
"Baiklah... . Ayo kita pergi." Kata Libra setelah diam sejenak.
"Apa kita akan pergi menggunakan kendaraan masing-masing?." tanya Rubi. Mengingat mereka masing-masing membawa kendaraan.
Sejenak mereka terdiam, kemudian Arumi berkata ; "Enaknya barengan... . Kalian satu mobil saja denganku." Arumi menoleh Zalia, Karasuka dan Nadia yang langsung di balas dengan anggukan.
"Kalau begitu kalian denganku saja." kata Salsa pada Nania dan Nadira yang juga di balas anggukan dengan mereka. "Oya... apa nama tempat air terjunnya?." tanya Salsa pada Zalia.
"Air terjun torpedo" seru Zalia.
" Wah terdengar keren, terus kendaraan kita ini bagaimana?."
"Tinggal saja di sini." kata Leo pada Nania. "Aku yakin tidak akan ada yang berani mengganggu, kalau adapun berarti dia cari mati." lanjutnya.
"Hehe... ." Libra kekeh sambil berjalan kearah Leo. "Baiklah, aku ikut mobilmu."
Kemudian mereka mulai beranjak memasuki mobil, namun mendadak menghentikan niatnya ketika melihat sebuah mobil datang dan berhenti di hadapan mereka.
"Woi kalian mau kemana?." Tanya Jeri keluar dari dalam mobil, tanpa mematikan mesin mobilnya.
"Jalan-Jalan ke air terjun." kata Libra. "Apa kau sudah pulang sekolah?."
lanjutnya. "Belum, aku cabut." balas Jeri ringkas. "Hehe... gila." Libra kekeh menggeleng kepala. "Aku ikut." seru Jeri. "Ya, ayok." balas Libra masuk kedalam mobil Leo.
"Kalau begitu kalian denganku saja." seru Jeri pada gara dan Roni, kemudian dia menoleh Roger dan Mahesa. "Mahesa, kau satu mobil saja dengan kami." lanjutnya.
"Dan kau Roger, ikut dengan kami." Roger menoleh Nania, kemudian menganggukkan kepalanya untuk ikut di mobil salsa.
Mereka masing-masing masuk kedalam mobil, lalu para pengemudinya mengaktifkan Google map di mobilnya untuk menuju lokasi.
Setelah itu perlahan empat mobil Bugatti bergegas meninggalkan posisi menuju lokasi, dan beberapa saat kemudian.
"Wum wum wum."
"Wum wum wum."
Mobil paling depan milik Arumi di tekan-tekan pedal gasnya, hingga menimbulkan suara yang amat keras. Asap keluar dari roda yang berputar kencang bergesekan dengan aspal.
"Hehe, mulai lagi dia... ." kata Libra kekeh. "Pasti Karasuka yang mengemudikan mobil itu." serunya lagi sambil menatap mobil Arumi di depannya.
__ADS_1
"Wu____________um."
Mobil paling belakang menyalip Jeri, Leo dan Karasuka, yang membuat mereka terkejut.
"Itu Salsa ... . Ayo kejar." Teriak Zalia semangat, sambil menunjuk mobil yang berlari seperti peluru. Karasuka tersenyum menoleh kearahnya berkata ; "Pasang seat belt kalian." Tidak lama setelah itu.
"Wu__________________um."
Karasuka menekan pedal gas mobilnya untuk mengejar, dalam sekejap dia sudah berada di belakang mobil Salsa. Sedangkan Salsa tersenyum melihat mobil Arumi yang di kemudi Karasuka sudah ada di belakang, lewat kaca spion dekat atas kepalanya.
"Hm baiklah... kita akan membuat perjalanan satu jam akan sedikit lebih cepat, pasang seat belt kalian." kata Salsa tersenyum menoleh rekan-rekannya. Setelah itu dia menekan-nekan pedal gas mobilnya dengan kuat, sehingga menimbulkan asap tebal dari roda yang berputar kencang. Dia sengaja melakukan itu untuk memanasi Karasuka, sambil terkekeh dia mengintip kaca spion untuk melihat reaksi Karasuka di belakangnya.
"Hehehe... dia ngajak main-main." Karasuka, Zalia, Arumi dan Nadira terkekeh melihat apa yang di lakukan Salsa. "Kalau gitu mainkan saja." seru Zalia. "Baiklah." balas Karasuka.
Libra, Leo, Seno dan Rubi kekeh melihat dua mobil di depannya yang di kemudikan oleh dua orang gadis, kedua mobil itu nampak meliuk-liuk di jalan dengan menimbulkan asap. Yang di belakang terus mencari celah untuk menyalip, dan yang depan terus bergerak ke kanan dan ke kiri agar tidak di salip, apa yang mereka lakukan jadi tontonan orang sepanjang jalan.
"Apa kau tidak ingin ikut main-main?."
Kata Libra menatap dua
mobil yang sudah jauh di depan, Leo menoleh ingin mengatakan sesuatu. Tapi belum saja sempat dia
berkata. "Ti___________in. Minggir... ." Teriak Jeri dari dalam mobil sambil menyalakan Klakson walaupun teriakannya itu tidak akan kedengaran samasekali oleh orang dalam mobil yang sudah di lewatinya. Leo terperanjat saat tiba-tiba mobil Jeri melesat melewatinya. " Nah, lihat... Jeri saja sudah melewatimu." sarkas Libra.
Libra mulai paham maksud Leo, wajahnya berubah sumringah bergegas melepas seat belt lalu berpindah tempat duduk menggantikan Leo. Setelah memasang seat belt nya kembali, diapun berkata ; "Tutup mata kalian." Dia menarik napas dalam-dalam, setelah itu.
"Wum Wum... ci______it." roda berputar.
"Wu_____________________________um."
Kakinya memijak kandas pedal gas mobilnya, bugatti Chiron itu melaju seperti kilat. Inilah mobil tercepat dan termahal di dunia. Performanya melebihi bugatti veyron yang di kendarai Jeri ,Karasuka dan Salsa, karena mesin 7.993 cc yang di pakainya mampu mengeluarkan tenaga mencapai 1.500 tenaga kuda, sehingga top speed mobil ini bisa mencapai
420 km/jam. Kemampuan ini tidak lepas dari empat buah turbo yang berpadu dengan transmisi tujuh percepatan. Lebih hebatnya lagi, bugatti Chiron bisa berlari dari 0-60 mph dalam waktu 2.3 detik. Alhasil mobil ini layak menyandang status sebagai mobil tercepat di dunia. Selain itu, mobil ini memiliki interior super mewah dan di lengkapi beragam teknologi canggih, sehingga wajar apabila harga bugatti Chiron di bandrol selangit.
"Whus."
"Whus."
"Whus."
__ADS_1
Libra melewati mobil-mobil yang ada di depannya. Sedangkan Leo, Seno dan Rubi terlihat cemas dan wajahnya nampak memucat saat mobil melaju sangat cepat serasa terbang, mereka memegangi dadanya yang berdetak sangat kencang dan sebelah lagi tangannya berpegang erat pada seat belt nya.
"Hati-hati ... nanti kita bisa mati." Kata Leo yang terdengar lemas tegang dan ketakutan, begitu juga dengan Seno dan Rubi, mereka sama ketakutannya dengan Leo.
"Hehehe... ." Libra terkekeh geli, setelah sekilas melihat Leo di sebelah dan mengintip Seno bersama Rubi yang duduk di belakang dari kaca spion.
"Kalian tidak usah takut, hari ini Tuhan melarang malaikat maut untuk mencabut nyawa kita, jadi tenanglah." Sarkas Libra sambil terus fokus mengendalikan mobilnya. Tidak perlu untuk menunggu lama dia sudah berada di belakang mobil Jeri, sekarang empat mobil bugatti tampak berbaris beriringan untuk saling mendahului.
Jeri melirik kaca spion di dekat kepalanya dan kaget ketika melihat mobil Leo sudah ada di belakang yang di kendalikan oleh Libra, dia meliuk-liuk mencari celah untuk menyalipnya. "Buset, si raja jalanan ingin menyalip ku." gerutu Jeri.
seketika Gara, Roni dan Mahesa menoleh kebelakang.
"Hehe, jangan biarkan dia menyalip kita, halangi saja jalannya." Kata gara kekeh sambil tetap melihat mobil di belakangnya. Kemudian Jeri menggerakkan mobilnya ke kanan dan ke kiri untuk menutup jalan Libra.
"Dasar bajingan. Dia terus menutup jalanku." gerutu Libra kesal, namun sesaat kemudian dia tersenyum ketika melihat tikungan tajam di depan ; " Nah, ini kesempatanku." Dia berencana menyalip tiga mobil sekaligus saat di tikungan. Libra menaikkan kecepatan mobilnya di saat tiga mobil lainnya menurunkan kecepatannya, dan sekarang dia bersiap-siap untuk menyalip tiga mobil itu.
"Wu__________________um."
"Ci_______________________it."
"Wum."
"Wum."
"Wum."
"Wum."
Libra melakukan aksi drifting saat di tikungan itu, menyalip tiga mobil di depannya membuat mereka semua tersentak dan menatap kagum dengan aksinya yang berbahaya. Mengingat posisi jalan sudah berada di daerah pegunungan, banyak sekali jurang dan tebing di sisi kiri dan kanan.
"Benar-benar manusia bar-bar." Gumam mereka menggeleng kepala.
Saat itu mobil yang di kendarai Libra sudah memimpin di depan dan mereka sudah hampir dekat dengan tujuannya, tapi dia agak heran ketika melihat beberapa mobil yang berhenti di pinggir jalan dikerumuni orang-orang
yang berwajah agak seram.
"Sedang apa mereka?." Seru Libra memperhatikan sekumpulan orang-orang itu, dia menghentikan laju mobilnya di belakang mobil-mobil yang berhenti.
"Tampaknya orang-orang itu pemalak, lihatlah, mereka meminta uang pada pengendara di depan. kata Leo.
__ADS_1
"Benar juga." balas Libra.
bersambung