
Libra masih bernapas saat mereka mendekatinya, tubuhnya penuh luka. Darah membasahi pakaian dan lantai tempat dia terbaring.
"Kita harus segera membawanya pulang untuk segera mendapatkan pertolongan." Tegas Leo.
Dia bergegas menggendong Libra di bahu dan segera pergi bersama rombongannya ke mobil, saat itu mereka berpapasan dengan Hiro dan Yakuza yang nampak bingung saat membopong Karasuka. Kemudian Hiro mengatakan ; "Bolehkah kami ikut bersama kalian? Kami baru sekali datang ketempat ini, tidak tau harus kemana membawa nona kami. Tolonglah." Pintanya mengiba.
Leo nampak bingung dengan permintaan itu, dia berencana membawa libra ke markas dalam hutan, dia tidak mau tempat itu akan di ketahui pihak musuh.
"Tolonglah, kami bukan orang yang tak mengenang budi. Begitu juga nona kami." Kembali Hiro mengiba.
Leo masih tetap bingung, tapi tiba-tiba Arumi berkata ; " Baiklah kalian bisa ikut bersama kami." Kemudian dia menoleh pada Leo mengatakan ; "Dia hanya berdua sedangkan gadis itu terluka parah, kalau saja terlihat gelagat yang mencurigakan pada mereka tinggal suntik mati saja tuannya." Kemudian Leo mengangguk dan berkata ; " Baiklah kalian boleh ikut kami, ayo segera pergi."
Hiro nampak lega, dia membopong Karasuka mengikuti rombongan Leo.
Sedangkan Yakuza mengikutinya dari belakang, sambil membawa pedang berwarna hitam milik Karasuka.
Pada saat mereka semua berjalan menyusuri runtuhan, suara lemah dari seseorang meminta tolong telah terdengar, mereka menoleh kearah suara itu, lalu terlihat Lazio menggapai tangan kearah mereka.
"Tolong aku." Suaranya lemah, tapi Lazio tetap berusaha untuk mengeluarkan suara agar dapat di dengar oleh mereka. Leo dan Arumi saling memandang namun akhirnya mereka tetap mendekat.
"Tolonglah aku, aku berjanji tidak akan jadi musuhmu, bahkan jika kalian mau, aku akan jadi anggota kelompok kalian. Aku bisa menyuruh semua orang ku
di ibukota untuk menolong kelompok serigala api yang telah di
tawan Arbeto."
__ADS_1
Geri yang mendengar tawaran itu jadi sumringah, dia menoleh Leo berharap mau menolongnya. Leo mengerti dengan maksud tatapan Geri, jadi dia berkata ; "Apakah kau percaya dengan kata-katanya."
"Sekarang dia dalam keadaan sekarat, biasanya orang yang bicara dalam keadaan seperti itu tidak akan berbohong. Tapi andai saja nanti dia menunjukkan gelagat yang mencurigakan seperti apa yang di katakan Arumi, suruh saja dokter Nadin untuk mencampur racun pada obatnya atau suntik mati saja sekalian." Balas geri.
Leo menghela napas kemudian menoleh Arumi dan bertanya. "Bagaimana menurutmu?." Arumi tidak langsung menjawabnya ia lebih dulu menatap Lazio yang terbaring
lemah. " Tolong saja, aku merasa dia tidak berbohong pada kata-katanya, suatu hari dia akan sangat membantu pada kelompok kita."
"Baiklah" Kata Leo. Kemudian dia memerintah geri untuk menggendong Lazio, sebab anak buah yang ada sedang menggendong temannya yang mati ataupun terluka. Geri melakukan dengan senang hati, dia berharap bisa menolong keluarganya yang di tawan di ibukota melalui bantuan Lazio.
Kemudian mereka kembali menuju kearah mobil, Leo berjalan paling depan sambil menggendong Libra di bahunya, tapi baru saja belasan langkah.
Sekelompok orang terkejut melihat Lazio dalam gendongan Geri. Mereka anak buah Lazio yang tadinya ikut bertarung melawan kelompok RTB.
"Bukankah kalian anak buah Lazio? Tanya Leo menyelidik.
Sekelompok orang itu nampak termangu mendengar apa yang di katakan Leo, kemudian mereka saling berpandangan dan seorang dari mereka angkat bicara.
"Kami orang yang telah lama mengikutinya, jika benar dia akan masuk dalam kelompok kalian, maka kami akan ikut bersamanya."
Leo diam memikirkan apa yang harus di lakukan pada orang-orang ini, kemudian dia mengatakan ; "Aku adalah saudara kembar pemimpin kelompok RTB jadi kalian harus mendengarkan ku. Kalian tetaplah di sini menunggu orang-orang kami, ikut mereka membersihkan mayat mayat itu, dan nanti pergilah bersama mereka. Apa kalian mau mendengarku?. "
Dengan cepat mereka mengangguk kepala dan mengatakan ; "Baiklah, kami akan menunggu di sini."
" Bagus " Kata Leo kemudian beranjak pergi meninggalkan mereka.
__ADS_1
Saat dalam perjalanan ke markas, Leo duduk bersebelahan dengan Seno yang mengemudikan mobil. Arumi di jog belakang memangku Libra yang masih pingsan, sedangkan yang lainnya mengikuti di belakang dengan mobilnya.
"Aku tidak menyangka akhirnya jadi begini, kalau saja nanti benar gadis dan pria itu mau bergabung dengan kita pasti kelompok RTB semakin kuat."
Seno menoleh Leo kemudian mengatakan ; " Kau benar, RTB akan semakin kuat dengan adanya mereka, selain pria itu dari ibukota gadis itu juga sepertinya datang dari negara luar. Jadi RTB akan memiliki jaringan selain kota ini.
Di dalam mobil itu Leo menghubungi Dani dan Bima untuk membawa anak buah agar segera datang ke kediaman keluarga Pratama yang telah hancur untuk membersihkan mayat, dan juga membawa kembali mobil mewah milik Tiger wolf yang tertinggal ke markas. Dia juga cerita tentang Lazio dan Karasuka berserta orang yang masih tinggal di sana.
Dalam perjalanan kearah markas Leo tidak berpapasan dengan rombongan Dani, mereka sengaja melewati jalur yang berbeda untuk menghindari identifikasi musuh yang mungkin mengintai.
Setelah melewati beberapa waktu akhirnya Leo dan rombongannya telah sampai di markas. Empat orang dokter berserta belasan perawat di bantu orang yang berada di markas, sibuk menyiapkan brankar mengevakuasi korban untuk di bawa kedalam.
Libra, lazio dan Karasuka di tempatkan pada kamar yang berasingan, mereka mendapat perawatan intensif dari para Dokter yang ada di markas. Naira sangat sedih melihat tubuh Libra yang masih pingsan di penuhi luka, diapun bertanya pada Dokter Nadin tentang keadaan Libra yang mengenaskan.
"Mungkinkah tubuhnya dapat kembali normal melihat luka pada tubuhnya yang sudah sangat parah."
" Maaf nyonya Naira, saya belum dapat menyimpulkan keadaan Libra kedepannya, tapi saya akan berusaha melakukan yang terbaik untuknya."
Naira menghela napas sambil mengangguk kepala, terlihat kesedihan dan cemas di wajahnya.
Di tempat lain Daris pratama mendikte cucu-cucunya, dia tidak mau pihak asing memasuki markas persembunyian mereka, tapi Leo dan Arumi dapat meyakinkan Daris pratama. Kedua cucunya mengatakan kalau mereka sekarang bukanlah musuh, bahkan kehadiran mereka akan menguntungkan kelompok RTB nantinya.
Bersamaan berjalannya waktu hari telah berganti malam, saat itu iring-iringan mobil mewah dan beberapa mobil box memasuki halaman markas. Mereka adalah Dani dan Bima yang di tugaskan Leo untuk membersihkan mayat dan membawa pulang mobil milik Tiger wolf. Semua keluarga Daris pratama keluar menyaksikan kejadian itu. Mereka agak terkejut melihat banyaknya mobil mewah yang telah di bawa rombongan Dani. Itu menunjukkan bahwasanya kelompok mafia Tiger wolf sangat kaya dan berkuasa.
"Kuburkan anggota yang telah mati dengan baik, berikan santunan pada keluarganya. Dan yang lain, terserah kalian mau di buang atau di tanam di mana." Tegas Daris pratama setelah melihat mobil-mobil box, dia tau isinya adalah orang-orang yang telah mati.
__ADS_1
Satu minggu kemudian. Dokter Nadin Naira Arya Daris Leo dan Arumi yang sedang berada dalam ruangan Libra terkejut melihat tubuhnya tiba-tiba di selubungi garis-garis biru yang terang.
Bersambung