RANJANG DUDA SEBELAH RUMAHKU

RANJANG DUDA SEBELAH RUMAHKU
Bab 45. Papa James dan Mama Siska


__ADS_3

Di ruang tv bernuansa elegan.


Vika nonton tv sembari mengerjakan tugas sekolahnya. James tak sengaja memutar siaran berita mengenai kejadian buruk menimpa Fransiska. Berita itu sontak saja membuat James dan Vika terlonjak kaget.


“Om, bukannya itu Mama Siska?” tanya Vika spontan berdiri di depan layar tv besar. Cairan bening di kedua bola mata indahnya mulai memenuhi pelupuk matanya, tangan menggenggam pensil bergetar hebat.


“Sebentar, Om tanya dulu ke Daniel,” ucap James mengambil benda pipih nya di atas meja, lalu menekan nomor milik Daniel.


Tuut tuut!


📲 [“Ada apa?”] tanya Daniel setelah mengangkat panggilan telepon James.


📲 [“Masih bisa bertanya ada apa? Kenapa kau begitu tenang saat wanitamu mengalami kecelakaan seperti itu! Di mana letak pikiranmu sekarang, Daniel. Apa kau sudah tak mencintainya lagi?”] omel James hanya sekali tarikan nafas. Vika mendengar hal itu langsung cepat duduk di sebelah James, menguping pembicaraan mereka berdua.


📲 [“Hei, santai bro! Siska saat ini ada bersamaku. Dan kecelakaan itu semua adalah rencanaku….”]


📲 [“Crazy! Apa kau sungguh tak waras merencanakan hal seburuk itu untuk bisa mendapatkan Siska seutuhnya? Ah! I finished you too long.”] omel James kembali dengan meninggikan nada suaranya.


📲 [“Hahaha, tentu saja hal itu tidak beneran. Aku merencanakan hal itu agar Andreas bisa menceraikan Siska secara sah."] sahut Daniel tenang tak lupa tawa kecil keluar dari bibirnya.


📲 [“Akh! Kau memang lebih gila dariku. Apakah sekarang rencana burukmu itu berhasil?”] tanya James merendahkan nada suaranya karena tubuhnya saat ini lemas mengingat ilustrasi kecelakaan Fransiska.


📲 [“Tentu saja. Kalau seperti ini aku pasti akan mengalahkanmu. Aku akan buat anak lebih dari satu bersama dengan Siska.”]


📲 [“Tidak masalah, buat saja sesuka hatimu. Yang jelas aku sudah ada satu ahli waris yang sebentar lagi beranjak dewasa. Daripada kamu, sudah tua belum memiliki anak sama sekali, ha ha ha!”] cetus James di selingi tawa kecil.


📲 [“Berisik!”] celetuk Daniel, lalu mematikan sambungan teleponnya.


Tuut!!


James menatap layar ponsel telah mati, dahinya mengernyit di temani segaris senyum tipis di wajahnya.


‘Ck, akhirnya satu tahap menuju keinginanmu untuk merebut kekasih mu dari pria tak berperasaan itu telah berhasil. Aku harap kalian berdua bisa hidup tenang dan damai. Tak lupa doa terbaik untuk Siska yang selalu menginginkan anak segera di kabulkan,’ doa James dalam hati.

__ADS_1


Vika terus menatap wajah James masih tersenyum dan sesekali terlihat mengangguk.


“Om, Om, siapa Daniel dan kenapa bisa menyukai Mama Siska?” tanya Vika mengejutkan James.


James langsung meraup kasar wajahnya, “Bodohnya aku yang lupa kalau saat ini aku sudah punya anak,” bergumam pelan.


“Om, Om…” panggil Vika sekali lagi.


“Eh, itu……ti-tidak ada apa-apa. Gimana tugas sekolahnya? Apakah sudah selesai, coba Papa cek dulu,” tepis James. Saking gugupnya ia sampai keceplosan menyebutkan dirinya sebagai Papa.


Menyadari ucapannya salah James langsung terdiam, Vika sendiri bertambah bingung, menatap penuh tanya wajah pucat James terlihat panik.


“Papa?” tanya Vika mengernyitkan dahinya.


“Oh, hahahaha. Begini, saking Om menginginkannya seorang anak hadir di rumah Om ini. Om, jadi berfikir ingin mengangkat Vika sebagai Putri Om. Hahaha, itu angan-angan di kepala Om,” sahut James berbohong.


“Tidak masalah, Mama Siska juga tidak memiliki anak. Tapi, Vika malah menawarkan diri untuk menganggap Vika sebagai putrinya. Hem……kalau Om menginginkan Vika untuk menjadi Putri Om, maka Vika tidak menolak permintaan itu, karena Om juga pantas merasakan gimana memiliki seorang anak!”


‘Terimakasih putriku. Sulit bagiku untuk jujur padamu saat ini, sangat sulit. Yang terpenting saat ini adalah aku sudah mendapatkan kamu, dan aku juga tidak akan membuat kamu kembali terjatuh di tangan yang salah. Harapanku satu untukmu, tumbuh besarlah bersamaku, menjadi sang pewaris tunggal untukku,’ pinta James dalam hati.


Merasakan sesak karena pelukan James terlampau erat. Vika memberontak hingga berteriak kencang.


“Lepaskan Pa, pelukan dari kedua tangan besar Papa membuat Vika hampir kehilangan oksigen di dada!” teriak Vika meminta di lepaskan.


Serasa tidak percaya mendengar Vika berteriak menyebut dirinya Papa, James semakin mengeratkan pelukannya. Bodyguard, dan pelayan tak sengaja mendengar sebutan Vika untuk James merasa terharu, mereka tahu betul gimana perjuangan James demi putrinya untuk bisa hidup tanpa kekurangan.


“Terimakasih sayang, terimakasih putriku. Mulai saat ini ikutlah bersama Papa tinggal di luar negeri!”


“Apa di luar negeri itu ada banyak salju Pa?” tanya Vika saat James mengurai pelukannya.


“Iya, Papa juga akan mengajak kamu pergi ke negeri Sakura untuk melihat musim gugur. Gimana?” tanya James semangat.


“Vika sebenarnya mau ikut pergi. Tapi, gimana dengan Mama dan Papa? Apakah mereka tidak merasa sedih jika Vika ikut bersama dengan Om?” tanya Vika sendu, ia masih memikirkan Anissa dan Andreas.

__ADS_1


“Untuk pertanyaan Vika yang satu itu Papa tidak bisa menjawabnya. Cuman hanya ada satu hal yang harus Vika tahu. Mama Anissa, dan Papa Andreas sepertinya sudah tidak perduli lagi dengan Vika. Buktinya sampai sekarang mereka tidak berniat mencari Vika, bahkan foto pencarian Vika tidak ada terpajang di tv, seperti foto kejadian Mama Siska,” ucap James mulai meracuni pikiran Vika.


“Yang Papa James bilang benar. Mungkin Vika hanya menjadi ladang masalah buat Mama dan Papa, hiks,” gumam Vika lirih.


“Tidak untuk Papa,” James memeluk tubuh mungil Vika sedang bergetar karena menangis. “Papa James ada di sini, Papa janji akan merawat dan membesarkanmu seperti Putri Papa James sendiri,” lanjut James berjanji.


“Hikss…hiks! Di dunia ini hanya Mama Siska dan Papa James yang baik kepada Vika. Kenapa Vika tidak terlahir dari rahim Mama Siska saja, dan memiliki Papa kandung seperti Papa James,” isak Vika mengeluh.


‘Eh, kalau aku punya anak bersama dengan Siska mungkin yang lahir bukan kamu putriku,’ batin James.


“Terimakasih untuk Papa James,” terimakasih Vika sembari mengurai pelukannya.


“Iya,” angguk James.


“Vika pamit ke kamar dulu ya, Pa!” pamit Vika mengambil buku tugas sekolah, dan mulai melangkah menuju kamarnya setelah mendapatkan anggukan dari James.


Melihat Vika sudah jauh dari ruang tv. James mengulurkan tangannya memanggil bodyguard dan pengurus rumah miliknya.


“Ada apa tuan memanggil kami semua?” tanya Bodyguard dan pengurus rumah setelah berdiri di hadapan James.


“Urus tiket penerbangan untuk tengah malam. Jangan lupa, urus juga surat-surat lainnya milik Vika, dan aku juga ingin kalian buat sebuah surat kematian dan jasad palsu mengenai Vika,” ucap James memberi perintah.


“Baik tuan!”


“Kalau bisa jasad dan surat kematian palsu milik Vika selesai sebelum jam 10 malam. Aku ingin melihat gimana hancurnya wanita jahat itu. Setelah kita kembali ke rumah, pastikan 2 hari mendatang saham yang kita tanam untuk Andreas perlahan kita tarik. Aku juga sangat ingin memberikan pelajaran buat brandalan anggun itu karena ia telah mengusik kesenangan sahabatku!” lanjut Daniel menambah perintah baru.


“Siap! Kami akan bergerak secepat mungkin,” sahut Bodyguard, dan pelayan rumah dengan sigap, lalu melangkah pergi meninggalkan James.


.


.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2