Remaja Tangan Besi

Remaja Tangan Besi
Bawah tanah


__ADS_3

Dahi Leo berkerut, dia tampak bingung atas perkataan dan permintaan Juwita. Dia merasa tidak pernah menolong wanita itu sebelumnya.


"Maaf Nyonya... . Mungkin Anda salah orang, saya belum pernah menolong Anda sebelum nya. Tentang putri Anda, saya dan teman-teman akan coba untuk menyelamatkan nya." balas Leo.


Juwita tampak tercengang, begitu juga dengan Aslan di dekatnya.


"Anak muda... . Bukankah kau yang menyelamatkan kami beberapa jam yang lalu, dari orang suruhan Gasio?."


kata Aslan.


"Tidak Tuan. Anda sudah salah orang." tukas Leo.


"Libra... .Orang itu adalah, Libra."


Tiba-tiba saja suara Salsa terdengar dari belakang. Dia terlihat bersemangat, terpampang raut gembira di wajahnya. Sedangkan Aslan dan Juwita, terlihat semakin bingung.


"Libra?... . Mungkin kah dia, masih hidup!?."gumam Leo, Rubi, Seno. Bahkan semua yang mengenal nama Libra jadi tercengang. Termasuk Rolex dan sembilan orang temannya yang juga pernah mendengar tentang Libra.


"Maaf. Apa kah maksud Nona, pemuda ini memiliki kembaran?." Juwita penasaran.

__ADS_1


"Benar, Nyonya. Dia memiliki kembaran yang bernama Libra." balas Salsa semangat.


"Oh." Juwita lesu.


"Kenapa Nyonya?." ucap Salsa heran.


"Aku cemas pada putriku, Anisa. Sekarang dia telah di culik oleh seseorang. Tadi aku dan suamiku di tolong oleh seorang pemuda yang sangat tangguh. Aku pikir pemuda ini adalah orang itu. Padahal aku sangat berharap dia bisa membantuku lagi untuk menyelamatkan putriku." ucap Juwita sedih. Salsapun jadi ikut sedih dia memahami perasaan Juwita, sebagai seorang ibu pasti akan cemas pada anaknya.


"Paman Rolex... . Kemana kak Argi?." ucap Salsa setelah tak melihat kakaknya.


"Tuan Argi sedang menyelamat kan nona Anisa, Nona." balas Rolex.


"Nyonya... . Sekarang Anda tidak perlu khawatir. Kakakku pasti akan menyelamatkan putrimu dengan selamat. Dia sama tangguhnya seperti Libra. Pemuda yang telah menyelamatkanmu sebelumnya." ucap Salsa, menghibur Juwita.


"Terimakasih." Balas Juwita tersenyum, walau masih terpampang kesedihan di wajahnya.


"Lalu kita apakan orang-orang ini, mereka anak buah penculik itu. Dan dia... dia adalah temannya." Ucap Leo menunjuk Gasio dan orang-orangnya.


"Gasio, kau memang keterlaluan. Aku akan mengembalikan saham milikmu dari perusahaan Gemini." ucap Aslan. "Dan kalian... . Silakan mau kalian apakan orang-orang ini." ucap Aslan menatap Leo dan Rolex.

__ADS_1


"Apakah di hotel ini ada ruangan yang tidak terpakai?." Gentu bertanya, menatap Aslan.


"Ada... ruangan bawah tanah. Tempat itu tidak terpakai."


"Bolehkah saya meminjamnya? Saya ingin mengurung orang-orang ini untuk menginterogasi mereka."


"Silakan saja kalau kalian mau, saya akan menyuruh orang untuk menunjukkan tempat itu."


"Terima kasih Tuan." balas Gentu.


Sementara itu di tempat lain. Dari bawah tanah, Argi terus mengikuti Tirex kemanapun dia pergi. Kalau saja Tirex tidak menjadikan Anisa sebagai sandranya, sudah dari tadi Argi akan menghadangnya. Walaupun Tirex telah memakai serum perubah wujud yang membuat dirinya semakin kuat, Argi tetap saja bisa melawannya. Bahkan jika Argi mau. Argi bisa membunuhnya dengan mudah dari bawah tanah. Hanya saja dia tidak akan melakukannya. Dia masih memikirkan keselamatan nyawa Anisa dari ancaman kuku-kuku panjang di jari Tirex.


Dengan bentuk tubuh Tirex yang sekarang seperti monster. Tirex bisa melompat ke atas bangunan yang tinggi, dan berlari dengan kencang. Begitupun Argi masih dengan mudah mengikutinya dari bawah tanah.


Tirex terus berlari dan berlari lagi, melewati orang-orang yang terlihat panik dan ketakutan ketika melihat sosoknya. Dia menyusuri jalan yang ramai maupun lorong, sesekali dia melompat keatas bangunan mencari-cari tempat yang sepi nyaman dan aman.


Sementara di dalam tanah. Argi terus mencari celah, dia sangat berhati-hati untuk menyelamatkan nyawa Anisa.


Entah kenapa kali ini dia begitu peduli terhadap nyawa gadis itu. Padahal sebelumnya dia adalah pria yang tak memiliki belas kasihan, dingin dan sulit di dekati orang lain.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2