Remaja Tangan Besi

Remaja Tangan Besi
Kematian jamilah


__ADS_3

Dalam rumah sakit jantung libra terasa


berdegup kencang, setelah mendengar suara tangis ketika membuka pintu ruangan, dimana tempat ibunya telah


di rawat. Bungkus nasi yang dia bawa


tak terasa terlepas dari tangannya.


Dia berdiri lunglai menatap tempat tidur, di mana wajah ibunya yang terlihat damai, telah menjadi pucat dan menutup mata untuk selamanya.


Walaupun libra tidak terisak, tapi air


mata cukup deras meluncur dari sudut matanya. Perlahan dia berjalan


mendekati jamilah dan duduk di sisi ibunya yang telah terbujur tak bernyawa.


"Kenapa tidak menungguku? " Ucap


libra lirih seraya memeluk erat tubuh itu


seakan tak ingin melepaskannya. Jiwa


libra sekarang telah terbelenggu


dalam kesedihan yang amat dalam.


"Sudahlah libra, ikhlaskan ibumu, ini


sudah takdir dari Tuhan. Berdoalah


untuk kedamaian ibumu di sana" Naira


coba menghibur dan membuat tenang


hati libra yang sedang di rundung


kesedihan.


"Benar libra, kau harus mengikhlaskan


ibumu. Dia telah lama menderita oleh


penyakit leukemia yang ada di dalam tubuhnya" timpal dokter nadin.


Libra mendongakkan kepala setelah


mendengar apa yang di katakan dokter


nadin padanya.


"Apakah ibuku telah lama menghidap penyakit ini? " tanya libra pada dokter nadin.


"Ya" balas dokter nadin.


"Lalu kenapa ibu tidak pernah


mengatakannya padaku? tanya libra


lagi.


" Sebab ibumu sangat menyayangimu.

__ADS_1


dia tidak ingin kau cemas dan khawatir


setelah mengetahuinya " jelas dokter


nadin. Kemudian dia melanjutkan.


"Oleh sebab itu ikhlaslah, dia sudah lama menahan deritanya untukmu,


berdoalah untuknya. Semoga dia


mendapat kedamaian atas


kebaikannya padamu. Sekarang ini yang bisa kita lakukan untuknya


hanyalah mengurus jenazahnya


dengan baik. Dengan begitu jiwa


ibumu akan merasa tenang dan damai di sana".


* * *


Di tempat lain. Di sebuah Vila yang megah bak istana di ibukota. Seorang


pria berjas berumur empat puluhan yang memiliki wajah yang tampan tapi terlihat dingin dan sangar, memukul meja dan berteriak marah.


Dia adalah Arendra Wijaya. Seorang pengusaha terkenal di ibukota, pemilik perusahaan tambang emas dan minyak. Tapi di balik semua itu, dia juga seorang ketua dari organisasi mafia terbesar di ibukota.


Dialah ketua dari organisasi kelompok mafia Tiger wolf yang terkenal sadis dan kejam itu. Kelompok itu adalah mafia besar yang memiliki jaringan hingga keluar negeri.


"Katakan apa yang telah terjadi" Suara bariton Arendra Wijaya memecah kesunyian ruangan sambil menatap dingin wajah Baron yang tertunduk lesu.


menguasai kota M.


Aku terlalu lemah untuk memperluas daerah kekuasaan hingga kesana.


Seorang pemuda telah menggagalkan rencanaku untuk menghancurkan kelompok Srigala api. Aku mendapat informasi kalau pemuda itu adalah cucu dari Daris pratama ketua dari kelompok Elang putih " Kata baron takut takut.


"Huh.. menghadapi kumpulan kecil dan seorang pemuda saja kau tidak mampu" Gerutu arendra wijaya sambil menghembuskan asap rokok ke udara.


Pada hari ini, semua bos para mafia yang berada di bawah naungan Tiger wolf mengadakan pertemuan.


Mereka datang dari dalam dan luar kota, bahkan hari ini terdapat tiga orang perwakilan dari kelompok mafia di luar negeri.


Mereka adalah;


Wilyam ; Dari Perancis


Bram wilis ; Dari Jerman


Karasuka azumi ; Dari Jepang


Arendra Wijaya duduk dengan gagah sambil menatap tajam orang orang yang duduk berjejer di hadapannya.


Dengan di temani seorang gadis cantik yang sedang menuangkan minuman keras ke gelasnya.


Arendra meraih gelas itu, lalu menenggak minuman beralkohol berdosis tinggi itu dengan elegan. Lalu dia berkata pada baron.


"Besok bawa orang lebih banyak ke kota M. Kuasai daerah itu, hancurkan siapa saja yang menghalangimu. Dan kalian.. " Arendra menatap para bos mafia yang bernaung di bawah kekuasaannya.


"Siapapun di antara kalian yang ikut membantu menguasai kota M, maka aku akan memberikan ganjaran yang sangat besar pada kalian"

__ADS_1


Kemudian ada dua orang bos yang tertarik dengan ajuan arendra, dan mereka langsung mengajukan diri untuk ikut membantu baron menguasai kota M.


Mereka adalah Argan dan Arbeto, masing-masing ketua dari mafia yang berada di bawah naungan Tiger wolf.


Tiger wolf adalah organisasi mafia yang berbasis segalanya. Tidak peduli itu legal atau ilegal, selama masih bisa menghasilkan uang yang banyak, pasti mereka akan melakukannya.


"Tuan arendra.. Saya datang dari Jepang mewakili organisasi kami untuk melakukan bisnis. Nama saya Karasuka azumi, saya di perintahkan untuk melakukan pembicaraan mengenai barang yang akan tuan arendra kirimkan. Sebagai gantinya. Tuan bisa meminta barang apa saja yang bisa kami kirim dari negara kami."


"Waw.. kalau begitu aku sangat senang bisa berbisnis dengan kalian" Balas arendra.


Matanya begitu tajam menatap kecantikan Karasuka azumi.


*Gadis ini jauh lebih cantik bila di bandingkan dengan wanita di sebelahku. Kecantikannya bak peri maupun dewi yang turun dari


langit. Aku sungguh tergoda dengannya* Gumam arendra.


Karasuka memang memiliki kecantikan yang luar biasa, setiap lelaki pasti akan tergoda jika melihatnya, tapi jangan main-main dengannya. Dia adalah anggota mafia dari Jepang yang memiliki kemampuan beladiri yang luar biasa dan seorang yang ahli menggunakan pedang samurai.


Begitu juga dengan Wiyam dan Bram wilis. Mereka mewakili kelompok


mafia yang berada di negara masing masing, untuk melakukan negosiasi


bisnis antara kelompok mereka.


* * *


Keesokan harinya. Libra terduduk lesu dan sedih di atas kursi, yang di temani arumi dan zalia dalam rumah sederhana milik almarhum ibunya. Dia tidak mau bicara dan melakukan apapun setelah kembali dari pengebumian ibunya kemarin.


"Jangan terus seperti ini libra. Kau harus tetap kuat menjalani hidupmu, seandainya saja ibumu tau apa yang kau lakukan sekarang ia pasti akan sangat marah padamu. Makanlah nasi ini, kau belum makan dari kemarin, aku telah memasaknya untukmu".


Arumi memasak nasi untuk libra dan membujuknya untuk makan. Tanpa mereka tau, sesuatu telah terjadi dalam kediaman keluarga Aleksander yang sedang dalam keadaan berduka setelah kematian tiga orang ahli keluarganya.


Kelompok mafia milik baron. Yang di bantu oleh kelompok argan dan arbeto telah mengalahkan dan menawan sebagian anggota mafia serigala api.


Dan sekarang mereka sedang bergerak kearah kediaman keluarga Pratama.


Daris pratama yang telah mengetahui kejadian itu, setelah mendapat telepon dari geri aleksander. Langsung melakukan antisipasi.


Dia memanggil semua anggota keluarganya dan mengumpulkan semua anak buah dari kelompok mafia Elang Putih. Untuk mengadakan perlawanan.


Naira yang mendengar akan ada penyerangan dalam keluarganya oleh kelompok mafia dukungan Tiger wolf, menjadi sangat cemas dan diam diam menelepon arumi.


"Drrrt drrrt"


Suara handphone arumi terdengar dan bergetar di atas meja di dekatnya. Kemudian dia meraih handphone itu dan melihat nama momy tertera di layar hpnya.


"Halo mom.. ada apa? Kata arumi bertanya setelah menekan tombol Oke pada hpnya.


" Apa kau masih di rumah libra? " Tanya


naira.


"Ia mom.. memang kenapa? Balas arumi.


" Tidak ada apa apa, baguslah kau masih di sana, jangan pulang hari ini ".


Arumi terkejut naira memutuskan sambungan telepon secara tiba tiba, ia heran dan penuh tanda tanya dalam hatinya. Tidak pernah ibunya melakukan tindakan seperti itu padanya.


" Ada apa denganmu arumi, kenapa wajahmu terlihat cemas seperti itu " Tanya zalia.


"Entahlah.. aku merasa ada sesuatu yang aneh pada momyku". Balas arumi.

__ADS_1


__ADS_2