RANJANG DUDA SEBELAH RUMAHKU

RANJANG DUDA SEBELAH RUMAHKU
BAB 27. Apa Kau Kepo Tentang Wanitaku?


__ADS_3

Sambil melewati rumah Daniel, James menyempatkan diri untuk menghubungi Daniel.


📲 [“Dimana kamu, bro?”] tanya James setelah Daniel mengangkat panggilan teleponnya dari sebrang sana.


📲 [“Di kota S aku. Kenapa?”] sahut Daniel balik bertanya.


📲 [“Lumayan juga gebetan baru mu.”] cetus James membuat Daniel sedang duduk di sofa beranjak berdiri.


📲 [“Eh, maksud kamu apa nih?”] tanya Daniel sedikit menahan emosi.


📲 [“Aku baru saja dari rumah Andreas.”] sahut James menggantung.


📲 [“Apa kau kepo tentang wanita ku?”] tanya Daniel nyolot.


📲 [“Ha ha ha, awalnya ia aku tertarik. Namun, niatku datang ke sana dengan alasan mengajukan kerja sama baru bukan untuk merebut wanita mu kok. Aku ke sana hanya ingin memastikan apakah putriku di besarkan dengan layak oleh wanita iblis itu. Eh, tapi kamu jangan salah paham dulu. Aku ke sana bukan untuk membantu kamu. Aku ke sana hanya karena takut putriku engkau celakai juga, soalnya aku tahu gimana gilanya kamu kalau sudah marah.”] jelas James di sela tawa riangnya.


📲 [“Kamu beneran tidak macam-macam dengan Siska ‘kan?”] tanya Daniel memastikan.


📲 [“Hei, bro. Tenang saja, aku tidak akan mau merebut wanita yang sudah memiliki suami. Aku bukan dirimu, pria gila.”] sahut James menyakinkan Daniel, lalu tawa kecil keluar dari bibirnya.


📲 [“Baiklah, jika kamu ketahuan menaruh hati pada Siska. Maka akan aku bagi 1000 makhluk kecil yang bersembunyi di balik kain itu.”] ancam Daniel sedikit lega, ia pun duduk kembali ke sofa.


📲 [“Oh ya, bro. Jika aku perhatikan, Andreas itu adalah pria yang lebih gila dari kita.”] celetuk James membuat Daniel bingung.


📲 [“Maksud kamu?”]


📲 [“Nih, jika kamu sudah menikah dengan Siska. Aku datang berkunjung ke rumah kamu dengan mataku yang terus menatap lekuk tubuh indah yang terbuka di beberapa lekukkannya. Kamu pasti marah ‘kan?”] jelas James mulai bertanya.


📲 [“Tentulah, bukan hanya marah, bahkan kedua bola matamu akan aku pastikan berguling bebas di trotoar jalan.”] sahut Daniel menekan nada suaranya.


📲 [“Nah, tapi tidak dengan Andreas. Ketika aku terus menatap Siska, aku juga meminta Anisaa untuk menyajikan makanan dan teh di sana, Andreas dengan senang hati membiarkan hal itu”] memijat pelipisnya terasa berdenyut, lalu menyambung ucapannya [“Haah, aku rasa jika suatu saat Andreas itu bangkrut. Siska akan di jual oleh konglomerat yang lebih kaya darinya.”]


📲 [“Hei, jaga ucapanmu!”] bentak Daniel.

__ADS_1


📲 [“Aku serius. Cepatlah, ambil wanita itu dari pria seperti itu. Atau kamu tiduri saja ia berulang kali agar Siska hamil dan di campakkan oleh lelaki egois yang gila harta itu.”] usul James tak masuk akal.


📲 [“Wah, wah, usulan kamu sangat-sangat tidak bermanfaat. Tidak mungkinlah aku buat istri orang hamil duluan. Aku masih ingin memberikan ia sebuah keindahan yang belum pernah ia rasakan saat bersama suaminya.”]


📲 [“Berarti kamu sudah pernah tidur dengan Siska?”] tanya James membuat Daniel terkejut.


📲 [“Eh, sepertinya perut aku mulas. Aku tutup panggilan telepon dulu.”] ucap Daniel langsung menutup panggilan teleponnya.


James menatap layar ponselnya sudah mati.


“Apa habis pulsa lelaki bodoh itu?” gumam Andreas berpikir Daniel kehabisan pulsa. Padahal dirinya lah menelepon Daniel tadi.


Setelah James tidak menelepon lagi, sekretaris pribadi miliknya menoleh ke belakang.


“Maaf bos, apakah bos yakin akan menginvestasikan uang ke saham baru milik tuan Andreas sebesar 1 trilliun?” tanya sekretaris cemas.


“Tentu saja aku yakin. Uang itu sebagai rasa tanda terima kasihku karena dirinya telah di membiayai putriku sampai sebesar dan secantik itu,” sahut James, sekretaris dan supir terkejut.


“Ma-maksud bos?” tanya sekretarisnya gugup.


“Iya bos, emang kenapa dengan gadis itu?” tanya sekretarisnya polos.


“Bodoh, apa kamu tidak melihat kemiripan kami sebesar 98%?” James balik bertanya lagi.


“Oh, iya. Aku baru ingat kalau gadis itu sangat mirip dengan bos. Tapi…kenapa gadis itu di bilang anak dari tuan Andreas? Dan aku sampai sekarang masih bingung nih. Apa, apa yang sebenarnya terjadi pada bos waktu 10 tahun lalu?” jelas sekrestaris bertambah bingung dan ingin tahu apa yang terjadi dengan bos nya 10 tahun lalu.


“Waktu itu aku kebanyakan goyang sampai encok dan lupa cabutnya. Jadi, aku tidak sengaja menyemburkan benih-benih kehidupan di sana. Dan kenapa tentang aku 10 tahun lalu, aku tidak bisa menjelaskannya ke kamu, karena kamu waktu itu belum terlahir menjadi sekretaris ku,” sahut James tidak ingin memberitahu lebih banyak lagi tentang dirinya kepada sekretarisnya, Keyla.


“Oh, maafkan aku, bos,” maaf Keyla menundukkan kepalanya.


“Hem,” angguk James, ia pun mulai memandang ke arah jalan.


.

__ADS_1


.


Sementara itu di rumah mewah Andreas.


Anissa terlihat gelisah di depan pintu ruang kerja Andreas. Ia terus menunggu Andreas tak kunjung keluar dari ruangannya semenjak kepergian James.


“Kenapa hanya berdiri di depan pintu?” tanya Fransiska mengejutkan Anissa.


“Diamlah!” ketus Anissa.


“Aku sarankan jangan menunggu Mas Andreas terlalu lama di depan pintu ruangannya. Karena ku yakin, ia masih terus menghitung kekayaannya saat ini. Sebaiknya kamu kembali ke kamar atau menghabiskan waktu untuk menonton film drama untuk menambah wawasan kamu,” saran Fransiska sekalian menyindir Anissa.


“Maksud kamu apa? Kamu menyindirku?” tanya Anissa tak suka.


“Oh, ha ha…nggak! Kalau gitu aku pergi dulu. Aku mau menyenggarkan diri dengan berenang di belakang. Kamu tidak mau ikut? Siapa tahu lemak-lemak di pinggiran perutmu bisa hilang,” ajak Fransiska kembali tak lupa dengan sindiran halusnya.


Sudah merasa tegang dan cemas akan kedoknya terbongkar. Eh, Fransiska malah membuat Anissa semakin memanas dengan mengejek tubuh Anissa terlihat banyak lemaknya.


“Jaga ucapanmu. Mending tubuhku banyak lemaknya, daripada kamu yang terus terawat tapi tidak pernah di beri kepuasan bahkan Andreas pun tak sudi mempunyai anak darimu!” celetuk Anissa dengan suaranya cukup tinggi.


Fransiska menunduk, memang ada benarnya juga ucapan Anissa. Tapi, Anissa salah mengartikan dan tak tahu apa pun tentang kenapa Andreas tidak ingin memberikan anak kepada Fransiska.


Alasan Andreas tak ingin memiliki anak dari Fransiska di karenakan tidak ingin melihat kemolekan tubuh indah dan kencang milik Fransiska itu menjadi melar serta ada stretch mark.


Bukan hanya itu, Andreas juga sudah berusaha mengeluarkan uang banyak demi tetap menjaga kecantikan, kemolekan, dan kencangnya otot-otot di tubuh Fransiska, semua itu hanya untuk bisnis.


Rata-rata rekan bisnis atau para investor selalu melakukan kontrak kerja sama ke Andreas semua itu semata-mata mereka hanya ingin melihat wajah Fransiska.


Menikmati keindahan dari istri orang itu memang hal yang sangat nikmat dan menyenangkan daripada melihat istri sendiri.


.


.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2