Remaja Tangan Besi

Remaja Tangan Besi
Ikan Hiu


__ADS_3

Satu tahun yang lalu, seorang nelayan yang bernama Harun di kejutkan se ekor ikan hiu yang menjurus kepantai.


Pagi itu dia baru saja mau melabuhkan sampannya kelaut


ketika ikan hiu tiba-tiba datang memuntahkan sesosok tubuh manusia tidak jauh dari


sampannya. Harun bergegas mendekati sosok itu, setelah Hiu itu kembali ketengah.


Dia sangat terkejut melihat kondisi tubuh seorang pemuda yang di penuhi dengan banyak sekali dengan luka.


Tapi dia pikir, itu hanyalah akibat dari gigitan ikan hiu.


Dengan tergesa-gesa Harun berlari ke dalam kampung yang di sebut kampung nelayan, memanggil kepala desa untuk memberi taukan penemuannya. Tidak berapa lama kemudian dia kembali bersama kepala desa, dan beberapa orang penduduk kampung, desa nelayan.


"Sunguh luar biasa, pemuda ini masih hidup" Ucap kepala desa setelah merasakan denyut nadi di tangan pemuda itu. "Ayo, tolong bantu. Bawa pemuda ini kerumah saya."


Dengan hati-hati mereka membawa pemuda itu kerumah kepala desa.

__ADS_1


Kepala desa itu seorang duda yang di kenali dengan nama Rahman, istrinya sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Dia hidup bersama seorang anak gadisnya yang bernama, Arin.


Sejak saat itu pemuda itu di rawat di rumah pak Rahman. Satu bulan kemudian pemuda itu mulai sadar, dan beberapa bulan kemudian pemuda itu benar-benar pulih hanya saja dia lupa dengan ingatannya. Jadi mereka bingung untuk memanggilnya.


Akhirnya mereka memanggilnya dengan sebutan Hiu. Sebab pada waktu itu dia di temukan di pantai dari mulut ikan Hiu.


"Arin, mobilmu di mana?. Ini sudah mulai malam, kau jangan pergi kemana-mana lagi. Segeralah pulang, nanti paman mencarimu." ucap Hiu sambil merogoh uang dari sakunya.


"Ingat, Arin. jangan bilang sama paman yang terjadi hari ini. " Lanjutnya sambil menarik tangan Arin,


"Banyak sekali, kakak dapat uang dari mana?." tanya Arin heran. "Apa Kak Hiu tidak pulang, kakak sudah lebih satu minggu, lo? . Tidak pulang kerumah. "


"Tidak, minggu depan saja kakak baru pulang. Kakak sekarang bekerja sebagai supir taksi, uang itu gaji kakak. Sudah, cepat sana pulang."


hardik Hiu, pada Arin.


"Ia, ia.!? balas Arin menuju mobilnya. Hiu mengikutinya dari belakang. " Apa kakak sudah menyisakan uang untuk kakak?. "

__ADS_1


"Sudah. Gunakan uang itu untuk biaya sekolahmu. Belajar yang bersungguh-sungguh." balas Hiu.


"Baik, kak." balas Arin sambil masuk kedalam mobilnya.


Hiu tetap berdiri di situ melihat mobil Arin mulai berjalan pelan, hingga melaju kencang sampai tak kelihatan.


Setelah itu dia kembali di mana tadi dia meletakkan taksinya.


Beberapa bulan ini Hiu sudah bergonta-ganti pekerjaan, mulai dari tukang parkir, buruh bangunan, hingga ke supir taksi. Setelah tubuhnya pulih, dia tidak mau terus tinggal di rumah menjadi beban pak Rahman. Dia lebih memilih mencari pekerjaan untuk membantu mereka, terutamanya untuk sekolah kedokteran Arin.


Sekarang Hiu kembali menyusuri kota


KL untuk mencari sewa, setelah dia rasa uang yang di dapatnya sudah lebih dari cukup untuk membayar uang sewa taksinya. Diapun kembali kekantor untuk mengembalikan taksi itu, kemudian pergi dengan menggunakan motornya.


Pada saat yang sama, rombongan Argi baru saja keluar dari Bandara menuju hotel H2O di kota KL untuk menginap.


Di kota yang ramai dan sesak dengan kendaraan. Dari jauh, Hiu melihat sekumpulan orang yang sedang melakukan tindakan kekerasan kepada sepasang pasutri paruh baya di pinggir jalan.

__ADS_1


__ADS_2