
Libra yang memiliki tubuh kekar dan tinggi melebihi enam kaki membuat Salsa dan Karasuka bergantung di si kiri dan kanan tubuhnya. Awalnya dia berusaha menyingkirkan dua gadis cantik itu dari tubuhnya, tapi akhirnya entah kenapa tangannya malah begitu saja merangkul pinggang kedua gadis itu. Sedangkan kedua gadis itu hanya diam saja saat dia melingkarkan tangannya di pinggang mereka.
"Hei, apa kalian tidak ingin turun?. Kalian ini lumayan berat lo, walau memiliki tubuh yang kecil. Aku jadi heran sebenarnya dosa apa yang ada pada kalian, hingga membuat tubuh kalian seberat ini." sarkas Libra.
Salsa dan Karasuka mendengar apa yang di katakan oleh Libra, tapi mereka tidak berniat untuk turun dari tubuhnya. Mereka semakin mengeratkan pelukan, dan menyembunyikan wajahnya yang sedang tersenyum di bahu Libra.
"Wangi apa ini?." batin Karasuka.
"Dia pakai parfum apa ya?." batin Salsa.
Kedua gadis itu penasaran kemudian mengendus-endus hingga ke ceruk leher Libra, sehingga membuat Libra menggeliat merasakan geli di lehernya.
"Hei apa yang kalian lakukan." Seru Libra seraya melemparkan kedua gadis itu hingga terjengkang. Seketika mulut Arumi dan Zalia menganga terkejut melihat adegan lucu itu di depan matanya.
"Adudu duh Sialan, kenapa kau melemparkan ku?." Seru Karasuka dengan wajah yang memerah karena malu.
"Salah kalian sendiri, apa yang kalian lakukan ha?. Itu membuat ku jadi geli, bodoh!?."
"Aku hanya penasaran saja dengan parfummu, tapi kau tidak semestinya melemparkanku begitu saja brengsek!." Ucap Salsa merangkak kemudian mengangkat tubuhnya untuk berdiri seraya menepuk-nepuk kotoran di pakaiannya.
"Parfum?. Aku tidak pernah pakai parfum." tegas Libra.
"Lah tapi itu?... ." Ucap Salsa tertahan seraya menunjuk Libra, kemudian dahinya berkerut memikirkan sesuatu. "Jadi itu tadi wangi apa ya?." gumam Salsa.
Salsa dan Karasuka terheran-heran dan penasaran dengan aroma yang terpancar dari tubuh Libra. Aroma unik yang sangat menenangkan dan tidak pernah tercium oleh mereka sebelumnya.
"Hei, cepat berdiri apa kau mau terus duduk di situ?." Seru Libra.
Karasuka yang di tatap Libra cepat-cepat berdiri sambil menunjukkan rasa kesal di wajahnya, hatinya mendongkol dan bibirnya menggerutu tak jelas entah mengatakan apa.
Sementara Libra senyum-senyum menatap Karasuka. Dia sudah paham apa yang ada dalam pikirkan mereka. Yaitu sebuah harum yang terpancar dari tubuhnya sejak dulu, bahkan mungkin sejak dia di lahirkan.
Dalam perasaan dongkol Karasuka berjalan mendekati Libra sambil berkata: "Tadi aku juga mencium bau aneh di... . "
"Sudah-sudah, jangan di bahas lagi." Cepat Libra memotong. Dia malu jika orang membicarakan sesuatu yang ajaib pada tubuhnya.
"Hei! Apa kita akan terus di sini?. Bukan kah lebih bagus bercengkrama di tempat yang nyaman, tidak di pinggir jalan seperti ini." tukas Leo.
"Benar juga, bagaimana kalau kita pergi clubbing." cicit Zalia.
__ADS_1
"Gila kau, ini masih pagi. Lagi pula apa ada tempat seperti itu buka jam segini?." bentak Arumi.
"Hehehe, ya sudah lah kalau begitu. Jadi kita mau kemana?. ucap Zalia.
" Pulang saja dulu ke hotel. Lagi pula Karasuka baru sampai. Dia pasti lelah setelah semalam pulang kenegaranya, kemudian pergi lagi untuk datang ke negara ini. Libra, kau ikut saja bersama kami." ucap Arumi menoleh Libra.
"Terus motorku?."
"Tinggalkan saja motor mu itu." Ucap Arumi berjalan kebelakang tubuh Libra mengambil dompet di saku celananya.
"Hei, kau mau apa!?." Ucap Libra mengelak, tapi sudah terlambat. Arumi sudah membuka dompetnya menarik STNK dari dalam kemudian melemparnya keatas motor.
"Biar yang mengambil motormu itu sekalian mendapatkan STNK nya." cicit Arumi.
"Ha? Gak sekalian BPKB nya?."
"Memangnya kau bawa!?."
"Enggak."
"Ya sudah kalau begitu. Ayo pergi!."
Masing-masing mereka masuk kedalam mobil kemudian berbalik arah. Lima mobil mewah itu tancap gas dan jalan beriringan menuju hotel H2O. Libra duduk di depan bersama Karasuka yang duduk menyetir. Sementara Salsa duduk di belakang bersama Zalia dan Arumi.
"Coba ceritakan padaku. Apa yang terjadi padamu setelah pertarungan itu sehingga kau bisa ada di negara ini." ucap Karasuka seraya melirik Libra di sebelahnya sambil tetap pokus mengemudi.
"Oh, itu?.
Libra menceritakan semua rentetan kisah yang terjadi padanya. Mulai dari tenggelam kedasar laut hingga di temukan seseorang nelayan, kemudian memiliki sebuah keluarga yang menjadi orang tua angkatnya.
Arumi yang sedari tadi menyimak begitu juga dengan tiga orang gadis lainnya buru-buru berucap.
" Jadi sekarang namamu Hiu, karena di muntahkan ikan hiu itu?."
"Ya."
"Kenapa ikan itu memuntahkan mu?."
cicit Zalia memotong.
__ADS_1
"Maksudmu?."
"Kenapa dia tidak menelannya saja. Apa tubuhmu pait?."
"Bugh."
"Aduh."
"Serius dikit napa? Jangan terus bercanda."
"Aku tidak bercanda. Aku hanya heran saja, kenapa ikan itu memuntahkan nya." Ucap Zalia seraya mengusap-usap kepala yang terasa sakit setelah di timpuk Arumi. Sementara Salsa yang duduk di sebelahnya, tersenyum geli menahan lucu.
"Kalau begitu kau pergi saja kelaut."
"Untuk apa?."
"Ya kau cari ikan itu. Tanya sama dia, kenapa memuntahkannya."
"Ha? Kau gila."
"Kau yang gila."
"Hei hei hei, kenapa kalian malah bertengkar? Seperti anak kecil saja." Ucap Libra menengahi. Sementara Salsa dan Karasuka sudah tidak mampu menahan rasa geli, mereka tertawa terkekeh-kekeh mendengar perdebatan dua saudara itu.
"Bagaimana dengan kalian, apa yang membuat kalian datang ke negara ini?." ucap Libra setelah sekian detik dalam keheningan.
"Oh, itu? itu karena Salsa." ucap Arumi.
"Salsa?." gumam Libra menoleh kebelakang.
"Selain Karasuka yang di karenakan telah kembali kenegaranya. Argi membawa kami semua untuk menemani Salsa di negara ini."
Libra mengalihkan pandangan nya dari Arumi, dia menatap lekat wajah Salsa menuntut penjelasan. Sementara orang yang di tatap langsung terkesiap. Dia menjadi malu hingga menundukkan kepalanya kebawah, seraya meremas jemarinya yang halus.
" Setelah kejadian hari itu. Aku dan Karasuka terus mencarimu, hingga akhirnya kami lelah dan pasrah karena tak kunjung menemukan mu. Dia pulang kenegaranya meninggalkan ku sendiri di sana. Aku sangat sedih. Entah mengapa hatiku ingin sekali datang ke negara ini. Jadi aku meminta kakak ku untuk membawaku datang ke negara ini. Hingga saat semalam, aku melihatmu keluar dari gerai makanan di pusat kota. Saat itu aku ingin memanggilmu, tapi suara ku mendadak hilang. Jadi aku berusaha berlari untuk mengejarmu, tapi saat itu aku sudah terlambat karna kau sudah terlanjur pergi dengan menggunakan motormu. Apa kau tau? kami sangat merindukanmu." ucap Salsa tanpa malu-malu.
Sementara Libra masih tertegun. Menatap gadis cantik yang memiliki wajah dan tatapan lembut di depannya. Kulitnya sangat halus bak porselen tanpa cela di wajahnya. Hidung mancung, mata bening kecoklatan di padani bulu mata lentik di hiasi rambut panjang bergelombang. Sungguh wanita yang sempurna, dan tidak baik untuk jantung laki-laki yang melihatnya.
Bersambung
__ADS_1