniel juga adalah tempat mengadumu? Siska, ayolah sadar dan jangan terpengaruh dengan ucapan wanita jahat itu,” lanjut Fransiska mengomeli pantulan dirinya sendiri.

__ADS_1


Fransiska memang terlihat tidak terhasut dan terkecoh saat Anissa mengatakan banyak hal buruk tentang Daniel kepadanya. Tapi, Fransiska menyimpan dan mengingat ucapan Anissa.


Lelah dengan pikirannya sendiri, Fransiska memutuskan untuk lebih mempercayai Daniel. Ia pun berjalan keluar kamar mandi menuju ranjangnya. Merebahkan tubuh lelahnya masih berbalut gaun malam.


“Ah, saat aku berada di atas ranjang, aku jadi teringat dengan kehangatan dan kelembutan Daniel saat menyentuh ku. Akh, tepat di sini, di jantung ini. Aku selalu berdebar saat jari-jari kekar nan panjang itu mulai menyentuh kulitku. Rasanya ingin, ingin, ingin, dan ingin selalu berada di sampingnya melakukan hal yang itu dan itu terus sampai tubuh ini lelah. Haah, apakah ini rasanya kehausan dari seorang istri yang tak pernah mengenal sentuhan spesial dari suaminya?” lanjut Fransiska seolah dirinya sedang di mabuk kepayang atas perbuatan Daniel.


Saat Fransiska tengah membanyangkan perbutannya dengan Daniel tadi malam. Pintu kamarnya terbuka, terlihat seorang pria masuk dengan kedua tangan memegang barang belanjaan. Pria itu tak lain adalah Andreas.


“Kamu kenapa senyum-senyum sambil memegang dada kamu sendiri?” Tanya Andreas berjalan masuk ke dalam kamar. Fransiska sendiri langsung beranjak duduk, raut wajah tadi di penuhi dengan senyuman dan keceriaan hilang sudah, berganti dengan kepanikan.


Tidak ingin di curigai memiliki hubungan khusus dengan pria lain di luar sana. Fransiska turun ranjang, mendekati Andreas.


“Tentu saja aku senyum-senyum karena sedang memikirkan Mas. Aku tadi sedang membayangkan hal apa yang akan aku lakukan dengan Mas setelah Mas pulang. Emang tidak boleh ya, seorang istri senyum-seyum dengan memikirkan suaminya?” jelas Fransiska dengan wajah sedikit di buat cemberut.


“Tentu saja boleh. Buat istri saya yang paling cantik sedunia ini, apa sih, yang nggak saya berikan,” sahut Andreas tak lupa memberikan kecupan manis di dahinya.


Tidak ingin Anissa mulai mencerikan hal tidak-tidak tentang dirinya ke Andreas. Fransiska mulai menceritakan semua pertanyaan Anissa tadi kepada. Semua pertanyaan di lontarkan dari bibir Anissa kepada istri kesayangannya ini membuat Andreas naik darah. Apa lagi Fransiska juga menceritakan jika Anissa itu adalah mantan istri dari Daniel.


Fransiska saat ini benar-benar bisa membuat orang lain merasakan amarah terlampau ngeri. Bahkan Fransiska juga bisa memutar fakta. Semua sikap dan perbuatan buruk Fransiska saat ini ia ambil dari Andreas dan Anissa, lalu ia kembalikan kembali kepada sang empu nya. Meski sang pencipta sangat membenci orang-orang seperti itu.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2