Remaja Tangan Besi

Remaja Tangan Besi
Kedatangan Platinum


__ADS_3

Di tempat lain ... Platinum dan Wilyam,


sedang berada di atas gedung pencakar langit yang tinggi. Mereka sedang memperhatikan orang-orang suruhannya yang sedang membuat kekacauan di beberapa perusahaan milik keluarga Pratama dan perusahaan lain di bawah perlindungan RTB, salah satunya sebuah perusahaan yang sedang mereka lihat lewat teropong. Mereka


sudah mengetahui semua posisi perusahaan keluarga pratama dan perusahaan lain yang bersangkutan dengan RTB. Mereka juga sudah mengetahui di mana letak


keluarga itu tinggal.


" Dari mana kau mendapatkan orang-orang itu." kata Platinum.


" Saya menyuruh Tirex, mengumpulkan preman di kota ini untuk bergabung, Tuan. Orang-orang di negara ini cukup mudah untuk di bujuk dan di rayu, membayar mereka, melindungi dan menjanjikan kesenangan nantinya, sudah cukup membuat mereka menuruti kita." balas Wilyam.


Tirex, adalah orang yang cukup di kenali dalam kelompok kartel narkotik milik, Diamond. Dia sangat di segani dalam kelompok itu, karena kemampuannya yang luar biasa.


" Hehe, bagus. Lalu bagaimana dengan Mutiara." Tanya Platinum, yang terlihat puas dengan kerja Wilyam. Mutiara adalah perumahan elit di mana keluarga Pratama tinggal bersama Oligarkinya.


"Jangan khawatir tuan. Saya telah menyiapkan banyak orang, dari orang-orang kita sendiri dan membayar orang-orang tangguh dari kota ini untuk bergabung dengan kita. Tirex, juga akan ikut dengan kita kemutiara. Sedangkan orang-orang yang kita lihat itu. Mereka hanyalah pion untuk mengalihkan pergerakan kita dari orang-orang RTB. Selagi mereka sibuk, kita akan menyerang ke jantungnya." kata Wilyam.


"Hahaha, kau memang pintar." Platinum menoleh ke arah Wilyam. "Orang-orang di sini memang bodoh, mudah di adu domba. Di mana Gentu dan Leony?." tanya Platinum pada Wilyam.


Gentu, adalah adik dari Gold. Dia seorang gadis cantik yang cekatan tangguh dan pemberani. Sedangkan Leony, dia tak kalah hebat dari Gentu. Leony adalah seorang gadis cantik yang berasal dari Jerman.


"Mereka berada di bawah, Tuan. Memberi kordinasi pada bawahannya." balas Wilyam.


"Bagus... . Aku salut dengan gadis ini, tidak seperti abangnya yang terlalu banyak mikir baik buruknya. Sekarang, ayo kita pergi ke Mutiara." kata Platinum. Dia beranjak turun kebawah, di ikuti oleh Wilyam.


# # #


Di tempat lain. Keluarga Pratama terlihat sangat cemas, terutama Daris Pratama. Dia mendapat kabar dari bawahannya kalau perusahaan sedang di serang, bahkan semua perusahaan di bawah perlindungan RTB.


"Cepat hubungi markas." ujar Daris Pratama pada Arya


"baik, Yah." jawab Arya. Dia segera mengeluarkan Hp dari sakunya menghubungi Hiro, dia sekarang yang memimpin di sana bersama Yakuza.


📞 "Cepat datang kemari, sekarang perusahaan sedang di serang." Arya.

__ADS_1


📞 " Baik Tuan, kami akan segera kesana." balas Hiro.


"Hubungi juga Libra." ujar Daris Pratama lagi.


"Baik, Yah." Arya segera menghubungi, Libra.


📞"Tu___t tu___t."


"Tu___t tu___t." sambungan telepon.


"Dia tidak mengangkat panggilanku Yah." kata Arya kecewa. Sedangkan Daris Pratama terlihat frustasi, dalam keadaan seperti ini Libra tidak bisa di hubungi.


" Coba kau hubungi, Leo, Arumi, atau siapapun yang selalu bersamanya." kata Daris Pratama pada Arya. Tapi sayangnya tidak satupun dari mereka yang bisa di hubungi, setelah Arya mencoba menghubungi mereka.


" Sama saja. Tidak ada satupun dari mereka yang bisa di hubungi, Yah."


Daris Pratama tambah frustasi, dan Naira, yang juga ada di situ ikut cemas.


"Kemana mereka?." kesah Naira.


Tapi baru saja dia siap bicara. Lazio dan Istrinya sudah masuk kedalam rumah meninggalkan anak buahnya di luar, begitu juga dengan rombongan keluarga Aleksander.


"Tuan, aku mendapat kabar dari orang-orang ku, kalau sekarang semua perusahaan sedang di serang." Lazio.


"Benar, aku juga mendapat kabar yang sama dari bawahan ku." Geri.


Daris Pratama menghela napas panjang, kemudian berkata : "Memang benar perusahaan sedang di serang.


Sayang, Libra tidak bisa di hubungi."


"Aku juga tidak bisa menghubungi anakku." kata Geri.


"Aku sudah menghubungi semua teman Libra tadi, tapi tidak ada satupun yang mengangkat panggilan." ujar Arya.


"Huh, kemana mereka?." kesah Lazio.

__ADS_1


"Sudahlah. Kumpulkan semua anggota yang ada di sini untuk membantu anak buah yang berjaga di sana, Hiro dan Yakuza juga sedang dalam perjalanan membawa anak buah dari markas. Kita akan terbagi jadi beberapa regu, untuk


pergi ke setiap perusahaan." kata Daris Pratama.


"Apakah mereka kelompok Tiger


Wolf?." Seru Sherina. Dahinya berkerut, terlihat sedang berpikir. Sedangkan yang lain mulai berpikir dengan apa yang dikatakannya.


"Mungkin saja, karena di kota ini tidak ada yang berani menggangu kita." sahut Geri.


"Ayo, sekarang kita pergi." ujar Daris Pratama bergegas ingin pergi namun di hentikan oleh Galang.


"Tidak, sebaiknya Ayah di rumah saja." kata Galang. Daris Pratama menoleh ke arah anak kelimanya, sambil tersenyum dan berkata ; "Aku sudah tua, tapi masih cukup kuat untuk bertarung." ujar Daris Pratama dengan tersenyum tipis, sangat tipis hingga tidak ada yang menyadarinya.


"Lalu siapa yang berjaga di sini kalau semua pergi?." kata Karin.


"Benar juga." gumam Daris Pratama. Dia menoleh kearah Arya kemudian berkata ; "Kau tetaplah tinggal di sini bersama Dani dan Bima, beberapa anak buah juga akan tetap tinggal di sini bersama kalian. Cepat kabari kami kalau sesuatu terjadi di sini."


Kemudian dia bergegas pergi meninggalkan rumahnya, di ikut setiap laki-laki dari keluarganya kecuali Arya. Begitu juga dengan keluarga Aleksander, Lazio juga ikut pergi bersama mereka. Mereka terpecah jadi beberapa regu untuk pergi ke setiap perusahaan yang sedang di serang.


Tidak lama setelah Daris Pratama pergi meninggalkan lokasi perumahan elit Mutiara. Ratusan mobil memasuki kawasan itu. Mereka adalah rombongan Platinum.


Mobil-mobil itu langsung menuju kediaman keluarga Pratama dan Oligarkinya yang sebelumnya memang sudah di selidiki.


"Tabrak saja gerbangnya." Kata Platinum dari dalam mobil. Menunjuk rumah besar milik keluarga Daris Pratama.


"Baik Tuan." sahut anak buah yang menjadi supirnya.


"Duar... ."


Supir itu langsung menabrak gerbang itu, menimbulkan suara yang cukup keras. Kemudian ia menghentikan mobilnya tepat di depan pendopo di depan rumah besar itu di ikuti puluhan mobil di belakangnya, sedangkan puluhan mobil lainya menuju rumah yang sudah di tandai. Rumah yang pemiliknya, bekerja sama dengan RTB.


"Sangat sepi ya, haha" seringai Platinum yang melihat suasana kediaman Pratama, hanya ada beberapa anak buah mereka saja, berserta Arya, Dani dan Bima.


Arya, Dani dan Bima terkejut melihat kedatangan Platinum yang tidak di undang. Tiba-tiba saja masuk, merusak gerbang rumah mereka.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2