RANJANG DUDA SEBELAH RUMAHKU

RANJANG DUDA SEBELAH RUMAHKU
Bab 57.


__ADS_3

2 Hari setelah kunjungan Daniel ke kantor pihak berwajib. Pagi dini hari Daniel mendapatkan kabar hasil dari pemeriksaan milik Andreas. Pihak berwajib mengatakan jika Andreas mengalami depresi berat sehingga pikirannya terguncang dan harus di rawat terlebih dahulu di rumah sakit jiwa untuk pemulihan.


Setelah mendapatkan izin dari Daniel, siang ini Andreas di bawa oleh pihak berwajib menuju rumah sakit jiwa dengan penjagaan cukup ketat sepanjang perjalanan menuju kota B, agar tidak terjadi hal buruk di tengah jalan.


Wiuw wiuw wiuw!


Suara mobil ambulan menggema di jalan raya tol menuju kota B.


Di dalam mobil tahanan, Andreas duduk santai tanpa memikirkan borgol membendung kedua pergelangan tangannya . Namun, ada hal aneh terus tercetak di wajahnya, sebuah senyuman manis penuh makna.


“Hahahaha!”


Andreas tiba-tiba saja tertawa kuat, penjaga di samping Andreas spontan menoleh, menampar sebelah pipi Andreas agar menghentikan tawanya.


“Dasar gila!” celetuk pihak berwajib itu.


Andreas memicingkan kedua matanya, kedua tangan di borgol memegang sebelah pipinya memerah bekas tapak tangan pihak berwajib.


“Kau tahu berapa perawatan kulit wajah saya ini?” tanya Andreas menekan nada suaranya.


Mendengar ucapan Andreas, pihak berwajib tertawa geli hingga perutnya kram. Namun, Andreas malah mengernyitkan dahinya dengan tatapan ingin membunuh.


“Kita di dalam sini hanya berdua. Ya, itu menurutmu. Tapi lihat saja setelah kamu selesai tertawa. Dari bibirmu saya pastikan ada sirup merah keluar tiada hentinya,” bisik Andreas membuat pihak berwajib itu terdiam dengan wajah penuh ketakutan.


Bam plak bam!


Tidak terima dengan ucapan Andreas, pihak berwajib memukuli Andreas hingga bibirnya mengeluarkan darah.


“Ck, ternyata punya nyali juga kamu!” gumam Andreas sembari menyeka darah di sudut bibirnya, pandangan mata tajam mengarah ke sekat besi pemisah antara kursi kemudi dan kursi tempat ia duduk.


Srak!


Sekat besi terbuka.


“Kenapa kalian buka?” tanya pihak berwajib itu kepada supir kemudi saat ini menatapnya dengan tatapan tajam.


Tanpa menjawab, salah satu supir mengulurkan alat setrum, dan terdengar.


Bzzztt!!

__ADS_1


Supir menyetrum pihak berwajib, lalu segera membuka borgol di tangan Andreas.


“Bodoh! Kenapa kalian lambat sekali membebaskan saya?!” hardik Andreas sembari mengelus kedua pergelangan tangannya bekas borgol.


“Jangan memaki kami kalau kau masih memerlukan tenaga kami!” celetuk salah satu supir menekan nada suaranya, membuat Andreas menciut.


“Oh, ha ha ha! Kalau gitu cepat bawa saya pergi dari rombongan ini!” ucap Andreas memberi perintah.


“Sabar, kami lagi mengkoordinasi salah satu tim kami yang akan datang setelah laju di jalur dua sisi,” sahut salah satu supir itu sembari menekan sebuah tombol pemanggil berwarna orange.


Mendengar jawaban itu, Andreas merasa lega, ia menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.


“Walaupun saya harus menguras sebagian tabungan saya untuk membayar kalian. Saya tidak akan keberatan, asal semua keinginan saya bisa terpenuhi,” gumam Andreas lega.


“Jangan banyak bernafas lega dulu kau. 5 menit lagi akan ada 2 rombongan truk yang memecah rombongan ini. Sebaiknya kau pasang sabuk pengamanmu, karena kami akan segera tancap gas untuk menghindari tabrakan maut ini!” celetuk sata satu supir serius.


“Baik!” sahut Andreas sambil memasang sabuk pengaman.


Benar saja. Baru saja salah satu supir memberi peringatan kepada Andreas, 2 mobil Fuso dari jarak 5 meter di sisi sebelah kiri jalan dua jalur melaju dengan kecepatan tinggi, membuat mobil pihak berwajib mengkawal mobil di tumpangi Andreas memberi kode untuk mengurangi kecepatan tinggi. Namun, kedua mobil Fuso itu tidak memperdulikan peringatan itu. Dari jarak 2 meter terlihat kedua mobil Fuso hampir mendekati mobil pihak berwajib mengkawal mobil di tumpangi Andreas. Tidak ingin berlama-lama, supir di mobil Andreas langsung membanting stir ke sisi kiri, melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan pengawalan mobil pihak berwajib, sehingga kedua mobil Fuso dengan cepat menabrak mobil iring-iringan pengawalan Andreas.


Bam brak boom!


.


.


Sementara itu di dalam mobil Andreas.


“Hahaha, mati! Mampus kalian semua!” sorak Andreas gembira, kepalanya menoleh ke belakang, melihat jalur jalan tol macet total akibat perbuatannya.


“Apakah kau sudah puas?” tanya salah satu supir.


“Tentu saja saya puas. Tidak sia-sia saya membayar mahal kalian semua!” celetuk Andreas di sela senyum puasnya.


“Baiklah, kami akan mengantarkan kamu ke tempat yang sudah kamu katakan kemarin,” ucap salah satu supir terus melajukan mobilnya keluar dari jalur tol.


Sesampainya di pintu tol keluar, sudah menunggu mobil kijang berwarna silver. Andreas dan kedua supir tadi segera turun, masuk ke dalam mobil kijang tersebut dan meninggalkan mobil pihak berwajib di pinggir jalan tol tersebut.


Mobil kijang berwarna silver mulai melaju menuju jalan raya menuju kota M. Sepanjang perjalanan menuju markas tempat terakhir, Andreas terus teringat dengan semua kesepakatannya kepada pihak berwajib mengintrogasi dirinya 2 hari lalu.

__ADS_1


.


.


...POV Andreas sebelum Daniel datang berkunjung....


Di dalam ruang introgasi hanya ada Andreas dan salah satu pihak berwajib bertanggung jawab untuk mengintrogasi Andreas. Bukannya menjalankan tugas dengan benar, pihak berwajib tersebut malah senang bisa bertemu langsung dengan Andreas, seorang konglomerat ternama, bahkan sebelumnya pihak berwajib ini ternyata pernah bertemu Andreas di salah satu galeri pajangan. Di sana Andreas pernah menolong pihak berwajib kebetulan sedang kehilangan dompet. Ibarat kata pihak berwajib tersebut ingin membalas budi kepada Andreas dengan melupakan tugasnya sebagai aparat Negara.


“Bu-bukannya Anda tuan Andreas seorang konglomerat ternama itu?” tanya pihak berwajib tersebut.


“Itu dulu, sekarang saya sudah tidak menjadi konglomerat lagi. Ha,ah! Semua itu karena saya di tipu oleh seorang pela*cur rendah. Istri yang saya cintai juga sudah hilang di rebut pria miskin!” sahut Andreas menggeram.


“Saya turut prihatin atas kejadian itu. Oh ya, setelah saya baca keterangan kenapa Anda bisa masuk ke sini. Apakah itu benar, tuan Andreas ini mencoba membunuh mantan istri tuan?” tanya pihak berwajib memastikan.


“Bukan. Saya hanya berniat untuk membunuh calon bayi yang ada di dalam kandungan mantan istri saya. Kau tahu sendiri ‘kan, kalau saya ini sangat menyayangi setiap lekuk indah di tubuh mantan istri saya. Masa ia saya harus merelakan tubuh indah mantan istri saya harus berubah menjadi balon dan mendapatkan streatmach di perutnya hanya untuk bisa melahirkan seorang anak dari pria miskin. Hem, masalahnya bukan hanya itu sih, saya sebenarnya berniat untuk mengajak mantan istri saya untuk kembali bersama saya. Jadi, buat apa terus menunggunya untuk berpisah dari pria miskin itu, kalau saya sendiri bisa menghabisi calon bayi sekaligus membuat mantan istri saya berpisah dari suaminya itu,” sahut Andreas curhat akan tujuannya.


“Menurt saya, apa yang tuan lakukan kepada mantan istri tuan ini termasuk kriminal. Apa tuan tidak pernah berpikir, bagaimana seandainya mantan istri tuan tidak bisa selamat? Apakah tuan akan merasa puas dengan semua tindakan criminal ini?” tanya pihak berwajib itu.


“Mantan istri saya itu adalah wanita yang kuat. Jadi mana mungkin hanya luka tusuk yang tidak terlalu dalam saya buat di bawah tulang rusuknya bisa membuatnya mati. Haha! Dasar bodoh!”


Bukannya marah di bilang bodoh oleh Andreas. Pihak berwajib itu malah ikut tertawa, dan malah ingin menawarkan bantuan kepada Andreas.


“1 jam lagi tuan Daniel akan datang melihat Anda. Apakah ada yang bisa saya bantu?” ucap pihak berwajib memberi penawaran bantuan kepada Andreas.


Andreas langsung mengernyitkan dahinya, segaris senyum licik tercetak di wajahnya.


“Jika saya ingin kabur dari sini agar tidak masuk ke dalam sel tahanan. Apakah kamu bisa membantu saya?” tanya Andreas mengeluarkan tujuannya.


“Tentu saja. Saya akan membantu Anda, karena dulu Anda pernah membantu saya saat sedang susah,” sahut pihak berwajib yakin.


“Baiklah, saya ingin saat Daniel menginterogasi nanti, saya ingin berpura-pura menjadi orang gila. Dan kamu mengusulkan agar saya melakukan pemeriksaan dengan sebuah surat perintah yang akan membawa saya pergi ke kota B. Tapi, beri saya waktu 2 hari setelah Daniel datang. Selama 2 hari saya ingin minta tolong kepada Anda untuk mencarikan saya tempat persembunyian, dan jangan lupa berikan saya 2 orang berpura-pura sebagai seorang supir untuk mengantarkan saya keluar dari tempat ini. Tentang semua pembayaran, saya akan mentransfer uangnya. Gimana?” ucap Andreas membicarakan tujuannya.


“Baiklah, saya akan membantu tuan sampai berhasil kabur,” sahut pihak berwajib menerima penawaran Andreas.


Dan di mulai dari situ sebuah rencana Andreas mulai di lancarkan.


.


.

__ADS_1


POV END


__ADS_2