Remaja Tangan Besi

Remaja Tangan Besi
Baku hantam


__ADS_3

Tidak begitu lama membutuhkan waktu, Argi sudah sampai di bawah. Dia menghampiri Rolex dan sembilan orang lagi anak buahnya yang sudah menunggu. Sebenarnya mereka di tugaskan oleh Argi, untuk menjaga adiknya, Salsa.


"Di mana orang itu?." kata Argi.


"Dia naik keatas, Tuan... .Tadi aku melihatnya menaiki tangga itu." balas Rolex.


"Ayo kita lihat." kata Argi mulai berjalan, di ikuti sepuluh orang anak buahnya.


Sementara itu di atas, di dalam ruangan manajer. Salsa sedang bersitegang dengan Gasio. Salsa tidak suka atas tindakan Gasio yang memaksakan dirinya untuk menempati kamar hotel yang sudah di tempati, bahkan dia berani memaki manajer Mardi yang secara langsung di tunjuk oleh ayahnya untuk mengelola hotel itu.


"Paman Gasio, apa yang kau lakukan. Manajer Mardi sudah benar.


Pihak hotel tidak bisa memindahkan mereka yang sudah membayar tempat itu begitu saja, tanpa alasan yang jelas dan tidak masuk akal.


Kalaupun pihak hotel memaksa. Maka pihak hotel harus mengganti berlipat dari yang mereka bayar, tapi itu tetap saja akan berpengaruh pada nama baik hotel ini, Paman." ucap Anisa kesal.


Gasio hanya diam menatap Anisa, tapi sebenarnya dia sangat kesal sambil menggerutu dalam hatinya. 'Sial, gadis ini pintar sekali berbicara. Apa aku harus menutup mulutnya saja, sekarang juga. Lagipula ini adalah kesempatan baik untuk menekan ayahnya agar menyerahkan perusahaan Gemini padaku, hehe...'


Tanpa mempedulikan celotehan dan tatapan kesal yang di arahkan Anisa padanya, Gasio mencondongkan tubuh seraya berbisik kepada Tirex.

__ADS_1


"Tuan... dia adalah anak dari pemilik perusahaan Gemini. Bagaimana kalau kita tangkap saja dia, untuk menekan ayahnya agar menyerahkan perusahaan Gemini padaku. Bagaimana menurutmu?... .


" Benar juga ide mu." gumam Tirex pelan. 'Gadis ini rupanya sangat berguna.' batinnya.


Mereka berdua tersenyum, serasa senang dalam hatinya. Mereka pikir telah mendapat jalan mudah, untuk mendapatkan perusahaan Gemini dengan menangkap Anisa sebagai tebusannya.


'Hehe... .Cuma beberapa orang lemah saja yang ada di belakang, untuk melindunginya. Hanya dua


wanita itu saja, yang lumayan tangguh. Mereka tampak ahli, dalam beladiri.' Tirex bermonolog , seraya melirik orang di belakang Anisa.


"Kalian... .Tangkap gadis ini." seru Tirex pada anak buah yang berdiri di belakangnya.


"Hei tunggu, apa yang ingin kalian lakukan!?." seru Mardi.


Dengan cepat dua orang bodyguard wanita di belakang Anisa maju kedepan untuk melindungi dirinya, di ikuti oleh belasan orang security hotel yang sebelumnya di panggil oleh Mardi. Sedangkan Anisa sendiri yang sedang terkejut dengan ucapan Gasio, merasa dirinya dalam bahaya dan segera mundur kebelakang untuk menyelamatkan dirinya.


"Kalian...menyingkir lah." Bentak anak buah Tirex, pada Himawari dan Hinata yang menghadang mereka.


"Kalahkan dulu kami." Balas Hinata.

__ADS_1


Tanpa gentar sedikitpun, dua orang wanita itu berdiri paling depan untuk melindungi Anisa. Mereka berdua ahli


dalam berkelahi, yang di datangkan


langsung oleh Aslan dari Jepang, untuk melindungi anaknya.


"Kurang ajar, kalian cari mati." Seru anak buah Tirex, matanya melotot menahan geram.


"Bag."


"Bug."


"Bag."


Beberapa saat kemudian terjadi baku hantam dalam ruangan itu, menyebabkan keributan yang terdengar hingga keluar. Sedangkan Tirex dan Gasio tetap duduk di atas sofa, memperhatikan pertarungan di depannya.


Nampak sekali Gasio sedikit gentar melihat ketangguhan Himawari dan Hinata, wajahnya terlihat tegang dan dia duduk gelisah. Tapi tidak, dengan Tirex. Dia terlihat sangat tenang duduk di atas sofa.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2