RANJANG DUDA SEBELAH RUMAHKU

RANJANG DUDA SEBELAH RUMAHKU
Bab 32. Hasil Pemeriksaan Kesuburan Fransiska


__ADS_3

Terus di bilang wanita mandul oleh Anissa, siang itu Fransiska memutuskan untuk pergi ke rumah sakit, memeriksa kesuburan dirinya.


1 jam ia sudah menunggu hasil dari dokter dengan gelisah di ruang tunggu, dan akhirnya perawat memanggil Fransiska untuk masuk ke ruangan.


Setelah Fransiska duduk, dokter Jhon mulai berbicara.


“Ibu Fransiska, berusia 35 tahun,” dokter Jhon mengangguk, sorot matanya memandang lurus ke kertas hasil pemeriksaan di tangannya. “Melihat hasil pemeriksaan yang kita lakukan hari ini, tubuh dan rahim ibu tidak bermasalah. Bahkan bisa di bilang tingkat kesuburan untuk wanita seusia Anda sangat bagus,” lanjut dokter Jhon membacakan hasil pemeriksaannya.


“Syukurlah,” hela Fransiska lega.


Dokter Jhon melipat kertas pemeriksaan dan memasukkannya kembali ke amplop, lalu menatap wajah teduh Fransiska.


“Jika ibu ingin bertanya hal lain, silahkan tanyakan saja kepada saya,” ucap dokter Jhon menawarkan.


“Hem, begini dok. Hem…tidak jadi deh, kalau gitu aku pamit dulu,” pamit Fransiska tidak jadi bertanya karena percuma saja jika pun ia bertanya pasti Andreas tetap tidak menginginkan ia hamil.


“Baik, terimakasih sudah datang,” sahut dokter Jhon tidak ingin banyak bertanya tentang masalah pribadi Fransiska.


Fransiska melangkah keluar dengan perasaan lega. Walaupun ia sudah memasuki kepala 3, organ reproduksinya masih terbilang sehat dan bagus. Jika Sang Pencipta mengizinkan, kemungkinan Fransiska masih bisa memiliki anak suatu hari nanti.


Mobil di kendarai Fransiska terus melaju menuju rumahnya. Baru setengah berjalan, Fransiska mendapatkan pesan wa dari Daniel.


...📨 {“Aku lihat kamu tadi pergi. Kalau kamu mau kita bertemu, aku akan menunggu kamu di kafe private tempat biasa kita bertemu.”}...


Dengan cepat Fransiska memutar arah mobilnya, melaju menuju kafe tempat Daniel sedang menunggunya. Tak sampai 1 jam berkendara, mobil Fransiska sudah terpakir di halaman kafe. Ia pun tak lupa mengirimkan pesan wa ke Andreas untuk mengatakan jika dirinya sedang pergi ke kafe untuk menyejukkan hatinya.


Andreas hanya membalas dengan kalimat, ‘Pergilah sayang. Kemanapun kamu pergi saya akan percaya padamu, asal wajah kamu tetap selalu berseri dan cantik tanpa tekanan apapun setiap saya bertemu denganmu.’


Fransiska hanya membalas isi pesan wa Andreas dengan gambar emoji, ia pun memasukkan kembali ponsel miliknya ke dalam tas jinjing mini miliknya.


“Huft, untung saja ada Daniel. Andai saja dia tidak ada, mungkin di umur 50 namaku sudah di atas batu nisan,” hela Fransiska menggerutu.


Tak ingin membuat Daniel menunggu terlalu lama di dalam kafe, Fransiska segera turun, berjalan dengan anggunnya masuk ke dalam kafe, menuju meja tempat Daniel menunggu.


Begitu melihat Fransiska, Daniel langsung memberikan senyuman hangat. Fransiska juga membalas senyuman hangat tersebut.

__ADS_1


Entah kenapa, setiap kali berjumpa dengan Daniel, hati dan perasaan Fransiska terasa tentram dan nyaman.


Apakah mereka akan berjodoh?


“Kamu mau minum apa? Biar aku yang pesankan,” tanya Daniel setelah Fransiska duduk.


“Tidak usah,” sahut Fransiska menolak tawaran Daniel.


“Sudah, biar aku pesankan dulu,” paksa Daniel sembari beranjak dari duduknya menuju meja pesanan.


“Jangan buat aku semakin nyaman dan merasa serakah ingin memiliki kamu seutuhnya, Daniel,” gumam Fransiska menatap punggung Daniel kini sudah berdiri di depan meja pesanan.


10 menit menunggu, Daniel datang membawakan minuman dan makanan ringan.


“Kamu harus makan dan minum walaupun hanya sedikit. Aku yakin perut kamu pasti saat ini sedang keroncongan,” ucap Daniel meletakkan makanan dan jus di hadapan Fransiska.


Fransiska hanya tersenyum, menggeleng senang mendapatkan perlakuan hangat dan romantis dari Daniel.


“Kenapa, ayo makan!” paksa Daniel menyuapkan kentang goreng ke mulut Fransiska.


“Terimakasih kenapa?” tanya Daniel penasaran.


“Akan banyak hal yang tidak pernah aku dapatkan dari Mas Andreas,” sahut Fransiska jujur.


“Aku melakukan semua ini karena aku ingin menebus kesalahanku sewaktu kita pacaran di bangku SMA dulu,” memegang punggung tangan Fransiska, membelai lembut, “Siska, andai waktu bisa di putar kembali. Aku benar-benar akan menikahi mu, menjadikanmu ratu di istanaku.”


“Yang lalu biarlah berlalu, yang terpenting sekarang adalah saat ini kita masih bisa bersama. Hem…jika suatu hari kau sudah menemukan sosok wanita yang bisa menyayangi dan memahami kamu seutuhnya. Maka tinggalkan dan lupakanlah aku,” ucap Fransiska membuat Daniel terkejut.


“Sampai kapanpun aku tidak akan pernah meninggalkan kamu. Hidup dan matiku hanya untukmu, Siska. Yang cantik, seksi, memiliki kekayaan melimpah di luar sana banyak. Tapi, wanita yang memiliki sikap teduh, sabar, penyayang dan penuh ketulusan seperti kamu di dunia ini sangat jarang,” sahut Daniel tegas.


“Bagaimana jika suatu hari nanti kulit kencang dan putih mulus ini berubah menjadi keriput dan tak bercahaya lagi. Apakah kamu masih mau menerimaku?” tanya Fransiska lirih.


Daniel terdiam, menatap wajah sendu Fransiska saat ini sedang menatapnya. Menit terus berjalan, Daniel dan Fransiska saling diam untuk sementara. Membuat Fransiska mulai berpikir buruk tentang Daniel.


‘Siska, Siska, kenapa terus bertanya hal tak penting kepada Daniel. Seharusnya saat ini kau bersyukur bisa mendapatkan kasih sayang, dan perbuatan nyaman yang tak pernah kau dapatkan dari suamimu. Berhentilah untuk menanyakan hal aneh seolah kau berharap Daniel akan terus bersamamu. Ingat Siska, kecantikan kau terlahir hanya untuk memuaskan dan menjadikan dirimu sebagai kesenangan lelaki. Ingat itu!’ gerutu Fransiska mengingatkan siapa dirinya sendiri di dalam hatinya.

__ADS_1


Setelah cukup puas ia tenggelam dalam pikiran buruknya. Daniel malah mengatakan hal mengejutkan untuk Fransiska.


“Sekalipun dirimu tak secantik saat ini. Dirimu memiliki kerutan, rambut indahmu menjadi putih semua, dan kamu tidak lagi bisa melayaniku dengan sempurna di atas ranjang. Aku tetap akan mencintaimu, Siska. Kamu tercipta bukan untuk dijadikan sebuah boneka, kamu di ciptakan untuk di jadikan seseorang yang layak untuk aku jaga dan lindungi. Meski saat ini kamu bukanlah istriku,” jelas Daniel tulus dan serius.


“Kalau gitu mari kita punya anak!” cetus Fransiska membuat Daniel terkejut bukan main.


“A-anak?”


“Iya, aku ingin melarasakan mual dan muntah di setiap paginya. Aku juga ingin merasakan perut langsing ini membuncit, aku juga ingin merasakan gimana meningkatnya nafsu makan seperti seorang monyet atau gajah. Aku ingin, dan aku juga siap untuk gemuk!” jelas Fransiska begitu semangat dan benar-benar serius.


Daniel mengernyitkan dahinya, ia pun menghela nafas panjang, lalu membelai puncak kepala Fransiska.


“Siska, bukannya aku tidak ingin kamu mengandung anakku. Tapi aku hanya tak ingin anak itu terlahir sebagai anak haram. Bersabarlah untuk hal itu, suatu saat aku akan membawamu pergi, menjadikan mu sebagai ratu di istanaku nanti,” bujuk Daniel tenang.


Fransiska melesu, “Gimana kalau aku berpisah saja dengan Mas Andreas. Soalnya aku tidak tahan tinggal berdua dengan Anissa di rumah itu,” gumamnya lirih.


“Apakah Anissa telah melukai hatimu?” tanya Daniel mulai cemas.


“Hem…dia mengatakan aku adalah wanita mandul. Ucapan dia sangat membuat aku tertekan sampai-sampai tadi aku memeriksakan diri ke dokter,” sahut Fransiska sedikit menggantung.


“Apa pun hasilnya aku akan…” ucapan Daniel terputus saat Fransiska menunjukkan hasil pemeriksaannya.


“Lihatlah, aku tidak mandul 'kan?” tanya Fransiska ingin mendengar dari bibir sang kekasih jika dirinya adalah wanita sehat dan pantas memiliki anak.


“Sangat sehat. Jika pun hasilnya tidak sesuai harapan, aku tetap akan menerima kamu apa adanya. Sebab menikah itu bukan memikirkan tentang hadirnya seorang anak. Pernikahan itu terjadi karena dasar suka sama suka, membuat satu sama lain bahagia, bukan menderita dan menanggung beban sendiri,” sahut Daniel tak lupa memberikan senyuman manisnya.


Tidka ingin membuat Fransiska terus memikirkan ucapan Anissa, ia pun mulai menghibur Fransiska dengan segala macam pertanyaan konyolnya.


.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2