
"Weng Weng Weng____ng."
"Wum Wum Wum____mm."
"Woii !." 1
"Anak anjirr." 2
"Bedebah sialan cepat mati kau bangsat!." 3
Sinar mentari yang hangat indah dan cerah di pagi hari yang masih terasa dingin, menjadi tegang dan tidak nyaman ketika beberapa kendaraan melakukan ugal-ugalan di jalan.
Banyak di antara mereka yang mengumpat dan memaki di pagi itu, tapi keluhan mereka sama sekali tidak merubah ke adaan. Karasuka terus menyalip semua kendaraan di depannya untuk mengejar Hiu, sementara Hiu terus menekan pedal gas motor, dan dengan sengaja menghalangi jalan Karasuka.
"Buset, dia makin neken gas motornya dan ngalangin jalanku. Apa dia gak liat, siapa kita ya?." ucap Karasuka.
"Ya enggak lah, kaca mobil ini kan warnanya item, lagian dia liatnya kedepan." balas Salsa.
"Sudah aku bilang, tabrak aja. Lagian dia gak bakalan mati tuh, kalau hanya ketabrak mobil." sarkas Zalia.
"Buk."
"Aduh."
"Heh kalau ngomong jangan asal njeplak ya?, apa kau lupa kalau aku kakaknya." Ucap Arumi, seraya menimpuk kepala Zalia dengan bantal.
"Hehehe, maaf." ucap Zalia.
"Eh, tapi apa yang di bilang Zalia benar juga tuh. Aku pernah nembak dia pakai Bazoka, tapi dia gak mati." ucap Karasuka.
__ADS_1
"Ha?... Jadi kau benar-benar mau nabrak dia!?." ucap Arumi.
"Hehehe, itung-itung buat kejutan sama dia. Salah dia sendiri, kenapa makin ngebut." ucap Karasuka.
"Gilak lo. Awas lo, kalau dia sampai mati. " ancam Arumi.
" Hehe... .Sudah tenang aja, pegangan yang kuat." ucap Karasuka terkekeh.
"Wum Wum Wu________um."
Selesai berkata, Karasuka langsung menginjak kandas pedal gas mobilnya.
"Duar."
"Ci________t."
"Ci_____________t"
Semua pengguna jalan yang sedang lewat mengerem secara mendadak, membanting stir nya kekiri dan ada yang ke kanan, untuk menghindar saling bertabrakan. Saat itu suasana hati pengguna jalan langsung berubahah sedikit panas, mereka turun dari kendaraan lalu mendekati mobil Karasuka, sambil berteriak marah.
"Woi, turun woi.!"
"Keluar kalian. keluar!."
"Huh, mentang-mentang orang kaya, mau sesukanya saja naik mobil."
Masing-masing, orang-orang itu mengutarakan kekesalan dalam hatinya.
Sementara empat gadis yang ada di dalam mobil, tampak tidak begitu serius menanggapinya. Apalagi Karasuka, dengan santai dia keluar sambil menggendong tas di bahunya.
__ADS_1
"Maaf Pak, mobil saya remnya oblong.
Maaf ya pak?." Ucap Karasuka sambil membagi bagikan segepok uang kepada mereka.
"Apa ini!?." ucap mereka.
"Tidak apa-apa pak. Anggap saja uang kaget, buat selametan." ucap Karasuka.
"Ohh... . Ya sudah, terimakasih ya?."
"Ia, pak. Saya ikhlas kok. Ya udah, sekarang bubaran ya pak?. Kasian pengguna jalan yang lain."
"Oh. Baik, baik."
Segera orang-orang itu membubarkan diri, mereka cukup puas dan senang dengan uang yang di miliki.
"Om... . Hari ini kita cuti kerja aja lah. Pinggang ku masih sakit, semalam habis mikul semen seratus sak."
"Oh... ya sudah kalau gitu. Aku pun lagi capek, kerja keras tadi malam. Besok aja lah, ngecor jalannya." Bisik dua orang yang sedang berjalan menuju motornya.
Sekarang semua orang sudah membubarkan diri pergi meninggalkan tempat itu. Tapi Hiu masih tetap berdiri terpaku di tempatnya dengan wajah kebingungan. Melihat wajah-wajah yang seperti tidak asing di benaknya. Mulanya tadi dia sudah sangat marah ingin membuat perhitungan pada pemilik mobil itu, tapi ketika dia ingin mendekati mobil yang sudah menabraknya. Dia mendadak tertegun melihat empat gadis, yang keluar dari dalamnya. 'Siapa gadis-gadis ini, kenapa wajah mereka tidak begitu asing di benakku?.' batin Hiu.
Karasuka, Salsa, Arumi dan Zalia jalan
mendekat ke arahnya, dia semakin tertegun menatap mereka. Baru saja dia ingin bicara, Zalia sudah lebih dulu berteriak kearah nya. "Hei brengsek, tidak usah menatap kami seperti itu. Kami tau kau itu garang, tapi bukan pada teman-temanmu sendiri kan?." Hiu menoleh kebelakang, dia mengira ada seseorang di belakangnya. 'Tidak ada.' batin Hiu. Kemudian dia kembali mengarahkan tatapannya kearah empat gadis itu, dia semakin bingung hingga mengernyitkan dahinya.
"Apa kalian mengenalku?."
Sontak. Arumi, Karasuka, Salsa dan Zalia terkejut , hingga menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Benar dugaan ku, sesuatu telah terjadi padanya." gumam Salsa.
Bersambung