
Selesai berbicara dengan Libra. Lazio langsung menghubungi anaknya yang bernama Roger melalui telpon, dia menceritakan semua yang telah terjadi padanya.
Roger mulanya terkejut, namun setelah itu dia sangat senang mendengar suara ayahnya. Dia mengira kalau ayahnya telah mati di kota M, beberapa minggu yang lalu. Tidak di sangka, kalau ayahnya sekarang masih hidup.
Lazio menceritakan semua rencananya, untuk menyelamatkan keluarga Aleksander yang di tawan oleh Arbeto. Kemudian menyuruh mereka untuk segera pergi ke kota M, setelah selesai melakukan rencana itu.
# # #
Setelah berakhirnya pembicaraan di telpon, Roger mengatakan semua yang telah di katakan oleh ayahnya pada keluarganya. Mereka sangat senang mengetahui Lazio masih hidup. Tapi juga takut, karena nantinya pasti akan bermusuhan dengan Tiger Wolf. Namun tidak ada jalan lain, mau tidak mau mereka harus mengikuti instruksi Lazio. Sebagai pemimpin dalam keluarga dan kelompoknya.
"Tidak usah takut ... ayah mengatakan kelompok RTB memiliki masa depan yang cerah, kita akan lebih jauh berkembang bersamanya. Sekarang kita harus bergerak cepat sesuai rencana, menyelamatkan keluarga Aleksander dan segera pergi ke kota M." kata Roger lugas.
Dia memang seorang pemuda yang tangguh, dan pemberani. Oleh sebab itu Lazio menyerahkan semua urusan dalam keluarga dan kelompok mafia miliknya pada Roger, selama dia tidak ada. Lazio memiliki dua orang
anak laki-laki yaitu ; Roger dan Mahesa. masing-masing berumur dua puluh dan delapan belas tahun. Sebagai seorang anak mafia, dia telah mendidik kedua anaknya menjadi pemuda yang tangguh dan pemberani. Agar suatu hari kelak, bisa menggantikannya dalam memimpin kelompok mafia miliknya. Apabila dia tua, dan sudah tidak kompeten lagi.
"Kalau begitu, kalian harus segera mengatur rencananya. Agar urusannya cepat selesai." kata Sherina, istri Lazio.
"Baik Bu, aku akan segera mengatur semuanya." balas Roger.
Beberapa hari setelah itu, Roger telah memindahkan aset keluarganya
ke kota M, dia menjual sebahagianya untuk mempermudahkan rencana.
Dan pada saat ini.
Dia sedang memberikan instruksi pada semua anak buahnya, agar segera bersiap untuk menyelamatkan keluarga Aleksander. Dan beberapa orang anak buahnya, di beri tugas untuk membawa ibunya ke bandara.
"Sekarang Ibu, segeralah pergi bersama mereka ke bandara." kata Roger sambil menunjuk lima orang
anak buahnya. Lalu dia kembali
berkata ; "Aku telah menyiapkan pesawat di sana, nanti kami akan segera menyusul. Sekarang aku dan Mahesa bersama yang lainnya, akan menyelamatkan dulu keluarga Aleksander. Setelah itu, kami akan langsung meluncur kesana. Oya ... setelah satu jam, apabila kami belum juga datang. Maka jangan di tunggu lagi, segeralah pergi tinggalkan kota ini." tukas Roger.
Sherina sangat sedih mendengar kalimat terakhir yang telah di
ucapkan anaknya. Sambil menangis
dia mendekati kedua anaknya, kemudian memeluk mereka sambil
__ADS_1
berkata ; "Dengar kan Ibu ... dalam misi penyelamatan nanti, kalian harus berhati-hati dan tetap selalu bersama. Jangan sampai terpisah, Ibu akan sabar menunggu kalian di bandara, mengerti?... ."
"Mengerti, Bu." balas Roger dan Mahesa.
Sherina melepas pelukan pada kedua anaknya itu, kemudian berjalan kearah mobil untuk pergi kebandara. Seiring mobil berjalan, dia membuka kaca sambil berkata ; " Ingat pesan Ibu."
Roger dan Mahesa menganggukkan kepala, mendengar ucapan ibunya yang berada di dalam mobil menuju bandara. Setelah itu merekapun berjalan kearah mobilnya, dan pergi kerumah Arbeto bersama rombongan anak buahnya.
Sebelumnya, Roger telah mengirim beberapa orang anak buah, untuk mengintai kediaman Arbeto. Agar mendapatkan informasi tentang keadaan di sana. Saat di dalam mobil, dia menghubungi anak buahnya itu.
📞" Halo ... bagaimana keadaan di sana?." tanya Roger.
📞"Halo Bos ... situasinya sangat baik. Kami melihat tidak begitu banyak orang yang menjaga di lokasi, kami juga telah mengetahui lokasi di mana keluarga Aleksander di tahan. Mereka di kurung dalam satu gudang, yang berada tidak begitu jauh di belakang rumah Arbeto. Hanya saja, sepertinya beberapa orang dari keluarga Aleksander telah bergabung dengan kelompok mereka. Kami melihat mereka bebas, dan bisa sesuka hati di dalam rumah Arbeto." tukas anak buah Roger.
📞"Hmm ... biar kan saja, mereka yang telah bergabung dengan Arbeto. Kita akan menolong keluarga Aleksander yang masih setia dengan RTB." jelas Roger, sambil mengerutkan dahinya.
kemudian setelah itu dia memutuskan sambungan teleponnya.
Setelah memakan waktu, yang tidak begitu lama dalam perjalanan. Akhirnya
Roger dan Mahesa, bersama anak buahnya telah sampai di depan rumah Arbeto. Kemudian Roger berkata pada Mahesa dan anak buahnya, setelah keluar dari dalam mobilnya ; " Kita harus harus bertindak cepat, sebelum kelompok Tiger Wolf datang untuk membantunya."
"Baik lah" kata Mahesa. Begitu juga anak buahnya.
"Dor Dor Dor"
"Dor"
"Dor"
Terdengar suara yang keras dari letusan peluru senjata laras panjang dan pistol, milik Roger dan Mahesa bersama anak buahnya. Mereka menembak anak buah Arbeto, yang sedang berjaga.
Bersama anak buahnya. Roger dan Mahesa bertindak cepat, untuk menyelamatkan keluarga Aleksander.
Dia dan adiknya berjalan kearah belakang rumah bersama beberapa orang anak buahnya, menuju gudang di mana Arbeto telah mengurung keluarga Aleksander.
"Pintu gudang ini di gembok" kata anak buah Roger, setelah mereka sampai.
"Tembak saja gemboknya" kata Roger,
__ADS_1
Tanpa menjawab, anak buahnya langsung menembaki gembok itu hingga terlepas. Kemudian Roger maju kedepan untuk membuka pintunya. Sedangkan yang lainnya, tetap berjaga-jaga dari pihak musuh.
Setelah pintu itu terbuka. Orang-orang yang berada di dalam menatap bingung kearah Roger. Namun Roger, cepat berkata ; " Saya orang RTB, jadi jangan sungkan, cepatlah keluar. kita harus segera pergi meninggalkan tempat ini." tukas Roger.
Kemudian rombongan keluarga Aleksander yang terkurung dalam gudang itu, buru-buru untuk keluar mengikuti Roger yang berjalan di depan
menuju mobil di depan rumah.
Tapi belum saja mereka sampai di tempat.
"Dor"
"Dor"
"Dor"
beberapa orang telah menembaki mereka dari arah dalam rumah. Roger dan orang-orangnya membalas dengan tembakan sambil terus berjalan kearah mobil.
"Dor Dor Dor"
"Dor Dor Dor"
"Ayo cepat, kita harus segera meninggalkan tempat ini." teriak Roger
pada keluarga Aleksander, dan orang-orangnya. Dia berjalan paling belakang untuk melindungi orang-orang yang ada di depannya.
"Dor"
"Dor"
"arkh ... ." Satu peluru dari dua tembakan yang berasal dari dalam rumah, berhasil mengenai kaki Roger.
Dia terjatuh, tapi tetap membalas tembakan itu. Mahesa yang sudah agak jauh berjalan di depan, menoleh kearah abangnya yang telah terkena tembakan. Dia ingin berbalik, tapi Roger berkata; " Cepat pergi, tinggalkan
aku."
"Dor Dor Dor"
"Dor Dor Dor"
__ADS_1
Dia terus menembak musuh, yang bersembunyi di dalam rumah.
Bersambung