
Pukul 11:30 siang.
Andreas berdiri di depan cermin, memandang pantulan dirinya sendiri terlihat begitu kacau. Ponsel miliknya di atas meja rias terus berdering, terlihat nama panggilan Anissa. Sejenak Andreas menghela nafas panjang, lalu ia memutuskan untuk mengangkat panggilan telepon dari Anissa.
📲 [“Ada apa? Bisa tidak kamu membiarkan saya hidup dengan tenang sedetik saja? Saya sudah pusing dengan ini semua, jangan buat saya bertambah pusing mendengar ocehan mu!”] teriak Andreas setelah mengangkat panggilan telepon dari Anissa.
📲 [“Hiks, hiks, hiks! Sungguh tega sekali kamu padaku. Apa salahku, Andreas? Kamu bilang kamu sudah bercerai kepada Siska, tapi kenapa aku mendapatkan kabar jika saat ini Siska tidak ada di rumah sakit. Apa kamu membawa wanita mandul itu ikut pergi bersamamu. Apakah semua berita dan kejadian ini hanya akal-akalan kalian berdua untuk menjauh dariku?”] cetus Anissa.
📲 [“Jangan berpikir yang tidak-tidak kamu. Bagaimana mungkin saya pergi bersama dengan Siska. Jelas-jelas Siska saat ini sedang terbaring di rumah sakit, melanjutkan perawatan patah tulangnya.”] ucap Andreas membela dirinya.
📲 [“Satu lagi, tadi sekrestaris kamu datang ke rumah. Sekretaris itu mengatakan jika saham kamu turun sebanyak 60% dalam semalam. Tuan James juga berencana ingin mengambil semua saham miliknya dari perusahaan kamu. Apakah itu benar? Dan kenapa itu bisa terjadi?”]
📲 [“Tentang hal itu, bersiaplah malam nanti saya akan kembali ke tanah air!”] sahut Andreas langsung menutup panggilan telepon dari Anissa.
Brak!
Andreas menatap lekat pantulan wajahnya di cermin, dadanya naik turun menahan emosi.
“Awas saja kamu, James. Akan saya balas semuanya, dan kamu Anissa, bersiaplah akan kehancuranmu!” gumam Andreas dengan rencananya.
Sudah merasa tenang, Andreas mulai melangkah ke luar Apartemen menuju rumah James.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, akhirnya mobil Andreas memasuki gerbang rumah mewah milik James. Di teras rumah James menyambut hangat kedatangan Andreas.
“Selamat datang di Istanaku!” sambut James setelah Andreas berdiri di hadapannya.
“Terimakasih atas undangan makan siangnya,” ucap Andreas datar.
“Mari, mari masuk. Soalnya ada seorang wanita sudah menunggu tuan di dalam,” ajak James menuntun jalan Andreas masuk ke rumahnya.
Begitu langkah kaki Andreas terhenti di ruang makan, bola mata Andreas langsung membulat sempurna melihat sosok wanita terlihat begitu cantik dari sebelumnya. Wanita cantik bagai bidadari itu adalah Fransiska.
“Ka-kamu?” gumam Andreas kaku.
__ADS_1
“Wah, ternyata sudah saling kenal. Kalau gitu aku tidak perlu memperkenalkannya lagi, dong! Mari, jangan berdiri seperti patung di sana. Untuk tuan Andreas silahkan duduk di sini,” paksa James menekan kedua bahu Andreas untuk duduk di kursi tepat berhadapan dengan Fransiska.
Fransiska hanya diam, sesekali jari-jemari lentiknya menyelipkan rambut panjangnya ke belakang daun telingannya, memperlihatkan kilauan anting dan jenjang leher begitu mengkilap membuat hasrat Andreas mendadak tak karuan.
Itulah enaknya jadi seorang pria, lihat wanita bening dikit aja bagian intinya langsung meronta-ronta.
“Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk datang ke sini Mas Andreas,” terimakasih Fransiska dengan suara lembutnya.
Andreas tertegun, sorot matanya terus memandang wajah teduh dan setiap lekuk tubuh Fransiska terlihat begitu menggoda di matanya.
‘Ke-kenapa setelah saya bercerai dengan Siska, saya merasa Siska terlihat lebih cantik daripada dulu. Da-dan kenapa cacat bagian patah tulangnya tidak ada. Apa yang sebenarnya terjadi? Kulitnya juga terlihat begitu lebih halus, kenyal dan kencang. I-ingin sekali saya menjamahnya,’ batin Andreas.
Menyadari Andreas terus menatap Franisksa tanpa berkedip, membuat James langsung menggariskan senyum di wajahnya.
“Ekhem! Mohon maaf tuan Andreas. Aku perhatikan daritadi kamu terus menatap penuh hasrat ke wanitaku. Jangan bilang kalau tuan ingin kembali padanya?” cetus James mulai menyelidiki, dan berpura-pura mengakui Fransiska adalah wanitanya.
Andreas spontan mengubah haluan pandangannya, menelan kasar salivanya, lalu beralih pandang ke James duduk di kursi utama.
“Apa-apaan semua ini? Kenapa Siska terlihat tidak mengalami luka sama sekali?” tanya Andreas penasaran.
“Apa maksudnya ini semua? Apa kalian sedang mempermainkanku?” tanya Andreas tenang, karena baginya ketenangan dan kewibaan di hadapan seorang wanita cantik harus di pertahankan. Meski wanita itu sudah membohonginya.
“Maaf ya, Mas Andreas. Tentang kecelakaan itu memang aku yang merencanakannya. Eh, bukan aku deng! Tapi, selingkuhanku. Aku sengaja melakukan itu karena hati dan pikiran ini terasa lelah harus bertahan bersamamu,” sahut Fransiska jujur.
“KURANG AJAR KAU, SISKA! Berani sekali kamu membohongi saya yang sudah sangat sayang kepada kamu. Yang selalu menuruti semua keinginanmu tanpa membuat kamu terbebani. Siapa selingkuhan kamu? Katakan kepadaku!”
“Ouh! Ternyata semua perbuatan Mas kepadaku itu adalah rasa sayang ya? Mas juga bilang semua keinginanku selalu Mas penuhi tanpa membuatku terbebani? Ah, masa sih, Mas! bukannya saat aku ingin minta hakku di atas ranjang Mas selalu berdalih. Terus aku menginginkan seorang anak, Mas juga katakan tidak bagus untuk tubuhku. Nyatanya, Mas diam-diam berselingkuh dengan wanita lain! SELAMA 10 TAHUN MAS, 10 tahun Mas menyimpan wanita dengan sangat rapih di belakangku!”
Fransiska menghentikan ucapannya, tangannya memukul pelan dadanya terasa sesak mengingat perlakuan Andreas menyimpan wanita lain di belakangnya selama 10 tahun.
“Sakit, di sini sakit! Oh, aku lupa. Mas itu ‘kan tidak ingin mau tahu tentang perasaan sakit hati orang lain. KESEMPURNAAN! Di kehidupan Mas itu hanya ada kesempurnaan yang harus Mas pertahankan. Dan, bagaimana dengan kesempurnaan itu Mas? Apakah saat ini Mas telah menikmati semua kesempurnaan diberikan oleh orang lain? Bagaimana Mas! Bagaimana saat ini rasanya? Apakah Mas masih ingin menikmati kesempurnaan yang tak bisa melakukan apa pun untuk Mas?” lanjut Fransiska mengeluarkan semua rasa sakit hatinya, hingga membuat sesak di dadanya menghilang.
James menundukkan kepalanya, tersenyum manis mendengarkan isi hati Fransiska, sementara itu, di balik ruangan khusus seperti tembok. Daniel terus menguping, bibirnya terus tersenyum mendengarkan isi hati dari sang pujaan hati.
__ADS_1
Seolah tak terima dengan tuduhan Fransiska kepadanya, Andreas beranjak dari duduknya, menatap Fransiska dengan tatapan penuh kebencian.
“Ternyata kau hanya wanita rendah yang sama dengan seorang pela*cur! Menyesal saya mempertahankan kamu selama ini. Wanita yang tidak tahu bersyukur seperti kamu memang pantas bercerai dari seorang pria yang baik seperti saya. Kamu pikir setelah bercerai dengan saya hidup kamu akan bahagia? Tidak, saya pastikan hidup kamu tidak akan bahagia Siska. Semua lelaki yang ingin bersama kamu hanya ingin merasakan lekukkan tubuhmu. Sedangkan saya tidak tertarik sama sekali, saya hanya bisa terus menjaganya agar tetap sempurna seperti awal kita berjumpa!”
“Hahaha, omong kosong macam apa itu? Baiklah, kita lihat saja hidup siapa yang akan bahagia setelah ini!” tantang Fransiska.
Sikilas Andreas melirik ke James, lalu kembali ke Fransiska.
“Mungkin saat ini saya sudah tak sekaya dulu. Tapi, suatu hari saya akan merebutmu dari tangan James. Saya akan membuat kamu menangisi atas ucapanmu hari ini!” tegas Andreas.
Fransiska terdiam, ada sedikit rasa takut menyerangnya saat mendengar ucapan Andreas.
Bagaimana jika Andreas benar-benar datang, dan membalaskan semua dendamnya kepada Fransiska suatu hari nanti.
James sigap mengalihkan pembicaraan di saat mimik wajah Fransiska terlihat pucat. Daniel mengintip dari balik celah kecil mengepalkan kedua tangannya. Geram dengan ancaman Andreas kepada sang pujaan hatinya.
“Maaf tuan Andreas. Jika Siska sudah menjadi milikku, maka Anda tidak bisa merebutnya dariku. Kalau Anda menginginkan Siska kembali kepada tuan suatu hari nanti, maka berikan aku satu anggota tubuh tuan untuk di pajang di dalam ruang kerjaku!” celetuk James masih berpura-pura menjadi kekasih Fransiska, untuk menenangkan hati Fransiska, dan membuat Daniel tidak keluar dari dalam ruangan khusus itu agar rencana mereka berhasil sampai selesai.
“Ck, sombong sekali kamu! Tanpa basa-basi lagi, katakan apa lagi yang akan kamu katakan saat ini?” tanya Andreas masuk ke intinya.
James mengangkat tangannya ke atas, lalu terlihat seorang wanita cantik berjalan anggun dengan membawa beberapa dokumen ke arah meja makan.
“Silahkan di baca tuan Andreas,” ucap wanita itu memberikan beberapa kertas dokumen berisi pemutusan kontrak kerja sama secara sepihak dan denda akan di bayar oleh James kepada perusahaan Andreas.
Andreas melirik ke James.
“Jadi kamu juga akan memutuskan kontrak kerja sama kita? Kamu tahukan denda yang akan kamu bayar ke Perusahaan saya?”
“Tentu saja, anggap saja denda itu sebagai tanda ganti rugi uang kamu yang keluar atas pencarian almarhum putriku waktu itu. Tanpa berlama-lama silahkan tanda tangani,” pinta James sopan.
Andreas segera menandatangani pemutusan kontrak kerjasama, dan pengambilan semua saham milik James dari Perusahaan miliknya. Selesai sudah menandatangani, Andreas langsung pergi meninggalkan rumah James.
.
__ADS_1
.
Bersambung