
Pintu garasi otomatis terangkat ke atas, Daniel langsung memasukkan mobilnya ke dalam garasi, terparkir rapih di sebelah mobil milik Fransiska.
Setelah turun Daniel dengan cepat melangkah untuk menemui Fransiska menunggunya cukup lama di ruang bioskop.
Sesampainya di ruang bioskop menyatu dengan bar mini. Terlihat layar besar itu menampilkan sebuah adegan film drama perselingkuhan. Di kursi bar sendiri terlihat Fransiska tengah duduk dengan tangan memegang gelas berisi minuman beralkohol.
“Siska,” panggil Daniel membuat Fransiska menoleh.
“Daniel,” gumam Fransiska dengan air mata berlinang.
Daniel mendekati Fransiska dan memeluknya.
“Tenanglah, aku sudah ada di sini,” ucap Daniel menenangkan hati Fransiska.
“Me-mereka sungguh kejam padaku,” rengek Fransiska tiba-tiba.
“Kejam?” tanya Daniel mengernyitkan dahinya.
Fransiska mengangguk, lalu menengadahkan pandangannya ke atas, menatap wajah tenang Daniel.
“Vika hilang entah kemana, jadi saat Anissa pulang ia langsung menuduhku. Wanita jahat itu juga menelepon Mas Andreas, mengatakan jika aku adalah dalang di balik hilangnya Vika. Dan dengan yakinnya Mas Andreas malah percaya pada wanita itu,” curhat Fransiska membenamkan wajahnya ke bidang dada Daniel.
Daniel melirik ke wajah Fransiska, ia baru sadar jika sebelah pipi kekasihnya itu terlihat memerah. Daniel segera mengurai pelukannya, membungkuk sedikit, menatap lebih dalam kenapa sebelah pipi kekasihnya itu memerah. Setelah terlihat jelas di matanya jika tanda merah itu adalah bekas tamparan. Daniel langsung meradang dalam hati.
“Kamu tenang dulu, sebaiknya kamu tunggu aku di sofa sana. Aku akan datang membawa kamu segelas minuman dan makanan ringan,” pinta Daniel mengarahkan tangannya ke sebuah sofa lembut di sudut ruangan tak jauh dari bar.
Fransiska nurut, ia melangkah menuju sofa. Sementara itu Daniel masuk ke dalam meja bar untuk membuat minuman dan makanan ringan. 10 menit berlalu, Daniel membawa nampan berisi 2 gelas jus jeruk dan 1 piring kentang goreng.
Daniel duduk di sebelah Fransiska, terus menatap wajah sendu sang kekasih. Berulang kali ia menarik nafas lalu mulai berkata.
“Siska,” panggil Daniel, Fransiska dengan cepat menolehkan wajahnya menatap Daniel.
“Iya, ada apa?”
Daniel mengepal kedua tangannya, berulang kali ia menarik nafas, setelah merasa cukup tenang. Daniel kembali berbicara.
__ADS_1
“Vika sebenarnya bukan anak dari Andreas,” cetus Daniel tegas.
Fransiska mendengar hal itu langsung terkejut, sampai-sampai bola matanya membesar seperti ingin lari dari porosnya.
“A-apa yang baru saja kamu katakan. Kamu pasti bercanda 'kan?” tanya Fransiska menyakinkan ucapan Daniel.
“Tidak, aku jujur. Vika itu adalah anak dari James, sahabatku. Aku rasa kamu juga tahu siapa James,” jelas Daniel masih sedikit menggantung. Fransiska semakin terkejut hingga mulutnya melebar dengan sendirinya.
“Ja-James, Presdir dari…”
“James yang selalu mengajak kontrak kerja sama dan sering menanam saham di Perusahaan Andreas. Semua itu ia lakukan karena ia tahu jika putrinya ada bersama Andreas. Namun sayangnya saat itu James tidak mengetahui dimana Anissa menyembunyikan Vika. James hanya tahu jika Andreas sering mengirimkan uang ke Anissa. Maka dari itu James sering menanam saham dengan jumlah yang cukup besar, berharap putrinya bisa tumbuh dengan baik tanpa kekurangan apa pun,” jelas Daniel kembali.
Fransiska menunduk, tubuhnya gemetar seakan tak percaya mendengar kenyataan ini.
“Berarti selama 10 tahun ini Anissa telah menipu Mas Andreas dengan mengatas namakan Vika sebagai anak dari hasil hubungan gelap mereka?” tanya Fransiska ingin lebih dalam mengetahui semua kebusukan Anissa.
“Benar. Untuk sebelumnya aku ingin meminta maaf kepadamu,” pinta Daniel menurunkan nada suaranya.
“Maaf kenapa?” tanya Fransiska bingung.
“Te-ternyata…”
“Siska, aku tidak akan melanjutkan cerita ini kalau kamu merasa tertekan mendengarnya,” tegas Daniel.
Mendengar hal itu Fransiska mulai meredakan pikirannya, meski kenyataan membuatnya sangat hancur.
“Tidak, lanjutkan saja. Aku ingin mendengar semuanya dari mulut kamu,” sahut Fransiska berpura-pura tenang.
“Yakin?”
“Iya,” angguk Fransiska di selingi senyum paksa.
“Sudahlah, kita akhiri saja. Aku rasa cerita itu sudah lebih dari cukup,” ucap Daniel memutuskan untuk tidak melanjutkan ucapannya.
“Berarti selama ini kamu mengetahui siapa Anissa yang sebenarnya?” tanya Fransiska penasaran.
__ADS_1
“Iya, tapi aku tidak bisa langsung membongkar kedoknya, karena ada seseorang yang lebih berhak untuk membongkar siapa Anissa di depan Andreas,” sahut Daniel.
“Siapa orang itu?” tanya Fransiska.
“Orang itu adalah James, Papa kandung Vika,” sahut Daniel.
“Hem, ternyata seperti itu. Orang yang buruk pasti akan bertemu dengan orang yang buruk pula. Apakah ini yang dinamakan karma buat Mas Andreas setelah menyelingkuhi aku selama 10 tahun lamanya?” ucap Fransiska sendu.
“Iya. Di saat karma telah menyerang Andreas, di saat itu pula sebuah takdir mempertemukan kita kembali,” jujur Daniel sangat senang bisa bertemu dengan sang pujaan hati cukup lama ia cintai.
“Kamu sedang menggombal ku?” tanya Fransiska polos.
“Tidak, sejujurnya aku ingin menikahi mu. Membawamu ke dalam istanaku,” cetus Daniel meluapkan isi hatinya.
Jantung Fransiska mendengar hal itu langsung berhenti berdetak. Sorot mata teduhnya memandang wajah Daniel sedang tersenyum kepadanya.
“Me-menikah?”
“Iya, menikahlah denganku,” ucap Daniel kembali melamar Fransiska.
Fransiska menunduk, bibirnya ingin sekali mengatakan, ‘Iya, aku juga sangat ingin menikah denganmu. Mempunyai keluarga baru dan memiliki seorang anak yang ganteng dan cantik’.
“Siska,” panggil Daniel membuyarkan pikiran Fransiska.
Kedua tangan Fransiska meremas rok gaun miliknya, lalu ia berkata.
“Maafkan aku, sepertinya aku tidak bisa meninggalkan Mas Andreas.”
Daniel terkejut bukan main mendengar hal itu.
.
.
Bersambung....
__ADS_1