Remaja Tangan Besi

Remaja Tangan Besi
Libra


__ADS_3

Sebelumnya saya sebagai author mau bilang, itu bab ke 56 harusnya berada di bab 57. Tapi saya bingung cara mindahinnya gimana. Jadi maaf ya?.


Salsa bersama teman-temannya masuk kedalam lift untuk turun kebawah, dan mereka bertemu dengan Rolex yang sedang berada di dalam kf di ruang bawah hotel itu.


Rolex pun segera beranjak berdiri berjalan keluar dari dalam kf itu untuk menemui Salsa. Sebagai seorang gadis yang harus dia jaga karena dia pengawalnya, dia harus tau kemana Salsa akan pergi.


"Nona Salsa, kalian akan pergi kemana?." Tanya Rolex pada Salsa kemudian mengalihkan pandangannya kearah teman-teman Salsa.


"Jalan-jalan keluar Paman. Kami ingin melihat suasana malam, di kota ini."


"Apa Nona sudah bilang pada tuan Argi?."


" Belum... . Aku hanya keluar sebentar saja, bersama mereka. Tidak usah khawatir, kami ini gadis yang pandai berkelahi." ucap Salsa seraya memandang teman-temannya.


"Baiklah kalau begitu... . Hati-hati Nona."


Rolex masih berdiri di tempatnya menatap kepergian Salsa bersama teman-temannya, kemudian dia merogoh HP dari sakunya menghubungi seseorang.


📞 "Tuan, saya melihat nona Salsa pergi bersama teman-temannya."


📞"Kemana?."


📞"Sepertinya hanya jalan-jalan Tuan.


Apa saya harus mengikutinya?."


📞"Tidak usah. Lihat saja GPS yang sudah di tanamkan pada hpnya, untuk mengetahui kemana dia pergi."


📞"Baik Tuan." balas Rolex.


Setelah berada di luar. Salsa dan teman-temannya menuju kearah mobil, yang memang sudah di sediakan oleh pihak hotel untuk rombongan Argi.

__ADS_1


Salsa masuk kedalam salah satu mobil itu di ikuti oleh Arumi, Zalia dan Nania. Sedangkan Gentu masuk kedalam mobil di sebelahnya di ikuti oleh Leony, Nadia dan Nadira.


"Sekarang kita kemana?." Ucap Salsa menyalakan mobil, dan GPS di mobil itu agar tidak tersesat.


"Sudah, jalan saja dulu. Kita keliling kota ini." balas Arumi di sebelah.


"Baiklah."


Perlahan mobil mewah itu bergerak, dan mobil yang di setir Gentu mengikuti di belakangnya. Kedua mobil itu kini sudah bergerak di jalanan kota Kl yang terlihat ramai dengan kendaraan roda empat. Negara itu memang makmur, dan kotanya sangat indah. Lampu-lampu jalan dan bangunan yang menjulang tinggi menambah indahnya kota itu.


Setelah sekian jauh mereka mengelilingi kota itu tibalah mereka di suatu tempat yang terlihat sangat ramai, kendaraan roda dua dan empat tersusun rapi di pinggir jalan mengelilingi sebuah tempat yang tak lain tempat makan. Kemudian Salsa menepikan kendaraannya di salah satu sisi areal tempat itu, di ikuti oleh Gentu yang sedari tadi membuntuti di belakang.


"Sepertinya tempat ini cukup terkenal di kota ini, yuk kita kongkow-kongkow di sini saja." kata Salsa mematikan mesin mobil, lalu kelua di ikuti teman-temanya.


"Wah... . Tempat ini sangat menyenangkan. Ayo, kita cari tempat."


Seru Zalia semangat. Dia berjalan cepat, mendahului Salsa. Sedangkan yang lainnya mengikutinya dari belakang sambil tersenyum melihat tingkahnya yang seperti gadis kelaparan. Zalia masuk kedalam sebuah gerai makanan yang pada saat itu cukup ramai pelanggannya. Setelah Zalia mencari-cari tempat yang nyaman di dalam gerai itu. Akhirnya dia memilih tempat duduk di paling ujung yang langsung besampingan degan gerai di sebelahnya, mau tak mau yang lainnya turut mengikuti Zalia untuk duduk satu meja di tempat itu.


Masing-masing mereka memesan makanan dan minuman pada pelayanan yang sudah berdiri di situ. Sedangkan Salsa masih terduduk kaku, sambil tertegun memandagi seseorang yang sedang berjalan meningalkan gerai di sebelahnya. Dia ingin sekali berteriak memanggil, tapi bibirnya seperti terkunci rapat untuk bersuara.


"Kau kenapa?." tanya Arumi yang melihat Salsa bertingkah aneh.


"Lib."


"Lib."


"Libra."


Ucap Salsa tergagap. Dia menunjuk sambil matanya terus menatap seseorang, seakan tidak ingin kehilangan sosok itu dari tatapan matanya, karena terhalang tubuh orang-orang yang berkeliaran di tempat itu.


Perlahan Salsa menggerakkan tubuhnya yang terasa kaku dan sedikit bergetar. Lalu dia berdiri, berlari seperti orang gila mengejar sosok yang sudah di kenalnya itu.

__ADS_1


"Reng."


"Reng."


"Re______ng."


"Kenapa dia?." Pekik Zalia yang kebingungan, begitu juga yang lainnya. Mereka berdiri mengikuti Salsa yang lebih dulu berlari.


"Sal."


"Salsa, ada apa?. Huh, huh." teriak Arumi kepenatan berlari mengikuti Salsa.


"Libra. Tadi aku melihat Libra."


"Hah?, Libra. Mana?." pekik Arumi.


Sontak mereka semua menoleh kesana kemari, mencari sosok Libra yang di katakan Salsa.


"Sungguh. Aku tadi melihatnya, apa kau tidak percaya padaku?."


"Bu, bukan begitu." ucap Arumi.


Arumi tidak mau Salsa salah sangka lagi karena menganggap dia tidak mempercayainya, mengingat kejadian dulu saat dia tidak mempercayai Salsa yang mengatakan bahwa bukan Tiger Wolf yang menyerang keluarganya.


"Ta, tapi Libra sudah lama menghilang, kalaupun dia masih hidup kenapa tidak pulang dan malah ada di sini?." ucap Arumi gagap takut salah.


"Entahlah, sebenarnya aku juga bingung. Tapi aku sangat yakin jika orang yang ku lihat tadi adalah Libra." ucap Salsa.


Mereka semua tertegun bingung mendengar ucapan Salsa, begitu juga dengan Salsa sendiri. Sehingga menimbulkan banyak pertanyaan di benak mereka masing-masing.


"Sudah lah... .Kita akan cari tau nanti." Ucap Salsa. Dia berjalan kembali kedalam gerai dengan sejuta pertanyaan di dalam hatinya, di ikuti oleh teman-temannya yang berjalan di belakang dengan rasa penasaran.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2