
3 bulan berlalu.
Daniel resmi menikah dengan Fransiska. Vika resmi tinggal bersama dengan James, sedangkan Anissa menghilang membawa kabur surat Vila mewah milik Andreas. Andreas sendiri masih memulai bisnis barunya dari nol. Meski banyak pebisnis menolaknya untuk melakukan kontrak kerjasama. Untuk asisten rumah tangga, dan akang kebun berhenti bekerja dari rumah Andreas, dan memilih untuk bekerja di rumah Fransiska atas penawaran Daniel secara diam-diam.
Daniel menjual rumah di kompleks dan membeli rumah baru sesuai dengan keinginan Fransiska. Ada taman bunga, danau kecil, dan beberapa binatang peliharaan lucu di belakang rumahnya.
.
.
“Uwek! Uwek!”
Bibi, akang tukang kebun, dan 2 pelayan lainnya langsung berkumpul di depan pintu kamar mandi.
“Non, nona Siska kenapa?” tanya Bibi cemas.
“Kalau nona Siska terus seperti ini, maka saya akan telepon tuan Daniel untuk segera pulang, ya?” teriak akang tukang kebun dari depan pintu kamar mandi.
Tidak mendapatkan jawaban dari Fransiska, bibi, akang tukang kebun, dan 2 pelayannya merasa cemas. Mereka terus mondar-mandir di depan pintu kamar mandi menunggu pintu kamar mandi terbuka.
“Aku baik-baik saja, hanya saja aku mendapatkan hal seperti ini bi,” ucap Fransiska menunjukkan alat tes kehamilan dengan garis dua sangat jelas.
“Loh, loh!”
“Nona, benarkah ini nona Siska hamil?” tanya bibi mengambil alat tes kehamilan dari tangan Fransiska.
“Sudah 2 minggu aku tidak datang bulan. Aku penasaran kenapa hal itu bisa terjadi padaku, iseng-iseng beli alat ini di online. Ternyata setelah di tes, aku positif hamil, Bi!” sahut Fransiska lirih, kepalanya tertunduk, cairan bening memunuhi kedua matanya saat ini memandang ke perut langsingnya. “Apakah ini mimpi?” lanjut Fransiska seolah tak percaya.
Bibi merasa senang akan kabar gembira dari nona rumahnya hamil, langsung merangkul Fransiska.
“Nona, sebaiknya nona jangan banyak-banyak berdiri. Mari, ikut saya. Saya akan pijatkan kedua kaki nona, dan buat adek-adek yang cantik-cantik, cepat buatkan makanan yang enak untuk menambah stamina nona muda. Buat akang, cepat kabari tuan tentang kabar baik ini,” ucap bibi langsung memberi perintah dengan sopan.
“Baik!” sahuta kedua pelayan, dan akang tukang kebun, lalu pergi meninggalkan Bibi dan Fransiska.
“Bibi, aku beneran hamil nih?” tanya Fransiska seolah tak percaya.
“Iya! Nona Fransiska beneran hamil. Selamat ya, nona. Bibi jadi ikutan senang sekaligus terharu akhirnya sang Pencipta mengabulkan doa nona,” sahut Bibi sembari mulai membantu Fransiska menuju kamarnya di lantai 2.
30 menit kemudian.
Daneil datang bersama seorang dokter. Segaris senyum tercetak di wajah garangnya saat menatap sambutan hangat dari senyuman sang istri tercinta.
“Selamat ya, sayang!” ucap Daniel sembari mengecup kening Fransiska.
“A-apakah aku beneran hamil?” tanya Fransiska kembali seolah tak percaya.
__ADS_1
“Biar dokter yang memastikannya. Kamu silahkan berbaring dulu, biar di cek oleh dokter,” ucap Daniel membantu Fransiska berbaring.
“Maaf ya, nona,” ucap bu dokter sembari menyingkap baju Fransiska, memeriksa perutnya.
Fransiska di periksa oleh bu dokter. Bibi, 2 pelayan dan akang tukang kebun merasa cemas, mereka terus berdiri di depan pintu kamar menunggu hasil pasti dari sang dokter.
“Selamat buat tuan Daniel. Nona Fransiska postif hamil. Tapi, saya merasa nona Fransiska ini hamil anak kembar, soalnya saya merasakan ada 2 denyut begitu kuat di perut nona Fransiska….”
“Benarkah itu bu dokter?” sela Fransiska bertanya dengan semangat.
“Untuk lebih jelas apakah ini anak kembar atau tidak, di usia kandungan genap 2 bulan, nona bisa memeriksanya ke dokter. Untuk sementara ini, di usia kandungan masih sangat muda lebih baik nona beristirahat di rumah dulu. Saya akan memberikan resep vitamin untuk ibu dan anak di dalam kandungan,” sahut bu dokter menjelaskan.
“Iya, aku akan beristirahat sebaik mungkin di rumah ini!” sahut Fransiska dengan cepat dan semangat.
Bibi, 2 pelayan, dan akang tukang kebun terharu hingga meneteskan air mata.
“Terimakasih ya, Allah. Bibi tidak menyangka jika Allah secepat ini memberikan kabar baik yang sudah nona Siska tunggu-tunggu,” gumam bibi di sela isakan kecilnya.
“Sama, nggak nyangka aja setelah terlepas dari tuan Andreas, dan menikah dengan tuan Daniel, nona Fransiska bisa merasakan apa yang inginkan. Kehadiran seorang anak yang selalu ia dambakan kini akhirnya terwujud juga,” sambung 2 pelayan.
“Akhirnya nona Fransiska merasakan kebahagiaan baru setelah menikah dengan tuan Daniel. Akang ikut terharu jadinya,” ucap akang tukang kebun ikut merasakan kebagian dari Fransiska.
Setelah selesai pemeriksaan, Daniel mengantar bu dokter sampai ke mobil miliknya. Daniel juga memutuskan untuk meminta tolong kepada bibi, 2 pelayan dan akang tukang kebun untuk menjaga rumah dan menemani Fransiska, karena ia ingin menebus obat ke apotek.
Mendapatkan perintah dari tuannya, bibi langsung cepat menemani Fransiska di kamar. 2 pelayan lain sibuk memasak di dapur untuk Fransiska. Akang kebun kembali ke taman, merapihkan taman dan beberapa kebun demi terus bisa menciptakan keindahan untuk di suguhkan kepada Fransiska.
.
.
Mobil di kendarai bu dokter tiba-tiba di hadang oleh mobil jeep berwarna hijau lumut.
“Eh, ada apa ini?” gumam bu dokter ketakutan.
Tok tok tok!
“Buka! Buka kaca jendelanya!” teriak seorang pria memakai topeng kain hitam sembari mengetuk kuat jendela kaca mobil bu dokter.
Mau tak mau bu dokter menurunkan jendela kaca mobilnya, menatap penuh ketakutan ke pria misterius itu.
“A-ada apa ya?” tanya bu dokter takut-takut.
“Aku melihat kau tadi bertemu dengan Daniel. Apa yang sebenarnya terjadi, katakan padaku. Cepat!” desak pria misterius itu.
“I-itu, saya hanya di suruh memeriksa istri tuan Daniel,” sahut bu dokter ketakutan.
__ADS_1
“Kenapa dengan istrinya, cepat katakan!” desak pria itu lagi.
“Maaf, saya tidak bisa mengatakannya lagi,” ucap bu dokter langsung tancap gas, melajukan mobilnya dengan cepat meninggalkan pria misterius itu.
Pria misterius itu tersenyum di balik topeng kainnya. Lalu ia masuk ke dalam mobil, menuju arah rumah Fransiska.
Sambil melajukan mobilnya dengan kencang, bu dokter meraih ponsel miliknya, mencoba menghubungi Daniel.
📲 [“Ha-halo tuan Daniel.”] ucap bu dokter setelah Daniel mengangkat panggilan teleponnya.
📲 [“Iya, ada bu dokter?”] tanya Daniel masih fokus kea rah jalan raya.
📲 [“Apakah tuan sudah pergi? Kalau belum sebaiknya tolong jaga nona Fransiska. Baru saja saya di hadang oleh seorang pria misterius. Sepertinya pria itu mengincar nona Siska.”] ucap bu dokter memberitahu dengan terburu-buru.
📲 [“Kalau gitu terimakasih atas informasinya. Aku akan memberitahu bibi.”] sahut Daniel menutup panggilan teleponnya setelah mengucapkan terimakasih.
Daniel kini menghubungi nomor wa Fransiska. Namun, nomornya tidak aktif. Berulang kali Daniel menghubungi telepon rumahnya, tak kunjung di angkat. Akhirnya Daniel memutuskan untuk membanting stir mobilnya kembali ke rumah.
.
.
Sementara itu di kediaman Fransiska dan Daniel.
Pria misterius itu berjalan dengan santainya memasuki rumah, setelah menyerang akang tukang kebun.
Tap tap tap
Suara langkah sepatunya menggema di rumah mewah itu. 2 pelayan keluar dari ruang dapur langsung menghadang pria misterius itu. namun, 2 pelayan juga mendapatkan beberapa tusukan di bagian tubuh mereka masing-masing.
“Siapa kamu?!” tanya bibi berdiri di anak tangga menuju kamar Fransiska.
Pria itu tidak menjawab, ia kembali melangkah santai mendekati bibi dengan tangan kanan memegang pisau dilumuri cairan berwarna merah.
Jlub!
“Aku adalah…” bisik pria misterius itu di kalimat terkahir membuat bola mata bibi membulat sempurna.
Pria misterius itu melepaskan bibi setelah menarik pisaunya, kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar Fransiska. Bibi sudah mendapatkan luka berat di perut berusaha menahan pria misterius itu. namun, pria misterius itu mendorong bibi hingga bibi terjatuh dan pingsan.
Kini langkah kaki pria misterius itu terhenti di samping ranjang Fransiska. Terlihat Fransiska sedang tertidur lelap.
“Sa…yang!”
.
__ADS_1
.
Bersambung