Remaja Tangan Besi

Remaja Tangan Besi
Air terjun


__ADS_3

Waktu terus berlalu, saat itu Libra sedang berjalan keluar dari kelas bersama Salsa menuju parkiran.


Dan pada saat yang sama beberapa orang terlihat iri melihatnya, seorang pemuda yang hanya berpenampilan biasa dapat berjalan dengan seorang gadis yang super cantik.


"Kau naik apa Lib?." tanya Salsa sambil berjalan di sebelahnya.


" Aku naik motor. Tuh, di sana" balas Libra menunjuk motornya


"Lah mobilmu kemana?."


"Ada di rumah, aku males bawanya. Tadi aku hampir terlambat jadi aku pikir lebih cepat kalau naik motor, di saat jalan ramai bisa nyalip." Libra beralasan.


Salsa tersenyum melihat penampilan Libra yang terlihat bersahaja, benar-benar pemuda yang tidak peduli dengan pandangan orang lain.' pikir hatinya.


Padahal tempat itu tempat berkumpulnya anak-anak orang kaya, yang lainnya datang menggunakan mobil mewah hanya dia saja yang datang menggunakan motor.


"Kau tidak malu datang kesini dengan menggunakan motor itu, lihatlah di sini semuanya datang naik mobil yang keren."


"Kenapa aku harus malu, aku juga pu___."


"Benar... . Di di sini tempatnya orang-orang kaya. Dia hanya pemuda miskin yang mungkin orang tuanya memaksakan diri untuk menguliahkan


dia di sini, agar anaknya bisa dekat dengan anak-anak orang kaya seperti kita."


Tiba-tiba delapan orang pemuda menghalangi jalan Libra dan Salsa, memotong kata-katanya yang belum selesai.


"Ia, aku memang orang miskin, rumahku di bawah kolong jembatan. Terus kenapa kalau aku kuliah di sini?. Tapi tolong jangan bawa-bawa orang tua ku, aku bisa pitam karenanya." balas Libra tersenyum menatap delapan pemuda di depannya. "Apa kalian iri karena aku berteman dengannya?." menunjuk Salsa.


"Hai cantik, jangan dekat-dekat dengannya. Lihatlah penampilannya. Dia sama sekali tidak cocok dekat denganmu, lebih baik dekat dengan kami. Kami ini anak-anak orang kaya, hahaha... ."


"Benar, orang miskin tidak pantas di tempat ini. Hahaha... ."


Salsa yang di panggil malah merapatkan tubuhnya kesamping Libra,

__ADS_1


dia sengaja melakukan itu untuk mengejek mereka.


"Kalau aku ingin dekat dengannya memangnya kenapa, tidak ada sangkut pautnya dengan kalian kan?." Balas Salsa tersenyum membuat delapan pemuda itu kesal. Gadis yang super cantik dan sudah jelas terlihat kaya dari segi penampilannya.


"Lihat...dia sendiri yang ingin berteman dengan pemuda miskin sepertiku, kenapa pula kalian yang marah.?" kata Libra menoleh Salsa. " Aku malah kasian melihat kalian, anak-anak orang kaya yang gagah dan keren tapi malah kalah dengan pemuda miskin sepertiku. Hahaha... ." lanjutnya seraya mengejek.


"Heh bajingan... nampaknya aku perlu mengkondisikan mulutmu." Ucap salah seorang dari mereka, nampaknya mereka mulai tersulut emosi dan mulai bergerak mendekati Libra.


Libra hanya tersenyum dan tak bergeming dari tempat berdirinya. Lalu seseorang yang berjalan paling depan mengepal tangan dan meninju kearah wajahnya. Tanpa banyak bergerak dengan mudah dia menangkap tinju itu,


sementara teman-temannya yang lain sedang bersiap untuk memberikan serangan berikutnya. Namun tiba-tiba sekumpulan anak muda datang mendekat.


"Hei ada apa ini?." Kemudian mereka semua menoleh kearah suara itu yang tak lain adalah Leo, Seno, Rubi, Gara, Roni, Roger, Mahesa, Arumi, Zalia, Nadia, Nadira, Nania dan Karasuka.


Dan seiring itu Libra melepaskan tangannya.


"Ada apa Lib." Kembali Leo bertanya setelah ada di dekatnya, tapi mereka agak kaget begitu melihat Salsa ada sampingnya.


"Aku berteman dengannya, sepertinya mereka iri padaku. Aku ini orang miskin tapi bisa berteman dengan dia, apalagi melihat kalian aku yakin mereka akan tambah iri padaku. Hehehe... ." Libra terkekeh.


"Kau juga kuliah di sini?." Tanya Karasuka yang sedari tadi ingin bertanya begitu melihat Salsa.


"Ya... . Baru hari ini, bagaimana denganmu?." Tanya Salsa yang agak heran, karena sebenarnya dia sudah tau kalau Karasuka dari Jepang.


"Aku pindah kuliah kesini, dan ini hari pertamaku." balas Karasuka.


"Oh baguslah, kita semua berkumpul di sini. Tapi sepertinya, ada seseorang yang tidak terlihat." kata Salsa sambil mencari-cari seseorang.


"Maksudmu Jeri... . Dia belum kuliah, masih kelas 12." balas Nania pada Salsa. Sedangkan Salsa menoleh kearah Nania sambil tersenyum padanya.


"Lalu... kita apakan mereka?, aku melihat dia dan teman-temannya ingin memukul bos." kata Rubi berjalan ke depan sambil menunjuk seseorang dan tujuh orang temannya.


Sementara Libra yang berada di sebelah Rubi jadi gelagapan karena malu, dia memijak kaki Rubi sambil berbisik di telinganya ; "Sudah aku bilang jangan panggil aku bos." Tapi Rubi hanya kekeh mendengarnya.

__ADS_1


" Bawa saja mereka ke kebun binatang milik keluarga kita, aku rasa hewan-hewan di sana senang mendapat makanan yang masih hidup." kata Leo, yang sebenarnya hanya ingin menakut-nakuti delapan pemuda itu walau sebenarnya kebun binatang itu memang ada.


"Jangan bang, kami tidak tau kalau dia teman kalian. Tolong lepaskan kami, kami tidak akan pernah melakukannya lagi." Ucap seorang yang ketakutan, begitu juga dengan teman-temannya.


"Makanya ... jangan suka cari gara-gara sama orang, nanti kalian bisa kena batunya." kata Zalia. Sedangkan Libra hanya tersenyum geli menatap delapan pemuda itu.


"Bukankah kalian orang yang juga belajar di kelas yang sama denganku?." tanya Libra pada dua orang yang dia kenali wajahnya.


"Benar... kami satu kelas denganmu." balas orang itu.


"Hugh... baiklah, sekarang kalian pergilah dari sini. Tapi ingat apa yang di katakan dia," Libra menunjuk Zalia "Jangan sampai kalian mengulangnya lagi." lanjutnya.


"Terimakasih bang." kata para pemuda itu buru-buru pergi.


"Haduh, aku dipanggil bang." kata Libra setelah para pemuda itu pergi. "Kau juga, jangan sekali-kali memanggilku bos, bikin malu saja." Libra menoleh Rubi dan menegurnya, tapi yang ditegur malah tertawa cengengesan.


"Sekarang kita akan kemana?." celetuk Zalia semangat dengan suaranya yang banter. "Ya pulang." balas Libra menoleh Zalia. "Yah, masak pulang. Kitakan sedang berkumpul." kata Zalia agak kecewa.


"memangnya kau ingin pergi kemana?." tanya Arumi, dan pada saat itu semua orang menatap Zalia.


"Aku ada melihat di media online tempat wisata baru di sebelah barat kota ini, ada sebuah air terjun di daerah pegunungan yang sangat indah. Aku ingin sekali pergi kesana mumpung kita semua lagi berkumpul di sini, lagi pula tempat itu tidak begitu jauh hanya memerlukan waktu kurang lebih satu jam dari sini." jelas Zalia. Semua nampak berpikir tentang apa yang dikatakannya. "Bagaimana?." kembali dia bertanya.


"Aku tertarik pada tempat itu, tapi tidak tau dengan yang lain." Arumi menatap yang lainnya.


"Aku juga ingin pergi." kata Karasuka.


"Aku juga." Salsa.


"Aku juga."


"Aku juga."


Sekarang semua orang menatap Libra.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2