
Sementara itu di tempat lain, Hiu baru saja masuk kedalam rumah kontrakan . Dia sudah beberapa bulan
yang lalu menyewa rumah itu sebagai tempat tinggalnya, rumah yang terlihat kecil tapi bersih rapi dan juga nyaman.
"Ah sial, aku lupa beli bahan makanan.
Sudah sampai rumah lagi." Hiu mengumpat pada dirinya sendiri, dia menggaruk belakang kepalanya sendiri sambil berjalan mondar-mandir. "Makan di luar sajalah!?, tapi sebaiknya aku mandi dulu."
Kemudian dia mengambil handuk menyangkut kan di bahunya, dan berjalan ke kamar mandi. Setelah beberapa lama kemudian dia keluar dengan menggosokkan handuk di rambutnya hanya dengan memakai ****** *****, dia hanya tinggal sendiri di rumah itu.
Hiu mendekati lemari mengambil pakaian dan memakainya, sebentar dia berdiri di depan kaca. Setelah penampilannya di lihat sesuai, diapun keluar dari rumahnya dengan menunggang motor mencari tempat untuk makan.
Setelah menyusuri jalan, dia akhirnya menghentikan motornya di daerah khusus untuk tempat makan. Tempat itu sangat ramai, banyak sekali kafe yang berderet menjual makanan di situ. Hiu memarkirkan motornya, lalu berjalan mengitari tempat itu untuk mencari makanan sesuai seleranya.
Kemudian dia menghentikan langkahnya, setelah melihat penjual nasi biryani yang mengunggah seleranya. Dia masuk ke kf itu dan memilih duduk di tempat yang paling ujung, karena kf itu memang dalam keadaan yang lumayan ramai.
Beberapa orang gadis yang ada di kf itu berbisik-bisik menatap kagum akan ketampanan Hiu. Hiu perasaan dengan itu, tapi dia tidak mengindahkan nya.
"Lihat, pemuda itu tampan sekali." Ucap seorang gadis menatap kearah Hiu, pada tiga orang temannya.
__ADS_1
"Wah, deketin yok." balas gadis lainnya setelah menoleh kearah Hiu.
"Hehehe gilak lo, dah kek cewek murahan aja kita. Tapi dia memang tampan si!?." Gadis lainnya terkekeh membalas ucapan temannya.
Sementara itu di Hotel H2O , Arumi, Zalia, Nania, Nadia, Nadira, Gentu dan Leony. Mereka berjalan bersama dan terlihat sangat akrab mendatangi kamar Salsa untuk mengajaknya jalan-jalan.
"Tok."
"Tok."
"Sal...!?."
Salsa yang sedang duduk di sebalik jendela kaca melihat keluar tersentak mendengar panggilan Arumi, kemudian dia berjalan mendekati pintu untuk membukanya.
"Ada apa?. " ucap Salsa setelah membuka pintu.
"Ayo jalan-jalan, kenapa kau di kamar saja?, sekarang kita sudah di negara M, lo?." ucap Arumi.
"Ya, sepertinya kota ini lumayan indah lo?, sudah sampai sini masa mo di kamar aja. Ayo keluar jalan-jalan, mencoba makanan di negara ini, siapa tau rasa makanan di sini beda dengan di negara kita. Hehe... ." sarkas Zalia.
__ADS_1
"Baiklah. Aku ganti baju dulu ya?.
Ayo, kalian masuk dulu." Kemudian Salsa berjalan kearah lemari untuk mengambil pakaian di ikuti teman-temannya yang kemudian duduk di sofa. Salsa mengganti pakaiannya di kamar mandi, dia malu
jika di lihat teman-temannya.
"Gak usah pake lama, Sal?. Kau gitu aja udah cantik, gak perlu dandanan." celetuk Zalia.
"Kalau ada Karasuka, pasti akan sangat menyenangkan." ucap Gentu.
"Dia sudah pulang ke negaranya. Jangan mengatakan seperti itu, nanti Salsa jadi sedih." bisik Arumi menatap Gentu.
"Baik... . Maaf." ucap Gentu pelan.
"Sudah selesai. Ayo kita pergi." Ucap Salsa keluar dari kamar mandi, dan semua menoleh padanya.
"Oke, ayo sekarang bergegas." seru Nadia semangat.
Kemudian mereka semua keluar, di ikuti Salsa yang paling belakang. Salsa mengunci kamarnya sebelum turun kebawah bersama teman-temannya.
__ADS_1
bersambung