
Saat itu, semua orang yang berada di dalam dan luar markas terkejut mendengar suara yang sangat bising. Kemudian buru-buru mencari tau, apa yang sedang terjadi. Setelah itu mereka terlihat senyum dan senang, melihat anak-anak muda yang sedang lomba balapan motor. Akhirnya mereka mencari tempat nyaman untuk menonton, sambil memilih jagoannya untuk bertaruh.
"Nah, dua juta. Aku dukung Seno." kata Surya semangat, sambil meletakkan uangnya di atas meja. Dia adalah ayah Seno, dan yang lainnya tersenyum melihat Surya yang mendukung anaknya.
" Kalau begitu, aku memilih Rubi." kata Galang, sambil meletakkan uang di atas meja.
"Hahaha ... anak-anak kalian itu pandainya cuma naik mobil. Aku bertaruh satu milyar untuk Libra, jika dia kalah uang itu milik kalian." kata Daris pratama menatap mereka. Sedangkan mereka yang di tatap terkejut, mendengar ucapan Daris yang lugas.
"Betul itu Yah." kata Surya kaget.
"Betul." balas Daris mantap.
"Oke, kami semua akan melawan Ayah." balas Surya.
"Hmm ... ." Kata Daris, sambil memegang dagunya menatap kearah Libra. Dia yakin betul kalau Libra yang akan jadi pemenangnya.
Lazio, Geri, Hiro dan Yakuza terkesima melihat Libra dan yang lain melakukan balapan motor itu.
"Mereka anak muda yang kompak, hal seperti itu akan sangat di butuhkan pada kelompok ini. Aku yakin RTB akan menjadi kelompok mafia yang paling kuat suatu saat nanti." tukas Lazio sambil terus menatap kearah Libra dan rekan-rekannya.
"Benar, aku juga berpikir seperti itu. Mereka anak-anak muda yang tangguh.
terutama, Libra dan Karasuka." balas Geri.
" Mari kita bertaruh, siapa yang akan jadi pemenangnya." kata Hiro semangat, sambil terus menatap anak-anak muda yang silih berganti berada di depan memimpin balapan.
Dan di dalam arena, saat ini posisi Libra berada paling depan memimpin balapan. Di ikuti oleh Leo, Seno, Rubi dan Karasuka. Sedangkan Arumi, Zalia, Nadia dan Nadira tertinggal di belakang.
Buset ... mereka cepat betul. Tapi aku salut melihat Karasuka. Dia benar-benar sangat lihai, hingga dengan cepat bisa menandingi laki-laki dalam mengendalikan motornya.
Arumi kagum menatap Karasuka yang dengan lihainya terus menyaingi Rubi, Seno, Leo dan Libra.
Karasuka satu-satunya perempuan yang bisa menyaingi Rubi, Seno, Leo dan Libra, dalam lomba balap motor itu. Dia terus mencari celah untuk memotong rubi yang berada di depannya, Karasuka begitu mahir dan lihai di setiap tikungan dan tanjakan, hingga pada akhirnya.
"Rum"
"Rum"
"Rum"
Dia mendapat celah, dan dengan lihainya memotong Rubi yang ada di depannya.
"Buset ... ." teriak Rubi kaget, melihat Karasuka yang yang telah melewatinya sambil tertawa. 'Cewek ini memang handal dalam segala bidang. ' gumamnya.
Tinggal melewati dua orang lagi sebelum mencapai Libra.
Kata Karasuka bergumam. Dia terus berusaha untuk mencari celah melewati Seno dan Leo, yang berada tidak jauh di depannya.
__ADS_1
"Bagus." teriak Hiro melompat senang sambil menghempaskan tangannya keatas. Lalu dengan semangatnya, dia kembali berkata sambil menunjuk Karasuka; " Lihat jagoanku, dia telah memotong satu orang di depannya."
Lazio menggeleng kepala sambil berkata ; "Dia memang gadis yang luar
biasa."
"Di negara kami. Karasuka sudah biasa melakukan hal-hal yang ekstrem, termasuk balap motor. Sebagai seorang mafia, dia memang gadis yang suka melakukan hal-hal yang luar biasa." tukas Yakuza.
Begitu melihat tikungan tajam yang ada di depannya, Karasuka langsung menarik pedal gas motornya. Gadis itu mengikat asal rambutnya kebelakang, memperlihatkan lehernya yang putih dan terlihat jenjang. Dengan slownya, dia mengemudi motornya lumayan kencang saat di tikungan itu. Dia tertawa saat melewati Seno dan Leo yang tadi ada di depannya, sambil mengacungkan ibu jarinya kearah bawah.
Sial ... dia mengejek aku. batin Leo.
Seno dan Leo terperanjat kaget melihat Karasuka yang dengan mudahnya menyalib mereka saat di tikungan.
"Rum"
"Rum"
"Ru___um ."
Leo menatap karasuka yang sekarang ada di depannya, dia tidak menyangka akan di salip oleh seorang gadis.
Kemudian dia tersenyum dan menatap kagum pada gadis di depannya itu. Lalu bergumam. Gadis ini sangat cantik, dan luar biasa.
Sekarang, Libra dan Karasuka yang bersaing di depan. Libra mengendarai motornya sangat laju, sambil tersenyum menoleh kearah Karasuka yang lumayan dekat di belakangnya, dengan berteriak dia berkata ; " Ayo ... lewati aku kalau bisa."
Karasuka hanya membalas dengan senyuman manis teriakan Libra, dia memperlihatkan barisan giginya yang putih sambil berusaha untuk mendahuluinya.
Tapi tiba-tiba.
"Rasakan ini"
"Bugh... "
"Woi... . "
Karasuka menendang motor Libra dengan kakinya, hingga membuat Libra hampir terjatuh dan miring kesamping.
Kemudian sambil tertawa geli, Karasuka mendahului Libra sambil mengacungkan ibu jarinya kebawah.
"Rum"
"Rum"
"Rum"
Daris pratama yang tengah serius menonton meloncat kaget sambil berteriak; "Dia curang" sambil menunjuk Karasuka.
__ADS_1
Tapi, Surya, Galang, Arya bahkan Naira yang melihatnya, malah tertawa geli melihat Libra yang gelagapan dan hampir saja terjatuh.
Bajingan, gadis ini selalu saja main curang dalam segala hal. tidak peduli itu dalam pertarungan atau balapan.
Libra menggerutu, namun sesaat kemudian dia tersenyum sambil bergumam dalam hatinya. ' Dia memang gadis yang berbeda dari yang lain. ' Lalu dia berteriak.
"Aku akan membalas mu."
Libra menarik pedal gas motornya ingin menyalip Karasuka. Tapi Karasuka terus saja menghalangi jalannya, hingga sulit baginya untuk menyalip.
Tapi bukan Libra namanya, jika tidak memiliki cara yang sulit untuk mendapatkan keinginannya. Dia sengaja menabrakkan motornya, ke motor yang di kendarai Karasuka pada saat di tikungan.
Mereka berdua sama-sama terjatuh, namun dengan cepat Libra bangkit dan kembali mengendarai motornya sambil tertawa. "Hahaha ... ."
Sedangkan Karasuka masih dalam keadaan terperanjat ketika Libra menabraknya. Dia bangkit mengendarai motornya, dan terus mengejar Libra yang sudah agak jauh.
Tapi hingga pada akhirnya, Karasuka tetap saja tidak bisa mengejar Libra. Kemudian dia tersenyum dan mulai berkata dalam hatinya.
Baru kali ini aku menemui pemuda yang sangat tangguh. Dia tampan juga menyenangkan.
Ha?, kenapa aku jadi berpikir seperti ini... apa aku sudah menyukainya?... ah sudah gila aku ini.
Karasuka bingung pada dirinya sendiri. Dia kesal dan marah, tapi hatinya juga senang. Dan pada akhirnya tanpa dia sadari bibirnya menorehkan senyuman yang sangat indah.
"Reng"
"Reng__ng"
Libra menghentikan motornya tepat di depan keluarganya. Di ikuti Karasuka, Leo, Seno, Rubi, Arumi, Zalia, Nadia dan Nadira.
Pada saat itu bertepatan keluarga Lazio, beserta anak buahnya dan keluarga Aleksander yang berhasil mereka selamatkan telah sampai di markas RTB.
Flashback
Satu minggu sebelumnya.
"Lazio, aku butuh bantuan mu untuk menyelamatkan anggota keluarga Geri yang masih di tawan Arbeto di ibukota.
Bukankah kau mengatakan masih memiliki orang di sana. Seandainya mereka masih kekurangan orang dan butuh kekuatan, maka aku akan pergi kesana untuk membantu mereka." tukas Libra.
"Kalau begitu aku juga akan ikut bersamamu, andainya kau pergi kesana." kata Geri menatap Libra.
"Kami berdua akan ikut membantu kalian jika ingin pergi, tapi jangan biarkan nona kami ikut. Aku merasa dia belum benar-benar pulih dari cederanya." sambung Hiro.
Lazio menghela nafas sambil memikirkan situasinya, kemudian dia
berkata ; " Aku masih banyak memiliki orang di sana, dan aku rasa, masih lebih dari kata cukup jika hanya untuk menyelamatkan keluarga Aleksander dari Arbeto. Tapi setelah itu, aku yakin Arendra dan Trimaran akan segera mengetahuinya, mereka sama sekali bukanlah lawan kami, dan kami tidak akan pernah aman lagi untuk tinggal di sana.
__ADS_1
"Kalau begitu, bawa saja keluarga dan orang mu pindah ke kota ini. Tapi sebelumnya buat dulu rencana yang matang, agar semuanya dapat berjalan dengan lancar." tukas Libra.
Bersambung